
"Nanti saya ganti uang bapak, Riyanti membuka pembicaraan sesaat setelah mobil melaju meninggalkan kost.
"Uang apa?"
"Uang bayar kos tadi."
"Nggak perlu!"
"Saya bayar!"
"Nggak perlu karena itu masuk dalam surat perjanjian."
"Apa?"
"Kamu nggak baca poin nomor 12?"
"Emang ada?"
"adalah kan sayang Buat."
"Perasaan nggak ada deh."
isinya bahwa selama dalam masa kontrak semua kebutuhan kamu saya yang tanggung!"jawab Janpilan membuat Riyanti langsung diam terpaku.
"Hah?"
"Iya."
ngadi-ngadi de Bapak saya juga kerja Pak.
"Jangan panggil saya Bapak kalau tidak di kampus!"
"lah terus Riyanti harus panggil apa dong?"
"Abang kek Mas atau sayang juga boleh."
sontak membuat Riyanti tertawa ngakak.
"Kenapa?"
"Nggak cocok Pak...... saya panggil om saja ya."
"Memangnya saya seperti Om menyukai anak kecil?"
"Ya sudah saya panggil bang Jan aja deh ya pak!"
"Jangan panggil Bapak!"
"uups kelupaan," ucap Riyanti sambil menutup mulutnya.
Dalam waktu 4 jam Pak Janpilan sudah mengetahui semua info tentang Riyanti termasuk kegigihan Riyanti dalam pembiayaan kuliahnya yang rela bekerja malam hari demi mencukupi kebutuhannya. Walaupun Riyanti termasuk salah satu idola kampus karena memiliki wajah yang cantik dan otak yang cerdas, tapi dia tidak malu untuk bekerja sebagai pelayan dan pencuci piring pada warung atau cafe milik Pak caspar. Yang mulai buka pukul lima sore.
Informasi tersebut membuat Pak Janpilan menambahkan poin 12 dalam surat perjanjian mereka, diam-diam Pak Janpilan salut dengan perjuangan Riyanti walaupun Riyanti sedikit barbar.
mobil yang dikendarai Pak Janpilan memasuki halaman sebuah rumah mewah berlantai dua dengan parkiran yang luas.
pak janpilan turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Riyanti. Kemudian menggenggam tangan Riyanti dengan pedenya.
"Ingat jangan panggil saya bapak!"
"Siap pak!"
"Pak lagi jangan panggil Bapak!"
"ups maaf."
Pak janpilan mengajak Riyanti menuju meja makan yang sudah tersedia. Dan sudah hadir beberapa orang di sana termasuk Heriyanto.
"Assalamualaikum selamat malam,"sapa Pak Janpilan
"Waalaikumsalam Wow Janpilan datang nggak sendirian nih sambut wanita paruh baya itu yang tak lain adalah mama dari Janpilan.
" Janpilan mengenalkan Riyanti kepada mamanya."Hai Tante saya Riyanti. Riyanti memperkenalkan diri dengan ramah
"Hai sayang kenalin saya mamanya janpilan Tante Mira itu papanya Janpilan Om Andrew dan itu adiknya Janpilan namanya Haryanto.
Riyanti mengangguk canggung apalagi saat bertemu pandangan dengan Haryanto yang termasuk mengejek.
"Ayo Riyanti duduk kita makan bersama aja Tante Mira
__ADS_1
"Baik Tante, terima kasih." jawab Riyanti ramah.
"Dibayar berapa sama Kak Janpilan?"bisik Haryanto kepada Riyanti
"Bukan urusan kamu jawab Riyanti sambil mendelik
Acara makan malam berlangsung santai kedua orang tua Janpilan menerima Riyanti dengan ramah. Namun kehangatan suasana berubah menjadi canggung, saat gas dari perut Riyanti tidak bisa diajak kompromi.
"Puuuut"
suara nyaring memecah kesunyian saat semua orang sedang sibuk menyantap makanannya.
Sontak membuat Heriyanto langsung ngakak muka Riyanti menjadi merah menahan malu bahkan semua orang menghentikan makannya.
"Ma.....maaf."ucap Riyanti sambil menunduk
"Kamu masuk angin ya?"tanya Tante Mira berusaha Ramah.
Riyanti hanya menggeleng sementara Janpilan hanya diam menatap tajam kearah Riyanti.
"Iya sudah nggak apa-apa sepertinya Riyanti kurang enak badan dan antar Riyanti pulangnya usir tante Mira dengan halus.
"Iya ma kami permisi ya Mama pamit janpilan kepada mamanya.
Janpilan menarik tangan Riyanti kasar. Riyanti hanya menurut tanpa penolakan.
"Cantik-cantik suka kentut," rupanya Heriyanto mengikuti mereka dari belakang
"Haryanto Diam."Bentak Janpilan Kepada adikku usilnya tersebut.
