
Keesokan harinya acara wisuda pun dilaksanakan di kampus Gunadarma. Riyanti yang tampak cantik dan anggun memakai gaun kebaya ya yang melekat di tubuhnya. memancarkan kecantikan Riyanti semakin mempesona. Apalagi dengan riasan Riyanti yang natural membuat kecantikannya semakin terpancar.
Ketika Janpilan menghampiri Riyanti, yang sedang berada di kamar, Iapun menatap Riyanti dengan seksama.
"Wah cantik sekali istri mas." ucap Janpilan memuji kecantikan Riyanti
"Mas bisa aja gombalnya."
"Tidak sayang.....mas beneran kok kamu cantik banget, apalagi kamu memakai gaun ini dan make-up yang natural membuat kecantikanmu semakin membuat Mas semakin jatuh cinta kepadamu sayang. ucap Janpilan kepada Riyanti membuat membuat Riyanti tersipu malu.
"Sudah tidak perlu malu begitu sayang kamu itu istri mas." Riyanti pun mendongakkan kepalanya. Ia langsung mengalungkan tangannya di leher jenjang Janpilan
"Suamiku pun tampan ucap Riyanti sembari langsung mengecup bibir ranum Janpilan. membuat Janpilan tidak bisa berkutik. Tetapi dirinya menikmati sikap manis istrinya terhadapnya.
"Janpilan tidak mau kalah, ia pun membalas kecupan dari istrinya ia tidak mau kalah dengan Riyanti. Perlahan Janpilan langsung mengecup bibir manis Riyanti. Dari kecupan beralih ke ******* membuat mereka dimabuk asmara.
Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga mereka membuat mereka sedikit terusik.
"Siapa sih..... ganggu aja." gerutu Janpilan dalam hati. Tetapi Riyanti yang melihat suaminya mengumpat, langsung cengengesan.
Janpilan membukakan pintu.Ia melihat Bi Amina yang mengetuk pintu kamar mereka.
"Ada apa Bi?
"Ini Den!" kan acara wisuda non Riyanti jam 9 pagi, sementara Sekarang sudah jam 8.30 jadi Bibi kira non Riyanti belum bangun, Bibi hanya berniat untuk membangunkan non Riyanti agar tidak terlambat ke acara wisuda nanti."
"Iya Bi kami sudah siap-siap Kok Bibi tenang saja.
Tiba-tiba suara Bu Anjani terdengar jelas di telinga Janpilan yang baru datang dari kampung untuk menghadiri acara wisuda Riyanti. Karena sebelumnya Riyanti sudah meminta Bu Anjani, Naira, Riko untuk menghadiri acara wisuda nya.
"Sayang sepertinya ada suara ibu tuh di bawah!"
"Oh iya,.... berarti mereka sudah sampai ya Mas?"
"Mas juga kurang tahu, tapi sepertinya Mas mendengar suara ibu di bawah.
"Ya sudah kita turunnya Mas, nanti Ibu terlalu lama menunggu.
Janpilan dan Riyanti pun turun ke bawah. mereka sudah melihat kedatangan Riko Naira dan Bu Anjani dengan setengah berlari. Riyanti turun ke bawah.
"Sayang hati-hati!" teriak Janpilan mengingatkan istrinya agar lebih hati-hati untuk berjalan menghampiri Bu Anjani.
Janpilan berusaha untuk mengimbangi langkah Riyanti.
__ADS_1
"Ibu....."teriak Riyanti ambil langsung memeluk Bu Anjani karena Riyanti sudah sangat merindukan sosok ibu yang selama ini ia rindukan.
"Hati-hati toh ndok Nanti kamu jatuh loh?"
"Iya Bu maaf soalnya Riyanti kangen banget sama ibu. ucap Riyanti sembari peluk cium Bu Anjani beserta Riko dan Naira. Janpilan pun memberi salam kepada Bu Anjani dengan sopan.
"Ibu kenapa tidak mengabari kita agar kita yang menjemput?"
"Tidak perlu nak, kami tadi naik mobil travel kok jadi tidak perlu menjemput ke halte kami langsung diantar kemari." ucap Bu Anjani kepada janpilan.
"Terima kasih lho Bu, Ibu sudah mau datang menghadiri acara wisuda Riyanti ucap janpilan kepada bu Anjani.
"Sudah sewajarnya toh ibu harus datang menghadiri acara wisuda Putri Ibu, tidak mungkin Ibu tidak menyaksikan keberhasilan Putri Ibu dalam meraih gelar sarjananya. Apalagi Ibu tahu perjuangannya untuk meraih gelar itu tidak mudah." ucap Bu Anjani sembari meneteskan air matanya.
