Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
NAIRA KWATIR


__ADS_3

Mendengar cerita dari Naira, Randy menggelengkan kepalanya. Melihat tingkah wanita yang sukses membuat hati Randy tergila gila.


"Oh iya Ran, kalau kamu tidak tugas lebih baik kamu temenin Naira deh mendaftar ke kampus Gunadarma saja.


"loh kenapa ke sana tante?


"Itu kan kampus tempat Kak Riyanti kuliah dulu? dan yang Naira tahu kalau yang kuliah di sana rata-rata orang kaya semua.


Kak Riyanti saja kuliah di sana mengharapkan beasiswa. Naira takut tidak mampu meraih beasiswa di kampus itu tante.


Kamu tenang saja, nanti Tante akan membantu kamu kok. lagian itu kan kampus milik kakak ipar kamu?


"Maksud tante?


"Kampus Gunadarma itu milik kakak ipar kamu Janpilan suami dari Riyanti. Memangnya kamu selama ini tidak tahu ya kalau kampus itu milik suami kakak kamu?


"Tidak Tante, jawab Naira singkat karena memang benar adanya Kalau Naira tidak mengetahui kampus Gunadarma milik kakak iparnya. Mengapa Naira tidak mengetahui hal itu?


Semua itu karena Naira tidak ingin mengetahui harta kekayaan dari kakak iparnya. Ia tidak peduli dengan harta kekayaan yang dimiliki kakak iparnya. Yang dia inginkan kakaknya Riyanti bahagia bersama anak-anaknya. Bahkan jarang sekali untuk meminta sesuatu kepada Janpilan. Untuk kebutuhan sekolahnya ia terkadang menggunakan uang hasil dagang online yang ia kerjakan selama ini.


Janpilan sama sekali tidak mengetahui kalau Naira memiliki uang tambahan dengan berjualan online.


"Kamu tenang saja Nai, nanti Tante akan membantu kamu mendapatkan beasiswa di sana."


"Tidak perlu tante, Naira ingin kuliah mendapatkan Bidikmisi dari pemerintah sama seperti kak Riko yang lagi kuliah di STAN. mudah-mudahan Naira lulus. Jika Naira tidak lulus dari sana, Naira akan mencoba Bidikmisi di jurusan yang lain.


Kenapa kamu harus mengambil itu?


Naira tidak ingin membuat beban di keluarga. apalagi membebani Kak Janpilan dan juga Riyanti. Untuk hidup di Jakarta dengan nyaman, Naira sudah sangat bersyukur.


Naira ingat betul Bagaimana sakitnya tinggal di desa. Apalagi semenjak Ayah meninggal, ibu yang harus tulang punggung. Hal itu yang mengharuskan kak Riko dan aku selalu membantu ibu di kebun.


Karena Kami merasa tidak tega melihat ibu mengerjakan ladang sendirian. Kami tidak mampu untuk menggaji orang menemani Ibu bekerja di ladang. Jangankan menggaji orang, buat makan saja kami sudah kewalahan.


Sehingga Kak Riyanti memilih untuk kuliah sambil bekerja. Terkadang kami juga membebani Kak Riyanti di Jakarta. Apalagi ketika Naira sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Sehingga Kak Riyanti harus menunda membayar biaya semesternya.

__ADS_1


Naira tau kalau Kak Riyanti begitu menderita di Jakarta apalagi setelah ah Naira dirawat di rumah sakit. Dan biayanya dikirim oleh karyanti gajinya 2 bulan. Naira tahu kalau kakak Riyanti kasbon di tempat kerjanya. Oleh karena itulah Naira tidak ingin terus menerus membebani Kak Riyanti dan juga Janpilan


Sejujurnya Naira tidak menyangka kalau Kak Riyanti harus cepat menikah. Karena kami sudah berjanji kepada ibu untuk selalu membantu dan menolong dalam keadaan apapun. Jujur berat rasanya meninggalkan kampung halaman. Karena bagaimanapun pusaran Ayah Naira masih di sana. Naira ingin sekali membangun kampung itu seandainya Allah mempercayakan Naira untuk dapat meraih cita-cita Naira.


Terima kasih Tante atas tawarannya. Tetapi maaf Naira tidak dapat menerimanya. Biarkan Naira berusaha dulu tante, Tetapi jika Naira membutuhkan sesuatu dari tante. Naira pasti akan datang menemui tante dan minta tolong kepada tante. ucap Naira dengan sendu. Terkadang ia mengingat sosok ayahnya yang sangat merindukan dibalik keceriaannya. Ada rasa pilu yang Naira rasakan saat hidup di kampung bersama keluarganya.


