
Riyanti dan Janpilan melanjutkan perjalanan mereka menyelusuri sungai yang mengalir yang ada di tengah desa.
"Wah sejuk sekali ya sayang!" airnya jernih lagi." ucap Janpilan karna drinya merasakan kesejukan dan keindahan sungai yang mengalir. Apalagi dipinggiran sungai terdapat ladang yang luas milik beberapa petani yang tinggal satu desa dengan Riyanti.
Tanaman sayuran yang luas membuat indah dipandang mata.
"Sayang kalau ladang ibu disebelah mana?"
"Mas mau lihat ladang ibu ya?"
"Iya tempatnya jauh tidak dari sini?"
"Tidak kok." itu dia." ucap Riyanti sambil menunjukkan ladang yang ditanami sayur terong dan juga sawi dan kangkung."
"Mas mau kesana?"
"Boleh deh!" sahut Janpilan sambil mengikuti langkah Riyanti.
"Sayang sebelum kamu kejakarta kuliah!" kamu sering ke ladang tidak
"Ya iya lah mas!" kalau pulang dari sekolah Riyanti langsung pergi ke ladang untuk membantu ibu." ucap Riyanti Sambil mengingat masa masa sewaktu dirinya tinggal dikampung bersama ibu dan adiknya.
****
Riyanti dan Janpilan kembali kerumah. Tante Mira dan Om Andruw sudah menunggu kedatangan mereka.
"Kalian dari mana saja kok lama bangat?"
"Tadi dari sungai habis itu pergi ke ladang ibu ." sahut Janpilan kepada tante Mira dan om Andruw memberitahu kalau mereka pergi ke sungai dan juga ke ladang Milik ibu Anjani.
"Ya sudah kalau begitu kalian segera siap-siap agar kita kembali ke Jakarta!" ujar tante Mira.
Riyanti mempersiapkan segala sesuatu yang ingin Ia bawa ke Jakarta. Termasuk buah dan sayuran yang sudah ia petik untuk dibawa ke Jakarta.
"Mbak!"Mbak mau pulang sekarang?"
"Iya dek!" kakak harus magang, sekaligus mempersiapkan acara pernikahan Kakak dengan mas Janpilan
"Kok cepat banget sih Kak?" Padahal Riko dan Naira masih rindu sama kakak.
"Kan dua minggu lagi kita akan bertemu di Jakarta." ucap Riyanti sambil mengembangkan senyumnya ke arah Riko dan juga Naira.
"Ya sudah deh Mbak kalau memang mbak harus pulang sekarang tidak apa-apa!" tapi Mbak harus janji menjaga diri baik-baik dan langsung beri kabar ke kita ya Kak." ucap Riko dan Naira kompak.
__ADS_1
****
Setelah berpamitan kepada Ibu Anjani dan juga Rico dan Nayla keluarga Janpilan dan Riyanti pun kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan acara pernikahan Janpilan dan Riyanti.
"Apa waktunya Tidak mepet banget ya sayang kalau acaranya 2 minggu lagi?"tanya Riyanti kepada Janpilan yang berada disampingnya sedang menyetir.
"Tidak apa-apa sayang nanti kan ada EO yang mengaturnya semua kita hanya mempersiapkan diri saja.
"Tidak semudah itu mas, mas kita harus melapor dulu ke KUA."
"Itu tidak perlu kamu pikirkan nak Karena semua itu sudah Papi yang ngurus." ucap om Andruw kepada Riyanti.
"Sekarang yang penting persiapkan diri kalian. besok , kalian foto prewedding?" Papi sudah mengaturnya semua, kalian tinggal menjalankannya saja." Ucap Om Andruw kepada Janpilan dan juga Riyanti.
"Memangnya Papi sudah sudah hubungin fotografernya?"
"Sudah Nak kamu tenang saja karena yang melakukan foto prewedding Haryanto dengan Felisa. juga orang yang sama.ucap om Andruw
"Jadi Haryanto dan Felisha sudah foto prewedding Pi?"tanya janpilan penasaran
"Iya nak mereka kemarin sudah mengadakan foto prewedding dan setelah Papi lihat hasilnya semua bagus. Sehingga Papi memutuskan untuk memakai dia lagi untuk foto prewedding kalian.
"Kalau Janpilan sih tidak masalah pi!" Sekarang terserah sama Riyanti saja?"
"Riyanti ikut pendapat Papi saja deh!"ucap Riyanti.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 4 jam, Mereka pun tiba di Jakarta.
