
Haposan yang mendengar tawa Linda seperti Tawa mengejak semakin emosi. Haposan langsung mendekati Linda dan kembali mencekik leher silinda.
"Silakan kamu lakukan Saya tidak takut, karena sahabat dan teman-teman ku pasti akan menolong ku." ucap Linda sembari berusaha melepaskan tangan Haposan dari lehernya.
Padahal Linda sebenarnya sudah ketakutan.
Linda berusaha agar Haposan tidak mengetahui kalau dirinya sudah merasa ketakutan dengan ancaman Haposan terhadapnya.
Jurus pamungkas Linda dikeluarkannya gas beracun yang ada di perutnya pun dipaksa nya keluar agar Haposan melepaskan tangannya Dari Linda.
Puuuuut."
Suara kentut Linda kembali menggema di ruangan itu, membuat Haposan sangat kesal terhadap Linda.
"Memangnya diperut gajah seperti mu, makannya apa saja, kok kentut kamu bau bangkai?"
"Kamu yang bai Bangkai, otak ngak waras di pakai." Kalau kamu waras pasti tidak akan berincana merebut istri orang lain. Kalau kamu memang cinta sama Riyanti aturannya kamu biarkan dia bahagia bersama laki laki pilihannya.
"Diam kamu, jangan sok menggurui ku. memangnya kamu siapa? hah....
"Perkenalkan aku Linda, teman temanku biasa manggil aku cewek chubby. Karena gue begitu menggemaskan iya kan?" sehingga kamu mengurungku di sini.
"Jangan sok ke-pd-an kamu gajah bengkak, Siapa juga yang menggemaskan melihat kamu !" melihat kamu saja gue sudah jijik.
"Jangan terlalu membenciku nanti kamu bisa jatuh cinta kepadaku." sahut Linda sambil tertawa ngakak.
"lebih baik gue nikah sama binatang daripada menikah seperti gajah bengkak kayak lo."
Linda tertawa ngakak karena dirinya berhasil membuat Haposan begitu emosi terhadapnya.
"Jangan menjadi seorang pemarah, nanti kamu cepat tua." ucap Linda
"Bukan urusanmu."
__ADS_1
"Tentu jadi urusan gue dong, secara kamu mengincar sahabat baikku.
"Kamu sudah membuatku semakin emosi, awas kamu." ucap Haposan sembari langsung mengikat tangan Linda dan juga menutup mulutnya dengan lakban Hitam yang ada di sana. Hal itu membuat Linda tidak bisa berkata-kata lagi. Ia pun semakin frustasi gimana caranya, keluar dari ruangan itu.
"Ya ampun apa yang harus aku lakukan?" gumam Linda dalam hati sudah mulai frustasi.
"Aku akan melakukan sesuatu agar laki-laki bajingan ini tidak berbuat semena-mena terhadap ku dan juga sahabatku." Linda bermonolog.
Haposan meninggalkan Linda begitu saja di ruangan itu. Linda berusaha untuk membuka ikatan tangannya. Berharap dirinya bisa menghubungi Janpilan untuk menyelamatkan dirinya dari sana.
Dewi Fortuna masih berpihak kepada Linda, ia melihat pecahan kaca yang ada di sana sehingga ia berusaha meraihnya dengan tangan terikat. Perlahan Linda menggeser tubuhnya agar ia dapat meraih pecahan kaca itu untuk memutuskan tali ikatan tangannya.
Ketika Linda sudah meraih kaca itu, dengan tangan terikat. Ia pun berusaha membuka ikatan tangannya dengan menggosok-gosok pecahan kaca itu tetali ikatan tangannya.
Perlahan demi perlahan Linda dapat berhasil membuka ikatan tangannya. Kemudian Ia membuka lakban yang tersumpal di mulutnya.
Linda meraih ponselnya yang ada di saku celana jeans yang ia gunakan.
Linda pun menghubungi Janpilan dan memberitahu kalau dirinya disekap Haposan. Mendengar penuturan Dari Linda Janpilan begitu terkejut. Ia tidak menyangka Haposan mampu melakukan hal nekat seperti itu. Janpilan menghubungi sahabatnya yang berprofesi sebagai polisi untuk membantu mencari keberadaan Linda dan menyelamatkan Linda dari sekapan Haposan.
