Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
AMARAH TANTE MIRA


__ADS_3

Ketika masakan Janpilan sudah dimasukkan ke dalam rantang, Janpilan pun berniat kembali kerumah sakit agar Riyanti dapan menikmati Sop masakan Janpilan. Janpilan berpamitan kepada Amina agar dirinya segera berangkat ke rumah sakit untuk menemani istrinya.


setelah melakukan perjalanan sekitar 30 menit Janpilan tiba di rumah sakit. Ia pun melihat istrinya berbaring di samping tante Mira.


"Dia sudah lama tidur mom?"


"Belum Dia baru saja tertidur, mungkin karena kecapean muntah-muntah sedari tadi." ucap Tante Mira kepada Janpilan.


"Jadi sepeninggalan Janpilan istri aku masih muntah-muntah mom?"


"Iya kasihan dia sepertinya dia sudah kehabisan tenaga."


"Apa yang harus kita lakukan mom Kenapa istri aku harus mengalami seperti itu?"


"Semua ibu muda yang lagi hamil pasti mengalaminya sayang itu sudah biasa. Makanya kamu harus menyayangi istri kamu karena istri kamu sudah rela mengorbankan masa mudanya untuk kamu dan juga keturunanmu." ucap tante Mira kepada Janpilan


Tiba-tiba Riyanti terbangun.


"Mom Mas janpilan belum datang ya?"


"Ini mas sayang."ucap Janpilan sembari langsung menghampiri Riyanti


"Kamu sudah lapar kan sayang kita makan yuk Mas sudah masak sop untuk kamu sayang!"


"Serius Mas yang masak?"


"Iya dong Sayang tapi minta diajarin sama Bibi."


"Sekarang kamu makan ya!"


Riyanti menganggukkan kepalanya.Dengan telaten Janpilan langsung memberikan sop masakannya kepada Riyanti


"Enak sekali mas!"


"Serius sayang?


"Iya Mas!" masakannya enak."


"Kalau enak dihabisin dong." ujar Janpilan kepada Riyanti agar Riyanti segera menghabiskan sop masakan Janpilan.Dengan sekejap Riyanti pun menghabiskan nasi dan sop yang dibawa oleh Janpilan.


"Terima kasih Mas sudah repot-repot masakin sop untuk Riyanti.

__ADS_1


"Sama-sama Sayang lagian sudah sewajarnya kan Mas merawat kamu dan memenuhi semua apa yang kamu inginkan." ucap Janpilan sambil langsung mengecup kening Riyanti.


Om Andruw dan tante Mira yang melihat interaksi mereka mengembangkan senyumnya. Tante mira dan Om Andruw sama sekali tidak mengetahui masalah yang sedang mereka hadapi.


Tiba-tiba suara ponsel milik Riyanti terdengar jelas di telinga seisi penghuni ruangan VVIP ruang rawat inap Riyanti.


Janpilan langsung meraih ponsel itu dari Riyanti ia melihat nomor ponsel Riko yang menghubungi Riyanti.


Janpilan langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponsel Riyanti. dan sengaja menghidupkan loudspeaker ponsel Riyanti agar Janpilan dan Riyanti dapat mendengar apa yang dibicarakan oleh Riko.


Riyanti menggelengkan kepalanya pertanda dirinya tidak setuju suaminya menghidupkan speaker ponselnya untuk menjawab telepon seluler Riko. Tetap Janpilan tidak peduli. Ia terus aja langsung menghidupkan speaker ponsel Riyanti.


"Hallo assalamualaikum Kak!"sapa Riko dari seberang.


"Waalaikumsalam dek ada apa pagi-pagi sudah menghubungi kakak?"


"Kakak apa kabar apa Kakak baik-baik saja?"


"Alhamdulillah kakak baik-baik saja dek!" bagaimana dengan kalian apakah kalian sehat semua?


"Alhamdulillah Riko dan naira sehat Kak!" tetapi Ibu masih berada di rumah sakit sekarang Naira yang menemani Ibu di rumah sakit.


"Kamu sekarang di mana dek?"


"Kakak baik-baik saja kok dek!" Kalian tidak perlu mengkhawatirkan kakak."


"Tapi Kak Ibu marah sama Riko."


"Kenapa Ibu memarahi mu dek?"


"Karena Riko meminta uang kepada kakak untuk biaya rumah sakit ibu, padahal kan kakak tidak kerja lagi, di cafe pak kaspar. Ibu tidak ingin memakai uang yang kakak berikan. sehingga Ibu meminta Riko untuk mengirimkan uang Kakak kembali.


"Tidak apa-apa dek kamu tenang saja pakai saja uangnya."


