
"Naira....." mas tidak lagi berakting, mas serius ingin menikah dengan mu!"
"Hah....."
"Mas tidak lagi sakit kan?
"Kok mas tiba tiba ngomong seperti itu sama Naira?
"Mas serius!" ingin mau menikahi mu Nai,"
"Mas sangat mencintai mu Nai."
"Sama sepeti yang kamu katakan, kalau cinta tidak mengenal umur kan!" ucap Randy berharap Naira percaya terhadapnya.
Naira terdiam ketika mendengar pernyataan Randy terhadapnya. Ia mengira kalau mereka masih melakoni akting seperti yang ia lakoni di pesta ulangtahun teman Randy. Saat Naira mengatakan kalau dia calon istri Randy. padahal Randy berharap kalau yang dikatakan Naira tidak hanya akting. Ia sangat berharap kalau Naira mengatakan yang sesungguhnya.
"Bagaimana Nai? tanya Randy karena melihat Naira hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaannya.
"Mas jangan main main deh, sama seperti yang mas bilang kemarin, Naira masih bocah. Tidak mungkin mas mau menikah dengan bocah tengil seperti Naira. Apalagi mas tau sendiri kalau Naira ini kampungan dan katrok. memangnya mas tidak malu, jika teman-teman mas mengetahui kalau mas menikah dengan Naira yang tidak selevel dengan mas?
"Nai jangan bertele-tele, mas tidak Suak bertele-tele. Karna mas serius sama kamu." ucap Randy berusaha meyakinkan Naira.
"Kalau mas memang serius, ngomong jangan sama Naira. Tapi berbicaralah sama ibu." ucap Naira kepada Randy, Membuat Mata Randy berbinar saat mendengar jawaban dari Naira.
"Kamu serius sayang?
"Apa?
"Sayang?
"Mas tidak lagi sakit kan?
__ADS_1
"Mas kok aneh Banget sejak kemarin?
"Mas tidak aneh, memang mas sayang sama kamu."
"Hello mas, kemarin aja mas ngatai Naira dan berdebat terus sama Naira. Masa terus sayang dan cinta sama Naira? mas ngaco deh."
"Memangnya siapa yang ngaco?
"Mas."
"Tidak Naira, mas serius."
"Ah terserah mas deh, malas berdebat dengan mas." ucap Naira sambil memonyongkan bibirnya membuat Randy Semakin gemas melihat Naira. Dan spontan Randy langsung mengecup bibir manis Naira dan ********** sekilas. Membuat Naira sangat terkejut mendapat serangan mendadak Randy.
"Mas tolong jangan macam macam sama Naira." ucap Naira kepda Randy.
"Maaf mas jadi tidak bisa menahan diri. Habis kamu sudah membuat mas gemas."
Randy kembali menghidupkan mesin mobilnya dan langsung melakukannya menuju kediaman Janpilan. Diperjalanan Naira hanya terdiam membuat suasana jadi hening.Hanya suara mesin mobil milik Randy yang terdengar. Entah karna kecapean berakting hingga Naira tertidur di mobil tepatnya di samping Randy. Kepala Naira bersandar tepat di bahu Randy.
"Kamu memang bocah, tapi kamu gemesin mempu mencairkan hati yang sudah membeku ini nai." gumam Randy di dalam hati
Tiga puluh menit dalam perjalanan akhirnya mobil Randy tiba dikediaman Janpilan. Randy membunyikan klaksonnya agar pagar besi yang menjulang tinggi di kediaman Janpilan dibuka oleh satpam yang bertugas menjaga kenyamanan rumah Janpilan.
Randy memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Janpilan. Terlihat Janpilan keluar untuk melihat Randy yang baru pulang. Sementara Randy turun dari mobil miliknya dan menggendong tubuh Naira masuk kedalam rumah. Karna Randy tidak tega untuk membangunkan Naira.
"Loh Naira kenapa bro?
"Sepertinya di ngantuk berat, jadi tertidur di mobil." ucap Randy kepda Janpilan.
"Ya sudah langsung aja bawa ke kamarnya." ucap Janpilan sambil menunjukkan kamar milik Naira.
__ADS_1
Randy membaringkan tubuh Naira diatas tempat tidurnya yang tidak terlalu besar itu, kemudian Randy mengikuti Janpilan keluar dari kamar Naira.
"Tante Anjani mana bro?
"Oh dia sudah tidur, Lo tidak lihat minjam berapa? ucap Janpilan.
"Oh iya ya."
"Kalian darimana sih?"kok Sampai selarut ini kalian pulang?
"Dari peserta ulangtahun Morgan.
"Morgan?
"Nama yang tidak asing bagiku."
"Ya iyalah secara kan Morgan anak metri." ucap Randy.
"Jangan bilang kamu meminta Naira untuk berpura pura menjadi kekasih kamu disana, karna kamu takut jadi bahan olok olokan disana." ucap Janpilan kepada Randy.
Randy terdiam dan tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Janpilan.
"Bro jangan kamu menciptakan kebohongan kepada teman temanmu. Kena itu akan memicu kamu akan berbohong untuk hari hari berikutnya." ujar Janpilan kepada Randy.
"Aku tidak berbohong, aku memang mencintai Naira." ucap Randy membuat janpilan langsung melototkan matanya. Janpilan begitu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Randy
"Jangan bercanda, gue tidak mau kamu memberikan harapan kepada Naira, Naira itu masih polos. Dia belum tau apa apa mengenai asmara. Jadi kalau kamu benar benar cinta dan sayang sama Naira, kamu harus serius sama dia dan jangan pernah mempermainkan perasaan Naira. Karna sekali saja kami menyakiti Naira, gue yang akan jadi lawan Lo." ucap Janpilan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1