Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
Emosi Janpilan


__ADS_3

Sejujurnya Heriyanto belum siap menikah dengan Felisah, ia masih ingin menghabiskan masa mudanya, apalagi Heriyanto masih mahasiswa,


"Ya Allah apa yang harus kulakukan?"


"Apa aku harus menikahinya?"


"Tapi bagimana dengan perasaan ini?" Gumam Heriyanto dalam hati.


Suara ponsel milik Heriyanto berdering. Heriyanto melihat dilayar ponselnya yang menghubunginya adalah Felisah.


"Ya sayang!"


"Kamu dimana?"


"Dirumah!"


"Kita bisa ketemu tidak?"


"Boleh!" kapan?"


"Sekarang kalau kamu ada waktu!"


"Ya sudah kita ketemu dimana?"


"Aku lagi ada di Apartemen ku, tolong kamu datang kemari!"


"Ya sudah tunggu aku disitu." ucap Heriyanto sambil beranjak dari tempat duduknya.


Heriyanto keluar kamarnya, berniat untuk menemui Felisha di Apartemen Felisha.


"Loh mau kemana nak?"


"Keluar mi!"


"Tapi ini sudah malam loh!"


"Iya Felisha ingin bertemu mi!"


"Ya sudah kalau begitu, kalian bicarakan baik-baik. Jangan emosi dalam menyelesaikan masalah. Itu tidak bagus ujar Tante Mira kepada putra bungsunya.


Heriyanto berlalu dari hadapan Tante Mira setelah memberi salam kepada Tante Mira.


"Hati hati nak!" seru Tante Mira untuk mengingatkan putranya agar lebih berhati-hati mengendarai mobil.


"Ia mam!" sahut Heriyanto


Heriyanto langsung melajutkan mobilnya kearah jalan raya menuju Apartemen milik Felisha."Mau apa Tiba tiba Felisha meminta gue bertemu dengannya." tanyanya dalam hati sambil terus mengenderai mobilnya.


****


Ditempat lain, Riyanti mengerjakan tugas dari kampus Sampai larut malam, apalagi setelah Riyanti magang di kantor yang dipimpin langsung Boleh Janpilan, membuat waktunya banyak tersita.


"Mudah mudahan nilai ku bagus agar aku segera kelar dan dapat meraih gelar sarjanaku." Gumam Riyanti dalam hati. Berharap Riyanti menyelesaikan studinya dengan nilai A.


Tiba tiba ia teringat dengan sosok Dosen killer yang menjadi kekasihnya.


"Kok tumben ngak nelpon?" gumamnya dalam hati. Ia berharap Janpilan menghubungi nya. tetapi yang diharapkan tak kunjung menghubunginya.

__ADS_1


Riyanti merebahkan tubuhnya diatas kasur yang sudah hampir tiga tahun menemaninya.


Tiba tiba ketukan pintu terdengar dari luar .


"loh siapa bertamu malam malam begini?" tanyanya was was .


lalu Riyanti membuka pintu kamar kosnya.


betapa terkejutnya Riyanti, Janpilan ada didepan pintu kamarnya.


"Loh mas!"kok bisa ada disini? padahal Riyanti sudah mau tidur tadi.ucao Riyanti.


"Ikut aku!" ucap Janpilan sambil menarik tangan Riyanti.


"Mas jangan tarik tarik dong!"


"Memangnya kita mau kemana?"


"Mas lapar!"


"Hah hanya untuk makan mas datang ke sini?"


Ya ampun Mas!" kalau lapar kan tinggal makan dirumah. kalau tidak ada makanan dirumah kan tinggal pesan online mas."


"Cepat ikut mas!"


"Tunggu sebentar Riyanti ganti baju dulu, masa pakai baju beginian keluar." ucap Riyanti sambil kembali menarik tangannya.


"Mas keluar dulu, aku mau ganti baju." ucap Riyanti meminta kepada kekasihnya keluar kamarnya.


"Ya sudah cepat ganti baju!" ucap Janpilan sambil keluar dari kamar Riyanti.


"Kita mana mas?"


"Makan!'


"Iya!" tapi dimana?"


"Sudah ikut saja." ucap Janpilan kepada kekasihnya Riyanti.


Kemudian Riyanti dan pak Janpilan langsung masuk kedalam mobil sport milik Pak Janpilan.


"Mas ini sudah malam loh!"


"Mas tau!"


"Kalau mas tau ini sudah malam, kenapa mas mengajak Riyanti keluar?" ucap Riyanti kepada sang kekasih.


