Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
LARUT MALAM


__ADS_3

Jam sudah semakin larut Janpilan berpamitan kepada Riyanti, untuk kembali ke kediamannya tetapi ia merasa tidak tega meninggalkan Riyanti sendirian di kamar kostnya.


"sayang kita istirahat di rumah Mas aja ya!"


"Tidak mas kita belum halal apa kata orang nanti kita tidur Satu atap. Tetapi tidak ada ikatan pernikahan."


"Tapi Mas khawatir meninggalkan kamu sendirian di sini sayang!"


"Tenang saja mas!" Riyanti Tidak apa-apa kok Riyanti akan baik-baik saja." Kan Mas tahu kalau aku itu sudah biasa tidur sendiri di kost dan jauh dari orang tua dan keluarga.


"Ya sudah kalau itu menurutmu lebih bagus Mas pamit pulang dulu ya sayang!" ucap Janpilan sambil mengecup kening Riyanti.


Riyanti melambaikan tangannya. Ketika mobil Pak Janpilan berlalu dari halaman kosnya Ia pun kembali ke kamar kos untuk istirahat.


Bagaimana ini apakah tante Mira akan menerimaku sebagai menantu? gumamnya dalam. Riyanti masih ragu dengan keputusannya yang menerima lamaran pak Janpilan. Karena Riyanti takut, Tante mira tidak akan menerimanya sebagai menantu.


Tetapi Riyanti tahu kalau Om Andruw sudah menerimanya bahkan menyetujui hubungan mereka. lain halnya dengan tante Mira. Tante mira sama sekali belum bisa terima dengan kebiasaan buruk Riyanti. Padahal Riyanti sudah melakukan terapi dan tidak seperti dulu lagi.


"Ya Allah aku harus bagaimana bantu aku ya Allah beri petunjuk Mu bagiku dan bukakanlah hati Tante Mira agar mau menerimaku sebagai menantu. Aku sangat mencintai Mas Janpilan ya Allah!" doa Riyanti sambil membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang difasilitasi oleh ibu kost.


Sekitar 15 menit kemudian, Janpilan sudah tiba di kediamannya. Ia terkejut dengan hadirnya di sana tante Mira dan juga Om Andruw.


"Sudah larut malam begini kamu baru pulang? Kamu dari mana saja?"tanya tante Mira kepada Janpilan dengan nada emosi.


"Kalau untuk mencari ribut sama Janpilan ngapain Mami datang ke sini?"Janpilan b ingin istirahat Mi, Janpilan capek mi"


"Duduk dulu ada yang ingin papi bicarakan kepada kamu!' ujar Om Andruw


"Apa itu Pi?" kalau masalah untuk perjodohan lebih baik tidak usah, karena Janpilan sudah memiliki calon sendiri." ucap Janpilan kepada Om Andruw.


"Tidak nak!" lebih baik kamu duduk dulu kita bicarakan dengan baik ucap om Andruw.


" Mami jangan emosi yang kamu bawakan."


Tapi mengapa selarut ini Papi sama Mami masih ada dirumah Janpilan ?"


"Ada sesuatu hal yang harus kita bicarakan makanya papi sama mami menunggu kamu dari tadi?"


"Ada apa Pi?"tanya Janpilan, sambil duduk dihadapan om Andruw.

__ADS_1


Bagaimana hubungan kamu dengan Riyanti ?"


"Kenapa Papi tiba-tiba nanya seperti itu?"


"Begini nak, kalau kamu benar-benar serius kepada Nak Riyanti Mengapa tidak langsung kamu lamar saja?"


Tante mira hanya diam dia tidak berbicara sepatah kata pun.


Sejujurnya dari lubuk hati tante Mira yang paling dalam, Ia belum terima Riyanti menjadi menantunya. Tetapi karena sudah penekanan dari Om Heru sehingga mau tidak mau tante Mira harus menyetujuinya.


"Maksud Papi, jadi Mami sama papi merestui hubungan kami?"


"Iya nak!" kami merestui kalian lebih baik cepat kamu lamar Riyanti. Papi ingin kamu menikah terlebih dahulu baru disusun dengan Heriyanto.


"Serius nih mami merestui kita?"


"Iya terpaksa!"ucap tante Mira dengan ketus . tapi Janpilan tidak masalah. Janpilan langsung memeluk tante Mira dan Om Andruw karna dirinya mendapat dukungan dari kedua orang tuanya.


