
Pagi pagi sekali, Riyanti terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul enam pagi, Riyanti pagi itu ada kelas. mata kuliah berlangsung yang diajarkan oleh Pak janpilan. Setelah mengumpulkan segala kesadarannya, Ia pun membersihkan tempat tidurnya. kemudian Riyanti langsung masuk ke kamar mandi guna ingin membersihkan diri.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Ia pun memakai celana jeans biru dipadukan dengan kaos oblong berwarna putih, rambut diikat ekor kuda membuat aura kecantikan Riyanti semakin terpancar, Semua kaum Adam yang melihatnya pasti akan terpesona.
Riyanti keluar dari kamar dan mengunci pintu kamarnya berniat pergi ke kampus dengan jalan kaki. Riyanti langsung menyandang tas sandangnya sambil menenteng buku besar yang sudah lama menemaninya.
Riyanti berjalan dengan santai tanpa memperdulikan perhatian para kaum Adam terhadapnya. Riyanti hanya cuek saja ketika kaum Adam berniat jahil terhadapnya. Di perjalanan Rian menghampirinya.
"Hai Rin kamu mau ke kampus?"
"Iya!"
"Bareng yuk!"
"Enggak ah sudah tinggal dekat kok!' hitung-hitung olahraga
"Masih lumayan jauh loh Rin!"
Tidak apa-apa kamu duluan saja, Riyanti sengaja menolak ajakan Rian. Karena ia tidak ingin Pak Janpilan berpikir yang negatif terhadap nya. Sejujurnya Riyanti belum menerima lamaran pak Janpilan. Tetapi ia tidak ingin tanggapan orang jelek terhadap nya.
"Kamu kok gitu sih Rin?' akhir-akhir ini kamu semakin menghindar dariku memangnya aku ada salah sama kamu?" tanya Rian
"Tidak Ah!" itu hanya perasaan kamu saja.
"Tapi aku merasa kamu menjauhiku Rin!"
"Tidak!" hanya aku masih sibuk."
Rian pun kembali mengajak Riyanti naik ke atas motornya.
"Ayolah Rin masa sahabatnya membiarkan sahabatnya berjalan?"
Riyanti pun tidak bisa menolak Rian, kemudian Riyanti naik ke boncengan Rian.
Ketika mereka tiba di kampus mata sudah tertuju kepada Riyanti dan juga Rian yang datang bareng satu motor.
Riyanti turun dari motor ninja milik Rian.
"Thanks ya Rian sudah kasih tumpangan samaku."
"Ah kamu gitu aja bilang trimakasih, namanya kita sahabat tidak perlu sungkan kali Rin." ucap Rian sambil langsung merangkul Riyanti berjalan.
Tiba tiba Japet dan Ricardo datang menghampiri Riyanti dan langsung menarik tangan Riyanti.Hak itu membuat Rian kesal
"Jangan main tarik tarik orang dong bro!"
ucap Rian karna ia tidak suka kalau Riyanti langsung ditarik dari rangkulannya.
"Diam Lo!" ucap japet yang sudah kesal melihat sahabatnya dirangkul sama laki laki. Karna japet dan Ricardo tidak mau Riyanti dipermainkan laki laki.
Karna Japet dan Ricardo tau kalau Rian itu laki laki play boy. Hingga merek tidak tega kalau Riyanti menjadi korban Rian. Kemudian Japet dan Ricardo langsung membawa Riyanti masuk kedalam ruang kelas. mereka ngin meminta penjelasan dari Riyanti
"Kamu jadian sama Rian?"
"Tidak!" memangnya siapa yang bilang?
__ADS_1
"Tidak ada!" Hanya sifat kalian yang agak berbeda aku lihat. ucap japet
"Sudah tidak perlu berpikir negatif!" aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Rian cuman hanya sekedar teman." ucap Riyanti
Japet pun tersenyum, baguslah kalau kamu ingin berhasil kamu harus bekerja dulu baru pacaran jangan sia-siakan kerja kerasmu selama ini Riyanti." ucap Japet dan Ricardo kompak.
"Iya!" terimakasih banyak ya, kalian sudah baik mengingatkan aku!" kalian sahabat terbaikku deh." ucap Riyanti sambil tersenyum.
"Oh iya!" kamu kok ngak kentut kentut lagi?" biasanya kalau kita bareng, kamu sudah kentut beberapa kali." ucap japet karna japet heran melihat Riyanti yang tidak kentut sama sekali ketika mereka bersama.
"Aku sudah tidak seperti dulu lagi, aku sudah melakukan terapi dan dokter Devan memberiku obat." ucap Riyanti
"Apa!" dokter Devan?" sepupu Linda yang tampan itu?"
"Iya!"
