
"Bocah kecil itu sudah mengataiku sedari tadi."
"Memangnya dia ngatain kamu seperti apa?
"Dia manggil gue Om."
"Emang lo sudah layak Om Om." ucap Janpilan sembari tertawa ngakak membuat Randy semakin kesal.
Randy merasa dirinya menjadi bahan tertawaan di kediaman Om Andruw. Sehingga Randy memilih untuk menghindari keluarga besar mereka. Karena ia tidak ingin pertanyaan yang itu-itu saja dilontarkan terhadapnya. Randy pun pergi ke taman belakang untuk menenangkan diri. Tanpa ia sadari Naira berada di sana sedang memanjat pohon mangga.
Randy Terus mengumpat orang-orang yang menertawakan dirinya. Bahkan ia juga merutuki dirinya sendiri. Naira yang melihat Randy mengomel sendiri tepatnya di bawah pokok mangga yang dipanjat oleh Naira, Ia pun langsung tertawa.
"Astagfirullahaladzim ternyata ada orang gila di sini ngomong-ngomong sendiri." ucap Naira dari atas pokok mangga sembari melempar kulit mangga yang sudah Naira gigit.
Randy mendengar suara Naira pun langsung melihat ke atas kepalanya. Ia tidak menyangka kalau Naira berada di sana.
"Heh..... bocah tengil turun lo, nanti lo jatuh!"
"Tidak, Naira tidak akan turun. Naira masih ingin menikmati melihat orang gila berbicara sendiri disini."
"Memangnya siapa yang gila di sini?
"Itu om ngomong sendiri berarti om gila kan?
"Enak aja kamu ngatain saya gila!"
"Kalau tidak gila ngapain ngomong sendiri?
"Itu bukan urusan lo."
"Bagaimana tidak urusan Naira? secara Naira mendengar Om mengomel sedari tadi. Sama siapa Om berbicara?
"Sama hantu?"ucap Naira sembari terkekeh
sambil menggigit buah mangga yang sudah ia petik sebelumnya.
"Dasar bocah tengil....... turun lo, kalau lo tidak turun gue tabok lo.
"Enak aja nabok anak orang!"
"Habis kamu ngeselin."
" Om yang ngeselin makanya Om tidak laku-laku, Karena Om terlalu ngeselin bukan Naira yang ngeselin melainkan Om." ucap Naira membuat Randy semakin kesal.
"Haduh......kok pada gila sih manusia di sini semuanya, bikin Saya kesal." umpat Randy yang dapat didengar oleh Naira membuat Naira langsung tertawa ngakak.
"Setahu Naira Om itu polisi, tapi kok nggak laku-laku sih?
__ADS_1
"Jadi kamu ngatain saya nggak laku?
"Nyatanya?
"Ah ribet ngomong sama Bocah tengil kaya lo.
"Bodo amat, Siapa suruh Om datang kemari.
"Suka-suka gue lah ini kan rumah rumah Om gua.
"Terserah om aja deh lebih baik Naira menikmati buah mangga yang manis ini semanis Naira." ucap naira percaya diri membuat Randy semakin kesal dan melempar Naira dengan menggunakan batu mangga yang dilempar Naira ke bawah.
Karena Randy dan Naira baku lempar pakai batu mangga, membuat Maya terjatuh tepatnya ke tubuh Randy.
" Akhhhhh.... teriak Naira ketika dirinya terjatuh tepatnya di tubuh Randy.
"Aduh!" keluh Randy sembari berusaha berdiri karena ditimpa oleh Naira.
"Awas kamu!"jangan cari-cari kesempatan Dalam kesempitan." ucap Randy kepada Naira.
"Siapa juga yang mencari-cari kesempatan Dalam kesempitan kepada Om, yang iya nya om yang mencari-cari kesempatan dan kesempitan kepada Naira." ucapnya sembari berusaha berdiri dari tubuh Randy.
"Kamu yang menimpaku kenapa kamu jadi nyalahin aku?
"Kan om yang ngelemparin Naira, makanya Naira jatuh. Jadi om yang bertanggung jawab di sini." ucap Naira sembari melihat siku tangannya yang terluka dan mengeluarkan darah segar.
"Ada apa kok Sepertinya kamu panik?