"Sayang malam itu tidak usah pulang ke kost ya!" nginap disini saja." ucap Janpilan
"lebih baik kamu tidur di sini saja dulu besok baru pulang ke kost!" ucap Janpilan kepada Riyanti.
"Ngapain harus pulang ke kost lagi?" lebih baik nak Riyanti tinggal saja di sini kan lebih aman!" ujar tante Mira yang tidak mengijinkan Riyanti kembali lagi ke kostnya.
"Tapi mam!" Riyanti masih magang di detonga group.
"Kalau masalah magang itu nanti bisa diatur.
"Mami tahu kalau Haposan itu menaruh hati kepada Riyanti, jadi lebih baik Riyanti pindah magang dari sana dan kembali memegang ke samera group.
"Mami tau dari mana Jangan suuzon begitu."ucap om and rule kepada tante mira.
"Ya tau lah!" siapa juga bos yang tidak suka kepada Riyanti yang memiliki otak jenius dan telaten. Apalagi Mami tau setelah Riyanti mampu memenangkan tender lumayan besar. pastilah Haposan tidak akan membiarkan Riyanti lepas begitu saja. Mami tahu siapa itu Haposan.
__ADS_1
"CEO berdarah Batak itu itu memang orang yang cerdik dan pintar. Jadi Mami yakin kalau Haposan tidak akan segampang itu melepaskan Riyanti. untuk itu Mami meminta agar Papi mengatur kepindahan Riyanti kembali magang ke kantor kita samera group kembali.
"Kalau masalah itu Mami tidak perlu khawatir Nanti Papi dan Dekan yang akan mengurusnya."ucap Om Andruw untuk menenangkan hati tante Mira.
Riyanti bingung Mengapa tante mira mengetahui kalau Haposan menaruh hati kepada Nya. Padahal selama ini ia menganggap haposan itu hanya atasan saja. jujur Riyanti sempat terpana melihat kecerdasan dan ketampanan Haposan. tetapi bukan berarti Riyanti mencintai Haposan.
"Sayang jangan pernah meninggalkan mas lagi ya?"ucap Janpilan memelas kepada Riyanti
"Siapa juga yang mau meninggalkan mas., ada-ada saja." ucap Riyanti sambil langsung mencium pipi kekasihnya tanpa peduli adanya om Andruw dan tante Mira di sana.
"Nanti mesra-mesranya kalau Papi dan Mami tidak ada." ucap tante Mira membuat Riyanti tersipu malu.
"Maaf mam tidak sengaja!" habis mas Janpilan bilang, Riyanti bakalan ninggalin dia padahal sedikitpun Tidak ada dihati Riyanti ingin meninggalkan Mas Janpilan
"Ya sudah tidak apa-apa Mami mau istirahat dulu." ucap Tante Mira dan Om Andruw sambil langsung meninggalkan Riyanti dan Janpilan diruang tamu.
"Iya mam!" ucap Riyanti
"Mas Riyanti gerah nih!" Riyanti mau mandi."
"Ya sudah kamu mandi gih!" lagian masih ada kan baju ganti yang tinggal kemarin disini?" ucap Janpilan.
"Iya mas!" ucap Riyanti sambil berlalu dari hadapan Janpilan.
Janpilan pun berlalu kekamarnya untuk membersihkan diri. Ia sudah tidak sabar lagi ingin bersanding dengan Riyanti.
"Ya Allah aku sudah tidak sabar lagi ingin bersanding dengan wanita yang paling aku cintai." gumam janpilan sambil membersihkan dirinya dikamar mandi yang ada dikamarnya.
Sementara Riyanti sudah selesai melakukan ritual mandinya, ia ingin pergi kedapur untuk sekedar mengabil air minum. Tetapi tiba tiba Heriyanto datang menghampirinya.
"Kamu benar benar cinta sama kak Janpilan?" tanya Heriyanto membuat Riyanti sedikit terkejut.
"Kamu!" ucap Riyanti sedikit terkejut.
"Apa maksudmu?"
"Saya hanya nanya apa kamu benar benar mencintai kakakku?"
"Iya mana mungkin aku mau menikah dengannya kalau tidak cinta sama mas Janpilan.
" Ya Riyanti sangat cinta dan sayang sama mas Janpilan melebihi saya mencintai diri saya sendiri. ucap Riyanti dengan tegas.
Tanpa mereka sadari Janpilan sudah berada dibelakang Riyanti dan juga Heriyanto dan mendengar semua apa yang dibicarakan Riyanti dengan Heriyanto. Tetapi dirinya bahagia ketika mendengar jawaban dari Riyanti bahwa Riyanti sangat mencintainya melebihi mencintai dirinya sendiri.
__ADS_1
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