
Linda dilema, Dia terpaksa harus memberi tahu alamat kost Riyanti. Karena Linda tidak mau mendapat nilai E dan harus mengulang mata kuliah yang diajarkan oleh Pak Janpilan setahun lagi.
"Maafkan aku Riyanti, aku terpaksa memberi tahu di mana tempat kost mu karena aku tidak mau mendapat nilai E dari Pak Janpilan gumam Linda dalam hati.
Kemudian Linda pun memberitahu alamat kost Riyanti kepada Pak Janpilan. Setelah mendapat alamat kost Riyanti, Pak Janpilan berlalu dari kantor Detonga Group, ia berharap Sore harinya Riyanti ada di kos. Janpilan tidak langsung pergi ke kos Riyanti siang itu. Karena ia tahu siang itu masih jam kerja Riyanti di kantor De'tonga group
"Terima kasih kamu sudah memberitahu alamat kekasihku Riyanti, aku janji akan memberikan nilai yang bagus untukmu." ucap pak Janpilan sambil mengembangkan senyumnya.
"Ya Allah aku sudah menghianati sahabatku sendiri." gumam Linda dalam hati. Tapi bagaimana janpilan berhak mengetahui dimana Riyanti Karena aku tahu pak janpilan sangat mencintai Riyanti" gumam Linda dalam hati.
Ketika Linda larut dalam lamunannya seseorang datang menghampirinya.
"Kamu Kok melamun saja?"tegur salah satu karyawan yang bekerja di Detonga group karena melihat Linda hanya bengong.
"Maafkan aku Kak!" sahut Linda meminta maaf kepada seniornya.
Sementara di tempat lain Riyanti masih saja sibuk dalam urusan pekerjaannya. Dia tidak peduli apa kata orang lain mengenai apa tentang dia. Yang ia tahu ia bekerja menjadi seorang asisten dari Pak Haposan. Riyanti juga tidak tahu kalau Pak Haposan memiliki perasaan yang khusus untuknya.
Hingga orang-orang yang di sana beranggapan kalau Riyanti sudah memiliki hubungan dengan Pak Haposan. Tetapi Riyanti merasa tidak ada hubungan apa-apa dengan Pak Haposan selain dari hubungan pekerjaan. Di tengah banyak orang-orang yang kurang suka melihat kedekatan Riyanti dengan pak Haposan apalagi dengan Siska dia berusaha untuk menjatuhkan Riyanti. Tetapi Riyanti tidak tinggal diam. Dia melawan siapa saja yang ingin menjatuhkannya.
Siska sudah lama mencintai Pak Haposan. CEO berdarah Batak itu. memang seorang pria yang tampan dan juga pengusaha sukses. Tetapi entah mengapa pria itu sampai sekarang belum menikah. Bukan tidak banyak wanita yang mengejar-ngejarnya. Tetapi entah mengapa Pak haposan belum membuka hati untuk seorang wanita.
****
Pak Janpilan sudah menunggu Riyanti di tempat kosnya. Berharap Riyanti sore itu pulang ke kost. Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 Riyanti pun bergegas pulang ke kost diantar langsung oleh pak Haposan. Dari kejauhan pak Janpilan sudah melihat Riyanti turun dari mobil milik Pak Haposan. Membuat emosi dari Pak Janpilan meluap. Janpilan langsung berlari menghampiri Riyanti.
"Sayang kamu dari mana saja Mas mencarimu!"ucap Janpilan sambil langsung memeluk Riyanti membuat Riyanti tidak bisa berkutik.
Sementara pak Haposan melihat interaksi Pak pak Janpilan yang begitu agresif terhadap Riyanti langsung menarik lengan pak Janpilan
"Anda siapa Mengapa tiba-tiba anda memerlukan Riyanti
"Maaf saya calon suami Riyanti, ini urusan pribadi Kami Tolong jangan ikut campur!'ucap pak Janpilan membuat Pak Haposan kesel.
" Pak Haposan melihat Riyanti seolah dirinya menuntut penjelasan. Tetapi ia tidak bisa berbicara apa-apa dihadapan Janpilan karena ia tahu Janpilan itu siapa.
