Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
PERMINTAAN NAIRA


__ADS_3

Riyanti mengebangkan senyumya melihat suaminya yang tiba tiba langsung terlelap tidur. Padahal baru hitungan menit habis shalat, Janpilan terlelap tidur mengarungi alam mimpinya. Bahkan ditelinga Riyanti terdengar suara dengkurannya. hingga Riyanti tersenyum mendengar dengkuran suaminya.


"Pasti suami aku kelelahan, jelas dari suara dengkurannya." gumam Riyanti dalam hati sambil memberikan kecupan di kening suaminya.


"Tidur yang nyenyak suamiku sayang." ucap Riyanti. sambil langsung berlalu dari tempat tidur berniat menghampiri baby kembarnya yang sedang dibantu baby sister mengganti popok.


Hati Riyanti, begitu bahagia lagi itu. Setelah berbicara panjang lebar bersama suaminya. Jarang jarang mereka memiliki waktu seperti itu.


"Nyonya sepertinya nyonya lagi gembira." ucap baby sister kepda Riyanti. karna melihat wajah Riyanti berseri seri.


"Ah mbak biasa aja."sahut Riyanti sambil meraih Alexa dari tangan baby sister setelah baby sister mengganti popok yang sudah basah.


Sementara Naira dan Randy berada di ruang tamu setelah Mereka menyelesaikan makan mereka. Tampak Naira begitu bahagia bersama Randy ketika Naira mendapatkan perhatian lebih dari Randy.


"Sayang Bagaimana menurutmu jika pernikahan kita dipercepat minggu depan? tanya Randy kepada Naira, hingga membuat Naira spontan berteriak


"Apa?


"Yang benar aja dong mas!"


"Masa kita menikah Minggu depan? Memangnya mempersiapkan pernikahan itu seperti membalikkan telapak tangan?" ucap Naira sangkin terkejutnya. Mendengar apa yang dikatakan Randy.


"Kamu tenang saja sayang, masalah itu tidak perlu kamu pikirkan. Biarkan itu menjadi urusan Mas. Kamu tinggal mempersiapkan diri saja." Ucap Randy sambil mengebangkan senyumya.


"Jika pernikahan kita diadakan minggu depan Kak Riko tidak bisa datang Mas. Padahal naira ingin sekali Kak Riko juga hadir di pesta pernikahan kita. Kalau boleh Naira bermohon acara pernikahan kita diadakan 2 minggu lagi. Agar kak Riko dapat menghadiri pesta pernikahan kita." ucap Naira kepada Randy. karena sebelumnya naira sudah menghubungi Riko.


"Ya sudah kalau itu permintaan kamu, tidak apa apa. Yang penting jangan pernah kamu berpikir mas menikahiku. Hanya untuk menutupi kebohongan kamu sewaktu di pesta kemarin itu.Mas benar sungguh sungguh mencintai dan menyayangi kamu." ucap Randy sambil Langsung mengecup kening Naira.


****


Keesokan paginya Linda terbangun dari tidurnya. Ia melihat dokter sudah datang untuk memeriksanya.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter apa dia baik-baik saja?


"Alhamdulillah kondisi kesehatan ibu Linda sudah semakin membaik. Tetapi tolong jaga mood dan jangan kecapean jangan lupa makan vitamin juga.

__ADS_1


"Oh iya dokter kandungannya sepertinya sudah ada di ruangannya jadi ada baiknya Ibu Linda segera diperiksakan ke dokter kandungan untuk memastikan benar tidaknya diagnosa saya bahwasanya ibu Linda sedang hamil." Ujar dokter kepada Raihan dan juga Linda.


Kemudian suster yang bertugas di sana pun membantu Linda menuju ruangan dokter kandungan berniat untuk memastikan benar tidaknya Linda sedang hamil.


Ketika mereka sudah berada di ruang dokter kandungan, mereka sudah disambut dengan seorang dokter cantik dan mudah untuk memeriksa kondisi Linda saat ini.


"Silakan berbaring nona, saya akan memeriksa terlebih dahulu. Oh iya saya mau tanya Nona terakhir datang bulan tanggal berapa? tanya dokter kepada Linda.


"Maaf Dok saya kurang ingat."


dokter itu mengembangkan senyumnya perlahan dokter itu membuka dress milik Linda.


"Dok Kok baju istri saya dibuka?


