
Sayang kalau kamu masih menganggap Mas sebagai suami kamu seharusnya kamu terbuka Apa masalah yang sedang kamu hadapi. Jangan malah meminta bantuan kepada orang lain sedangkan sama suami kamu sendiri Kamu tidak memberitahunya bahkan menutupinya dari suamimu sendiri.
"Maaf Mas bukan berniat untuk menyembunyikannya dari mas. Tetapi Riyanti tidak ingin menambah beban mas karena keluarga Riyanti. Riyanti yang menjadi istri mas dan kewajiban mas hanya menafkahi Riyanti bukan dengan keluarga Rianty."
"Kenapa kamu harus berkata demikian? bukankah aku suamimu?
Atau kamu tidak menganggap Mas sebagai suami kamu? sehingga kamu berkata begitu?
"atau tidak ada rasa cintamu sama Mas sehingga kamu tidak menganggap mas sama sekali?
"Bukan begitu maksudku Mas!"
"Terus bagaimana?"
"Kan sudah Riyanti bilang, tadi Kalau Riyanti tidak ingin merepotkan mas.
"Bukan merepotkan!" tapi yang iya nya kamu takut kalau Mas menganggap kamu morotin uang Mas kan?"ucap Janpilan kepada Riyanti
"Jangan salahkan aku beranggapan seperti itu sama kamu mas!" karena mas sendiri masih memiliki wanita lain selain Riyanti yang ada di dalam hati Mas.
"Kenapa kamu bisa beranggapan demikian?"
Buktinya mas masih menyimpan foto Mas dan juga mantan kekasih mas itu, selain itu Mas juga masih berhubungan dengan mantan kekasih Mas kan?"
"Riyanti tidak bisa terima itu mas!" karena sejak awal Riyanti sudah mengatakan Jangan pernah ada wanita lain diantara kita tetapi Mas masih mencintai wanita itu.
" Jika Mas masih mencintai dia, Mengapa mas menikahiku?"
"jika Mas masih mencintai dia silakan kembali sama dia,dan Riyanti akan mundur.
"Mas tenang saja Riyanti pasti bisa kok menghidupi anak yang ada di dalam kandungan Riyanti. Jika memang benar Riyanti hamil. ucap Riyanti sambil terisak karna dia tidak bisa membayangkan jika Janpilan berpelukan dengan wanita lain.
"Apa yang kamu katakan apa kamu sadar Apa yang kamu katakan menyakiti hati Mas?
"Disini bukan mas yang tersakiti, Tetapi Riyanti." coba Mas bayangkan jika Riyanti melakukan hal yang sama!"
"Apa yang akan Mas lakukan?"
"Kan sudah Mas bilang Mas sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan angelica!"
__ADS_1
"Oh oh jadi nama wanita itu Angelica?"seorang perancang terkenal di kota Jakarta ya kan?"
"Pantas saja Mas masih menyimpan fotonya secara dia perancang terkenal bukan seperti Riyanti yang hanya anak kampung. Kuliah karena belas kasihan dan dan kebiasaan buruk kentut sembarangan. ucap Riyanti sembari memalingkan wajahnya dari samping.
"Sayang please mas tidak ada niat untuk menyakitimu Lagian wanita itu sudah menjadi milik orang lain.."
"Tapi Mas masih mencintainya kan?
"Tidak sayang percayalah?"
Riyanti terdiam!" Ia tidak mampu lagi berkata apa-apa. Rasa sakit yang ada di dalam hatinya seolah olah ingin rasanya Riyanti memutar waktu kembali.
"Maaf Mas untuk sekarang Riyanti belum bisa percaya sama mas. Jadi Riyanti mohon tolong jangan diungkit lagi masalah ini. Aku ingin hidup tenang tidak dengan dibebani pikiran bayang-bayang wanita bersama suamiku sendiri. Ingat Mas perjanjian kita sebelum menikah dulu. jika ada wanita lain atau pria lain diantara kita maka kita akan menanggung akibatnya sendiri.
Riyanti tidak bisa mentolerir kalau ada wanita lain diantara pernikahan kita. Itu yang dulu Riyanti minta kepada Mas!" bukan karena harta kekayaan yang Mas memiliki.
Jujur karena itulah sebenarnya Riyani tidak pernah menggunakan kartu yang mas berikan kepada Riyanti.
Bahkan terkadang teman-teman Riyanti mengejek ponsel jadul milik Riyanti ini. Tapi Riyanti hanya menjawabnya dengan senyuman. "Terlalu banyak memori ponsel ini." itu saja yang Riyanti katakan kepada teman-teman Riyanti.
