Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
MENUNGGU


__ADS_3

Setelah selesai makan siang Linda langsung berlalu dari kantin menuju ruang kerjanya.


"Lin tunggu dulu dong."


"Gue buru buru nih, nanti bis songon ngomel sama gue."


"Memangnya kerjaan Lo belum kelar?'


"Belum, kalau sudah tidak mungkin gue makan seperti di kejar setan. Secara lo kan tau, kalau bos songon itu ngasi pekerjaan ke gue seubrak." ucap Linda


Ya sudah deh tidak apa apa, entar sore kita pulang bareng ya." ucap Ricardo dan juga japet.


"Okey deh!" hitung hitung ngirit ongkos."


"Sialan Lo.....emang lo pikir gue ini ojek Lo?"ucap Japet kepada Linda.


Linda hanya nyengir sembari langsung berlari menuju ruang kerjanya. Tanpa Linda sadari Reihan memperhatikan gerak-gerik Linda bersama kedua sahabatnya.


"Dasar wanita barbar." gumam Reihan dalam hati sembari langsung masuk ke ruangannya.


Japet dan Ricardo pun berlalu dari kantin menuju ruang kerja mereka. Yang mana japet dan Linda berbeda definisi tetapi masih dalam satu naungan Himalaya group.


"Linda sekarang sudah mulai kurusan ya dan Lagian porsi makannya tidak seperti dulu lagi."ucapan Ricardo kepada japet.


"Iya mungkin program dietnya berhasil."


"Diet?


"Iya Linda lagi diet."


"Kok lo tahu kalau Linda lagi diet?


"Iya kemarin gue yang nganjurin Linda agar menjalani program diet untuk mengurangi berat badannya.


"Cie cie cie perhatian banget sih sama Linda." jangan-jangan lo naksir lagi sama Linda." tuduh Ricardo


"Kamu jangan ngaco deh!" bagaimanapun Linda itu sudah lama menjadi sahabat kita apalagi lo kan tahu kalau dia jomblo, Pasti lo nggak mau dong sahabat lo Terus jomblo seperti Linda."ucap Japet kepada Ricardo


"Percaya diri banget sih lo!" sedangkan lo saja jomblo."ucap Ricardo kepada Japet.


"Gue laki-laki bro!" lain halnya dengan wanita.


"Apa bedanya? lo aja sudah lama jomblo kok kamu malah ngurusin Linda supaya mendapat pasangan?"


"Ah sudahlah yang lain aja kita bahas!' lo malah nuduh gue yang ngak engak. Gue hanya pengen yang terbaik untuk Linda.


"Sudah Bro kalau kamu memang suka sama Linda, ya lo tinggal ungkapin saja!" Nanti keburu disambar orang." ucap Ricardo kepada japet sembari menepuk punggung Japet.


Di ruang kerja Japet tampak gelisah. ia memikirkan apa yang dikatakan Ricardo terhadapnya. Ia pun bingung Mengapa dirinya begitu perhatian kepada Linda selama ini. padahal Ia merasa kalau Linda itu hanya sekedar sahabat. Tetapi ketika orang lain mengejek Linda atau mengatai Linda, hatinya begitu sakit entah apa yang membuat japet


seperti itu.


****

__ADS_1


Sore harinya jam kerja di Himalaya group sudah selesai membuat japet langsung keluar dari ruangannya. Ia pun berlalu dari sana menuju ruangan kerja Linda. Tetapi ketika japet menunggu Linda keluar dari ruangannya, Linda belum keluar. Hingga dirinya memberanikan diri untuk masuk ke ruang kerja Linda.


"Hai Lin...... lo masih lama tidak? ucap Japet tanpa memperhatikan kehadiran Rehan sang bos di sana.


"Kamu ngapain kesini Kok tidak sopan banget tanpa mengetuk pintu masuk ke ruangan orang?" ucap Reihan kepada japet


"Maaf Pak!" saya hanya ingin mengajak Linda pulang bareng, Soalnya kan ini sudah saatnya pulang kerja dari kantor!"


"Linda lembur!" dia belum menyelesaikan segala tugas yang aku berikan."


"Tapi Pak ini jam kerjanya sudah usai loh, kan bisa dilanjutkan esok hari."


"Sekarang Yang bos Di sini saya atau kamu? ucap Reihan dengan nada tinggi membuat Japet tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hingga dirinya memilih untuk berpamitan kepada Linda.


