Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
LINDA KWATIR


__ADS_3

Setelah mereka tiba di Jakarta, Janpilan, Riyanti Felisha dan Heriyanto langsung pulang ke rumah utama. Mereka sengaja langsung menuju ke rumah utama untuk menghantarkan Heriyanto dan Felisha terlebih dahulu.


****


Linda tampak gelisah karna Linda menunggu kedatangan Riyanti. Ia sudah menunggu Riyanti di kediaman Janpilan sekitar satu jam yang lalu.Tetapi Janpilan dan Riyanti tak kunjung tiba .


"Kemana sih itu anak kok belum sampai sampai?" ngak tau apa gue lagi nungguin dia." Linda bermonolog sendiri.


Linda memutuskan untuk menghubungi Riyanti.


Kring.....


Kring....


Kring....


"Hello assalamualaikum Lin....." sapa Riyanti dari sebrang


"Waalaikumsalam Rin...." Lo dimana sekarang? ngak tau apa gue sampai jamuran nungguin Lo disini." teriak Linda dalam sambungan telepon selulernya.


"Memangnya Lo nungguin gue dimana?"


"Ya di rumah Lo."


"Ngapain lo nungguin gue?"


"Soalnya ada yang penting yang ingin aku bicarakan sama Lo."


"Apa itu?"


"Tidak bisa lewat telepon Riyanti, makanya Lo cepat kemari, lagian nyokap Lo sudah nungguin lo." sahut Linda setengah berteriak dalam sambungan telepon selulernya.


"Pokoknya gue tidak mau tau, Lo harus pulang sekarang juga. Gue sudah tau kalau Lo sudah pulang dari Medan ." ucap Linda sedikit kesal karna sahabatnya tidak langsung pulang kerumah yang janpilan dan Riyanti tempati. ketika mereka sudah tiba di Jakarta.


"Pokoknya apapun ceritanya gue tunggu Lo sekarang juga, gue tidak terima penolakan." ucap Linda sambil langsung memutuskan sambungan telepon selulernya.


"Ih Linda main matiin aja." umpat Riyanti yang dapat di dengar suaminya Janpilan.


"Kenapa sayang?"


" Ini Linda tadi ngomong kalau ibu nyariin kita. Dan Linda sudah menunggu kita disana. Ada sesuatu yang ia bicarakan katanya." ucap Riyanti memberitahu kalau Linda sudah menunggu mereka di rumah Janpilan.


Ya sudah kita pulang yuk!" kasih ibu sudah nungguin kita." Setelah berpamitan kepada om Andruw dan juga Tante Mira, Janpilan dan Riyanti langsung pulang kerumah pribadi Janpilan.


"Sayang kira kira hal penting apa ya yang ingin dibicarakan Linda sama Riyanti?" tanya Riyanti kepada Janpilan.


"Mas juga tidak tahu sayang."

__ADS_1


"Iya tumben Linda seserius gitu ngomong!" padahal biasanya dia terus bercanda. Ucap Riyanti sedikit kwatir akan apa yang ingin dibicarakan Linda terhadapnya.


"Ya sudah tidak perlu dipikirkan, mudah mudahan tidak ada apa apa." ucap Janpilan


40 menit dalam perjalanan dari kediaman Om Andruw ke rumah pribadi milik Janpilan, mereka tiba. Mereka sudah melihat Linda tampak gelisah menunggu kedatangan mereka. Linda sudah mondar mandir di teras rumah, membuat Riyanti semakin bertanya tanya. jantung rianti sudah berdegup kencang.


"Akhirnya pulang juga Rin!" ucap Linda sembari memeluk Riyanti.


"Ada apa Lin?


"Lebih baik kita masuk dulu." ucap Riyanti.


Ibu Anjani dan Naira yang melihat kedatangan Riyanti dan Janpilan langsung berlari menghampiri Janpilan dan Riyanti.


"Kalian sudah pulang ya." ucap Bu Anjani sambil langsung memeluk Riyanti.


"Iya Bu." sahut Riyanti sambil langsung membalas pelukan dari Bu Anjani.


Naira tidak mau ketinggalan. Ia langsung memeluk Riyanti karna dirinya sangat merindukan sosok kakaknya.


"Jadi Riyanti aja nih yang dirindukan, Janpilan tidak?"ucap Janpilan bercanda.


Bu Anjani langsung mengamankan senyumya dan langsung menghampiri jam pilang sembari mengembangkan senyumnya. Ibu juga merindukan kamu nak." sahut Anjani Sumbar langsung menantunya.


