
"Kamu kan sudah dua hari disini, jadi apa kamu belum puas bermain di kali? ucap Janpilan sambil berusaha menahan tawanya.
"Belum, Naira belum menyicipi masakan Wak endang " ucap Neneng sambil tertawa mewakili sahabatnya. Karna gorengan Wak endang adalah salah satu, makanan favorit Naira sejak kecil.
"Ayo kita makan kesana." ucap Randy tak mau kalah dengan Janpilan yang ingin menjahili Naira.
"Memang mas tau dimana?
"Ya mas tidak tau dong sayang!" makanya mas ajak kamu maka disana, agar mas juga ikut menyicipi gorengan favorit kamu dikampung." ucap Randy sambil langsung merangkul Naira.
Naira menjadi kikuk mendapatkan perlakuan romantis dari Randy. Tetapi Naira Benar benar sedikit merasa bangga mendapat perhatian lebih dari Randy dihadapan Neneng dan Sanjaya.
Neneng dan Sanjaya mengajak Naira, Janpilan dan Randy untuk kembali ke kerumah. Karena jarak antara rumah ke kali tidak terlalu jauh.
Tetapi ketika mereka berjalan menuju Rumah, Naira kembali menyemburkan tubuhnya ke kali, membuat Neneng dan Sanjaya menggelengkan kepalanya.
Randy tidak mau kalah dari Naira, ia mengikuti Naira menyemburkan tubuhnya ke keli. membuat mereka yang ada disana tertawa ngakak. Naira mengira kalau Randy akan ilfil melihatnya. Eh malah ngikutin Naira ikut menyemburkan tubuhnya.
****
Setelah merasa puas bermain di kali. Naira, Neneng, Sanjaya, Randy, dan Janpilan kembali ke rumah di mana rumah kedua orang tua Naira berada. Sementara Neneng dan Sanjaya berpamitan kembali ke rumah mereka mengingat kedua bayinya ditinggal dengan dititipkan sama sang pengasuh.
"Kalau begitu Lain kali saja lagi kita bertemu lagi nai, kami langsung pamit pulang dulu Soalnya takutnya anak-anak Kami mencari kami ucap neneng kepada Naira.
"Terima kasih ya say, kamu telah menemani aku satu harian. Jujur aku bahagia banget bermain lagi denganmu teringat masa-masa dulu."ucap Naira kepada Neneng
Sementara di tempat lain sedang menjalankan pekerjaannya menjadi pemilik toko sepatu yang ada di sebuah mall di kota Jakarta. Ia mulai merintis usaha yang diberikan oleh orang tuanya kepadanya.
Sejujur na dari lubuk hati yang paling dalam. Ia belum rela melepaskan Linda begitu saja ke pelukan orang lain. Tetapi karena Linda sudah memilih jalannya sehingga dia pun tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya ingin melihat wanita yang sangat ia cintai bahagia bersama lelaki pilihannya.
Hari itu Reihan dan Linda pun berniat pergi ke mall setelah satu harian menghabiskan waktu di kantor. Randy sengaja mengajak Linda ke.mall untuk sekedar memanjakan istrinya dengan memberikan beberapa barang yang diinginkan oleh Linda.
Reihan Tiba-tiba mengajak Linda masuk ke sebuah toko sepatu yang ada di mall itu.
"Sayang Sepertinya itu cantik deh buat kamu!" ucap Reihan kepada Linda sembari menunjukkan sepatu high heels yang tampak elegan dan cantik. Dan sepatu itu bisa diketahui harganya cukup fantastis karena barang impor dari luar.
"Tapi mas sepertinya sepatunya mahal loh." ucap Linda kepada Reihan.
__ADS_1
"Sudah sayang itu tidak masalah sekarang kamu suka atau tidak ucapkan Raihan sembari meminta pegawai toko untuk mengambilkan sepatu yang terpajang.
"Coba deh Siapa tahu cocok!"Kemudian Linda pun langsung mencoba sepatu yang diberikan oleh rekan kepadanya.
"Cantik banget sayang, sepatunya cocok buat kamu.
"Kamu suka tidak?