"Kakak sih sembarangan bawa cewek aneh ke rumah."
"Sudah kamu masuk sana!" Usir Janpilan kepada Heriyanto yang masih usil menggoda kakaknya.
Mobil Janpilan meninggalkan rumah tersebut dengan sedikit kencang. Sedangkan Riyanti hanya diam tanpa berani melihat kearah dan pelan sangking malunya.
Dalam perjalanan mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing, Riyanti sibuk memainkan ujung dressnya sedangkan Janpilan sesekali melirik kearah Riyanti yang tampak cantik tapi sayang selalu kentut sembarangan.
"Mobil menepi di sebuah kafe di pusat kota.
"Turun"
"Saya masih lapar Nanti saya antar."
"Baiklah....
Mau tak mau Riyanti menuruti perintah Janpilan dan mengikuti Janpilan masuk ke cafe tersebut.
Janpilan memesan makanan sedangkan Riyanti hanya memesan kopi panas untuk menetralisir rasa malunya
"Sejak kapan?"tiba-tiba Janpilan bertanya
"Apa?'
"Suka kentut."
"Sejak dulu."
Janpilan Hanya mengangguk dan memperhatikan Riyanti dalam remangnya cahaya cafe. Bibir mungil Riyanti yang sedang menyesap kopinya menjadi perhatian Janpilan. Janpilan membayangkan bisa merasakan manisnya bibir Riyanti.
"Maafkan saya pak."
"Buat apa?"
"Bikin Bapak malu di depan orang tua bapak
"Santai saja."
"Emang kenapa bapak nggak mau dijodohkan?" tanya Riyanti
"Tidak cocok saja sama perempuannya."
"Bapak nggak suka perempuan?"
"Suka."
"Kirain bapak nggak suka perempuan."
"Mau bukti bisik Janpilan di telinga Riyanti membuat Riyanti sedikit merinding.
__ADS_1
"Bukti apa?"
"Bukti kalau saya suka perempuan."
"Nggak usah Pak."
Cup
Pak Janpilan mencium sekilas bibir ranum Riyanti membuat Riyanti tersentak dan terdiam.
atau mau lebih bisik Janpilan lagi
"Bapak jangan kurang ajar tolak Riyanti keras
"Satu samakan
"Maksud pak Janpilan?"
Iya balasan untuk kamu yang tadi di kampus.
Riyanti hanya diam dan menyesap habis kopi yang masih tersisa sedikit.
"Antar saya pulang"
"Ayo"
****
Setelah mengantar Riyanti pulang, "kembali ke rumah" mama."pesan masuk di ponsel Janpilan yang diabaikan oleh Janpilan sedari tadi. janpilan sudah paham kalau mamanya siap mengomel dan meminta janpilan menerima perjodohan dengan Jenita anak dari teman mamanya.
"kring.....
"kering...
suara ponsel Janpilan menjerit-jerit saat Janpilan dan Riyanti baru saja masuk ke dalam mobil.
"Halo ma." sapa Janpilan saat mengangkat panggilan
"Dimana Jan?"
"Masih di jalan ma."
"Masih sama Riyanti?"
"Masih ma."
"Ya sudah cepat antar Riyanti pulang terus mama tunggu kamu di rumah."
"Iya ma."
"Tuut." sambungan telepon langsung terputus membuat janpilan menghela nafas kasar.
Janpilan melajukan mobilnya menuju kost Riyanti tanpa sadar dress Riyanti sedikit terangkat dan menampakkan paha mulus Riyanti. Membuat Janpilan tidak konsentrasi nyetir mobil. Ternyata dibalik killer dan wajah Janpilan yang cupu, luluh juga kalau melihat wanita.
"Sudah Pak di sini saja teriak Riyanti saat mobil sudah tiba di depan lorong kostnya
"Kok nggak sampai di kost
"Nggak enak kalau dilihat anak kampus Pak nanti jadi gosip." Riyanti memberikan alasan
"Terus kamu?"
"Saya jalan saja Pak....Sudah biasa kok nggak jauh.
Janpilan menghentikan mobilnya tepat di depan lorong kost Riyanti. Kemudian Riyanti turun dan berjalan menuju kos-nya. Sembari Janpilan memperhatikan Riyanti hingga hilang dari pandangannya. Janpilan hanya mampu senyum-senyum sendiri.
"Cantik tapi juga antik." gumam janpilan saat Riyanti turun dari mobilnya.
"sexy juga sih." tambahnya sambil senyum-senyum
Bibirnya tipis dan seksi.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir juga kekarya author yang lain ceritanya seru seru loh dan ikuti terus karya Morata karna disana akan ada giveaway yang setia mengikuti karya Morata.
__ADS_1