
Keesokan harinya Linda pergi ke kampus untuk menemui sang dosen pembimbing dan juga pembinanya agar skripsinya ditanda tangani oleh dosen pembimbingnya. Tetapi ketika Linda berada di kampus Japet dan Ricardo pun langsung menghampirinya. Japet bertanya mengenai keberadaan Riyanti yang akhir-akhir ini tidak pernah masuk kampus.
"Hallo apa kabar Lin?"
" Alhamdulillah aku baik, tumben lo nyapa gue?" "Ada apa pasti ada sesuatu yang ingin kamu tanya informasi mengenai Riyanti kan?"ucap Linda kepada japet.
"Kok kamu langsung tahu sih Lin?"
" Ya tau lah namanya juga Linda gitu loh."
" Oh ya Lin Riyanti di mana, Kok tidak pernah kelihatan di kampus?" tanya japet kepada Linda. karena dirinya sangat penasaran Mengapa sahabatnya Riyanti jarang masuk ke kampus.
"Riyanti di rumah dia sudah baik-baik saja tetapi kemarin dia masuk rumah sakit.
" Apa Riyanti sakit ?"
"Iya tapi dia sudah baik-baik aja kok kamu tenang saja." ucap Linda kepada japet
"Ah jadi tak enak deh kalau tidak ada Riyanti tidak asik, Lagian aku ke kampus ingin menemui Riyanti.
" Memangnya mau ngapain kamu ingin bertemu dengan Riyanti?
"Gue mau minta tolong sama dia untuk buatin sikripsi gue loh."
"Skripsi.....skripsi lo tapi lo mau minta Riyanti Yang buatin sikripsi Lo?
"Emangnya Lo tidak bisa buat skripsi lo sendiri?"
"Entahlah setiap kali aku membuat skripsiku dosen pembimbing dan pembina pun selalu menolak entah kapan aku selesai menyelesaikan skripsiku ucap Japet.
"Dia a masih di rumah belum bisa masuk ke kampus maklum, apalagi sekarang Riyanti lagi hamil anaknya pak dosen killer loh." ucap Linda kepada kedua sahabatnya yang ada di sana.
"Apa hamil ?serius lo lin?"
"Ya gue serius lah orang semalam gue ke rumahnya."
"Ah nggak asik dong kalau tidak ada Riyanti dikampus Apalagi kita tidak mendengar suara kentut Riyanti lagi."
__ADS_1
"Kalian masih Ingat tidak Riyanti sampai dikeluarin dari kelas karena kentut saat pak Janpilan mengajar di kelas?"
"Ya masih ingatlah tidak mungkin aku lupa momen-momen seperti itu, Apalagi kamu tahu sendiri kan saat itu gara-gara Riyanti dipanggil ke ruang pak Janpilan kita rame-rame mencari hantu di sana. Karena kita salah paham kalau hantu yang dikatakan Riyanti hantu beneran. Yang ternyata hantu yang dimaksud Riyanti adalah pak Janpilan hingga kita semua dihukum pak Janpilan." ucap Japet dan Ricardo sambil tertawa ngakak.
Linda, japet dan Ricardo tertawa ngakak saat mereka mengingat masa-masa dulu.
"Iya iya sepertinya aku rindu juga masa-masa seperti itu." ucap ucap Ricardo kepada japet. Tapi situasinya sekarang sudah berbeda bro, sobat kita Riyanti sudah menjadi nyonya dosen killer sejagad universitas Gunadarma ini.
"Eh Lin.... Gimana sih Lo kok bisa kerumah tuh dosen killer?"
"Dosen killer yang minta gue kesana, secara kan gue cantik dan chubby." ucap Linda masih dengan percaya diri khas Linda.
"Serius loh cantik?"
"Ya serius lah mana mungkin aku tidak serius dalam situasi begini."
"Jadi kamu ketemu sama pak dosen dirumahnya?"
"Ya iya lah, kan tidak mungkin aku ketemu hantu seperti yang kamu maksud itu."
"Bagaimana pak dosen killer kalau dirumahnya kaku tidak?"
