
Sementara ditempat lain Heriyanto dan Felisha, Tampak menikmati indahnya pantai danau Toba yang begitu indah yang dapat memanjakan mata.
"Sayang aku sudah capek, kita pulang kehotel ya." pinta Felisha kepada Heriyanto.
"Ya sudah kita langsung pulang ke hotel." ucap Heriyanto sambil langsung mengendong tubuh mungil istrinya yang sudah mulai membuncit.
Setelah tiba di kamar hotel Heriyanto mengotaknatik ponselnya ketika Heriyanto sudah membaringkan tubuh mungil istrinya. Felisha langsung bangun kembali berniat untuk masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Felisha lupa untuk membawa baju ganti ke kamar mandi hingga dirinya memanggil manggil Heriyanto untuk sekedar mengabil handuk untuknya.
Heriyanto tidak mendengarkan panggilan Felisha dari kamar mandi.
"Mas..... Mas.....tolong ambilin handuk dong,soalnya aku lupa bawa nya ke kamar mandi" kata Felisha dari dalam kamar mandi. Karena dirinya lupa membawa handuk. Padahal Ia sudah terlanjur membuka pakaiannya untuk membersihkan diri.
Merasa tidak mendapat jawaban dari suaminya Ia pun membuka kamar mandi, ia mengintip dari balik pintu kamar mandi.
" Ya ampun di panggilin sedari tadi ternyata Mas Heriyanto sibuk dengan ponselnya" Gumam Felisha dalam hati. Felisha sedikit kesal kepada suaminya karena tidak mendengarkan dirinya memanggil heriyanto.
Dengan langkah tergopoh-gopoh Felisha pun keluar dari kamar mandi tanpa memakai apapun. Ia hanya menutup bagian sensitifnya dan bagian Gunung kembarnya memakai tangannya. Tiba-tiba Heriyanto menoleh ke arah Felisha.
"Kamu menggodaku ya sayang"kata Heriyanto berniat menjahili istrinya dan menghampiri Felisha. lalu Felisha langsung meraih handuk yang berada di dalam lemari dan menutup bagian tubuhnya.
"Siapa juga yang menggoda mas. Mas terlalu percaya diri deh" ucap Felisha. Habis Mas sedari tadi aku panggilin tidak dengar aku lupa bawa handuk, tapi ketika aku mau minta tolong Mas mengambilkan handuk Mas, malah tidak mendengarku" Gerutu Felisha.
"Maafkan mas sayang soalnya mas tidak mendengarnya tadi. Mas lagi asyik melihat ponsel dan chat dari kantor." kata Heriyanto kepada Felisha agar Felisha mengerti mengapa dirinya tidak mendengar Felisha memanggilnya.
__ADS_1
Heriyanto langsung memeluk tubuh Felisha yang hanya dibalut handuk.
"Mas jangan mulai deh!" aku tahu Mas itu sengaja tidak dengar Felisha manggil tadi kan?" tuduh Felisha kepada suaminya berpura-pura tidak mendengar panggilannya.
"Tidak loh sayang.... tadi mas memang benar-benar tidak mendengarkan kalau sayangku ini, memanggil Mas." ucap Heriyanto kepada Felisha sambil Kembali memeluk Felisha.
Heriyanto langsung menarik handuk yang dibalut Felisha di bagian tubuhnya. Membuat seluruh tubuh Felisha terlihat jelas dimata heriyanto. Ia langsung mengecup bibir manis Riyanti dan langsung menuntun Felisha ke atas tempat tidur yang berukuran king size yang disediakan pihak hotel. Heriyanto langsung memainkan gunung kembar milik Riyanti sehingga mengeluarkan *******.
" Auh mas.... mas ini ngak capek apa baru juga kita jalan jalan, Felisha capek mas. kata Felisha kepada suaminya membuat suaminya langsung mengembangkan senyum.