"Lin..... gue duluan nya!" nanti kalau sudah pulang hubungin gue saja, biar gue jemput Lo." ucap japet kepada Linda tanpa peduli dengan kehadiran Rehan disana. Kemudian Jepat berlalu dari ruang kerja Linda. Entah mengapa Reihan terus mengerjain Linda dengan memberikan pekerjaan pekerjaan yang sulit dikerjakan oleh Linda.


padahal yang pekerjaan yang diberikan oleh Reihan bukan sewajarnya dikerjakan oleh Linda melainkan dirinya sendiri.


"Kamu ada hubungan apa dengan dia?


"Tidak ada Pak!


"Kamu pacaran sama dia?


"Tidak Pak!"


"Kalau tidak pacaran Kenapa dia terlalu perhatian sama kamu?"


"Kami sahabatan sudah sejak lama, Jadi keluh kisah diantara Kami semua saling mengetahui. apalagi jika ada masalah di antara kami, kami selalu menghadapinya sama-sama." ucap Linda kepada Rehan.


"Semenjak semester awal kuliah di universitas Gunadarma."


"Jadi dia juga dari universitas Gunadarma?


"Iya pak kami satu kelas."


"Berarti kamu kenal dong dengan kakak ipar aku bernama Riyanti.


"Kakak ipar? dari mana jalannya bapak memanggil sahabatku Riyanti kakak ipar?


"Kak janpilan itu kakak sepupuku.


"Aku anak dari adik kandung Om Andruw. Linda menatap Reihan Dengan tatapan penuh tanya. ia merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh Rehan kepadanya.


"Bukannya AKBP Randy anaknya adik kandung Om Andruw?


"Iya saya adiknya AKBP Randy. Ucap Reihan kepada Linda karna sangat terkejut ketika Raihan mengatakan kalau dirinya adik kandung dari AKBP Randy.


"Kok berbeda banget ya?


"Maksud kamu?


"iya beda banget antara bapak dengan kak Randy

__ADS_1


"Ya jelas bedalah secara kakak saya polisi!" Gue hanya CEO di Himalaya grup ucap Randy kepada Linda.


Bukan itu maksudnya pak?


"Terus maksud kamu apa?


"Saya dan kakak saya sama-sama tampan."ucap Reihan memuji dirinya sendiri membuat Linda langsung terkekeh.


"Kok kamu malah tertawa?


"Tidak lucu saja."


"Apanya yang lucu?


"Memang sama-sama tampan, tetapi karakter dan pembawaan berbeda.


"Memangnya kenapa?


"Kak Randy begitu baik, sopan, tampan dan berwibawa. Bahkan semua wanita akan terpesona melihatnya.


Linda saja nih kalau linda cantik, pasti akan menggoda Kak Randy apalagi tutur kata dan sopan santun dari Kak Randi membuat hati Linda klepek-klepek. Tetapi Linda sadar Linda bukan tipe dari Kak Randy, sehingga Linda mengurungkan niat untuk menggodanya. Jika Linda tadi cantik, pasti Linda akan berusaha untuk mencari perhatian Kak Randy." ucap Linda memuji-muji kebaikan dan ketampanan AKBP Randy.


"Saya juga tampan!"


"Tampan sih!" tapi cerewet dan bawel." gumam Linda dengan nada yang sangat kecil tetapi masih bisa didengar oleh Raihan.


"Apa kamu bilang?


"Ti....tidak Pak tidak ada."sahut Linda gugup


"Tuh yang baru kamu ngomong."


"Tidak ada Pak


"Jangan pernah mengumpat ku di belakangku langsung saja mengatakan apa yang sebenarnya yang ingin kamu bicarakan.


"Tidak ada Pak!" Bapak Tenang saja deh." ucap Linda sembari langsung terus berkutat di laptopnya.


"Kamu mencintai kakak saya?


"Bukan mencintai tetapi Linda terkagum dan terpesona melihat ketampanan dan kebaikan Kak Randy.


"Bagus deh kalau kamu tidak mencintai kakak saya!" karena kakak saya tidak bakal melirik kamu. Kamu itu bukan tipe dari kakak saya." ucap Reihan tanpa memikirkan perasaan Linda.


"Bapak Tenang saja!" mana mungkin saya berani mencintai lelaki seperti Pak Randy secara kami antara bumi dengan langit yang tidak akan pernah bersatu. Apalagi saya hanya karyawan rendahan di perusahaan miliknya.


Jujur terpesona dan mencintai itu bukan hal yang sama. Itu sangat berbeda kita bisa terpesona kepada siapapun jika memang itu menarik bagi kita. Tetapi bukan berarti kita mencintainya." Ucap Linda kepada Rehan.


"Sudah Pak!" Lebih Baik bapak kembali ke ruangan bapak.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


mampir yuk kekarya Morata yang baru dinjamin seruloh.



__ADS_2