
Keluarga Janpilan dan keluarga Riyanti tampak bahagia ketika Riyanti dan Haryanto dapat menyelesaikan studi mereka. Apalagi mereka mendapatkan nilai tertinggi di kampus universitas Gunadarma kampus milik Janpilan sendiri.
Janpilan sangat bangga ketika MC memanggil nama Riyanti ke podium dengan nilai kumulatif tertinggi di kampus universitas Gunadarma.
"Papi tidak salah memilih menentukan mi?" ucap om Andruw kepada tante Mira sambil mengembangkan senyumnya.
"Iya pih Mami!" juga bangga melihat menantu kita. Mami tidak menyangka loh kalau Janpilan mampu menaklukkan hati menantu kita yang cantik ini." puji tante Mira membuat Riyanti tersipu malu.
Om Andruw dan tante Mira pun menghadiahkan sebuah mobil untuk keberhasilan Riyanti.
"Apa ini mom?
"Ini kunci mobil untuk kamu sayang ."ucap tante Mira Sembari memberikan kunci mobil beserta surat-suratnya kepada Riyanti. Melihat itu semua Riyanti cukup terkejut. Ia tidak menyangka Ibu mertuanya berpikir sejauh itu.
"Tapi mom..... Riyanti tidak bisa mengendarai mobil?
"Itu sudah tugas suami kamu memfasilitasi kamu seorang sopir.Dan Mami tidak mau melihat kamu berpergian kemana-mana menggunakan ojek online atau taksi online."ucap tante Mira sembari memicingkan matanya ke arah Janpilan.
Sementara hadiah untuk Heriyanto dari Om Andruw dan tante Mira diberikan sebuah rumah mewah untuk mereka tempati. Tante Mira bukan ingin mengusir Heriyanto dan Felisha dari rumah utama. Tetapi mereka ingin agar Heriyanto dan Felisha lebih mandiri dan Heriyanto lebih bertanggung jawab di dalam rumah tangganya.
"Terima kasih mom tidak seharusnya Mami memberikan ini kepada Heriyanto.
"Tidak....." ini untuk kalian berdua, Mami tidak berniat untuk mengusir kalian. Tetapi Mami ingin melihat kalian lebih mandiri seperti Janpilan dan Riyanti." ucap tante Mira sembari memeluk putranya Haryanto.
Om Andruw pun mengalihkan pembicaraan ia berniat memberikan waktu kepada Janpilan untuk berlibur ke suatu tempat. Apalagi Riyanti sekarang butuh istirahat.
"Ini Papi sediakan tiket pesawat untuk kalian berdua liburan di Villa kita, yang ada di Sumatera Utara. Disana tempat wisatanya tidak kalah menarik dari tempat wisata yang sudah biasa kalian kunjungi.
"Papi yakin kalian pasti menyukainya karena Papi sudah pernah menjalaninya bersama mami kamu sewaktu Mami sama papi masih kuliah dulu." ucap Om Andruw kepada Riyanti dan juga Janpilan.
"Bagaimana dengan Heriyanto apa papi tidak memberikan juga sama Haryanto? iya hitung-hitung double date gitu Pi." ucap Haryanto Asal
"Kamu tenang saja, Papi juga menyediakan untuk kalian berdua. Agar kalian lebih mengenal satu sama yang lain. Tapi ingat papi ingin berita baik dari kalian. Bukan berita pertengkaran." ucap om Andruw kepada Heriyanto sembari memberikan tiket pesawat kepada Heriyanto.
__ADS_1
"jadi Kami berempat pergi ke Sumatera Utara ya Pi?
"Iya Papi sudah menghubungi penjaga Villa Papi yang berada di sana agar mempersiapkan tempat tinggal kalian. Oh satu lagi mobil papi yang Papi tinggalkan di sana yang sekarang digunakan asisten Papi di sana, itu bisa kalian gunakan untuk sekedar hilink di di kawasan Sumatera Utara termasuk kawasan Danau Toba.
"Memangnya papi sering kesana?
"Dulu sering, tetapi sekarang Sudah jarang. kalian tahu sendiri kan? Papi sibuk bekerja dan bekerja terus.
"Makanya Pi....." sekali-sekali bulan madu juga sama Mami."ucap Haryanto sambil terkekeh.
Ibu Anjani yang melihat keluarga besannya yang begitu bahagia membuat Ibu Anjani pun mengembangkan senyumnya. Ia pun merasa tidak khawatir mengikhlaskan putrinya kepada keluarga besannya.
