Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
FELISHA RAGU


__ADS_3

Janpilan dan Riyanti menikmati masa Bulan madu mereka di Bali. Riyanti tampak bahagia dengan sikap manis Janpilan terhadapnya. Riyanti benar benar merasa bahagia bersanding dengan Janpilan. Ia tidak menyangka sang dosen yang mempermalukan dirinya saat dikampus, bisa menikah dengannya.


"Mas!" turunin aku malu loh dilihatin orang orang disini, ini tempat umum loh mas." ucap Riyanti sambil berusaha turun dari gendongan Janpilan.


"Biarin aja, terserah orang mau bilang apa, yang penting aku ingin happy bersama istri aku yang paling cantik."ucap Janpilan tanpa memperdulikan orang-orang di sekitar pantai Kuta Bali.


Janpilan pun sengaja mengumbar kemesraan di hadapan orang-orang yang melihat ke arah mereka. Karena janpilan tidak ingin istri cantiknya dilirik oleh laki-laki lain selain dirinya.


"Sayang pantainya indah sekali ya?"ucap Riyanti memuji keindahan pantai Kuta.


"lebih indah lagi kamu sayang!" ucap Janpilan sambil langsung mengecup bibir manis Riyanti membuat Riyanti merasa terkejut akan sikap suaminya yang terlalu agresif terhadapnya.


Setelah mereka bosan mengelilingi pantai dan bermain air mereka pun kembali ke Villa berniat untuk istirahat. Tiba-tiba ponsel milik Riyanti berdering. Riyanti melihat yang menghubunginya adalah Linda. Sejujurnya Riyanti juga sangat merindukan sosok sahabatnya Linda yang selalu menguntilin dirinya ke mana saja.


Riyanti menekan tombol hijau yang ada di layar ponsel jadul nya.


"Hello selamat sore Lin!" Ada apa Kok tumben menghubungi aku?".


"lu enak ya tidak magang tapi nilai bagus sekarang gue mati-matian magang gue cuman dapat nilai C plus ucap Linda memberitahu Riyanti bahwasanya Linda mendapat nilai C plus dari kantor Detonga grup.


"Kamu lagi di mana sekarang Rin?"


"Aku sama Mas Janpilan sekarang Lagi bulan madu di Bali!"


"Apa? bulan madu? serius lo?"


"Serius Linda!" sekarang Aku sama suamiku Lagi bulan madu di Bali dan kami sudah ada empat hari di sini."


"Wah enak lo bulan madu di Bali Kenapa tidak ke Eropa aja sekalian?"ucap Linda sambil cengengesan


"Ngapain ke Eropa kalau ada di negara kita sendiri yang tempat yang indah untuk memanjakan mata." ucap Riyanti.


"iya sih betul juga yang kamu bilang tapi orang-orang kalau kita mengetahui kita bulan madu ke Eropa pasti mereka Anggap kita Wah....gitu Rin!"


"Ngapain kita habiskan uang kenegara lain kalau ada dinegara kita yang indah yang dapat memanjakan mata. Apalagi aku kan belum pernah dari Bali!" ucap Riyanti sambil cengengesan.


"Rin...." lo cepat pulang dong!" ngak seru kalau tidak ada kamu " ucap Linda berharap Riyanti segera kembali kekota Jakarta.


"Iya kamu tenang saja, kami tidak lama kok disini karna acara pernikahan Heriyanto dan Felisa juga tinggal beberapa hari lagi." ucap Riyanti membuat Linda sangat terkejut mendengar Heriyanto akan menikah dengan Felisha dengan waktu dekat


"Hah....!" benaran kamu Rin? kalau Heriyanto akan segera menikah dengan Felisha?"


"Iya Linda!" ngapain juga aku harus bohong sama kamu."


"Ih ngak seru lagi deh!" aku jadi patah hati." ucap Linda bercanda

__ADS_1


"Maksud kamu apa Lin?"


"Aku patah hati karna my baby Heriyanto bakalan menikah dan meninggalkan diriku seorang." ucap Linda sambil pura pura menangis.


"Gila kamu ya Lin!"


"Kok aku gila sih?"


"Iya iyalah maksud kamu, kamu jadi adik ipar aku?"


"Kalau bisa!" ucap Linda membuat kedua sahabat itu tertawa lepas.


Janpilan yang melihat istrinya tertawa lepas langsung menghampiri istrinya. Sambil memeluknya dari belakang.


"Kok tawanya seru Banget sayang?" ucap Janpilan kepada Riyanti yang masih asik bercanda ria bersama Linda dalam sambungan telepon selulernya.