Kehidupan mereka pada dasarnya memang sudah susah. Tetapi lebih susah lagi ketika ayah mereka sudah meninggal dunia. Karena penyakit kanker otak yang diderita oleh orang ayahnya. Hal itu membuat keadaan ekonomi keluarga mereka semakin merosot. Sehingga Riyanti memilih untuk merantau ke Jakarta dan bekerja di sana. Sampai suatu ketika Riyanti mendapatkan beasiswa kuliah di universitas Gunadarma.


"Tapi Tante ikhlas membantu mu nak!"


"Naira tau Tante kalau Tante benar-benar ikhlas membantu Naira. Tetapi jika tante terus-menerus membantu Naira, kapan lahirannya mandiri?"ucap Naira kepada tante Mira. Randy yang mendengar cerita dan keinginan Naira pun menggelengkan kepalanya. Dia mengira kehidupan Naira selama ini baik-baik saja. Karena melihat senyuman dan keceriaan di wajah Naira.


"Baiklah kalau itu menjadi keputusan kamu Tante bisa apa? tetapi jika suatu saat nanti kamu membutuhkan bantuan tante dan om, kamu jangan sungkan-sungkan untuk datang dan meminta kepada om dan tante ucap tante Mira dan juga Om Andruw.


"Terima kasih Tante atas kebaikan kalian selama ini. Setelah berbicara panjang lebar dengan tante Mira mengenai perkuliahan yang akan dijalani Naira. Naira pun berniat untuk kembali ke rumah milik Janpilan. Ia sudah tidak sabar ingin menggendong si kembar sang keponakan.


Apalagi semalam pertemuannya dengan si kembar cukup singkat. Karena tante Mira keburu minta Naira dan mas Randy pergi ke rumah utama keluarga Om Andruw.


"Kalau begitu Naira pamit pulang dulu tante!'


"Naira kangen sama si kembar, semalam hanya sebentar saja bermain sama mereka."


"Ya sudah tidak apa-apa biarkan Randy mengantarmu."ujar Tante Mira


"Tidak perlu tante, Naira bisa kok naik ojek online."


"Tidak untuk kali ini, Tante tidak akan membiarkan kamu naik ojek online. Tante tidak terima penolakan. Kamu harus oleh Randy. ucap Tante Mira sembari melirik kearah Randy.


Randy langsung meraih tangan Naira agar segera mengikutinya keluar rumah.


"Ayo saya antar!


"Tidak apa-apa Mas!" Naira naik ojek online saja."


"Tidak!" saya tidak akan membiarkanmu naik ojek. Apa kata tante Anjani nanti, jika aku membiarkan kamu naik ojek online sementara aku berada disini.

__ADS_1


Naira terdiam sejujurnya ia ingin menghindar dari Randy. Ia takut perasaannya semakin dalam terhadap pria itu. Sementara jika dirinya menjalin hubungan dengan pria itu belum tentu Ibu Anjani akan merestui nya. Ia juga ingin melanjutkan sekolahnya sampai ke perguruan tinggi.


Karena ingin sekali membantu ekonomi keluarga. Walaupun ibu Anjani tinggal bersama Riyanti.


"Kamu kenapa dari tadi sepertinya ingin menghindar dariku?


"Siapa yang ingin menghindar?


"Nai......"mas sangat sayang dan cinta sama kamu." ucap Randy


"Sudahlah mas ngapain harus membahas ini!"


"Memang harus kita bahas Nai!"


"lebih baik urungkan niat Mas, Naira tidak ingin mas menyesal menikah dengan Naira.


"Kenapa harus menyesal?


"Kan sudah Naira kasih tahu tadi, Bagaimana keluh kesah kami selama hidup di kampung.


"Naira tidak ingin menjadi beban Mas, Apalagi mas tahu sendiri kehidupan keluarga kami bagaimana.


"Memangnya Mas peduli? yang Mas ingin mas menikahimu dan Mas berjanji untuk membahagiakanmu selama Mas masih hidup.


"Naira tidak ingin mas menyesal!"


"Apa yang harus Mas sesalkan?


"Entahlah, tapi sepertinya Mas lebih baik mencari yang layak untuk Mas.


"Apakah kamu tidak memiliki perasaan sedikitpun kepada mas Nai?


Naira sama sekali tidak menjawab. Ia hanya kuat jika Ibu Anjani tidak akan pernah merestui hubungan mereka. Ia sangat mengetahui sikap ibu kandungnya itu. Sekali tidak tetap tidak. Naira tidak ingin sakit hati, Jika Ibu Anjani tidak merestui mereka. Bahkan Naira juga takut jika Randy hanya mempermainkan nya. Naira tidak mau takabur dan dia tidak mau terlalu berharap kepada Randy. Karena ia sadar Siapa dirinya.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2