__ADS_1
"Maaf Pak Janpilan yang terhormat, tapi sepertinya Anda salah yang saya tahu Riyanti belum memiliki calon suami. Karena saya sudah bertanya sebelumnya kepada Riyanti." ucapan Pak Haposan kepada Janpilan
"Janpilan tersenyum sinis, Janpilan tahu kalau pak Haposan akan menjadi rivalnya untuk mencuri hati Riyanti. Tapi ia tidak gentar karena Cinta pak Janpilan lebih besar kepada Riyanti daripada Pak Haposan
"Besok kita bicara Pak Tolong tinggalkan kami dulu di sini!" ucap Riyanti kepada Pak Haposan agar Pak Haposan segera meninggalkan mereka di tempat kos Riyanti.
"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan." ucap pak Haposan sambil berlalu dari hadapan Riyanti dengan kekecewaan.
Sepeninggalan Pak Haposan ,Riyanti menatap Pak Janpilan dengan tatapan tajam. Seolah dirinya ingin memakan pak Janpilan. Karena ia merasa terganggu dengan kehadirannya di sana.
"Ada apa Bapak mencari saya sampai ke sini?"
"Kok kamu nanya seperti itu sayang?"
"Mas sudah mencari kamu kemana-mana kamu pindah tempat magang tidak memberitahu Mas.
"Sekarang pindah kost juga tidak memberitahu Mas bahkan nomor whatsApp dan nomor ponsel mas kamu blokir!" Ada apa sayang?"
"Apa Mas ada salah sama kamu?"
"Tidak!"
"Kenapa kamu tiba-tiba berubah kayak gini sayang?" mas tidak mau, Mas sangat mencintai dan menyayangimu. sama seperti menyayangi diri mas sendiri.
"Mas jangan egois kita memikirkan sekitar hubungan kita sepertinya tidak bisa dilanjutkan?"
"Tapi kenapa?"
"Mas tidak perlu bertanya!" mungkin Mas mengetahuinya. Tapi mas pura-pura tidak melihat dan mendengar.
"Apa karena omongan Mami membuat kamu tersinggung?'
Riyanti terdiam, dia tidak menjawab apa yang dikatakan oleh pak janpilan.
"Sayang aku tahu kalau kamu tersinggung dengan kata-kata mami, tapi aku yakin mami akan bisa menerima kamu sebagai menantunya. Percaya sama mas." ucap pak Janpilan Sambil meraih tubuh Riyanti ke pelukannya.
__ADS_1
"Jangan di sini Mas!" banyak orang tidak enak dilihat orang saya berpelukan dengan laki-laki di luar." ucap Riyanti lalu Riyanti masuk kedalam kamar kostnya di ikuti dengan pak Janpilan.
Janpilan merasa mendapatkan lampu hijau dari Riyanti. Ia pun begitu bersemangat mengikuti Riyanti ke kamar kostnya.
"Sayang Aku merindukanmu!"ucap Janpilan memelas kepada Riyanti
Riyanti hanya diam dia tidak menjawab ia memandang Janpilan dari ujung kaki hingga ujung rambut.
"Kenapa kurusan begitu!"tanya Riyanti dengan ketus. Karena melihat tubuh pak Janpilan semakin mengurus Padahal mereka baru seminggu tidak bertemu.
"Tidak selera makan!"
"Kenapa Tidak selera?"
"Karena mikirin kamu!"
"Mengurus diri sendiri aja tidak bisa bagaimana nanti mengurus saya?"ucap Riyanti masih tetap dengan nada ketus.
"Mas janji akan makan tapi kamu yang nemenin!"
"Ya sudah tunggu dulu aku mau mandi!" jawab Riyanti masih dengan nada yang ketus!"
"Iya sayang?" mas tunggu ya."
Riyanti pun masuk kedalam kamar mandi berguna untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri Ia pun keluar dengan menggunakan baju biasa yang digunakannya di rumah dan langsung menuju ke dapur kos untuk sekedar memasak makanan untuk mereka santap malam itu.
"Kamu sudah siap mandi sayang?"
"Sudah!" sekarang giliran Mas yang mandi!"
"Tapi mas tidak ada baju ganti!"
"Kan ada baju Mas yang tinggal kemarin di kost!" masih di situ kok."ucap Riyanti sambil mengambilkan baju ganti untuk pak Janpilan.
Riyanti pun berlalu dapur kost. Riyanti memasak nasi goreng apa adanya. Untuk mereka santap malam itu. Karena Riyanti benar-benar malas keluar. Sehingga Ia memutuskan untuk memasak sendiri.
__ADS_1
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