Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
KAGUM


__ADS_3

Kalau kamu mau, kamu yang ngangkat ponselnya. Tidak masalah kok." ucap Reihan kepada Linda. Ketika ponsel itu kembali berdering, Linda langsung menekan tombol hijau dan sengaja menghidupkan speaker nya agar mereka berdua dapat mendengar apa yang dibicarakan oleh Riyanti dalam sambungan telepon seluler.


"Asalamualaikum Rin!" sahut Linda dalam sambungan telepon selulernya.


"Waalaikumsalam!" kalian dimana Lin?


"Kami lagi di jalan mau pulang ke rumah Memangnya ada apa Rin?


Ada sesuatu yang ingin kami bicarakan.Kalian bisa singgah tidak ke rumah ?


"Memangnya mau bicarain apa sih?


"Makanya kalian datang dulu kemari agar kita bicara di sini." ujar Riyanti.


"Sepertinya aku tidak bisa datang Mungkin saja Mas Randy yang bisa ke sana soalnya Linda kurang enak badan." ucap Linda kepada Riyanti.


"Memangnya kamu kenapa Lin?


"Entahlah, yang pasti tubuhku kurang enak rasanya seakan lemas dan pusing.


"Ya sudah deh, tidak apa-apa nanti biar Mas Janpilan saja yang ke sana. ucap Riyanti sembari langsung mematikan sambungan telepon selulernya setelah selesai berbicara dengan Linda.


Mas sepertinya ada sesuatu yang ingin dibicarakan Riyanti dan mas Janpilan kepada Mas. Soalnya Riyanti meminta kepada kita, agar kita datang ke rumah mereka. Katanya ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan.


Tapi kondisi Kamu sepertinya tidak memungkinkan kita pergi ke sana Sayang. Karena kamu harus banyak istirahat. Mas tidak mau kamu kenapa-kenapa dan juga bayi kita sayang." ucap Reihan sambil terus melajukan mobil miliknya sampai ke rumah Utama keluarga Himalaya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga puluh lima menit, dari rumah sakit ke rumah menuju Rumah utama keluarga Himalaya. Linda dan Reihan pun sudah tiba di sana. Tampak beberapa asisten rumah tangga sudah menyambut kepulangan mereka.


Karena sebelumnya Reihan sudah memberikan informasi kepada para asisten untuk mempersiapkan makanan yang cocok untuk ibu hamil. Hal itu membuat pertanyaan besar bagi para asisten rumah tangga di rumah utama keluarga Himalaya.


"Sepertinya Nyonya sekarang sedang hamil!"krasak krusuk antara asisten rumah tangga yang satu dengan yang lain. Mereka terus saja menebak nebak sebelum informasi yang mereka terima langsung dari Rehan ataupun Linda. Mereka terlihat sangat antusias untuk mengetahui benar tidaknya Linda sedang hamil keturunan Reihan Himalaya.


Sepertinya rumah kita ini akan menjadi ramai jika Nyonya muda benar-benar hamil.


"Ya sepertinya akan ada kebahagiaan di rumah ini setelah beberapa tahun ini sunyi senyap seperti kuburan. Karena penghuninya hanya kita kita saja. Sedangkan Bos selalu sibuk di kantor." ucap salah satu asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja di rumah utama keluarga Himalaya.


Sementara di tempat lain Naira dan Randy pun berniat untuk pulang ke rumah utama keluarga Himalaya.


"Mas kita mau ke mana?


"Ke rumah!"

__ADS_1


"Mas ingin asisten rumah tangga yang ada di sana juga mengenalmu sebagai calon Nyonya di rumah Himalaya.


"Tapi mas, Naira malu.


"Ngapain harus malu sayang!" mulai sekarang kamu harus membiasakan diri menjadi nyonya Randy Himalaya.


Naira menghela napas panjang. Seolah Dirinya belum siap ingin menyandang nama sebagai Nyonya Randy Himalaya. Ia merasa belum pantas mendapatkan nama itu. Tetapi karena cinta dan kasih sayang yang dimiliki Randy terhadapnya membuat Naira tidak dapat menolak Randy. Karna bagaimanapun tingkah Naira selama ini, Randy selalu saja tidak pernah merasa malu .Bahkan selalu mendukung.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih empat puluh menit, Mereka pun tiba di rumah keluarga Himalaya. Randy sudah melihat mobil Reihan terparkir di sana. Itu pertanda kalau Reihan berada di rumah. Naira bertanya


"Mas serius ini rumah Mas?


"lebih tepatnya ini rumah utama keluarga Himalaya. Tetapi kalau di rumah pribadi kita, nanti mas akan membawa kamu kesana sayang. ucap Randy kepada Naira.


