Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
NYEBUR DI KALI


__ADS_3

Raihan berusaha meminta maaf kepada Linda ia tidak ingin berlama-lama istrinya mendiamkannya.


" Sekali lagi Mas minta maaf sayang. Sejujurnya mas tidak memiliki niatan untuk meninggalkanmu dan membiarkanmu berjalan sendirian.


Tetapi karena rasa cemburu mas, yang tidak bisa mas tahan, Sehingga Mas kesal kepada mu Sayang. Jujur Mas kurang suka kamu terlalu dekat dengan Japet." ucap Reihan berusaha untuk meminta maaf kepada istrinya.


Linda tetap pura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan Raihan kepadanya. Ia terus tidak mau memandang wajah suaminya. Hal itu membuat Reihan semakin merasa bersalah.


"Maafkan mas sayang!" hanya kata-kata itu yang terlontar terus dari mulut Reihan.


Reihan terus memohon kepada Linda. Ia seolah tidak peduli dipandang Linda Bagaimana terhadapnya. Yang ia inginkan hanya kata memaafkan dari mulut Linda


"Apa Tidak ada maaf bagiku Sayang?"


"Kalau tidak ada kepercayaan di antara kita, untuk apa kita membina rumah tangga. Aku tahu pernikahan kita memang pernikahan dadakan tanpa di dasari dengan cinta. Tetapi linda tidak pernah memaksa mas untuk menikahi Linda.


Kalau mas tidak percaya sedikitpun kepada Linda, untuk apa kita membina rumah tangga? menurut Linda lebih baik kita bercerai.darinoada ujung ujungnya akan semakin sakit." ucap Linda kepada suaminya. mendengar kata cerai dari mulut Linda, Reihan seolah tidak percaya istrinya sampai mengeluarkan kata-kata cerai kepadanya.


"Jangan pernah kamu mengungkapkan kata-kata haram itu di depan aku sayang. Aku tidak akan pernah menceraikanmu walau dalam keadaan apapun. Aku sangat mencintai dan juga menyayangimu. Tidak pernah terlintas sedikitpun di benak ku untuk menceraikan wanita yang sangat aku cintai.


"Tahu apa Mas tentang cinta?


"Kalau Mas Memang mencintai Linda mas tidak akan pernah merasa curiga kepada Linda. berapa kali mas selalu mencurigai Linda. memiliki hubungan dengan japet. Linda tetap diam. Mas pikir Linda wanita murahan?


"Maaf Linda bukan wanita serendah itu, Linda masih punya harga diri.


Saling menyayangi itu sungguh nikmat dan saling mengerti akan perasaan pasangan kita. itu membuat suatu hubungan menjadi Langen.


Tetapi kalau saling curiga kehidupan rumah tangga tidak akan harmonis dan tidak akan bertahan lama. Percaya lah apa yang aku katakan itu pasti benar adanya. Japet itu sahabat lamaku. Bukan musuh bebuyutanku yang harus aku dihindari.


Persoalan Dia cinta atau tidak kepadaku itu bukan urusanku. Mencintai seseorang itu, itu tidak salah, Itu haknya. Linda tidak bisa melarang Japet mencintai Linda atau tidak. yang pasti itu tergantung Linda merespon atau tidak.


"Jujur Linda sangat kecewa kepada Mas. Mas mengatakan kalau Mas mencintai Linda, tetapi masih sanggup membiarkan Linda berjalan sampai tergopoh-gopoh untuk mengajar langkah mas.


Padahal Linda sudah tidak sanggup berjalan saat itu. Apa Mas peduli?


" Tidak kan?


"Apa itu Yang namanya Cinta?


Linda rasa mas salah mengartikan namanya cinta. Kalau cinta itu pasti saling percaya, peduli, sayang dan tidak membiarkan wanita yang ia cintai larut dalam kesedihan. ucap Linda sembari meneteskan air matanya.


"Maafkan sayang, Mas janji tidak akan mengulanginya lagi. Mulai saat ini Mas akan percaya kepada kamu. Tetapi Mas hanya pinta sama kamu. Jangan pernah berpaling dari Mas. Ucap Reihan Sembari mengecup wajah cantik istrinya.


****

__ADS_1


"Nai.... kalian sudah pulang?


"Kok bajumu basah kuyup begitu?


"Nyebur ke kali tante!"


"Pakai baju begituan kamu nyebur?


Naira menganggukkan kepalanya. Membuat sang tante menggelengkan kepalanya.


"Kamu ya Nai....." dari dulu tidak pernah berubah. Kamu itu sudah dewasa bukan anak kecil lagi. Kalau dulu kamu sering seperti itu. tante maklum, ini kamu sudah dewasa malah nyebur di kali seperti itu.


"Apa kamu tidak merasa malu sama kakak ipar kamu dan temannya?


