Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
PINDAH RUMAH


__ADS_3

Esok harinya Riyanti dan Janpilan memutuskan pindah dari rumah utama ke rumah pribadi milik Janpilan. Yang sebelumnya Janpilan juga sudah memiliki rencana untuk tinggal bersama Riyanti di rumah pribadinya. Tanpa diminta oleh Riyanti sekalipun. Tetapi sebelum mereka pindah, Janpilan meminta izin kepada Om Andruw dan juga tante Mira.


"Papi..... mami...."Janpilan ingin minta izin kepada papi sama mami, kalau Janpilan dengan Riyanti akan pindah ke rumah pribadi Janpilan." ucap Janpilan kepada Om Andruw dan juga tante Mira


"Kenapa harus buru-buru nak?"


"Tidak apa-apa mom." ucap Janpilan kepada tante Mira. Padahal tante Mira pun sebenarnya menginginkan hal yang sama. Karena Tante Mira tidak ingin Heriyanto tetap menaruh perhatian Kepada Riyanti. Karna Haryanto sudah menikah dengan Felisha. Hal itulah yang ditakutkan tante Mira.


Om Andruw dan tante Mira pun menyetujui permintaan dari Janpilan dan juga Riyanti. setelah mendapat persetujuan dari tante Mira dan om Andruw, Riyanti dan Janpilan berkemas untuk pindah ke rumah pribadi milik Janpilan.


Sementara di tempat lain Heriyanto dan juga Felisha tampak masih tertidur pulas. Mengingat aktivitas mereka satu harian penuh cukup melelahkan. Sehingga tidur pasangan suami istri itu sangat pulas. Mereka tidak mengetahui rencana dari Janpilan segera pindah dari rumah utama.


"Sayang apa kamu sudah baikan?'


"Sudah Mas!" ucap Felisha ketika dirinya baru terbangun. Felisha melihat suaminya tersenyum terhadapnya membuat hati Felisha menjadi menghangat.


"Maaf ya Mas aku jadi tidak memperhatikanmu tadi malam soalnya aku kelelahan. ucap Felisha kepada Heriyanto.


"Tidak apa-apa kok!" Yang penting kamu baik-baik saja dan bayi kita."


"Apakah kamu benar-benar mengkhawatirkan bayi kita mas?"


"Tentu dong!" aku menghawatirkan kamu dan bayi kita. kan itu darah daging ku!"ucap Heriyanto sambil meraih tubuh Felisha ke pelukannya.


"Maafkan aku atas sifatku akhir-akhir ini yang kurang menyenangkan menurutmu." ucap Haryanto kepadaku Felisha.


"Tidak apa-apa Mas!" yang penting Mas sudah menyadarinya. Sekarang kita tata hidup kita ke depan agar lebih baik.


"Terima kasih sayang kamu sudah memaafkan mas."


Tiba-tiba Felisha merasa mual.Ia pun langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan segala isi perutnya. Hal itu membuat Felisha menjadi pucat dan lemas. Heriyanto menjadi sangat khawatir melihat istrinya yang sudah pucat dan tidak bertenaga. Haryanto langsung menggendong tubuh istrinya ke atas ranjang King size yang disediakan oleh pihak hotel.


"Kita ke dokter ya sayang!"ujar Heriyanto kepada Felisha


"Tidak perlu mas!" Paling sebentar lagi juga sudah baikan.Ini biasa buat wanita hamil muda!


"Benarkah itu? sampai tersiksa seperti ini kalau lagi hamil muda?"

__ADS_1


"Ini belum apa-apa Mas!" banyak wanita yang mengalami lebih parah dari sini." ucap Felisha kepada Heriyanto, berusaha untuk tersenyum kepada suaminya.


Hariyanto merasa sakit melihat wajah istrinya yang sudah pucat dan berkeringat akibat memuntahkan seluruh isi perutnya.


"Kamu mau makan apa sayang?"


"Maaf Mas Felisha belum selera makan!"


"Tapi kamu harus makan!" kamu harus pikirin bayi kita juga sayang, tidak boleh egois sayang!"


"Terserah Mas aja deh?" tapi mas yang suapin ya." ucap Felisha kepada Hariyanto.


"Ya sudah kamu tunggu di sini supaya mas pesan sarapan kita." ucap Heriyanto. lalu berlalu ke restoran yang ada di dalam hotel untuk memesan sarapan untuk mereka. Tidak Berapa lama Heriyanto kembali setelah memesan sarapan.


