
Sepeninggalan Heriyanto Janpilan memikirkan apa yang dikatakan oleh Heriyanto. Bahwa jika dirinya memiliki masalah di rumah tidak boleh membawa masalah itu ke tempat kerja. Ia terus merutuki dirinya karena Janpilan membawakan masalah di rumah ke tempat kerjanya. Janpilan Jadi merasa bersalah kepada bawahannya.
"Apa yang harus aku lakukan untuk mengembalikan kepercayaan istriku kepadaku gumam Janpilan di dalam hati. Ia tidak sanggup harus didiamkan istrinya.
tiba-tiba deringan ponsel milik Haryanto berdering. Ia berharap istrinya yang menghubunginya.Tetapi yang menghubunginya bukanlah Riyanti melainkan tante Mira.
"Iya ada apa mom?"
"Kamu lagi di mana sayang?"
"Di kantor mom!"
"Kalau Riyanti?"
"Di rumah mom!"
"Memangnya tidak ke kampus?"
"Tidak katanya dia mengerjakan skripsinya di rumah saja."
"Oh jadi Riyanti lagi ngerjain skripsi?"
"Iya mom!" Memangnya ada apa mom?"
"Tidak apa-apa cuman Mami merindukan kalian."
"Maaf mam untuk sekarang kami belum bisa ke rumah utama, soalnya kami masih sibuk apalagi Riyanti lagi menyusun skripsi nya."
"Ya sudah tidak apa-apa yang penting kalian baik-baik saja." ucap tante Mira kepada janpilan
"Iya mom kami baik-baik saja kok Mami Tenang saja."
"Ya sudah Mami tutup dulu ya teleponnya." ucap Tante Mira sembari langsung menutup sambungan telepon selulernya kepada janpilan. sejujurnya Janpilan mengharapkan Riyanti yang menghubungi dirinya. Tetapi yang ditunggu-tunggu sama sekali tidak menghubungi Janpilan.
Sial banget sih hidup aku gara-gara Foto sialan itu aku harus di diamkan istri ku." gumam Janpilan dalam hati. Ia terus memikirkan Bagaimana caranya agar istrinya memaafkannya dan kembali percaya kepadanya.
Sementara di tempat lain Riyanti mengerjakan skripsinya. Berharap dirinya cepat menyelesaikan skripsi dan dapat wisuda dengan cepat. Riyanti tidak ingin berlarut-larut masa kuliahnya. Di rumah, Riyanti mengerjakan skripsinya dengan semangat. Tanpa peduli rasa sakit hatinya kepada Janpilan. yang ia inginkan kan agar dirinya cepat wisuda berharap dirinya bisa bekerja tanpa terus membebani janpilan.
Riyanti ingin sekali membantu ekonomi keluarganya mengingat Ibu Anjani sudah semakin sepuh. Ia tidak tega jika Ibu Anjani terus-menerus bekerja keras di ladang.
"Aku harus cepat menyelesaikan studiku agar aku dapat bekerja dan bisa membantu keluargaku." gumam Riyanti di dalam hati ia sama sekali tidak lagi memikirkan rasa sakit hatinya kepada janpilan.
__ADS_1
Sebenarnya Riyanti bisa saja meminta janpilan memberikan modal usaha buat orang tuanya. Tetapi Riyanti tidak melakukan itu karna dirinya tidak mau dianggap memanfaatkan harta suaminya. Hari itu juga Riyanti menyelesaikan beberapa bab skripsinya. Ia berharap dosennya menyetujui bab-bab yang sudah dikerjakannya. karena sebelumnya dosen pembina dan pembimbing nya sudah menyetujui judul yang harus dikembangkan Riyanti.
"Mudah-mudahan minggu ini skripsiku kelar." gumam Riyanti di dalam hati agar dirinya dapat konsentrasi untuk mencari pekerjaan. Entah karena faktor kecapekan Riyanti tertidur sembari duduk memegang laptopnya. Janpilan yang baru tiba di rumah melihat istrinya sedang tertidur di hadapan laptop.
"Kasihan sekali dia sepertinya dia kelelahan." gumam Janpilan dalam hati ia membenarkan poninya yang menutupi wajah cantik Riyanti.
"Jangan marah lagi Sayang cintaku hanya untuk kamu bukan untuk yang lain."ucap Janpilan sembari mengucapkan Riyanti.
Janpilan menggendong tubuh istrinya naik ke atas tempat tidur agar tidur Riyanti lebih leluasa dan tubuhnya tidak sakit.