Tetapi yang pasti bukan itu alasannya. Riyanti tidak ingin menggunakan uang yang tidak hasil keringat Riyanti sendiri. Karena itu bisa menjadi bumerang bagi kita nantinya. lebih baik kita intropeksi diri kita sendiri sebelum kita mengintropeksi orang lain.
Sebelum Mas memarahi Riyanti karna Riyanti meminjam uang kepada Bi Amina dan juga Linda seharusnya Mas berpikir Mengapa Riyanti melakukan itu semua.
"Karena Riyanti tidak ingin dianggap menikah dengan Mas bukan karena cinta tapi karena harta kekayaan."
"Sedikitpun Tidak ada tergores di hatiku menikah dengan mas karena harta tetapi karena rasa cinta ku sama Mas Janpilan sehingga Riyanti memilih menikah muda dengan mas. Padahal sebelumnya Riyanti berjanji kepada diri sendiri jika kelak Riyanti menyelesaikan studi di universitas Gunadarma Riyanti berniat setelah bekerja ingin membantu ekonomi keluarga Riyanti.
"Mas pasti tahu sendiri bagaimana keadaan keluarga Riyanti. Riyanti tidak sanggup membiarkan mereka seperti itu. Tetapi Riyanti lebih memilih menikah dengan mas Karena rasa cinta Riyanti lebih besar kepada mas. Tetapi yang aku dapatkan penghianatan dari mas." ucap Riyanti berapi-api sambil terisak. membuat Janpilan semakin merasa bersalah kepada Riyanti.
"Maaf Mas!" Riyanti harus mengatakan dan menceritakan semua isi hati Riyanti sama Mas Maafkan istrimu yang tidak berdaya ini yang tidak memiliki apa-apa. Hanya rasa cinta Riyanti yang Riyanti punya untuk mas."
Mendengar penjelasan dari Riyanti, Janpilan pun Menangis. Ia tidak dapat membendung air matanya yang ternyata istrinya sangat tulus mencintainya. Niat baik Riyanti kepada keluarganya menjadi tidak terlaksana karena Riyanti lebih memilih menikah muda dengan Janpilan.
"Maafkan mas sayang!" jujur Mas sama sekali tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Angelic. Jika kamu tidak percaya kita bisa bertemu dengannya dan bisa kamu tanyakan langsung kepada Angelica.
"Sudah Mas itu tidak perlu dilakukan cukup Riyanti mengetahui isi hati mas. lebih baik Mas istirahat karena besok Mas harus pergi ke kantor dan ke kampus juga. Nanti mas sakit karena kelelahan.
"Mas tidak ke kantor besok
__ADS_1
"Kenapa tidak?"
"Mas ingin menemani istri mas dan calon anak Mas."
"Samera group membutuhkan Mas."
"Istri dan anakku juga lebih membutuhkan mas." ucap Janpilan sembari mengelus perut Riyanti yang masih rata.
Tiba-tiba ponsel milik Riyanti kembali berdering Janpilan melihat yang menghubungi Riyanti nomor ponsel dari Riko.
Janpilan langsung menghidupkan ponsel Riyanti agar mereka berdua dapat mendengar apa yang dikatakan Riko.
"Hallo assalamualaikum ka!"
"Waalaikumsalam dek!" kok tumben malam-malam telepon?"
"Begini Kak ibu sekarang sudah berada di rumah sakit, kata dokter ibu terkena demam berdarah jadi ibu harus dirawat beberapa hari di rumah sakit. Terima kasih ya kak!" kakak sudah mengirimkan uang untuk biaya rumah sakit ibu. tapi uang itu bukan dari Kak Janpilan kan Kak?
"Memangnya kenapa dek?"
"Ibu tidak ingin Kakak merepotkan ka Janpilan nanti ibu merasa tidak enak hati kepada keluarga Kak Janpilan. Ibu takut kamu dipandang hina oleh keluarga mertua kakak."ucap Riko kepada Riyanti
"Tidak kok dek uangnya tidak dari ka Janpilan kok, kalian tenang saja. Kakak akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu kalian." ucap Riyanti berusaha tegar mendengar apa yang dikatakan oleh Riko.
"Terima kasih ya kak maafkan kami sudah banyak merepotkanmu Semoga ibu cepat sembuh dan Riko cepat lulus sekolah agar Riko bisa bantu ibu."ucap Riko sambil terisak di dalam sambungan telepon selulernya. Kemudian mereka pun menyudahi pembicaraannya dengan Riyanti yang dapat didengar langsung oleh Janpilan
"Apa maksudnya ini semua sayang?
"Mengapa ibu sampai berpikiran seperti itu kepadaku?
"Apa Ibu tidak menganggapku sebagai anak menantunya?"
Riyanti tidak menjawab Dia hanya Diam seribu bahasa.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir juga kekarya baru emak ya
__ADS_1