"Nanti saya jelaskan kakak ipar, ini urgent." kata Randy sembari berlalu dari hadapan Riyanti setelah mendapatkan kotak P3K . Randy pun langsung kembali menghampiri Naira Setelah membersihkan luka Naira dengan menggunakan alkohol. Randy melengketkan plester di sana agar darah Naira tidak keluar lagi.
"Aduh sakit..... perih ......"pelan-pelan dong Om ucap Naira.
"Makanya jadi bocah itu jangan tengil kan seperti ini jadinya. ucap Randy menyalahkan Naira.
"kok jadi Naira yang salah sih? bukannya Om tadi melempar Naira sehingga Naira terjatuh?" ucap Naira kepada Randy. Randy pun terdiam karena memang benar apa adanya yang dikatakan oleh Naira kepadanya.
Kemudian Randy meminta maaf kepada Naira.
"Maaf!!!!!tapi tolong Kamu jangan manggil saya Om
"Terus Naira harus manggil apa? bukannya Om itu cocok untuk Om nya Naira?
"Sekali lagi kamu panggil saya om, saya sumpel mulutmu dengan in." ancam Randy sembari menunjukkan plester yang ada di tangannya.
"Serem amat sih!
"Makanya jangan macam-macam.
__ADS_1
"Biarin aja!' paling nanti Naira akan melaporkan Polisi ke kantor polisi." ucap Naira sembari tertawa ngakak. seperti tidak merasakan sakit di tangannya lagi. Randy pun ikut tertawa dengan apa yang dikatakan oleh Naira.
"Nah tertawa gitu kan enak lihatnya semakin tampan. Dari pada muka ditekuk melulu, perempuan pun tak akan ada yang suka melihat wajah laki laki di tekuk melulu.
"Apa memang saya sudah benar-benar terlihat tua ya? tanya Randy kepada Naira berharap Naira memberikan jawaban yang jujur.
"Tidak sih!" masih terlihat tampan dan gagah kok, apalagi Naira bisa bayangkan kalau Kak Randy itu memakai baju dinas kepolisian. Pasti semakin terlihat gagah dan tampan puji Naira kepada Randy.
"Nah panggilan itu kan enak didengar!'
"panggilan yang mana?
"Kamu panggil saya apa tadi?
"Panggil kakak!.
"Panggil itu baru saya senang melihat kamu."
"Ah sudahlah berdebat terus sama om kepala Maya semakin pusing.
"Kok panggil Om lagi sih? Tadi saya sudah mengatakan kepada kamu kalau memanggil saya Om, akan kaya sumpel mulut kamu dengan ini." ucap Randy kepada Naira.
"Upsss Maaf keceplosan soalnya.
"Kamu ini ya, Ada saja alasannya!" tidak pernah kalah dalam berbicara.
Naira pun berniat meninggalkan Randy di sana. Tetapi Randy langsung menarik tangan Naira
"Temani Kakak di sini dulu, Kakak malas di dalam. Yang iyanya, ditanya hanya itu-itu saja." ucap Randy.
Naira pun kembali duduk di bangku tepatnya di bawah pokok mangga yang di panjat Naira sebelumnya.
"Kamu kan perempuan Kok kamu bisa manjat sih?
"Ya bisalah namanya orang kampung, dulu sewaktu di kampung Naira sering memanjat mangga, jambu, semua pepohonan yang ada di ladang milik ibu."
"Memangnya Ibu Anjani memberi izin kamu menjadi seperti itu.
"Semua orang kalau yang berasal dari kampung dan memiliki ladang, pada umumnya mereka mengetahui memanjat. Entah itu perempuan atau laki-laki. Jangankan Naira Kak Riyanti saja yang paling jago manjat." ucap Naira sambil terkekeh.
"Apa?
"Riyanti juga bisa seperti kamu manjat?
"Ya iyalah namanya juga Kak Riyanti berasal dari kampung sama seperti Naira . Lagian dulu Kami sering lomba manjat jambu, Siapa yang paling atas itu yang paling menang. kalau yang kalah akan mengerjakan semua pekerjaan rumah.Dan kalau menang bisa bermain bersama teman-teman sekampung." ucap Naira sembari mengingat-ingat masa masa mereka berada di kampung bersama Riyanti, Riko, Ibu Anjani dan almarhum ayah mereka.
Bersambung......
__ADS_1