Linda menganggukkan kepalanya. Karena memang benar dari dulu linda ingin memiliki sepatu seperti yang ditunjukkan Reihan kepadanya. Padahal sebelumnya Reihan sudah melihat browsing di ponsel memiliki Linda.
bahwasanya Linda mencari sepatu sepatu seperti yang ia pilihkan kepada Linda.
"Mas kok tahu Linda suka sepatu seperti ini?
"Sayang kamu itu istriku, sudah sewajarnya mas tahu apa yang kamu suka dan apa yang tidak Kamu suka. Jadi jika kamu mau menginginkan sesuatu, kamu tinggal bilang saja sama Mas. Jangan sungkan-sungkan.
Jangan pernah kamu memendam Jika kamu ingin sesuatu. Kamu tinggal bilang saja sama mas." ucap Reihan kepda Linda.
"Iya mas, trimakasih sudah hadir dan perhatian sama Linda." ucap Linda sambil mengembangkan senyumnya.
Kemudian Reihan membayar sepeti itu ke kasir.
"Lima juta tujuh ratus ribu rupiah pak." ucap SPG itu kepada Reihan. lalu Reihan memberikan Black card kepada SPG itu.
"Mendengar harga sepatu itu dengan harga fantastis menurut Linda. Membuat Linda ingin mengurungkan niatnya untuk membeli sepatu pilihan Suaminya.
"Apa mbak! harga sepeti ini hampir enam juta? apa. mbak ngak salah?
"Padahal saya lihat di aplikasi online hanya dua ratus ribu saja." ucap Linda merasa heran dengan harga yang diberikan oleh pegawai toko itu.
"Bukan mbak, saya tidak salah. Harganya original nya memang harga segitu." ucap SPG itu kepada Linda.
"Mas sudah lah, lebih baik tidak usah beli deh. Mahal bangat." ucap Linda sembari ingin memberikan sesuatu itu kepada SPG yang bertugas di toko itu.
"Sudah Sayang tidak apa-apa memang segitu kok harganya. ucap Reihan sembari langsung membayar sepatu pilihannya.
"Tapi mas!"
__ADS_1
"Tidak ada tapi tapi, yang penting kamu menyukainya." ucap Reihan sambil mengebangkan senyumnya.
ditengah perdebatan harga antara Linda dengan Reihan, Japet masuk kedalam toko. Yang mana toko tempat Linda membeli sepatu itu milik japet. Hal itu membuat Linda dan Reihan sangat terkejut. Melihat Japet ada di Toko itu.
"Linda!"
"Japet!"
"Lo ngapain disini?
"Seharusnya gue yang nanya Lo ngapain disini sama pak bos?
"Ya gue beli sepatu lah. Ngak mungkin juga gue beli gorengan disini bro." ucap Linda sambil terkekeh.
"Oh iya Lo sendiri ngapain disini bro?
"Ya ini lah pekerjaan gue sekarang Lin, mengelola toko orangtau gue." ucap Japet.
"Pantas saja, kamu resign dari kantor." ucap Linda yang belum menyadari kalau karna dirinya lah japet keluar dai kantor Himalaya group. Karna benar benar Linda tidak mengetahui kalau japet mencintai Linda.
"Oh iya Pak Reihan apa kabar?
"Alhamdulillah saya baik, bagaimana dengan anda ?
"Alhamdulillah pak, saya baik." ucap japet sambil berusaha mengembangkan senyumnya.
Oh iya kamu jangan lupa ya datang ke pesta resepsi pernikahan kita nanti" ucap Reihan kepada japet.
"Insyaallah jika tidak ada halangan, saya akan datang pak Reihan." sahut japet. sementara Linda tampak asik melihat lihat barang sepatu yang terpajang di toko milk japet. sampai ketika dirinya menemukan yang cocok menurutnya untuk dipakai sehari hari ke Kantor.
"Lin apa kamu suka sepatunya?"
"Linda menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah ambil saja, anggap aja itu pertemuan pertama kita di toko milikku." ucap japet sambil meraih sepatu itu dan langsung memasukkannya ke paper bag dan memberikannya kepda Linda.
Melihat itu semua, Reihan jadi tidak enak hati. Ia merasa japet masih memiliki perasaan kepada linda.
__ADS_1
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