Heriyanto terdiam, Ia sama sekali tidak menjawab Riyanti dan terus melanjutkan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Katakan siapa laki laki itu?"


"laki laki yang mana?"


"Jangan pura pura tidak tau."


"Iya laki-laki mana?"

__ADS_1


Janpilan Tiba tiba menghentikan mobilnya.


"Kok berhenti?"


" Tolong jawab dengan jujur Riyanti Permatasari!" ucap Janpilan dengan nada setengah berteriak membuat Riyanti ketakutan.


"Riyanti membuka sabuk pengaman yang terpasang dI badannya, dan membuka pintu mobil dan langsung turun dari mobil milik Janpilan. Padahal tempat itu gelap dan tampak sepi. Tetapi karna Riyanti tidak biasa menerima bentakan membuat dirinya tidak terima, Janpilan membentaknya.


"Kamu mau kemana?"tanya Janpilan sambil menarik tangan Riyanti tetapi Riyanti menepis tangan Janpilan.


"Awas!" ucap Riyanti sambil kembali berjalan meninggalkan Janpilan. Berharap ada taksi yang lewat disekitar tempat itu.Tatapi tak satupun taksi datang membuat Riyanti kembali berjalan Keheningan malam.


Janpiilan tidak menyerah dia. langsung menggendong tubuh mungil Riyanti.


"Awas aku mau pulang!" ucap Riyanti sambil berusaha turun dari Gendongan Janpilan


"Jangan pernah membantah Riyanti Permatasari." Kembali Janpilan menegaskan.


"Aku bukan boneka yang hanya sesukamu berbuat apa terhadap ku. Aku sudah tidak perduli lagi dengan nilai E yang kamu berikan. Ucap Riyanti sambil berusaha turun.


Tetapi tenaga Riyanti kalah kuat dengan tenaga Janpilan sehingga Riyanti tidak bisa melepaskan diri dari Janpilan.


"Pak Janpilan bin Andruw yang terhormat , tolong lepaskan saya." ucap Riyanti yang sudah tidak perduli apa apa lagi


Janpilan mendudukkan Riyanti disamping kemudi dan langsung mengunci mobil, agar Riyanti tidak keluar.


"Maafkan Aku!" ucap Janpilan kepada Riyanti


Riyanti tidak menjawab dia menatap nanar ke depan tanpa menoleh kearah Janpilan.


"Sayang maafkan mas!" Mas begitu karna mas takut kehilangan kamu. Mas sangat mencintaimu Sayang." ucap Janpilan sambil menggenggam tangan Riyanti.


Riyanti terisak membuat Janpilan menjadi iba melihat Riyanti.


"Mas minta maaf sayang?" ucap Riyanti sambil meraih tubuh Riyanti kepelukannya.


"Tapi mengapa mas kenapa menuduhku jalan sama laki laki?"


Janpilan menunjukkan foto Riyanti yang sedang berpelukan dengan laki laki. membuat Riyanti heran


Ia mengingat saat didepan kantor ada seorang pria tersandung dan hampir terjatuh menimpa Riyanti. Membuat seolah olah mereka berpelukan. Riyanti menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi ada seseorang yang memanfaatkan itu dan langsung mengirim fotonya kepada Janpilan.


"Tapi Siapa yang mengirim foto itu ?ucap Riyanti karna Riyanti penasaran mengapa, orang itu bisa mengetahui nomor ponsel Janpilan, berarti orang itu kenal dengan Janpilan.


Hal itu membuat mereka yakin, kalau ada yang menginginkan mereka berpisah.


Mas lain kali, kalau ada seseorang yang mengganjal di hati, lebih baik ditanya dulu." ujar Riyanti kepada kekasih.


"Iya deh mas minta maaf sayang." ucap Janpilan sambil mengecup bibir manis Riyanti perlahan ciuman itu semakin Dalam.


"Sudah mas!" Kita belum muhrim!" ucap. Riyanti. Tetapi Janpilan sama sekali tidak menggubris ia kembali ******* bibir manis Riyanti.


Perlahan Riyanti mulai menikmati kecupan dan ciuman janpilan terhadapnya. Riyanti nsudah mulai merespon gerakan-gerakan yang dilakukan kan oleh kekasihnya.


"Mas tahan deh kita belum muhrim. ucap Riyanti kepada pak Janpilan


Janpilan pun melepaskan pagutan nya agar Riyanti dapat menghirup udara segar dengan leluasa. Setelah merasa cukup oksigen, Pak Janpilan kembali mengecup bibir manis Riyanti membuat Riyanti tidak bisa berkata apa-apa.

__ADS_1


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏.


__ADS_2