Janpilan langsung terkekeh melihat sifat dan ibu mertuanya yang tampak serius akan apa yang dikatakan Janpilan. Padahal dirinya hanya bercanda.


"Janpilan hanya bercanda Bu, tapi ibu bawa dengan serius." ucap Janpilan


memang ibu sangat merindukan kalian nak." ucap Bu Anjani.


"Sudah sudah kangen kangennya, mana oleh oleh dari Medan?" gue tidak mau kalau gue tidak dapat oleh oleh dari sana." ucap Linda sembari antusias membuka barang bawaan milik Riyanti dan Janpilan.


"Kamu tenang saja, semua bakalan dapat kok." ucap Janpilan kepada Linda.


****


Ada apa sebenarnya Lin? kok kamu menghubungi aku tapi tampak cemas dalam sambungan telepon selulernya?


Linda menarik nafas panjang ia tidak tahu harus Bagaimana cara menjelaskan kepada rianti mengenai niat jahat kapusan kepada keluarganya.


"Gue bingung bagaimana caranya menjelaskan sama lo."


"Maksud kamu apa Lin? jangan bertele-tele terus terang saja katakan apa yang mengganjal di hatimu.


"OK begini gue ingin memberitahu kepada Allah agar lebih berhati-hati kepada Pak Haposan?


"Maksud lo lin?

__ADS_1


"Kemarin gue mencoba melamar kerja di sana tanpa sengaja aku melewati ruangan Pak Haposan. Aku mendengar percakapannya dengan seseorang di dalam sambungan telepon seluler. Dan mereka berencana untuk menghancurkan keluarga kalian."


"Kamu seriusin?"


"Ia makanya gue kwatir, karna kalian sedeinyadi belum Sampai, aku takut Haposan melakukan hal yang buruk kepada kalian." ucap Linda sambil memeluk sahabatnya. Tanpa mereka sadari Janpilan mendengar apa pembicaraan mereka.


"Apa maksudmu Linda?" banyak Jathilan masyarakat akan apa yang dikatakan oleh Linda kepada Riyanti. Ia tidak ingin Riyanti terlalu kepikiran karna itu bisa berakibat fatal kepada kondisi kesehatan Riyanti yang lagi hamil.


Linda tidak langsung menjawab.


"Eh pak dosen." ucap Linda sambil nyengir untuk menutupi apa yang ia bicarakan dengan Riyanti.


"Tidak perlu mengalihkan pembicaraan denda katakan sama saya Apa yang kamu bicarakan kepada istri saya Riyanti.


Linda menatap Riyanti pertanda dirinya meminta persetujuan kepada Riyanti untuk menjelaskan apa yang mereka bicarakan kepada Janpilan.


Riyanti menganggukkan kepalanya Ia pun setuju Kalau Linda menceritakan rencana jahat Haposan terhadap keluarga Riyanti. kemudian Linda pun menceritakan apa yang ia dengar waktu pergi ke perusahaan milik Pak Haposan untuk sekedar melamar pekerjaan di sana.


"Kamu serius Linda? kamu tidak salah dengar kan?"


"Tidak pak dosen saya tidak salah dengar."


"Tapi kenapa dia ingin berbuat jahat kepada kami apa salah kami kepadanya?


"Salah Kalian sih tidak ada. Cuman cinta buta Nya kepada Riyanti yang membuat dirinya nekat untuk berbuat seperti itu kepada kalian.


"Maksud kamu?


"Pak dosen pasti tahu kalau pak Haposan sangat mencintai Riyanti sejak Riyanti magang di perusahaan milik Pak Haposan.


"Tapi dia kan sudah mengetahui Kalau kami sudah menikah?"


"Iya pak dosen!" pak Haposan tau kalian sudah menikah.Oleh karena itulah Pak haposan tidak terima akan kekalahannya untuk menaklukkan hati Riyanti.


Mendengar penuturan dari Riyanti Janpilan merasa geram. Ia sangat emosi mendengar rencana jahat Haposan.


"Aku tidak akan membiarkan kamu untuk menghancurkan Rumah tanggaku. Terlebihnya kepada istriku yang sangat aku cintai.


Bahkan dengan nyawaku sendiri taruhannya ucap Janpilan sangat emosi.


"Mas jangan emosi, kamu tenang saja yang pasti hati Riyanti, hanya untuk mas seorang. Tidak ada laki-laki lain di hati Riyanti selain mas.


"Iya sayang....." Mas tau itu. Tapi bagaimana jika dirinya berbuat nekat terhadap kamu?


"Hanya Allah yang tahu jalan hidup kita Mas jadi lebih baik kita berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala. ucap Riyanti kepada suaminya sambil memeluk Janpilan.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2