"Habis kamu buat Mas gemas dan membuat adik kecilku menjadi lancang depan." ucap Heriyanto kepada Felisha
" Mas.....ah....mas " suara merdu Felisha terdengar jelas di telinga heriyanto membuat Heriyanto semakin melancarkan aksinya Ia pun kembali mengecup bagian gunung kembar Felisha dan membuat beberapa tanda merah di area gunung kembar Felisha, pertanda kepemilikannya. Membuat Felisha jadi bergelinjang.
Setelah merasa mencapai puncaknya heriyanto terkulai lemas disamping Felisha
"Thanks my wife"
" I love you my wife." ucap Heriyanto kepada Felisha sambil mengembangkan senyumnya. dan mengecup kening Felisha.
"I love you too my husband." jawab Felisha
Entah karena kecapean heriyanto pun langsung terkulai lemas disamping Felisha dan tidak berapa lama Heriyanto pun mengarungi alam mimpinya. Begitu juga dengan Felisha yang merasa kelelahan ia juga Langsung tertidur pulas.
__ADS_1
Satu minggu Janpilan, Riyanti, Heriyanto dan Felisha berada di kawasan Danau Toba. Untuk liburan, mereka memutuskan untuk kembali ke Jakarta agar dapat melanjutkan pekerjaan mereka kembali seperti biasa. Tetapi sebelum mereka pulang ke Jakarta, Riyanti mengajak Janpilan untuk membeli souvenir kerajinan tangan yang ada kawasan wisata di Danau Toba. Termasuk baju kaos couple merek like Toba. Riyanti pun memilih oleh-oleh untuk Bu Anjani, Naira,Tate Mira dan om Andruw dan juga tidak lupa Riyanti juga membeli oleh-oleh buat para pekerja yang ada di rumah mereka.
Setelah merasa cukup Riyanti dan Janpilan pun kembali ke Jakarta dengan menggunakan jasa pengangkutan travll dari kawasan Danau Toba menuju bandara di kota Medan. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 4 jam Janpilan, Riyanti, Felisha tiba di bandara sebut saja bandara Kualanamu.
Hingga mereka melanjutkan perjalanan dengan menggunakan pesawat komersil yang sudah dipesan sebelumnya. ketika Janpilan, Heriyanto, Riyanti dan Felisha naik ke dalam pesawat, Riyanti mengingatkan kepada suaminya agar barang-barang mereka tidak ada yang ketinggalan.
"Mas semua barang-barang kita sudah masuk belum?" tanya Riyanti kepada suaminya.
"Sepertinya udah Sayang, soalnya tadi Mas sudah periksa" ucap Janpilan kepada Riyanti
Setelah melakukan perjalanan di dalam pesawat kurang lebih dua jam. Mereka tiba di Jakarta.
Mereka sama sekali tidak mengabari kepada om Andruw dan tante Mira bahwa mereka sudah tiba di Jakarta. Riyanti benar benar menikmati perjalanan mereka saat berada di Sumatra Utara. Ia benar benar bahagia menikmati indahnya pemandangan danau Toba.
Sepanjang perjalanan Riyanti selalu berceloteh memuji muji keindahan dan kesejukan alam disana.
"Mas ternyata tidak perlu capek capek keluar negri untuk berwisata, soalnya di Indonesia ini ternyata banyak pemandangan yang indah yang dapat memanjakan mata. Ngapain harus menghabiskan uang berwisata kenegara orang, yang ternyata di negara sendiri banyak tempat tempat wisata yang indah. ucap maya kepada Janpilan.
Janpilan menatap wajah polos Riyanti. Ia benar benar benar mengerti apa yang dipikirkan oleh Riyanti, bahwasanya masyarakat Indonesia ingin menikmati wisata yang diluar negeri padahal dinegara belum dijelajahi.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya aku ya
__ADS_1
outhor istirahat dulu, sarapan sudah menanti. trimakasih 🙏🙏💓💓💓🙏💓🙏