"Maaf tuan Reihan, Kalau saya tidak membuka baju istri anda, Bagaimana saya bisa memeriksa dan mengoles gel ini ke perut istri anda? karena kita akan melakukan USG agar hasilnya lebih akurat."ucap dokter kandungan itu kepada Reihan.


Reihan menganggukkan kepalanya. Sejujurnya ia tidak rela jika orang lain melihat lekuk tubuh istrinya. Tetapi karena dokter kandungan itu seorang perempuan sehingga Reihan pun tidak mempermasalahkan hal itu.


Setelah dokter memeriksa dan menganalisa bahwasanya Linda benar-benar hamil.


"Bagaimana dokter apa istri saya benar-benar hamil?


Kalau boleh hubungan suami istri tolong di batasi dulu dan jangan terlalu kasar.


"Jadi selama masa kehamilan istri saya, saya tidak bisa melakukan kan hubungan intim dokter? tanya Reihan polos.


"Saya tidak mengatakan kalau anda dan nyonya Linda tidak dapat melakukan hubungan intim. tapi jika ingin melakukannya jangan terlalu kasar dan usahakan melakukannya nya dengan lembut dan jangan menempel bagian perut ibu Linda.


Kalau boleh jangan terlalu sering, karena janin yang ada di kandungan Ibu Linda masih terlalu muda.


"Baik dokter!"ucap Reihan sembari mengembangkan senyumnya kepada dokter cantik itu.


Rehan langsung menghampiri istrinya.


"Terima kasih sayang kamu benar-benar wanita yang luar biasa mas tidak menyangka sebentar lagi mas sudah menjadi seorang ayah itu semuanya berkat kamu sayang." ucap Reihan kepada Linda. Linda hanya mengembangkan senyumnya dia tidak menjawab apa-apa karena Linda masih sedikit kesal kepada Reyhan.

__ADS_1


"Oh iya dokter apa istri saya masih perlu di rawat inap?


"Sebenarnya tidak perlu sih pak!" hanya Bapak harus menjaga kondisi kesehatan ibu Linda dan tolong jangan sampai kecapekan dan stress karena itu bisa mengakibatkan fatal untuk janin ibu Linda. Suasana hati yang happy membuat Janin merasa tenang ." ucap dokter itu kepada Reihan.


Setelah berpamitan kepada dokter kandungan itu, Reihan dan Linda pun kembali ke ruang rawat inap. yang sebelumnya ditempati oleh Linda. Kemudian Reihan pergi ke ruang administrasi untuk menyelesaikan pembayaran biaya pengobatan Linda.


"Mas kita pulang sekarang!


"Linda tidak mau di sini.


"Linda ingin pulang sekarang juga"


"Iya sayang kita akan segera pulang ke rumah."ucap Reihan sembari mengumpulkan barang bawaan mereka.


Setelah menyelesaikan administrasi, Reihan dan Linda pun berniat kembali ke rumah. Rehan menonton Linda keluar dari ruang rawat inapnya menuju parkiran mobil yang ada di rumah sakit.


"Sayang kamu tunggu saja di sini Mas akan mengambilkan mobil sebentar ujar Rehan kepada Linda.


"Iya Mas cepetan ya!" jangan lama-lama. Linda sudah bosan di rumah sakit ini.


"Iya sayang!"sahut Reihan sembari langsung berlari ke arah parkiran mobil miliknya.


Reihan langsung membuka pintu mobilnya ketika ia sudah tiba di depan lobby rumah sakit.


"Ayo masuk Sayang."ucap Reihan setelah membuka pintu mobil milik.


Linda pun langsung masuk ke dalam mobil dan Raihan melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Himalaya.


di perjalanan Reihan berdering sampai beberapa kali tetapi karena dirinya sedang fokus menyetir sehingga ia pun tidak mengangkatnya.


"Kenapa tidak diangkat? tanyain dak


"Gimana mau ngangkat Mas aja lagi nyetir Memangnya kamu mau kita celaka? ucap Surya kepada Linda. Linda langsung menggelengkan kepalanya pertanda Ia juga tidak ingin mereka celaka.


kalau kamu mau, kamu yang ngangkat ponselnya. tidak masalah kok." ucap Rehan kepada Linda. . ketika ponsel itu kembali berdering, Linda langsung menekan tombol hijau dan sengaja menghidupkan speaker nya agar mereka berdua dapat mendengar apa yang dibicarakan oleh Riyanti dalam sambungan telepon seluler.

__ADS_1


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2