
Jadi kita tuntaskan dulu rasa penasaran yang berkelanjutan itu ya gaess, kita singkirin dulu tiga somvlak dari episode ini. Karena antusiasme tinggi dari beribu-ribu reader (ini ngigo pesti pas ngetik) yang pengen kejelasan kisah pengantin baru. Yok ah cekidot!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Lu... ada yang cari masmu," Ucap ibu Lulu, sebenarnya beliau sungkan mengetuk kamar pasangan pengantin itu. Orang Beni yang di suruh ibu manggil kakak iparnya aja milih nepi bareng kedua temannya. Kan sungguh kurang ajar sekali anak kayak gitu, enggak patuh sama perintah orang tua!
"Perlu obat bius dosis tinggi itu orang yang cari aku, enggak mikir apa ini malam apaan, cari aku besok aja. Malam ini aku sibuk. Jadwal padat nyampe besok pagi!" Ardiaz berkata pelan.
"Enggak boleh gitu mas.. temuin dulu sana," Lulu memasang kembali kerudung yang tadi sempat dia lepas karena permintaan suaminya.
"Temenin ya," Manja!
Lulu mengangguk saja.
"Njih buk.. bentar tak pakai celana dulu," Seru Ardiaz tak sopan.
Yang di luar makin kikuk dengan jawaban Ardiaz.
Lulu melotot mendengar perkataan Ardiaz, ini suaminya kok gitu amat sih. Celana apa yang mau dia pakai kalau memang dari tadi suaminya itu enggak melepaskan apapun.
"Mas.. hiiih nanti ibuk mikir macem-macem lho, kamu itu piye to?" protes Lulu.
"Belum sempet macem-macem aja udah dipanggil gini kok, ayo lah. Kelarin dulu yang di luar itu. Nanti sambung lagi," Sambil menaikan alisnya, sok keren sekali Ardiaz ini.
Berjalan bersama, Ardiaz memilih menggenggam jemari Lulu. Tak ingin lepas barang sedetikpun. Iya tahu pak dokter, tahu kalau kelian pengantin baru. Enggak usah bikin jomblowers iri dan susah hati gitu.
" Buk, katanya ada yang cari aku?" Ardiaz menghampiri ibu mertuanya yang sedang mengobrol dengan tamu yang hadir. Sekedar basa-basi Ardiaz dan Lulu menyalami tamu-tamu yang sedang berbincang dengan ibunya tadi.
Ibu menunjuk seorang perempuan yang duduk sendirian menatap pelaminan yang masih tampak cantik dengan hiasan lampu kecil berkedip-kedip.
Ardiaz dan Lulu mendekati perempuan itu, deheman Ardiaz membuyarkan lamunan perempuan yang sekarang Ardiaz ketahui bernama Ani. Sudah pasti Lulu mengenalnya, Ani adalah mantan sahabatnya. Emang ada mantan sahabat? Ada.. itu nyatanya si Ani.
Ardiaz diam. Lulu hanya menunjukan segaris senyum tanpa berucap apapun. Berdiri dan memberi ucapan selamat atas pernikahan kedua anak manusia yang dulu pernah menjadi bestie nya, Ani masih belum bisa menguasai hati saat melihat Ardiaz tidak memandangnya sama sekali.
"Diaz.. akhirnya kamu nemuin cinta sejati mu." Ani berkata pelan tanpa mengalihkan pandangan ke wajah Ardiaz.
__ADS_1
Beberapa tahun yang lalu, Lulu, Ani dan Ardiaz adalah tiga bestie yang hampir kemana-mana selalu bersama. Bohong jika tidak ada rasa yang timbul diantara mereka, Lulu dan Ardiaz menjalin hubungan yang lebih dari teman. Hal itu sudah Ani ketahui. Meski sebenarnya, Ani pun menaruh hati pada Ardiaz tapi dia lebih memilih diam dan tetap menjadi bestie diantara sejoli itu. Semua dia lakukan agar bisa terus dekat dengan Ardiaz. Termasuk pura-pura bahagia dengan kedekatan Lulu dan Ardiaz yang sebenarnya menghujam jantungnya.