"Tidak Kak Ibu tidak mau malah Ibu marah besar kepada ku karena aku meminta uang pengobatan ibu kepada kakak.


"Terus biaya rumah sakit ibu Bagaimana dek?


"Pak kades sudah mengurus BPJS ibu jadi tidak apa-apa. Ibu berobat gratis di rumah sakit Alhamdulillah Pak kades bersedia mengurusnya." sahut Riko berterus terang


"Tapi dek Kakak ikhlas kok memberinya!"

__ADS_1


"Tidak Kak!" nanti Riko yang jadi dimarahi Ibu pesan ibu kepada Riko agar mengirimkan kembali uang Kakak.


Riyanti terdiam, Dia menatap suaminya dengan tatapan penuh tanya. Janpilan menggelengkan kepalanya pertanda dirinya tidak setuju Kalau uang yang sudah diberikan oleh Riyanti dipulangkan kembali kepada Riyanti.


"Sudah dek tidak apa-apa itu uang simpanan Kakak kok. Kalian Tenang saja kakak tidak menggunakan uang Kak Janpilan kok."


"Darimana Kakak mempunyai uang simpanan sementara kakak saja sudah tidak bekerja beberapa bulan ini?"


"Kalian Tenang saja dulu Kakak punya simpanan sebelum menikah dengan Kak Janpilan. Itu tidak Kakak gunakan lagi karena biaya hidup dan kuliah kakak, mas Janpilan yang sudah menanggungnya. Jadi tolong jangan kembalikan uangnya manfaatkan uangnya sebaik mungkin ya dek." ujar Riyanti


"Ya sudah kalau begitu Kak!" nanti akan aku bicarakan lagi kepada ibu.


"Nanti kalau sudah kamu tiba di rumah sakit tolong berikan kepada Ibu ponselnya ya dek nanti kakak mau bicara kepada Ibu." ucap Riyanti kepada Riko.


"Iya kak nanti akan aku berikan kepada ibu setelah Riko menyelesaikan pekerjaan Riko. lalu Riko pun menyudahi pembicaraannya dengan Riyanti. Sambungan telepon seluler antara Riko dan Riyanti pun sudah terputus.


Tante mira angkat bicara yang ternyata selama ini mereka memiliki masalah pribadi yang tidak diketahui oleh Tante Mira dan om Andruw


"Ada apa ini?


"Tidak apa-apa mom? jawab Riyanti berbohong


"Mami tanya sekali lagi Ada apa ini?"


Riyanti dan Janpilan terdiam mereka sama sekali tidak mampu menatap tante Mira.


"Ibu mertua kamu sekarang lagi berada di rumah sakit tapi kamu tidak berbuat apa-apa." begitu? tante Mira sangat marah besar kepada Janpilan karena tante Mira sudah mengetahui kalau ibu Anjani sedang dirawat di rumah sakit.


"Apa yang kalian pikirkan sehingga kalian membiarkan Ibu Anjani dirawat di rumah sakit dengan menggunakan BPJS?" kalian tahu kalau menggunakan BPJS itu fasilitasnya tidak seperti yang kalian dapatkan disini?" Dimana pikiran kalian?" mengapa kalian membiarkan ibu Anjani dirawat dengan menggunakan BPJS?" "Amarah Tante Mira semakin memuncak ketika tante mira mengetahui kalau ibu Anjani harus dirawat di rumah sakit dengan mengharapkan BPJS dari pemerintah yang diurus oleh kepala desa di kampung halaman Riyanti.


"Tidak apa-apa mom! lagian Riyanti sudah mengirim uang kok untuk biaya pengobatan Ibu tetapi ibu tidak mau menerimanya Karena Ibu mengetahui kalau Riyanti tidak bekerja.


"Tapi Janpilan bekerja dan memiliki uang. Janpilan juga seorang pengusaha dan mampu melakukan apa saja untuk ibu mertuanya Kenapa harus berobat dengan menggunakan BPJS yang diberikan pemerintah?" ucap Tante Mira dengan emosi.


"Tidak apa-apa mom!" lagian itu permintaan Ibu kok Mami Tenang saja." ucap Riyanti dengan lemah lembut. Riyanti tidak mau menentang Ibu mertuanya. Sebenarnya Ibu Anjani tidak mau menerima uang itu karena Ibu Anjani tidak ingin putrinya akan tertekan di keluarga suaminya. Apalagi Ibu Anjani mengetahui kalau Riyanti sudah tidak bekerja lagi di cafe milik pak Kaspar seperti dulu lagi. dan tidak memiliki penghasilan sendiri hanya mengharapkan Suaminya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


mampir juga kekarya baru emak dijamin seru ceritanya.

__ADS_1



__ADS_2