"Memangnya kamu tidak malu memberitahu kebiasaan buruknya didepan dokter tampan seperti dokter Devan?"
"Tidak!"
Japet dan Ricardo langsung tertawa ngakak, membuat membuat seisi ruangan langsung melihat kearah mereka.
"Jadi kamu sudah tidak kentut kentut lagi dong?"
"Iya kalau aku masih menjalani terapinya." ucap Riyanti kepada japet dan Ricardo
"Mantap!" aku suka itu, kan lebih leluasa dekat sama kamu agar kepintaran menular samaku." ucap japet sambil nyengir.
"Oh iya Rin!" dengar dengar dekan memberimu beasiswa loh karna kamu sudah mengharumkan nama kampus kita."
"Tadi aku dengar dari salah satu dosen berbicara dengan dekan, tanpa sengaja aku mendengarnya. " ucap Japet
"Syukurlah kalau itu betul!"
"Mudah mudahan ya Rin!" agar kamu tidak perlu banting tulang untuk bayar uang semester mu." sahut Ricardo.
Mereka bertiga kembali tertawa serempak. Linda yang baru Tiba pun heran melihat ketiga sahabatnya itu tertawa lapas.
"Ada apasih?" kok tawa kalian seperti memenangkan lotre!" ucap Linda yang baru bergabung dengan sahabat sahabat nya.
"Ini melebihi dapat lotre." sahut Ricardo
"Serius?"
"Ia serius!"
"Emangnya kalian dapat apa?
"Mau tau apa mau tau bangat?" kata japet membuat Linda geram melihat sahabat sahabatnya merahasiakan sesuatu kepadanya.
"Aku serius woi!"
"Ini Riyanti dapat beasiswa karna sudah berhasil mengharumkan nama kampus kita kemarin!" ucap Ricardo
"Serius Rin"
__ADS_1
"Entah!" aku juga belum tau, Japet yang bilang?"
"Serius kamu japet?"
"Iya aku dengar sendiri pak Dekan Berbicara dengan yayasan
"Apa!" yayasan?" tanya Riyanti penasaran
"Iya!" kebetulan yayasan hari ini datang ke kampus"
Riyanti lemas dan lesu mendengar yayasan datang ke kampus. Ia takut kalau kalau pak Andruw mengetahui kalau dia yang memanangkan kuis itu dan mencabut kembali beasiswa karna tidak menyukainya.
"Ada apa Rin?" kok kamu tiba tiba lemas mendengar yayasan datang ke kampus?"
Riyanti tidak menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya.
"Huhhh!" mudah mudahan Dewi portuna berpihak kepadaku" gumam Riyanti dalam hati. Tiba tiba pak Janpilan masuk kedalam kelas, pertanda jam pelajaran akan dimulai. Tatapi untuk hari ini semua mahasiswa mahasiswi yang berada dikelas tercengang melihat penampilan pak Janpilan.
"Wow!" tampan bangat !"gumam Linda
Rossi tidak kalah terkejut melihat penampilan dari pak Janpilan yang modis dan keren membuat kau hawa mengaguminya. Lain halnya dengan Riyanti dia hanya bersikap biasa aja, bukan seperti mahasiswa mahasiswi lainya.
"Selamat pagi semuanya?" sapa pak Janpilan
" Selamat pagi pak!" sahut mahasiswa mahasiswi yang ada dikelas. pak Janpilan memulai mata kuliahnya dan hari itu berjalan dengan lancar. ketika jam mata kuliah yang diajarkan pak Janpilan sudah selesai, Riyanti langsung bergegas keluar dari kelas. Padahal pak Janpilan belum keluar dari Ruangan.
"Riyanti tunggu!" panggil pak Janpilan membuat Riyanti tiba tiba menghentikan langkahnya.
"Ya ada apa pak?"
"Ikut saya!"
"Kemana?"
"Ke kantor!"
"Ngapain kekantor pak?"
"Sudah tidak perlu banyak tanya!" sekarang ikut saya." ucap pak Janpilan Sambil menarik tangan Riyanti.
Tiba dikantor, Riyanti sudah melihat kehadiran pak Andruw disana.
Riyanti tak berani menatap sang yayasan, ia hanya tertunduk
"Riyanti yayasan memutuskan memberikan beasiswa kepada kamu karna kamu sudah mengharumkan nama kampus kita." ucap Dekan.
"Trimakasih banyak Pak!"
"Ia kalau boleh lebih ditingkatkan lagi." ucap Dekan kepada Riyanti, sementara pak Andruw hanya diam dan memperhatikan mimik dari Riyanti. Rianti memberi salam kepada pak Andruw.
"Trimakasih pak." ucap Riyanti
"Sama sama !" ucap pak Andruw.
Bersambung........
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