
Malam itu Riyanti dan Janpilan sudah tiba dikediaman Janpilan. Janpilan sengaja tidak mengantarkan Riyanti ke kostnya karna Janpilan tidak ingin Riyanti dianggap rendah oleh teman teman kostnya, karna pulang terlalu larut malam.
"Mas kenapa kita pulang kesini?"
"Sudah larut malam!"
"Antar aku ke kost mas!"
"Tidak bagus sayang!" takut teman teman kost mu menganggap kamu yang tidak tidak, karna kamu pulang larut malam. Lagian ini sudah jam dua belas malam." ucap Janpilan.
Riyanti berpikir sejenak. " Iya juga sih."gumam Riyanti dalam hati sembari mengikut Janpilan masuk kedalam rumah milik Janpilan.
Tiba tiba, Janpilan dikejutkan dengan adanya Felisha dan Heriyanto disana.
"Kalian disini?" tanya Janpilan
"Iya kak!" oh ada kakak ipar juga." ucap Heriyanto sambil melihat Riyanti dari ujung kaki sampai ujung rambut membuat Riyanti risih.
"Kalian sudah lama?"
"Lumayan sih kak!" kakak darimana?"
"Tadi habis jalan sama Riyanti. " iya kan sayang!" ucap Janpilan
"Ada angin apa kalian datang Kerumah kakak?"
"Tidak biasa biasanya kalian seperti ini Sampai nunggu kakak sampai selarut ini.
"Apa kalian ada masalah?" tanya Janpilan
Heriyanto menarik nafas dalam, ia takut menceritakan masalahnya kepada kakaknya. Karna heriyanto tau Janpilan sangat tegas.
"Ada apa cerita sama kakak Siapa tau kakak bisa bantu."
Heriyanto melihat kearah Felisha. Seolah Heriyanto meminta persetujuan dari Felisha untuk menceritakan Maslah Mereka. Felisha menganggukkan kepalanya pertanda dirinya setuju Heriyanto menceritakan kepada Janpilan.
"Aku ingin menikah dengan Felisa." ucap Heriyanto Membuat Janpilan sangat terkejut mendengar apa yang diucapkan adiknya
"Apa kalian menikah?"
"Kalian bercanda aja!"
"Apa kalian pikir pernikahan itu main main!"
"Masih bau kencur aja sudah mau minta nikah."ucap Janpilan.
"Kami serius kak?"
"Memangnya apa yang terjadi sehingga kalian buru buru ingin menikah?"tanya Janpilan karna Janpilan penasaran mengapa adiknya tiba tiba ingin menikah. Padahal yang Janpilan tau kalau Heriyanto tidak pernah menginginkan menikah dini.
Heriyanto menundukkan kepalanya, ia tidak mampu menjawab pertanyaan kakaknya. apalagi didepan Riyanti. Ia merasa malu sekali melihat Riyanti yang selama ini menjadi bahan olok-olokan Heriyanto.
Riyanti merasa tidak diinginkan Heriyanto disana, langsung berpamitan kepada Janpilan.
"Mas ini sudah larut, aku mu istrihat saja." ucap Riyanti.
"Oh iya maaf sayang!" ya sudah mas antar kekamar." ucap Janpilan sambil langsung merangkul Riyanti dan berjalan menuju kamar tamu.
__ADS_1
"Ya sudah masuk gih!"
"Iya mas!" trimakasih." ucap Riyanti sambil mengebangkan senyumnya, Janpilan langsung mengecup bibir dan kening Riyanti sekilas.
"Mimpiin mas sayang."
"Have you a nice dreams my girl." ucap Janpilan
dibalas senyum dari Riyanti.
Janpilan meninggalkan Ruyati dikamar tamu mengingat jam sudah larut malam, Heriyanto dan Felisha masih setia menunggu Janpilan. sambil mengumpulkan keberanian untuk menceritakan Maslah mereka kepada Janpilan.
Janpilan kembali, menghampiri heriyanto dan Felisa diruang Tamu.
"Coba cerita, mengapa kalian tiba tiba ingin menikah, apa ada sesuatu yang tidak kakak ketahui?"
kemudian Heriyanto mulai bercerita kepada Janpilan
Mendengar cerita dari Heriyanto, Janpilan sangat marah kepada heriyanto.
"Lagian ngapain kamu main ke Club malam?"
"Kebetulan saja ada teman yang ngajak, jadi aku ikut " ucap Heriyanto.
"Terus apa mami sama papi sudah mengetahuinya?"
"Sudah kak!"
" Jadi bagaimana pendapat nami sama papi ?"
"Papi minta agar aku harus bertanggung jawab."
