Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
PUSAT PERHATIAN


__ADS_3

Setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor Samera Group, Janpilan pun bergegas beranjak dari kantornya menuju universitas Gunadarma Ia ingin melihat istrinya yang sedang melakukan ** di sana. Dia merasa tidak tenang meninggalkan Riyanti, di kampus bersama teman-temannya apalagi kondisi kesehatan Riyanti akhir-akhir ini menurun.


"Wah Lebih baik aku sekarang ke kampus deh mungkin istriku sudah menungguku di sana."Gumam Janpilan dalam hati sambil beranjak dari tempat duduknya. Om Andruw yang melihat Janpilan keluar dari ruangannya langsung menghampiri Janpilan.


"Kamu mau ke mana nak?


"Mau ke kampus Pi......"


"Memangnya ada mata kuliah hari ini?"


"Tidak Pi!" tapi Riyanti tadi Janpilan antar ke kampus untuk mengikuti acara ** wisuda besok.


"Tidak apa-apa kan Pi?"Janpilan tinggal dulu soalnya hati Janpilan tidak tenang apalagi kondisi kesehatan Riyanti akhir-akhir ini menurun. Karena Riyanti tidak berselera makan. Setiap pagi ia harus menderita mual dan muntah muntah. Hal itu yang membuat Janpilan khawatir kepada Riyanti takutnya dia kenapa-kenapa di kampus.


"Ya sudah kamu langsung pergi ke kampus deh, kalau masalah urusan kantor biar papi yang nanganin, Kami tidak perlu khawatir." ujar Om Andruw kepada Janpilan.


"Terima kasih pi, sudah sangat pengertian kepada janpilan dan juga menantu Papi.


"Iya tidak apa-apa, Lagian Papi juga pernah merasakan hal yang sama seperti yang kalian rasakan ini. Jadi jaga istri dan calon cucu Papi jangan sakitin dia." ujar om Andruw kepada janpilan sambil mengembangkan senyumnya.


"Baik Pi ... "janpilan pamit dulu ya."


"Iya kamu hati-hati di jalan!" ucap om Andruw mengingatkan janpilan agar lebih hati-hati mengendarai mobil di jalan raya.


"Baik Pi......"ucap janpilan sambil berjalan menuju parkiran meninggalkan Om Andruw.


"Mudah-mudahan keluarga anak-anakku semuanya bahagia." gumam Om Andruw dalam hati sembari, memperhatikan punggung Janpilan yang keluar dari kantor.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, Janpilan tiba di universitas Gunadarma Ia melihat Disana tampak ramai mahasiswa mahasiswi yang ingin mengikuti ** acara wisuda esok harinya.


"Dimana istriku?" gumam janpilan sambil mencari keberadaan Riyanti."


Tiba-tiba japet lewat bersama Ricardo.


"Ricardo .... Japet...."Panggil janpilan setengah berteriak.


"Eh ada pak dosen!"ucap Ricardo sambil nyengir


"Kalian lihat Riyanti tidak?"


"Ada Pak !" sedang berada di aula."


Lalu janpilan pun langsung pergi menuju aula ia ingin menghampiri Riyanti disana.


Ketika janpilan sudah tiba di aula, semua mahasiswa mahasiswi yang melihat kedatangan dosen yang terkenal sejagat universitas Gunadarma. langsung membungkuk memberi hormat kepada Janpilan.


Tak ada mahasiswa satupun yang membuka suara ketika janpilan sudah tiba di aula.

__ADS_1


"Woi Pak janpilan ada di aula ngapain ya kemari? tanya salah satu mahasiswa yang kerap dimarahi oleh Janpilan.


"Gue juga tidak tahu." sahut temannya yang ada di sebelahnya.


Janpilan yang melihat kedua mahasiswi itu yang sedang berbisik-bisik menatapnya dengan tatapan tajam. Hal itu mampu membuat mahasiswa itu tidak berkutik.


"Dasar dosen killer." umpat salah satu mahasiswa yang kerap dimarahi janpilan karena selalu membuat masalah di kampus.


Janpilan mencari keberadaan Riyanti. Ketika dirinya melihat sosok Riyanti, yang sedang duduk di pojok depan aula. Ia pun langsung menghampiri istrinya.


"Sayang kamu tidak apa-apa kan?


"Tidak Mas!" Riyanti baik-baik saja." ucap Riyanti kepada Janpilan.


Janpilan menyodorkan air mineral yang ia bawa sebelumnya kepada Riyanti, agar Riyanti segera meminumnya.


"Sayang diminum dulu, nanti dehidrasi Apalagi kamu sering mual dan muntah ujar janpilan.


"Terimakasih Mas!" Mas tau aja Riyanti sudah haus." ucap Riyanti sambil nyengir.


