
Keesokan harinya, hari pernikahan Heriyanto dengan Felisha sudah tiba saatnya. Felisha sudah terlihat cantik dengan menggunakan Kebaya warna silver metalik dipadukan dengan riasan make up yang cocok dengan wajah Felisha yang putih membuat Felisha tampak semakin cantik.
"Wah kamu cantik sekali kami FE!" ucap Riyanti yang terpesona melihat kecantikan Felisha.
"Trimakasih ka!" ucap Felisha sambil mengebangkan Senyumnya.
"Oh iya!" kata mami penghulu sudah datang dan orangtua kamu juga sudah datang." ucap Riyanti penuh dengan senyum manis.
"Kak...! Felisha nerves bangat nih kak!"
"Kamu santai saja, tidak perlu kwatir." ujar Riyanti untuk menenangkan Felisha.
Tante Mira datang menghampiri Felisha.
"Wah kamu cantik sekali Felisha." ucap Tante Mira.
"Trimakasih mom."
"Yuk penghulu sudah datang, tidak enak bapak penghulunya terlalu lama menunggu." ucap Tante Mira sambil menggandeng Felisha keluar dari kamar.
****
"Saudara Heriyanto bin Andruw, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Felisha Anggraini binti Santoso dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin Dua ratus lima puluh gram emas murni bibayar tunai.
" Saya terima nikahnya Felisha Anggraini binti Santoso dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin tersebut bibayar tunai."
"Bagaimana para saksi sah?"
"Sah...."
Acara akad nikah Heriyanto dengan Felisha berjalan dengan lancar. Janpilan menyaksikan pernikahan itu. Tetapi di dalam lubuk hati Janpilan yang paling dalam ia masih sangat khawatir dengan pernikahan adiknya. Karena Janpilan sudah mengetahui kalau Heriyanto mencintai istrinya Riyanti. Janpilan sangat khawatir jika pernikahan adiknya tidak bahagia kelak.
Setelah acara akad nikah selesai, acara resepsi pernikahan pun dilaksanakan di hotel berbintang lima yang letaknya tidak jauh dari rumah utama milik keluarga Om Andruw.
iring-iringan mobil pengantin berjalan menuju hotel tempat resepsi pernikahan Heriyanto dan Felisha diadakan.
__ADS_1
Felisha tampak bahagia terlihat jelas dari mimik wajahnya yang tersenyum menyapa seluruh undangan yang hadir di acara resepsi pernikahan mereka. Tetapi mimik Haryanto tampak biasa-biasa saja. Dia tidak menunjukkan kalau dirinya sangat bahagia dengan pernikahan itu tetapi dia juga tidak menunjukkan kalau dirinya tidak bahagia.
"Riyanti dan Janpilan memberi salam kepada Heriyanto dan juga Felisha atas pernikahan mereka.
"Selamat ya buat kalian berdua semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah." ucap Riyanti sambil memberi salam kepada Heriyanto dan memeluk Felisha. diikuti dengan Janpilan
"Ingat kamu bukan hidup sendiri lagi, sudah ada yang harus kamu tanggung jawab, Jangan kamu buat seperti dulu lagi. Keadaan sudah berbeda. Belajarlah lebih bertanggung jawab dalam segala hal." ucap Janpilan menasehati Heriyanto agar adiknya lebih dewasa dalam mengambil keputusan dan bersikap.
Heriyanto mengembangkan senyumnya Ia pun mengucapkan terima kasih kepada kakaknya karena sudah memberinya selamat dan menasehatinya.
"Terima kasih Kak Kakak sudah mengingatkan ku!"ucap Haryanto kepada Janpilan sambil memeluk kakaknya.
"Sama-sama yang penting mulai sekarang kamu harus berubah lebih dewasa."ucap Janpilan sambil mengelus punggung adiknya Heriyanto.
Para tamu undangan, kerabat, dan kolega bisnis Samera group dan juga jajaran kampus Gunadarma tampak sudah berdatangan memberi salam kepada Pasangan Heriyanto dengan Felisha. Begitu juga dengan teman-teman Haryanto dari kampus mereka sangat terkejut kalau Heriyanto menikah dengan secepat itu. Padahal selama ini yang mereka ketahui kalau Haryanto, tidak memiliki niat menikah muda.
"Serius gue nggak nyangka lo menikah secepat ini." ucap Leo kepada Heryanto sambil memberi salam kepada Harianto dan juga Felisha.