Sehingga Janpilan begitu bersemangat ingin sekali langsung melamar Riyanti. Janpilan pun memberi alamat orang tua Riyanti yang ada di kampung. Berharap kedua orang tuanya langsung melamar Riyanti untuk Janpilan.


"Ya sudah kalau begitu besok Mami sama papi akan melamar Riyanti. jadi persiapkan dirimu"ucap Om Andruw membuat hati Janpilan sangat bahagia.


"Tidur di sini aja mi! sudah larut juga kan lebih baik Mami sama Papi pulang besok pagi. Habis itu kita langsung ke rumah orang tua Riyanti." ujar Janpilan kepada kedua orangtuanya.


Tante Mira pun setuju mereka menginap di rumah Putra sulungnya.


"Mami?" Maafkan Janpilan yang sudah berbicara kasar kepada mami." ucap Janpilan kepada tante Mira sambil memeluk tante mira.


"Sudah lupakan saja yang penting kamu sudah menyadari kesalahan kamu. dan Mami juga minta maaf karena sudah menyakiti hati kalian." ucap Tante Mira sambil mengelus punggung putranya.


Keesokan paginya tante Mira bergegas pulang ke rumah utama mereka. Mereka pun mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk melamar Riyanti. Janpilan menghampiri Riyanti bahwasanya keluarganya akan melamar Riyanti hari itu juga ke kediaman Ibundanya.


"Mas serius hari ini melamar Riyanti?"


"Iya sayang!" mas serius Lagian mami sama papi sudah mempersiapkan semuanya


"Memangnya tante Mira sudah merestui kita?"


"Sudah sayang kamu tenang saja!"

__ADS_1


Riyanti langsung memeluk kekasihnya Janpilan


Ya sudah tidak peduli lagi pandangan orang terhadap nya. semua kata teman kostnya melihat Riyanti begitu riang sambil memeluk Janpilan seorang dosen di kampusnya. Apalagi orang-orang yang kost di sana, rata-rata kuliah satu universitas dengan Riyanti. Sehingga sedikit banyaknya mereka mengetahui siapa sosok Janpilan di mata mereka.


Mengetahui kalau Janpilan putra dari yayasan pemilik universitas, Sehingga mereka tidak mampu berkata-kata. Takut diberikan nilai rendah sehingga mereka hanya menatap Riyanti dan pak Janpilan penuh dengan senyuman walaupun senyuman itu terpaksa karena banyak diantara mereka yang merasa Riyanti, sangat beruntung mendapat seorang dosen yang merupakan putra dari pemilik kampus.


Padahal mereka tidak mengetahui kalau pemilik kampus adalah jantilan sendiri yang mereka ketahui adalah pemilik kampus om Andruw.


"Mas mencintaimu Sayang!"


"Yanti juga sangat mencintai kamu Mas!"


"I love you my dosen killer!" ucap Riyanti langsung berlari masuk kedalam kamar kosnya hingga jantilan pun mengejarnya.


"Jadi kamu masih mengataiku mas dosen killer?"


"Emang iya kan!"


"Killer killer begini, jelek tapi kamu suka kan?"


"Entah Kok bisa lah Riyanti jatuh cinta sama dosen killer seperti Mas.


Janpilan langsung pelukannya ia menghubungi anti ciuman demi ciuman di kening dan wajah cantik rianti. Mereka tampak bahagia.


setelah bersiap-siap prianti dan pekerjaan pilihan pun berlalu dari cos menuju rumah utama milik Om Andrew agar mereka segera berangkat ke kampung halaman Riyanti.


"Mas rianti masih deg-degan takut tante mira masih belum terima kehadiran rianti di keluarga kalian!"


"Kamu tenang saja sayang!" kan Mas sudah bilang sama Mami sudah merestui kita lebih baik kamu teman kan hatimu dan teruslah mencintaimu untuk selamanya.


"Tapi mengapa tiba-tiba tante mira menyetujui hubungan kita Mas?"


"Mungkin Papi memberikan pengertian kepada Mami. sehingga Mami menyetujui hubungan kita Mas sangat bersyukur Mami sama Papi sudah hubungan kita tapi Mas juga khawatir apakah nama kamu merestui hubungan kita atau tidak


"Kalau masalah ibu di kampung sudah setuju Kok semuanya sudah aman Riyanti ceritain kepada Ibu. ucap Riyanti sambil mengembangkan senyumnya


bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat berkarya.🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2