"Maksud kamu?"
"Iya kemarin aku di ancam diberikan nilai E dari pak dosen killer, terus gue bilang gue tidak takut, paling gue suruh sahabatku yang paling cantik sejagat bumi membujuk pak dosen killer agar tidak memberiku nilai E. Secara kan kita tau kalau pak dosen killer cinta mati sama sobat kita Riyanti Permatasari." ucap Linda dengan senyum kemenangan.
"Lo ternyata cerdik juga ya Lin?" tidk sepeti yang aku pikirkan selama ini."
"Ya iya lah kalau tidak mana mungkin gue cepat dapat tanda tangan dari dosen pembimbing dan pembina gue kalau tidak permintaan dari sang dosen killer yang menghubungi tuh dosen!" secara lo tau sendirian kan batas otak gue kegimana kalau tidak dapat bantuan dari Riyanti?" ucap Linda sambil terkekeh.
"Jadi sikripsi Lo sudah di Acc sama dosen?
"Ya iya lah secara Linda gitu loh!" ucap Linda dengan nada sombong.
"Sombong lo sekarang ya mentang mentang sikripsi Lo sudah di Acc dan dosen?"
"Ya iya lah, siapa duku dong?" Linda gitu loh.
__ADS_1
"Kalau tidak punya ide cemerlang, bukan Linda namanya." ucap Linda masih dengan nada sombong kepada kedua sahabatnya.
"Terus kita harus gimana bro?" tidak mungkin juga kita menjadi mahasiswa abadi di kampus ini, aku sudah berapa kali memberikan judul kepada dosen pembimbing dan pembina tetapi mereka selalu tetap menolak. sikripsi sikripsi gue." ucap Japet dan Ricardo mengeluh kepada Linda.
"Aku ada ide." ucap Linda
"Apa itu Lin?"
"Giman kalau kalian pergi saja kerumah pak Janpilan, nah kalian pura pura tuh jenguk Riyanti karna kalian kangen dan kwatir SMA Riyanti.
"Emang kita kwatir sama Riyanti dan kangen sama Riyanti, bukan pura pura kali Lin." ucap Japet sama Ricardo.
"Nah itu kalian manfaatkan untuk bertemu dengan Riyanti, dan minta Riyanti untuk ajarin kalian buat judul agar tuh dosen langsung Acc sikripsi kalian." ucap Linda
Japet dan Ricardo langsung menjitakkan jari tangannya."Cerdas." ucap Japet dan Ricardo. mereka setuju akan berkunjung ke rumah pak Janpilan untuk menemui Riyanti. Linda sangat kasihan kepada kedua sahabatnya yang skripsinya selalu ditolak oleh dosen pembimbing dan pembina mereka.
Yang mana dosen pembimbing mereka adalah pak Janpilan sendiri sedangkan dosen pembina mereka adalah pak Rohdian yang mana keduanya dosen yang terkenal sangat susah memberikan nilai dan selalu teliti mereka terkenal killer di sejagat universitas Gunadarma.
"Lo bisa bantu kita tidak tim untuk mempertemukan Riyanti dengan kita-kita?"
"Bisa sih Tapi ada syaratnya!".
"Apa itu Lin?"
"lo berdua harus traktir gue selama dua hari berturut-turut."
"Kalau masalah itu gampang Lin, yang penting kamu mau menolong kita mempertemukan kita sama Riyanti. agar Riyanti dapat menolong kami.
"Ya sudah sebentar lagi kita kesana, mumpung pak dosen masih di kantor Samera group karena kalau pagi-pagi biasanya pak dosen killer ada di Samera Group kalau tidak mengajar di kampus.
"Kalau tidak Bagaimana jika kita sekarang saja kesana?"
"Boleh tapi kita bawa apa ya?"
"Terserah lo mau bawa apa yang penting jangan tangan kosong kan, tidak enak berkunjung ke rumah seseorang kita tangan kosong. ucap Linda kepada capek dan Ricardo
"Iya juga sih tidak mungkin kita pergi kesana dengan tangan kosong." ucap Japet dan Ricardo.
__ADS_1
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