"Ini namanya jodoh Bro!" sahut Haryanto sambil mengembangkan senyumnya
"Trimakasih!"sahut Hariyanto singkat
Banyak diantara teman Heriyanto yang mengucapkan selamat atas pernikahan Heriyanto. Tetapi tidak sedikit juga wanita yang ada di kampus yang menaruh hati kepada Hariyanto merasa patah Hati karena Hariyanto sudah bersanding dengan wanita lain. Ya Heriyanto termasuk idola di kampus Gunadarma selain karena penampilannya yang okey dia juga pintar dan model.
****
Acara resepsi pernikahan pun telah usai para tamu undangan, kerabat dan juga teman-teman Heriyanto satu persatu sudah meninggalkan ruang resepsi pernikahan. Felisa tampak sudah kelelahan mengingat dirinya sedang hamil muda sehingga dirinya mudah lelah.
"Mas Felisha capek banget!"
"Ya sudah kamu duduk dulu sebentar lagi juga sudah kelar!"ucap Haryanto sembari memperhatikan wajah Felisha yang baru sah menjadi istrinya.
"Ya sudah kita tidak perlu pulang ke rumah, Kita menginap saja dulu di sini satu malam besok kita baru pulang."
"Tapi bagaimana dengan baju ganti aku Mas?"
__ADS_1
"Itu nanti biar urusan aku."
Felisha menganggukkan kepalanya. Ia merasa sudah sangat kelelahan. Karena semenjak subuh, dirinya tidak ada istirahat sama sekali. Apalagi ketika acara resepsi pernikahan berlangsung banyak tamu undangan yang berdatangan untuk memberi salam kepada mereka.
Haryanto memberitahu kepada tante Mira dan Om Andruw agar mereka menginap di hotel itu saja malam itu. Dengan alasan Felisha merasa kelelahan. Tante mira dan Om Andruw pun setuju dengan keputusan yang diambil Hariyanto.
"Ya sudah tidak apa-apa kalian lebih baik menginap di sini saja dulu, besok baru pulang ke rumah. Nanti kalau masalah baju ganti, Mami yang akan kirimkan."ucapkan Tante Mira kepada Heriyanto dan juga Felisha.
"Terima kasih mon" Ucap Felisha kepada tante Mira.
Keluarga besar Om Andruw sudah pulang ke rumah utama. Termasuk dengan Riyanti dan Janpilan. Di perjalanan Riyanti meminta kepada Janpilan agar mereka segera pindah dari rumah utama ke rumah pribadi Janpilan. Dia merasa tidak enak hati tinggal dirumah utama bersama Heriyanto dan juga Felisha. Mengingat apa yang dikatakan Linda kalau Heriyanto mencintai dirinya. Tetapi Riyanti tidak mengatakan, bahwa itulah alasan terbesarnya sehingga dirinya meminta segera pindah dari rumah utama ke rumah pribadi Janpilan.
"Iya sayang Mas juga setuju besok kita akan pindah."
"Serius kan mas? kita besok akan pindah?"ucap Riyanti senyum sumringah
"Iya Sayang!" lagian memang itu sudah rencana Mas kok!" tanpa kamu bilang Mas juga sudah punya rencana mau pindah dari rumah papi.
"Syukur deh kalau begitu," Ternyata bukan hanya Riyanti saja yang menginginkan pindah dari rumah utama. Karena Riyanti ingin membina rumah tangga dan tinggal hanya berdua dengan mas, tanpa ada gangguan dari siapapun." ucap Riyanti sambil mengecup wajah tampan suaminya membuat Janpilan sangat terkejut dengan sifat istrinya yang akhir-akhir ini agresif terhadapnya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh lima menit, mereka tiba di rumah utama keluarga Om Andruw. Janpilan langsung turun dari kursi kemudi dan membukakan pintu mobil untuk Riyanti.
"Silahkan nyonya Janpilan." ucap Janpilan mempersilahkan Riyanti turun dari mobil.
"Mas jangan seperti itu ah!"
"Kan tidak apa-apa namanya juga istri mas sudah sewajarnya dong memperlakukan yang terbaik untuk istri mas.
"Terima kasih Mas...." sudah melakukan yang terbaik untukku."
"Sama-sama sayang." ucap Janpilan sambil mengembangkan senyumnya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1