"Kalian Tenang saja habis kalian bulan madu, Mami sama papi yang akan bulan madu ke negeri sakura.
"Hahhhh ....Papi tidak asik, Papi menganjurkan anak-anak Papi untuk bulan madu di dalam negeri sementara Papi berbulan madu ke luar negeri." ucap Heriyanto komplain.
"Papi sudah menjalani itu semua, sehingga Papi berinisiatif untuk mengelilingi dunia bukan Indonesia ini lagi. Makanya kamu harus cari uang banyak-banyak agar dapat membahagiakan istri dan anakmu kelak.ucap om Andruw sambil cengengesan.
"Serius Papi sudah pergi ke Danau Toba?"
"Kalau sudah menikah?
"Pernah waktu Janpilan dalam kandungan.
"Serius?"
"Serius dong masak Papi bohong, kalau tidak percaya tuh ada mami saksinya."
Haryanto manggut-manggut pertanda dirinya percaya apa yang dikatakan ayahnya.
"Syukur deh kalau begitu ternyata Papi aku sangat romantis kepada Mami ku.
"Iya iya dong romantis sama mami kalian yang cantik ini. Makanya kalian ikut jejak Papi dong jangan cuek-cuek melulu sama istri nanti istri bisa kepincut kepada pria lain."ujar Om Andruw sambil terkekeh.
__ADS_1
Hal itu membuat Anjani begitu bahagia berada di tengah-tengah keluarga janpilan. ia sangat bahagia melihat keluarga besannya yang begitu dekat dan akrab walau Mereka terlihat cuek.
Keesokan harinya Ibu Anjani berniat kembali ke kampung halamannya. Tetapi Janpilan tidak mengizinkan. Apalagi Riko sudah mulai masuk kuliah di STAN. Sehingga yang menemani Ibu Anjani hanyalah naira. Hal itu membuat janpilan tidak tega membiarkan Ibu Anjani hanya tinggal berdua bersama Naira.
"Maaf Bu Janpilan tidak mengijinkan ibu untuk kembali ke kampung.
"Tapi kenapa nak?"
"Hiduplah bersama kami di sini. Riyanti Merasa kesepian ketika Janpilan berada di kantor dan di kampus.Setidaknya sampai Riyanti lahiran. Janpilan mohon Bu!" tolong pertimbangkan permintaan Janpilan. karena janpilan tidak ingin terjadi sesuatu kepada Riyanti dan juga calon cucu ibu. ucap Janpilan sambil bersujud di kaki ibu Anjani.
Mendengar kata cucu, ibu Anjani merasa tidak tega. Ia pun meminta Janpilan untuk berdiri.
"Jangan seperti ini nak!" Ibu hanya tidak ingin merepotkan Kalian disini.
"Tidak Bu!" kami tidak pernah merasa Ibu repotkan. Aku mohon dengan sangat sama ibu tinggallah bersama kami di sini dan Naira biarlah bersekolah di sini. Apalagi Riko harus tinggal di asrama karena dirinya harus melanjutkan studinya di STAN.
Bu Anjani menghela napas panjang ia menatap Riyanti dengan seksama. Riyanti setuju dengan keputusan suaminya. Karena dirinya juga merasa tidak tega membiarkan Ibu Anjani tinggal hanya berdua bersama Naira.
"Jika kami tinggal di sini Bagaimana dengan sekolah Naira ?"tanya ibu Anjani kepada janpilan.
"Kalau masalah itu Ibu tidak perlu khawatir, Nanti asisten Janpilan yang akan mengurusnya.
"Bagaimana dengan ladang peninggalan Ayah kamu Rin?"
"Ibu tenang saja biarkan Tante Yuli yang mengelolanya.
"Nanti Riyanti yang akan menghubungi Tante Yuli. Mami tidak perlu khawatir akan hal itu apalagi Mami tahu sendiri kalau Tante Yuli belum memiliki rumah. Dan tempat tinggal yang pasti.
Jadi lebih baik Tante Yuli yang menempati rumah kita untuk sementara waktu.Sebelum Tante Yuli memiliki rumah sendiri. Hitung-hitung Kita membantu Tante Yuli dari kesulitannya." ucap Riyanti kepada ibu Anjani. Ibu Anjani berpikir sejenak iya pun memutuskan menerima tawaran Janpilan. karena dirinya juga kasihan melihat kondisi Riyanti yang sedang hamil muda.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
yuk mampir ke karya baru outhor