Janpilan langsung meraih tubuh Riyanti dipelukannya tanpa memperdulikan kehadiran Linda dan juga mahasiswa-mahasiswi di sana.


"Hello...... pak dosen, ini bukan di rumah ini di kampus. Tidak malu apa dilihat para mahasiswa yang lain di sana kalian bermesra-mesraan." celutuk Linda.


Mahasiswa yang mendengar Linda komplain dengan perbuatan Janpilan kepada Riyanti merasa sedikit khawatir, kalau Linda akan dimarahi oleh sang dosen killer. Tetapi tak satu pun yang berani melakukan seperti itu kepada janpilan selain Linda.


"Gawat bisa-bisa Linda kena omel satu tahun sama tuh dosen killer." ucap salah satu mahasiswa yang hadir di sana.


"Iya tuh berani kali si Linda berceloteh seperti itu kepada dosen killer itu." sahut mahasiswa lainnya.


"Tiba-tiba Linda langsung berusaha melepaskan tangan janpilan dari bahu Riyanti.


"Hello..... pak dosen tidak dengar apa yang Linda bilang tadi?" tuh lihat banyak mahasiswa yang lihatin kalian. Kalau romantis-romantisan di rumah saja atau di hotel tuh, jangan di kampus buat jiwa jomblo Linda meronta-ronta." ucap Linda terus saja berceloteh membuat mahasiswa-mahasiswa yang hadir di sana menggelengkan kepalanya karena Linda terus saja berani berceloteh kepada pak Janpilan.


Sementara Riyanti menikmati sikap manis dan romantis suaminya. Ia pun mendengar Linda yang sedari tadi komplain dengan sikap manis suaminya terhadap dirinya.


"Syirik aja lo lin suami gue perhatian sama gue." ucap Riyanti sambil cengengesan.


"Bukan gitu loh Rin!" tapi melihat keromantisan kalian jiwa jomblo gue meronta-ronta. Lagian tuh lihat banyak mahasiswa-mahasiswi yang sedari tadi lihatin kalian, Kalian tidak sadar ya?" ucap Linda sambil menunjukkan ke arah mahasiswa mahasiswi yang memperhatikan gerak-gerik Janpilan dan juga Riyanti.


"Biarin aja mereka berkata apa yang penting aku menikmati sikap manis suamiku yang tampan ini." ucap Riyanti memuji suaminya.


"Idih dasar bucin?"


"Bucin sama suami sendiri, kan tidak apa-apa daripada bucin sama bini orang atau laki orang." ucap Riyanti tidak mau kalah kepada Linda.


"Makanya Lin cari pacar dong supaya tidak jomblo terus." ujar Riyanti sambil terkekeh

__ADS_1


"Gue juga maunya kayak gitu Rin!" Siapa juga yang mau jomblo terus." ucap Linda sambil cemberut.


"Tuh ada Japet!" ucap Riyanti sambil terkekeh


"Japet?" ogah... sahut Linda dengan sedikit marah


"Kan tidak apa-apa daripada jomblo terus."


"lebih baik gue jomblo seumur hidup daripada sama japet." sahut Linda


"Jangan ngomong gitu dong, bisa-bisa nanti kamu benar-benar cinta sama japet.


"Dasar lo.... teman tidak punya akhlak." ucap Linda kepada Riyanti.


Tiba-tiba suara kentut Riyanti berdesis tepatnya di hadapan Linda.


"Janpilan yang sudah mengetahui istrinya membuang gas beracun itu pun langsung nyengir.


"Lo kentut Rin?


Riyanti tidak menjawab, ia hanya membalas pertanyaan linda dengan senyuman.


"Kira-kira dong Rin......" gue di belakang lo.


"Hitung-hitung gas beracun di perut gua bernostalgia sama lo, karena sedari Dulu kan lo saja yang sering mencium gas beracun dari perut gue." ucap Riyanti tanpa merasa bersalah.


"Dasar pasangan sinting!" komplain Linda sambil menutup hidungnya.


"Tapi kamu suka kan?"


"Ogah


"Buktinya kamu tetap dibelakang Riyanti." ucap Janpilan sambil sedikit tertawa ngakak.


Mereka benar-benar menjadi pusat perhatian para mahasiswa mahasiswi yang mengikuti ** pada hari itu.


"Mampus,,,,,kita jadi bahan perhatian mahasiswa mahasiswi." ucap Linda kepada Riyanti dan juga Janpilan.


"Itu karena ulahmu."tuduh Janpilan membuat Linda sangat kesal kepada Janpilan.


Bersambung............


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


mampir yuk ke karya baru outhor


__ADS_1


__ADS_2