"Aku tidak bisa harus kamu diamkan seperti ini sayang." ucap Janpilan dalam hati. Tetapi Riyanti yang tidak sadar dan tidak mengetahui apa-apa yang dikatakan Janpilan, terus mengarungi alam mimpinya.
Ketika Riyanti terbangun dari tidurnya, ia begitu terkejut melihat dirinya sudah berada di atas tempat tidur.
"Seingatku Aku tertidur di sana!" gumam Riyanti di dalam hati karena Riyanti belum mengetahui kalau Janpilan sudah kembali dari kantor.
Janpilan yang baru keluar dari kamar mandi pun langsung menghampiri Riyanti
"Kamu sudah bangun sayang?
Riyanti tidak menjawab. Ia hanya menganggukkan kepalanya.
"Jangan terlalu dipaksakan Besok besok juga bisa. Kalau sudah lelah istirahat saja." ujar Janpilan kepada Riyanti.
"Aku ingin cepat-cepat menyelesaikan studiku."
"Kenapa harus buru-buru begitu?"
"Tidak apa-apa biar pikiranku tenang.
Janpilan hanya menggelengkan kepalanya karena setiap kali Riyanti berbicara kepadanya selalu ketus. Setelah foto Angelica dilihat oleh Riyanti.
"Sampai kapan kamu akan menghukum mas seperti ini sayang?"ucap Janpilan sembari bersujud di kaki Riyanti.
"Siapa yang diam sama mas kan dari tadi aku menjawab Mas!"
"Iya, kamu selalu menjawab pertanyaan Mas tetapi tidak seperti biasanya!"jika kamu belum puas dengan penjelasan ku lebih baik kamu pukul saja daripada kamu harus cuek kepada mas.
"Sudahlah Riyanti tidak ingin membahas itu malas jadinya. Membuat mood ku jadi berkurang mengerjakan skripsi. ucapnya. Buku buku Riyanti di atas meja berjejer untuk mencari materi yang akan dikembangkan Riyanti di deskripsinya. Perlahan Riyanti membereskan dan menyusun buku-buku itu.
Tiba-tiba pesan whatsapp masuk ke ponsel jadul Riyanti. Walaupun Riyanti sudah menikah dengan janpilan, Riyanti tidak mengganti ponsel jadul miliknya. Padahal dirinya bisa saja menggunakan kartu pemberian Janpilan untuk membeli keperluannya.
__ADS_1
Riyanti membuka pesan whatsapp yang ada di telepon selulernya yang ternyata pesan whatsapp Itu dari group sahabatnya.
Linda : kok Riyanti tidak ke kampus?
japet. :. mungkin sibuk dengan pak dosen killer sejagat universitas Gunadarma.
Ricardo. :. jangan ngomong gitu dong!" gitu gitu suami sahabat kita tuh
Linda. : kok Riyanti tidak muncul muncul?"
percakapan ketiga sahabatnya di dalam grup hanya membahas Riyanti yang tidak masuk kampus hari itu. Riyanti hanya menggelengkan kepalanya ketika sahabat-sahabatnya terus saja membicarakannya.
Dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah." Riyanti sembari mengelengkan kepalanya. Tiba-tiba pesan whatsapp kembali masuk ke ponsel milik Riyanti. Bukan dari ketiga sahabatnya lagi melainkan dari Haryanto.
Heriyanto : lo lagi ada masalah ya sama Kak Janpilan?"tanya Heriyanto di dalam pesan whatsapp-nya.
Riyanti tidak menjawab Dia hanya membaca baca pesan whatsapp dari Heriyanto.
Kok manusia jadi kepo banget sih di kehidupan gue?" gumam Riyanti di dalam hati sambil kembali meletakkan ponselnya berada di atas meja. lalu ia berlalu ke bawah berniat untuk menonton televisi swasta yang kebetulan sinetron kesayangannya yang akan tayang.
"Lebih baik aku nonton saja deh garing juga di sini satu harian di kamar gumam Riyanti dalam hati.
Riyanti berjalan menuruni anak tangga menuju ruang tengah. Ia pun langsung menghidupkan televisi dan mengambil siaran televisi swasta yang menayangkan sinetron kesayangannya.
Janpilan berusaha mengikuti istrinya
"lagi nonton apa sayang?"
"Sinetron!"
"Jangan sering-sering nonton sinetron nanti jadi baper.
"Ceritanya seru!"
"Sinetron Indonesia mah bisa ditebak." ucap Janpilan yang membuat Riyanti semakin kesal.
"Kalau tidak suka nonton sinetron tidak usah berkomentar. Yang penting aku suka alur ceritanya." ucap Riyanti sembari menguatkan volume televisi yang ada dihadapannya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1