"Tapi kak!" bagaiman dengan kakak?" Kaka saja belum menikah."
"Jangan pikirkan kakak!" kakak hanya tinggal menunggu waktu saja. " ucap Janpilan
"Sekarang kamu minta papi dan mami segera melamar Felisha, sebelum kita malu." ucap Janpilan meminta Heriyanto segera melamar Felisa. Tapi ia juga kwatir akan rumah tangga adiknya kelak, Heriyanto menikah karna keadaan terpaksa."
Semantara ditempat lain, Rossi berusaha untuk merubah kehidupan Heriyanto. Karna semenjak penolakan Heriyanto di sebuah Club malam membuat Rossi sakit hati kepada Heriyanto.
"Sekarang kamu menolak ku sebentar lagi kamu akan bertekuk lutut kepadaku." gumamnya dalam hati.
Rossi sengaja meminta salah satu temannya untuk memotret Riyati saat Riyanti menolong seseorang. Hingga Riyanti dan Janpilan sempat selisih paham.
Rossi juga ingin menghancurkan Heriyanto. Ia merencanakan sesuatu yang besar untuk menghancurkan kehidupan Heriyanto.
****
Pagi yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya, dan menyinari seluruh isi bumi, masuk ke sela sela jendela membuat tidur wanita berparas cantik itu menjadi terusik.
"Hummm!" Riyanti bangunan dan menggerak gerakkan tubuhnya. Untuk merenggangkan ototnya sambil mengumpulkan tenaga.
Ia melihat sekeliling kamar.
"Oh ternyata aku tidur di rumah mas Janpilan." gumanya dalam hati.
Riyanti bangkit dan langsung masuk kekamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Ia melihat sudah ada baju ganti disana yang disediakan oleh asisten rumah tangga Janpilan.
__ADS_1
Setelah selesai melakukan ritual mandinya Riyanti keluar dan memakai baju ganti yang sudah disediakan.
Riyanti keluar menuju dapur, berniat untuk memasak sarapan.
"Eh non Riyanti sudah bangun toh?" ucap Bibi
"Iya Bi !" sahut Riyanti sambil tersenyum.
"Non mau ngapain didapur?"
"Mau masak sarapan untuk mas Janpilan
"Waduh non biar saya aja!" nanti den Janpilan marah sama bibi.
"Sudah bi!" tidak apa apa, nanti saya yang bilang, lebih baik bibi kerjakan yang lain saja." ucap Riyanti.
"Ya sudah deh, terserah non saja."
"Bi tolong jangan panggil Riyanti dengan panggilan itu, sepertinya itu kurang tepat bagiku. lebih baik bibi panggil Riyanti aja." ucap Riyanti.
"Tapi non!"
"Sudah bi!" tolong panggil Riyanti aja, supaya kita lebih dekat ." ucap Riyanti sambil mengiris bawang dan mengulek bumbu.
Setelah kurang lebih satu jam bergulat didapur, Riyant sudah menyelesaikan masaknya dan siap untuk dihidangkan. Riyanti menghidangkan diatas meja makan yang ada diruang makan. Tiba tiba Janpilan ke luar kamarnya. Dan melihat Riyanti berada didapur.
"Loh sayang?" kamu kok didapur?" kan ada bibi
"Ngak apa apa mas!" ucap Riyanti
" Sarapan yuk!" ucap Riyanti
Tiba tiba Tante Mira dan Om Andruw datang untuk bertemu dengan Heriyanto,
"Eh mami sama papi!" ucap Janpilan sambil memberi salam kepada Tante Mira dan Om Andruw.
"Tumben lagi pagi sekali datang Kerumah Janpilan?"
"Adik kamu ada tidak?"
"Ada tapi masih tidur!"
lalu Tante Mira dan Om Andruw langsung duduk ketika melihat nasi goreng masakan Riyanti begitu menggiurkan.
"Wah sepertinya enak nih!" mami sarapan disini saja, kebetulan mami sama papi belum sarapan dari rumah." ucap Tante Mira sambil langsung menyendok nasi goreng ke piring dan langsung menyantap nya dengan lahap.
"Wah enak sekali." ucap Tante Mira dan memakan nasi goreng yang ada dihadapannya sampai ludes.
Tiba tiba Riyanti keluar dari dapur sambil membawa dua gelas juice buatannya.
"Eh tante, om " ucap Riyanti sambil tertunduk dan meletakkan Juice buatannya diatas meja.
"Loh nak Riyanti ada disini juga?"
"Iya ma!" mau nemanin Felisha disini." ucap Janpilan. Agar Tante Mira tidak salah paham kepada Riyanti.
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