"Sayang Apa kamu masih mual?"


"Sudah agak reda Mas!"


Haryanto mengelus-elus perut sembari berbicara kepada janin yang tumbuh di rahim Felisha


"Anak Papi baik-baik di dalam ya!" jangan nakal dan buat mami susah!"ucap Heriyanto sambil mengelus perut Felisha yang masih rata.


"Terima kasih Mas!" kamu sudah memperhatikan aku dan juga bayi kita." ucap Felisha kembali mengucapkan terima kasih kepada Haryanto.


"Jangan ngomong seperti itu!" ini sudah tanggungjawab ku untuk memperhatikan kalian dan juga bertanggung jawab di kehidupan kalian.


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Heriyanto. Pertanda ada seseorang yang ingin masuk ke dalam kamar. Haryanto melihat ternyata sarapan pagi yang dipesannya sudah datang diantar oleh pelayan yang bekerja di restoran itu.


"Permisi Pak ini sarapan paginya yang Bapak pesan tadi." ucap pelayan itu sembari memberikan nampan kepada Heryanto.


"Terima kasih ya." kata Harianto sembari memberikan satu lembar uang pecahan seratus ribu untuk tips kepada pelayan itu.


"sama-sama Pak." sahut pelayan itu kepada Heriyanto.


Dengan telaten Heriyanto, memberi suap demi suapan kepada Felisha. Tanpa terasa Felisha menghabiskan satu piring nasi goreng yang dipesan oleh Heryanto sebelumnya.


"Terima kasih banyak Mas."

__ADS_1


"Sama-sama sayang."


"Oh ya Mas Kenapa tidak makan?


"Ini mas sudah mau makan kok sayang kamu tenang saja."


Heriyanto pun langsung melahap nasi goreng miliknya. Dengan sekejap Haryanto menghabiskannya. Membuat Felisha menggelengkan kepalanya.


"Mas lapar banget ya?"Heriyanto hanya menganggukan kepalanya pertanda dirinya benar-benar sangat lapar.


Felisha terkekeh melihat tingkah suaminya padahal suaminya lebih dulu menyuapi dirinya dibandingkan mengisi perut suaminya sendiri.


"Kenapa Mas tidak bilang tadi Kalau Mas juga lapar?


"Tdak apa-apa pengin saja suapin kamu!"kata Heriyanto membuat Felisha langsung mencium wajah tampan suaminya.


"Mas benar-benar menggemaskan.


"Mas kan Tampan!" sehingga membuat kamu gemas.


"Iya deh iya suami aku tampan."


Pagi itu canda dan tawa pun menggema di kamar hotel tempat mereka menginap. Sampai siang harinya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah utama. Dengan menggunakan taksi online yang mereka pesan sebelumnya, Mereka pun tiba di rumah utama. Ketika mereka sudah masuk kedalam rumah, mereka sudah disambut oleh tante Mira dan Om Andruw disana. Tetapi Heriyanto dan Felisha tidak menemukan sosok dan Janpilan dan Riyanti disana. Sehingga Felisha langsung bertanya kepada tante Mira.


"Oh ya mom Kak Riyanti sama Kak Janpilan di mana?"


"Mereka sudah kembali ke rumah pribadi milik Janpilan dan mereka memutuskan untuk tinggal di sana. Karena sebelumnya Janpilan sudah lama tidak tinggal disini. dan memilih tinggal dirumah milik pribadinya.


Heriyanto pun bertanya-tanya Mengapa Janpilan dan Riyanti pindah secepat itu, tanpa menunggu mereka kembali.


"Pasti ada sesuatu yang tidak beres sehingga mereka cepat-cepat pindah dari rumah ini." gumam Heryanto dalam hati.


Tetapi Heriyanto berusaha untuk menutupi rasa penasarannya dari Felisha dan juga tante Mira.


Heriyanto tidak ingin menyakiti hati Felisha apalagi Felisha sedang hamil darah dagingnya sendiri.


"Untunglah mereka sudah pindah dari rumah ini ketimbang aku harus menyaksikan kemesraan wanita yang aku cintai dengan kakakku sendiri." gumam Heriyanto di dalam hati. Ia merasa bersyukur Janpilan dan Riyanti pindah dari rumah utama.

__ADS_1


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2