"Bu Jangan Menangis Lagi dong sekarang seharusnya kita bergembira karena Riyanti bisa meraih gelar sarjananya dengan nilai yang sangat bagus."
"Ibu tidak menangis karena apa, tetapi ibu menangis karena terharu melihat Putri Ibu bisa meraih gelar sarjananya walaupun tanpa bantuan dari ibu."
"Sudahlah Bu tidak perlu ditangisi yang penting Sekarang, kita berpikir bagaimana ke depannya supaya lebih baik.
Bu Anjani menganggukkan kepalanya ia merasa bersyukur memiliki Putri seperti Riyanti dan menantu seperti Janpilan.
Tiba-tiba suara tante Mira pun terdengar jelas berteriak dari luar.
"Assalamualaikum Selamat pagi semuanya sapa tante mira dengan suara riang.
"Ya iya dong tidak mungkin Mami tidak menghadiri acara wisuda menentu Mami yang cantik ini."ucapkan Tante Mira sambil langsung memeluk Riyanti.
Om Andruw pun tidak mau ketinggalan ia langsung memberi salam kepada Riyanti
"Selamat ya nak atas wisuda kamu sekarang kamu sudah resmi menjadi seorang sarjana teknik, jujur Papi bangga sama kamu.
"Terima kasih Pi!" ucap Riyanti sembari mencium punggung tangan Om Andruw.
"loh.... loh.... loh kok masih disini?sudah jam piro toh?" bukannya acara wisuda nya dimulai jam 9 pagi?"ucap Amina mengingatkan majikannya acara wisuda diadakan pukul jam 9 pagi padahal Jam sudah menunjukkan pukul 8.45.
"Oh iya lebih baik kita sekarang berangkat Nanti kita terlambat. ujar Om Andruw kepada Janpilan dan anggota keluarga lainnya.
Janpilan, Riyanti, Riko dan naira pergi menggunakan mobil milik janpilan. Sementara tante Mira, om Andruw dan Bu Anjani berada di mobil milik Om Andruw.
setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit Mereka pun tiba di universitas Gunadarma. Yang ternyata Linda sudah mulai gelisah karena melihat Riyanti tak kunjung datang.
"Aduh Rin kamu di mana sih?"gerutu Linda khawatir karena Riyanti tak kunjung datang.
__ADS_1
"Japet lo lihat Riyanti tidak?
"Tidak!"
"Kok dia belum datang ya?"
"Coba kamu hubungin nomor ponselnya."
"Sudah tapi tidak diangkat."
"Kalau dosen killer?"
"Sama!" sama-sama tidak diangkat.
"Waduh gimana nih Padahal acara wisuda sudah akan dimulai."
"Iya tidak mungkin dimulailah kalau si pemilik kampus saja belum datang." ucap Ricardo sambil nyengir.
"Oh iya ya gue lupa pemilik kampus ini kan suaminya Riyanti ya otomatis acara wisuda tidak akan dimulai. Kalau tidak hadir sang dosen killer." ucap linda sambil terkekeh.
Tiba-tiba Linda melihat mobil Janpilan sudah masuk ke areal parkir kampus. Ia pun langsung mengembangkan senyumnya.
"Tuh dosen killer sudah datang, kalian Tenang saja sebentar lagi acara wisuda akan dimulai." ucap Linda.
Tetapi mata Linda menangkap seorang wanita cantik, anggun, dan mempesona keluar dari mobil milik Janpilan. Siapa lagi kalau bukan Riyanti sahabat baik Linda.
Linda langsung berlari menghampiri Riyanti dan memberikan pelukan yang hangat membuat Riyanti, begitu terkejut.
"Aduh Rin jantungku sudah mau copot karena lo tidak datang datang. Dari tadi lo gue hubungin tapi tak kunjung Lo angkat
"Masa sih?"
"Iya puluhan kali lo gue hubungin tapi lo sama sekali tidak angkat.
Riyanti membuka tas kecil miliknya dan melihat di layar ponselnya kalau Linda memanggilnya sebanyak 20 kali. Riyanti langsung terkekeh.
"Maaf....."ucap Riyanti sambil memegang kedua daun telinganya.
"Ya sudah tidak apa-apa Yang penting kamu baik-baik saja."ucap Linda.
Bersambung.....
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
mampir yuk ke karya baru outhor ceritanya seruloh.