Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
RAYUAN GOMBAL RIYANTI


__ADS_3

Ketika Janpilan sudah keluar dari mobil miliknya, ia melihat japet dan Ricardo sedang memanjat mangga dan mengambil mangga muda di halaman rumahnya. Janpilan pun merasa heran mengapa mahasiswanya berada di rumahnya. Ya dia tahu kalau Japet dan Ricardo adalah teman satu kelas Riyanti tetapi selama ini mereka belum mengetahui tempat tinggal dan Janpilan dan Riyanti.


"Kalian ngapain Di Sini?


"Mau mengunjungi Riyanti pak dosen.


"Iya tapi kalian ngapain manjat-manjat di situ Itu kan masih muda mangganya Kenapa diambilin?


"Ini perintah dari Riyanti pak dosen, katanya dia ingin memakan mangga muda. Kami tidak ingin anak dari sahabat kamu sendiri ileran karena keinginannya tidak terpenuhi. Makanya kami memaksakan diri untuk memanjat mangga ini." ucap Japet sambil nyengir


"Benaran istri saya yang meminta kalian memanjat mangga itu dan mengambil mangga muda nya?"


"Ya iyalah Pak kalau tidak mana mungkin kami sampai repot-repot mengambil mangga muda seperti ini."


Janpilan pun langsung masuk kerumah untuk menghampiri istrinya di rumah. Ia melihat Riyanti dan Linda sedang berkutat didepan laptop disusul oleh japet dan juga Ricardo dari belakang.


"Nih mangganya dimakan, kami jadi kena omel sama pak dosen gara-gara keinginan lo. lo harus bertanggung jawab." ucap Japet dan Ricardo sambil cengengesan.


"Iya mas!" mas memarahi Ricardo dan juga japet?


Janpilan menganggukkan kepalanya pertanda benar apa yang dikatakan oleh Ricardo dan japet.


"Kenapa mereka Mas marahi? itu rianti yang nyuruh Riyanti ingin makan mangga muda mas!" memangnya Mas mau anak kita ileran?


"Ya nggak dong Sayang!


'"Ayo Mas minta maaf sama japet sama Ricardo mereka sudah repot-repot loh ngambilin mangga ini untuk Riyanti." ucap Riyanti kepada Janpilan sembari langsung memanggil Bibi Amina untuk mengambilkan pisau, piring dan garam.


"Bi..... tolong ambilkan pisau piring dan garam ya Bi!"


"Baik non!"


Janpilan pun minta maaf sama Ricardo dan juga japet, karna Janpilan tidak ingin istrinya mengomelinya.


"Saya minta maaf sama kalian, saya salah paham tadi.


"Tidak apa apa pak dosen, namanya juga pak dosen tidak tau kalau Riyanti lagi ngidam.ucao japet sambil nyengir.


"Lo kupasin nih mangganya gue mau ngerjain ini sambil makan." ucap Riyanti kepada Japet sambil memberikan langsung piring, pisau dan garam yang sudah diambilkan oleh bibi Amina kepada Ricardo.


Ricardo pun menurut apa yang dikatakan Riyanti kepadanya. Karena ia tidak ingin Riyanti menolak permintaan mereka untuk mengerjakan skripsi milik mereka berdua apalagi mereka yakin kalau Riyanti mampu membujuk suaminya untuk memberikan tanda tangan untuk skripsi japet dan Ricardo.


"Rin ini mangganya segini cukup tidak?"


"Sudah letakkin aja dulu di situ." ucap Riyanti sambil terus berkutat di laptopnya.

__ADS_1


"Mas kok berdiri saja duduk dong seperti penagih utang saja." ucap Riyanti karna Riyanti yang melihat suaminya hanya berdiri di sana.


Riyanti pun terus mengetik skripsi milik Japet dan Ricardo sambil memakan mangga muda yang telah dikupas Ricardo.


tanpa terasa Riyanti sudah hampir menghabiskan sepiring mangga muda yang disediakan oleh japet dan Ricardo.


"Sayang Kok banyak banget makan mangga muda nya nggak asam apa?"


"Tidak, enak malah!" Mas mau?"


"Tidak!" lihatnya saja Mas sudah ngeri.


"Ya sudah kalau tidak mau. ucap Riyanti sembari melahap sisa mangga muda yang berada di dalam piring.


"Mas tinggal dulu ya sayang!" ucap Japilan sembari mengecup kening Riyanti.


"Mas mau ke mana?


"Tidak mau kemana-mana hanya mau mandi saja tidak enak duduk belum mandi."


"Habis mandi langsung ke mari ya Mas!"


