
Naira sama sekali tidak menjawab. Ia hanya takut jika Ibu Anjani tidak akan pernah merestui hubungan mereka. Ia sangat mengetahui sikap ibu kandungnya itu. Sekali tidak tetap tidak.
Naira tidak ingin sakit hati, Jika Ibu Anjani tidak merestui mereka. Bahkan Naira juga takut jika Randy hanya mempermainkan nya. Naira tidak mau takabur dan dia tidak mau terlalu berharap kepada Randy. Karena ia sadar Siapa dirinya.
Tiga pulih menit dalam perjalanan, Randy dan Naira tiba di kediaman Riyanti dan juga Janpilan. Tanpa mereka sadari Janpilan sudah memperhatikan Naira dan Randy yang baru tiba di kediamannya.
"Kalian sudah pulang?
"Iya Kak , Assalamualaikum Sapa Naira.
"Waalaikumsalam!"
Naira langsung bergegas masuk ke dalam rumah meninggalkan Janpilan dan Randy. Ia melihat ibu Anjani sedang menata makanan di ruang makan.
"Assalamualaikum Bu!"
"Waalaikumsalam Eh kamu sudah pulang?
"Iya Bu, Tadi Mas Randy yang nganter.
"Memangnya nak Randy tidak dinas?
"Tidak tahu katanya sih besok mas Randy dinas.
kemudian ibu Anjani pun berlalu dari ruang makan menuju ruang tamu untuk menemui Randi dan juga jam 9. sementara rianti Baby sister yang bertugas untuk menjaga Alex dan Alexa tampak sibuk. Ibu Anjani menghampiri Randy.
"loh nak Randy tidak tugas hari ini?
"Tidak tante!"besok baru Randy tugas.
ucap Randy sembari memberi salam kepada Ibu Anjani.
__ADS_1
Oh iya Bu sebenarnya ada yang ingin dibicarakan kepada ibu.
"Apa itu nak and Randy Sepertinya kamu serius banget.
"Iya Bu Randy sangat serius.
"Ya sudah kalau begitu Silakan bicara saya pasti mendengarnya.
Kemudian Randy pun mengutarakan niatnya yang ingin sekali melamar Naira menjadi istrinya. Hal itu mampu membuat Ibu Anjani sangat terkejut padahal Ia baru saja melihat putrinya itu memakai dinas baju putih abu-abu.
"Jujur Ibu tidak bisa menjawabnya sekarang, karena yang menjalaninya adalah Putri Ibu. Jadi ibu harus berbicara terlebih dahulu kepada Naira.
Randy menganggukkan kepalanya pertanda Ia setuju kalau Bu Anjani terlebih dahulu berbicara kepada Naira mengenai kelanjutan hubungan Naira dengan Randy. Padahal ibu Anjani berharap Naira terlebih dahulu meraih cita-citanya agar kehidupannya kelak bahagia bersama jodohnya.
Randy mengerti mengapa Ibu Anjani tidak dapat membuat keputusan sepihak. Karena sebelumnya Naira belum pernah berbicara mengenai hubungan Randy dengan Naira. Apalagi pertemanan Randy dengan Naira cukuplah singkat. Itu membuat Ibu Anjani kurang yakin dengan apa yang dikatakan Randy kepadanya.
Kemudian Ibu Anjani menghampiri Naira yang berada di kamarnya. lalu ibu Anjani bertanya kepada Naira mengenai hubungannya dengan Randy. Alangkah terkejutnya Naira ketika ibu Anjani bertanya mengenai hubungannya dengan Randy.
"Maksud ibu apa?
'Jangan pernah berbohong kepada ibu. Ibu tidak suka kalau kamu itu berbohong. Jadi lebih baik kamu jujur jangan ada yang kamu sembunyikan dari pada ibu.
Kamu itu Putri Ibu jadi Sudah sewajarnya kamu berkata jujur kepada Ibu sila kalau kau membohongi ibu kamu sendiri pintu rezeki akan terhalang oleh kebohonganmu kepada ibumu sendiri ucap Ibu Anjani kepada Naira.
Maaf bu tapi sebenarnya Naira belum terlalu dekat kepada Mas Randy. Ibu tahu sendiri kalau pertemuan Naira dengan mas Randy sewaktu berada di rumah om Andruw dan tante Mira. sewaktu akad nikah Kak Linda dengan Reihan. itu pun tidak terlalu dekat cuman kemarin tante Mira minta Naira menjaga rumah mereka ketika asisten rumah tangganya mereka pulang sewaktu sukuran pulangnya baby kembar kerumah. dan Naira bersama Randi itu saja Kok tidak lebih.
Tapi kalian tidak ada yang aneh aneh kan?
"Astaghfirullahaladzim Bu!" tidak mungkin Naira melakukan yang tidak-tidak bu!" Naira juga masih takut sama Allah dan Naira masih takut dosa.
"Beneran kamu di rumah tante Mira dan on Andruw tidak ngapa-ngapain bersama nak Randy?
__ADS_1
"Ya Allah Bu!" segitunya banget Ibu enggak percaya sama Naira?
"Memangnya Ibu pernah lihat Naira macam-macam?
Ibu Anjani menggelengkan kepalanya pertanda Naira memang wanita baik-baik. Tidak seperti wanita yang seumurannya yang pecicilan keluar malam. Agama yang kuat di benak Naira membuat dirinya enggan melakukan seperti anak-anak muda zaman sekarang. Bahkan dia lebih sering menghabiskan waktu megang ponselnya untuk dagang online.
"Kenapa Ibu tiba-tiba bertanya seperti itu?
"Randy sepertinya mencintaimu Nai! Dan Dia tadi mengutarakan niatnya untuk melamar kamu menjadi istrinya. Tapi Ibu tidak bisa mengambil keputusan sendiri . Ibu ingin bertanya langsung kepadamu. Apa kamu juga mencintai nak Randy atau tidak ? tanya ibu Anjani penuh selidik.
"Entahlah Bu," Naira tidak mengetahui Naira cinta atau tidak sama Mas Randy. Yang pasti sepertinya umur kami sangat berbeda jauh. Aku tidak ingin mengecewakan Mas Randy dengan sikapku yang masih kekanak-kanakan ini.
" Secara Ibu tahu sendiri lah kayak gimana.
"Sekarang ibu bertanya kepadamu? Jika kamu dilamar sama Randy apa kamu bersedia menikah muda dangan nya?
Naira menghela nafas panjang ia seolah mendapat lampu hijau dari ibu Anjani.
tetapi ia tidak mengetahui apa yang dalam hati Anjani sebenarnya.
"maksud abu apa sih?
"jangan bertele-tele Jika kamu memang cinta katakan aja cinta daripada mengundang dosa kelak.
"Entahlah Bu Nayla saja tidak tahu Mas Rendi serius atau tidaknya sama Nayla. secara kan Ibu tahu sendiri kami baru beberapa hari kenal jadi sifat terjang Mas Randy sama sekali Naira belum tahu bagaimana kehidupan masa lalunya atau keluarganya.
Mantapkan hatimu!" jangan kamu sampai menyesal Ibu tidak ingin kehidupan kamu menderita, dan ibu juga tidak ingin memaksakan kehendak ibu sendiri. Jika itu menurutmu lebih bagus maka tempuhlah jalan hidupmu karena kamu yang akan menjalaninya bukan Ibu.
Umur Ibu sudah tidak muda lagi jadi Sudah sepantasnya kamu memilih jalan Kamu sendiri Kamu sudah dewasa. Jadi tunggu percaya sama kamu karena kamu pasti mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk untuk kehidupan kelak.
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