"Tunggu sayang!" Linda yang nelepon." ucap Riyanti.


"Eh....Rin kamu lagi sam tuh dosen killer?"


"Eh jangan ngomong gitu!" gitu gitu suami gue tuh." ucap Riyanti yang tidak ingn Linda mengatai suaminya dosen killer.


"Hello......sejagat kampus universitas Gunadarma juga sudah tau kalau kalau pak Janpilan itu dosen killer tau." ucap Linda tanpa merasa bersalah.


"Sekali lagi Lo bilang suami gue dosen killer awas kamu!" teriak Riyanti membuat Linda semakin tertawa terbahak karna dirinya mampu membuat sahabatnya kesal.


"Jangan marah marah sama Linda sayang."


"Habis dia ngatain mas dosen killer!" ya Riyanti tidak terima sayang. "


"Kamu juga bilang mas duku Dosen killer!"


"Itu kan dulu." ucap Riyanti sambil cengengesan.


Semantara ditempat lain, Felisha tampak gelisah karna hari pernikahannya sudah semakin dekat. Tetapi dirinya belum yakin akan keputusannya menikah dengan Heriyanto yang akhir akhir ini sifatnya agak berbeda terhadapnya.


"Ya Allah apa kepuasanku ini salah?" tanya Felisha dalam hati. Felisha larut dalam lamunannya.


"Apa yang harus kulakukan kalau mas Heriyanto tidak benar benar mencintai ku?" pertanyaan demi pertanyaan timbul dibenak Felisha. Membuat dirinya tidak bisa istirahat dengan tenang. Kegelisahan menghampiri Felisha.


"Kamu sedang apa bengong disitu?"tanya tante Mira yang melihat Felisha sedang bengong di atas balkon.


"Oh tidak ngapa-ngapain kok tante!" hanya memandang taman yang indah.


"Kalau ada yang ingin kamu bicarakan bicaralah!"ucap tante Mira kepada Felisha

__ADS_1


"Tidak ada kok tante," Felisha hanya bosan aja di kamar.


"Ya sudah lebih baik kamu istirahat Jangan bengong disini melulu nggak bagus wanita hamil terlalu lama di luar."


"Iya tante sebentar lagi Felisha akan masuk kok.


Tante Mira pun meninggalkan Felisha yang masih bengong Di atas balkon, dia tidak tahu apa yang dipikirkan Felisha sehingga dirinya tampak bengong di sana.


"Ada apa dengan Felisha? sepertinya ada yang lagi dia pikirkan." gumam tante Mira di dalam hati.Tetapi tante Mira tidak ambil pusing dia percaya kalau anak-anaknya bisa menyelesaikan masalah mereka masing-masing. Tanpa ikut campur tangannya.


Tiba-tiba Heryanto sudah tiba di rumah. Ia melihat tante Mira sedang asyik menonton sinetron yang tayang di salah satu televisi swasta. Tetapi ia tidak menemukan sosok calon istrinya disana


"Sore ma!"


"Sore juga Nak!" kamu sudah pulang kok sore banget?"


"Iya mom!" tadi habis dari kampus Haryanto ke kantor Papi, kata tapi Heriyanto harus belajar menjalankan perusahaan.


"Nah gitu dong itu baru Putra mami."ucapkan Tante Mira sambil menerima salam dari putranya.


"Kamu ada masalah sama Felisha?"


"Tidak mom Memangnya ada apa?"


"Tadi mami Lihat Felisha terus bengong di atas balkon, pandangannya seperti kosan. Sepertinya Felisha lagi banyak pikiran Apa kalian berantem?'


"Tidak kok mah kami baik-baik saja."


"Terus kenapa bisa seperti itu?"


"Heriyanto juga tidak tahu Mom!" kan Haryanto baru pulang dari kantor?"


"ya sudah kamu hampir gih," Felisha kasihan dia."


"Baik mom?"


Kemudian Heriyanto langsung berlalu dari hadapan tante Mira menuju kamarnya. Heriyanto melihat tidak ada sosok Felisha di dalam kamar. Membuat dirinya langsung mencari keberadaan Felisha.


Tiba-tiba matanya menangkup seorang wanita cantik berdiri di atas balkon, dengan tatapan kosong. Hariyanto menghampiri Felisha dan Heriyanto langsung memeluk Felisha dari belakang.


"Kamu lagi apa sayang di sini?"


Felisha tidak menjawab, ia membalikkan tubuhnya menatap Haryanto sendu. Sambil berjalan kembali masuk ke dalam kamar.


Bersambung.

__ADS_1


Hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏 jangan lupa like coment dan votenya ya


__ADS_2