Janpilan langsung berpamitan kepada Riyanti Tetapi ia tidak memberitahu kalau dirinya pergi untuk menyelamatkan Linda. Ia hanya mengatakan kepada Riyanti, bahwasanya dirinya ada urusan penting yang tidak dapat ditunda. Tetapi Riyanti memiliki firasat kalau suaminya sedang berbohong terhadapnya.
"Mau ke mana Mas?
"Ada urusan sebentar Sayang?"
"Urusan apa!"
"Ada urusan mendadak yang tidak bisa ditunda ucap Janpilan sambil langsung berlalu dari hadapan Riyanti dan langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju lokasi yang sudah di share Linda kepada Janpilan. Setelah Janpilan dan sahabatnya yang berprofesi sebagai polisi, tiba di lokasi yang sudah diberitahu oleh linda Mereka pun langsung menuju ke sana.
Setelah melakukan perjalanan sekitar satu jam, Janpilan dan sahabatnya AKBP Randy tiba di lokasi Linda disekap oleh Haposan.
"Mereka melihat ke sekeliling tidak ada yang mencurigakan. Hingga Janpilan pun kembali melihat GPS lokasi Linda berada.
__ADS_1
Kemudian mata AKBP Randy menangkup sebuah gedung kosong. Kemudian AKBP Randy langsung menuju kesana di ikuti Janpilan dari belakang, kemudian mereka menelusuri tempat itu. Dan ternyata bener Linda berada disana. Janpilan dan AKBP Randy mendobrak pintu gudang tepat Linda disekap. Mereka berhasil menyelamatkan Linda dari sekapan Haposan.
"Pak Dosen!" ucap Linda sambil Menangis karna dirinya merasa ketakutan atas perbuatan Haposan terhadapnya.
"Sudah kamu tenang saja!" kamu sudah aman." ucap Janpilan kepada Linda sambil langsung mengajak Linda keluar dari gedung itu sebelum haposan kembali.
Setelah mereka berada di dalam mobil, Janpilan meminta AKBP Randy untuk mengusut tuntas kasus penyekapan Linda. Dan Janpilan meminta AKBP Randy agar menjebloskan Haposan kedalam penjara.
"Aku mau kamu membantu ku untuk menjebloskan Haposan kepenjara." ucap Janpilan kepada AKBP Randy.
"Kamu tenang saja bro!" kamu serahkan ini samaku. Karna aku juga tidak ingin rumah tangga sahabatku di rusak oleh laki laki seperti Haposan. Yang mampu melakukan apa saja untuk mencapai keinginannya.
Aku yakin setelah ini dia tidak akan berani lagi untuk menggangu kehidupan kalian." AKBP Randy kepada Janpilan untuk menyakinkan sahabatnya itu agar tidak terlalu Kwatir terhadap ancaman Haposan.
*****
Janpilan dan Linda tiba di kediaman Janpilan. Sementara AKBP Randy langsung kembali bertugas sebagai pengayom masyarakat.
ketika Janpilan dan Linda tiba di rumah milik Janpilan, Bu Anjani dan Riyanti merasa heran dengan kondisi Linda yang acak acakan keluar dari mobil Janpilan bersama janpilan.
"Loh mas!" kok Linda bisa bareng sama mas?"
"Nanti akan mas akan mas jelaskan, sekarang tolong bawa Linda untuk membersihkan diri dan beri dia baju ganti." ucap Janpilan. Kemudian Riyanti pun menuruti apa kata suaminya dan langsung mengajak Linda agar Linda segera membersihkan diri.
Riyanti sengaja tidak bertanya kepada Linda. Ia lebih memilih suaminya yang menjelaskan kepadanya dari pada Linda. Karna Riyanti melihat kondisi Linda begitu acak acakan, apalagi di pergelangan tangannya terdapat luka memar dan luka bekas sayatan kaca. Karna Linda berusaha membuka ikatan tangannya dengan pecahan kaca yang ada di gudang itu.
"Lin...." kamu mandi dulu gih supaya lebih segar." ucap Riyanti kepada sahabatnya sambil menatap Linda dengan tatapan iba."
"Trimakasih Rin." ucap Linda sembari langsung masuk kedalam kamar mandi dan membawa handuk dan baju ganti yang di sediakan Riyanti.
Bersambung..........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1