"Iya sayang!"jawab Janpilan sambil langsung berlalu dari hadapan Riyanti dan juga ketiga temannya.


"lo kok ngomong seperti itu?'


"Iya sepertinya Apa yang kamu katakan selalu dituruti, sepetinya dia tunduk bangat sama Lo. di kampus saja dia kaya singa mau nelan manusia, tiba sama Lo jinak." ucap Linda sambil cengengesan.


"Jinak kepala Lo peang!" kamu pikir suami tampanku itu binatang apa?" makanya kamu bilang jinak."


"Bukan begitu maksud aku Rin."


"Maksud kamu apa?


"Maksud aku suami Lo nurut bangat gitu sama Lo." ucap Linda


Beberapa menit kemudian Janpilan sudah selesai melakukan ritual mandinya. Kemudian Ia pun langsung menggunakan baju santai agar dirinya terlihat Tampan di hadapan ketiga teman-teman Riyanti. Ia tidak ingin terlihat Tua di hadapan mereka. Penampilan ia jaga agar Riyanti tidak merasa malu menjadi pendamping hidupnya.


"Sayang sudah makan belum?


"Sudah Mas!" tadi Mas sudah makan belum?


"Sudah tinggal makan malam nanti kira-kira jam 7 kita makan malam ya sayang.


"Iya Mas sahut Riyanti sambil mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


Ketika Janpilan berada di kamar, Riyanti sudah memberikan penjelasan kepada Japet dan Ricardo mengenai isi sikripsi mereka.


lalu Riyanti memberikan sikripsi itu kepada japet dan juga Ricardo agar mereka dapat memberikan langsung kepada Janpilan. dan meminta tanda tangan hari itu juga setelah di-print oleh Riyanti.


"Mas sini deh!" ucap Riyanti sambil langsung menarik tangan Janpilan Ia pun mengalungkan tangannya di leher jenjang suaminya. Tanpa rasa malu Riyanti langsung mengecup bibir ranum suaminya dihadapan ketiga teman-temannya.


Hal itu membuat janpilan sedikit enggan melihat ketiga sahabat Riyanti.


"Mas Riyanti bisa minta tolong tidak? ucap Riyanti kepada Janpilan.


"Apa itu sayang?" mas akan bantu kamu kok jangan sungkan-sungkan.


"Beneran Mas akan memenuhi permintaan Riyanti?


"Iya sayang!'


"Apapun itu?"


"Iya Mas janji akan memenuhinya." jawab Janpilan


Riyanti menyodorkan sikripsi Japet dan juga Ricardo. Mas tolong Mas Acc in dong sikripsi kedua sahabatku mereka sudah menolongku tadi mengambilkan mangga muda untukku. Kalau mereka tidak mengambil mangga muda nya tadi untuk Riyanti, anak kita bisa ileran loh, jadi Riyanti merasa berhutang Budi kepada mereka. Ya hitung-hitung inilah balas budi mereka mas." ucap Riyanti sembari Langsung kembali mengecup bibir ranum suaminya.


Janpilan menatap istrinya sambil mengembangkan senyumnya


"kamu pintar banget ya Sayang?


"loh pak dosen memang dari sononya sahabatku Riyanti pintar, bukan mulai sekarang kali pak dosen." gerutu Linda


Janpilan mengembangkan senyumnya Mas akan Acc kan ini, tapi karena istri saya. Bukan karena ilmu pengetahuan kalian." ucap Janpilan dan langsung menandatangani skripsi Ricardo dan juga japet.


Janpilan pun menghubungi dosen pembina mereka, agar segera mengakses sikripsi Japet dan Ricardo. Setelah mendapatkan tanda tangan dari pak Janpilan japet dan Ricardo pun merasa lega ia sangat berterima kasih kepada Riyanti.


"Terima kasih banyak Pak Bapak sudah menandatangani skripsi kami ucap Ricardo dan Japet kompak.


"Jangan berterimakasih kepada saya tapi berterimakasih lah sama istri saya yang cantik dan pintar ini." ucap Janpilan.


"Lain kali kalau buat skripsi itu ya buat skripsi sendiri jangan minta tolong kepada orang lain." ucap Janpilan dengan nada lembut tapi menusuk ke hati Ricardo dan japet. Tetapi Japet dan Ricardo tidak peduli akan hal itu. yang penting bagi mereka dapat tanda tangan dari pak Janpilan dan Pak rohdian agar mereka tidak mengulangi mata kuliahnya satu tahun yang akan datang.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


yuk mampir kekarya baru outhor. ceritanya seru loh.


__ADS_1


__ADS_2