Naira benar-benar kagum melihat rumah milik keluarga Himalaya. rumah yang sangat besar bak istana dan interiornya sangat megah. Tidak kalah besar dari rumah om Andruw. Hal itu membuat Naira sedikit minder menginjakkan kaki di rumah mewah itu.


"Ayo masuk sayang!"


"Kok malah bengong?


"Tapi mas!'


"Ayo Sayang ngapain harus bengong di situ, ucap Randy sambil langsung menggandeng tangan Naira masuk ke dalam rumah utama keluarga Himalaya.


"Kakak!" sapa Reihan kepada Randy sembari memberikan pelukan kepada kakaknya.


"Kakak apa kabar Sudah lama tidak singgah di rumah."


"Alhamdulillah kabar kakak baik, Bagaimana dengan kabar kalian apa kalian baik-baik saja dengan adik ipar?


"Alhamdulillah lah kabar kami sehat Kak.


"Syukurlah kalau begitu Kakak senang dengarnya l.


"Eh ada Naira juga ternyata. Apa kabar Nai?


"Alhamdulillah sehat Kak!"


"Mulai sekarang kamu harus belajar merubah panggilanmu kepada calon istri Kakak.


"Calon istri?

__ADS_1


"Maksudnya apa nih? tanya Reihan bingung karena Randy tiba-tiba mengatakan Reihan harus merubah panggilannya kepada calon istrinya. Padahal Reihan tidak mengetahui Siapa calon istri dari kakaknya.


"Iya Naira akan menjadi di kakak ipar kamu, Naira calon istri kakak." ucap Randy yang mampu membuat Reihan sangat terkejut. Bahkan ia menatap Randy dengan tatapan penuh tanya. Dan mencari kebohongan di matanya. Tetapi ketika Reihan menatap netra itu tetapi Reihan sama sekali tidak menemukan ada kebohongan di sana.


"Kakak serius?


"Iya kakak serius dan dia minggu kedepan kami akan melangsungkan pernikahan.


"Apa Ibu Anjani merestui?


"Bagaimana dengan Janpilan dan Kak Riyanti?


apa mereka sudah menyetujui dan mengetahui rencana pernikahan kalian ini?" tanya Reihan semakin penasaran karna tiba tiba saja Randy ingin menikah. Padahal selama ini Reihan tidak mengetahui kalau Naira dan Randy memiliki hubungan. Yang ia tau Randy dan Naira selalu saja berdebat.


Kamu tenang saja, mereka semua sudah setuju kok jadi tinggal Naira saja harus mempersiapkan diri.


"Oh pantas saja tadi Riyanti meminta Reihan datang ke rumah mereka. Ternyata mau bicarakan ini toh?


"Kemungkinan besar Ia. Tapi Anjani dan juga Janpilan sudah setuju kok acara pernikahannya dua minggu lagi. Aturannya sih satu minggu kedepan cuman karena Riko kakaknya Naira tidak bisa hadir pada saat itu. Sehingga acara pernikahan kami diadakan dua minggu lagi.


Bagaimana kalau resepsi pernikahan kita berbarengan saja? tanya ke Randy kepada Reihan.


Terlihat Reihan berpikir membuat Reihan bertanya-tanya dalam hati.


"Ada apa?" apa kamu tidak setuju acara resepsi pernikahan kita berbarengan?


"Bukan tidak setuju Kak, tetapi sepertinya kondisi Linda tidak memungkinkan karena sebenarnya kami tadi malam berada di rumah sakit. Linda pingsan di mall. Aku panik dan langsung membawanya ke rumah sakit.


"Memangnya sakit apa?


"Sebenarnya linda tidak sakit, cuman karena adek ipar Kakak sekarang sedang hamil dan sebentar lagi Reihan akan memiliki anak." ucap Reihan yang mampu membuat Randy sangat bahagia mendengar kabar kehamilan Linda.


"Kamu serius?


"Iya Kak!


Randy langsung memeluk Reihan untuk memberi selamat dan dukungan kepada adiknya bahwasanya, ia benar-benar ikut bahagia mendengar berita bahagia dari adik iparnya.


"Jujur kakak juga sangat bahagia dia mendengar kabar ini. Semoga sehat dan lancar sampai persalinan Randy kepada Reihan.


"Wah berarti tambah lagi nih keponakanku." ucap Naira sambil senyum sumringah. Naira tidak kalah bahagia dari Randy yang mendengar kabar kehamilan hingga ia benar-benar dapat membayangkan keramaian rumah mereka dengan bertambahnya anggota keluarga.

__ADS_1


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


__ADS_2