"Ngapain harus malu."inilah Naira yang sebenarnya. Untuk apa kita berlagak Alim di depan orang ternyata tingkah laku kita menyebalkan. ucap Naira kepada sang tante membuat sang Tante terus tidak habis pikir Mengapa keponakannya bertingkah Aneh.


"Kamu sadar kan nai?


"Kamu tidak kejedot dikali kan, sehingga otakmu tergeser."ucapkan sang Tante sembari memegangi kepala Naira.


"Tante atau apa apaan sih, maksud Tante Naira gila?"


Sang tante menghela napas panjang Ia pun mempersilahkan Naira untuk mengganti pakaiannya. Karena sang tante tidak ingin Naira sampai sakit.


Tiba-tiba mata Sang tante pun melihat Randy yang basah kuyup sama seperti Naira.


"Sama nyebur di kali ngikutin Naira Tante


"Astaga firullah Al azim, ada ya orang sudah besar begini masih saja main di kali. udah itu mainnya nyebur." ucap sang Tante.


"Tidak apa-apa tante, pengen ngerasain masa kecil seperti Naira saja."


"Ya sudah tidak apa-apa lebih baik kalian ganti baju dulu, Nanti masuk angin."ujar sang tante kepada Randy dan juga Janpilan.


Kemudian sang tante pun berniat untuk membuat Teh manis hangat untuk mereka bertiga. Mengingat kondisi mereka sepertinya sudah menggigil kedinginan .


"lebih baik kalian minum dulu untuk menghangatkan tubuh kalian. ujar sang tante sambil menyuguhkan beberapa gelas teh manis hangat.


"Oh iya sebenarnya apa sih tujuan kalian datang ke kampung?


"Ingin menjemput Naira!"


"Memangnya Naira datang ke kampung gak pamit dulu sama kalian?


"Tidak!"

__ADS_1


"Kenapa tidak?


Janpilan menaikkan bahunya pertanda Janpilan dan Randy tidak mengetahui alasan Naira pergi begitu saja tanpa pamit.


Setelah selesai mengganti baju, Naira kembali menghampiri sang tante, Janpilan dan Randy.


" Nai...."duduk dulu deh ada yang mau Tante tanyakan kepada kamu.


Naira langsung duduk di dekat sang tante.


"Ada apa Tanteku yang cantik?


"Kamu tolong Jawab dengan jujur sama tante, Kenapa kamu datang ke kampung tidak pamit terlebih dahulu kepada kakak ipar kamu dan juga ibu kamu?


Naira terdiam. Ia tidak mau menjawab pertanyaan tentang sang tante.


"Jawab Nai! tante ingin mendengar jawaban langsung dari kamu. Karena tante tidak mau seuzon dan menebak-nebak.


"Tidak apa-apa kok tante, cuma Naira ingin berziarah saja ke makam ayah. Naira sangat merindukan ayah. Kalau Naira berpamitan kepada Ibu, sudah otomatis ibu akan meminta ikut. Naira tidak ingin melihat ibu menangis di pusara ayah.


Apalagi dengan kondisi kak Riyanti yang baru melahirkan. Otomatis kak Riyanti juga akan merasa tidak enak hati Jika dirinya tidak ikut berziarah ke makam ayah. Sehingga Naira memilih untuk pergi sendiri." ucap Naira kepada sang Tante dan juga Janpilan.


Tetapi sejujurnya bukan hanya itu saja alasan Naira pergi ke kampung. Ia ingin sekali menikmati masa-masa mudahnya sebelum dirinya benar-benar menikah dengan Randy.


Ia juga ingin membuat Randy mengetahui sisi buruk Naira. Agar suatu saat Randy tidak menyesal menikah dengannya. Apalagi umur Naira dengan Randy berbeda jauh. Sifat Naira so pasti masih kekanak-kanakan dibandingkan dengan Randy.


malam itu Randy dan janpilan memutuskan untuk kembali ke Jakarta bersama Naira. karena Janpilan tidak ingin meninggalkan Randy dan baby-nya.


"Memangnya kalian harus pulang hari ini? tanya sang tante kepada Janpilan.


"Iya tante kasihan Riyanti, dia pasti kewalahan untuk menangani baby kami. Walaupun kami memiliki baby sister. Riyanti tidak bisa percaya penuh kepada mereka.


"Tapi Naira masih ingin di sini Kak, jadi lebih Kakak dan Mas Randy pulang lebih dulu. karena Naira masih ingin disini.


"Tidak bisa!"


"Ibu sudah mengkawatirkan mu, kakak tidak mau melihat ibu bersedih karena tidak melihat kehadiranmu di sana.


Jadi sekarang juga Kamu harus bersiap kembali ke Jakarta.


"Tapi ini udah hampir maghrib Kak!


"Habis salat magrib kita langsung berangkat. Jangan banyak komentar kakak tidak terima penolakan. ujar Janpilan kepada Naira. Naira tidak dapat membantah kakak iparnya.


Bersambung....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2