Tahun demi tahun dilewati, Ani berharap Ardiaz akan bosan dan memutuskan hubungan dengan Lulu. Tapi, yang terjadi malah sebaliknya. Mereka makin lengket saja. Bertahun-tahun menjadi orang yang pura-pura bahagia itu sakit, harus tersenyum saat di hadapan kedua temannya tapi batinnya menangis.
Dan di sore itu, Ardiaz berniat melamar Lulu. Memberi kejutan untuk kekasih hatinya. Dia sudah menyiapkan segalanya, membeli cincin yang nanti akan Lulu pakai dan mengenalkan Lulu kepada orang tuanya. Perfect. Ini akan menjadi acara lamaran yang romantis sebelum dia pergi melanjutkan pendidikannya. Itu yang Ardiaz pikirkan.
Tapi, siapa sangka, Ani membuat semua berantakan. Sebelum Lulu datang ke rumah Ardiaz, Ani yang lebih dulu mengenal mamah Ardiaz memberi informasi jika nanti Ardiaz akan membawa gadis desa matre yang hanya mengincar harta keluarga Ardiaz saja. Mendengar hal itu mamah Ardiaz langsung tersulut emosi. Bisa ditebak apa yang terjadi, iya.. penghinaan untuk Lulu. Hal itu akan membuat Lulu pergi meninggalkan Ardiaz, dan Ani bisa menggantikan sosok Lulu nantinya.
Tapi, semua itu hanya ada di angan Ani. Meski sudah berusaha memisahkan kedua orang yang masih saling cinta itu, nyatanya enggak bisa membuat Ani berada di sisi Ardiaz.
"Iya, makasih An" Hanya itu yang Ardiaz ucapkan.
"Diaz aku mau minta maaf," Ani mencoba menggapai tangan Ardiaz, tapi Ardiaz langsung mundur. Membuat jarak lebih jauh diantara mereka.
"Semua udah lewat An, aku dan Lulu udah nikah. Harusnya kamu enggak minta maaf sama aku, tapi sama Lulu." Ardiaz enggak gubris saat air mata Ani mulai menetes membasahi pipi.
"Lun.." Ani memanggil Lulu,
Saat Lulu mendekati Ani, perempuan itu membuat Lulu geram dengan membisikan kata-kata yang terasa panas di telinganya.
"Kamu boleh jadi istri Diaz, tapi aku wanita pertama yang sudah merasakan kehebatannya main di ranjang. Kamu hanya dapat sisaku!"
"Terimakasih. Udah ngasih tahu aku gimana munafiknya kamu, tadinya aku mau kembali menjalin silaturahmi sama kamu tapi, enggak... cukup An. Dan.. apapun masa lalu suamiku, terimakasih udah bikin suamiku pro di ranjang! Aku udah buktiin itu kok!"
Tersenyum mengejek setalah mengucapkan kalimat itu, sebenarnya Lulu sangat ingin mencakar Ani, bisa-bisanya bilang kalau dia pernah tidur dengan Ardiaz, tapi dia enggak mau membuat keramaian di acaranya ini. Bisa jadi tontonan dia nanti.
Tentu saja Ani tak menyangka, Lulu yang dulu dia kenal sebagai gadis pendiam dan penakut sekarang bisa membalas ucapannya seperti itu.
Dan Ani pergi tanpa mendapat apa yang dia inginkan. Tadinya dia berencana mengacaukan acara Ardiaz dan Lulu dengan memancing emosi Lulu, tapi ternyata rencana itu gagal.
"Dek.. jangan percaya sama Ani, aku berani bersumpah.. aku belum pernah nyentuh wanita manapun kecuali kamu. Itu aja harus di tunda gini," Hal itu Ardiaz ucapkan saat di kamar.
Mereka kembali ke kamar setelah kepergian Ani yang di usir halus oleh Ardiaz.
"Aku hanya mengundang teman, sahabat dan keluarga aja. Jadi karena kamu enggak termasuk ketiganya, aku saranin buat bantuin cuci piring aja di belakang. Tenaga mu mungkin diperlukan di sana, abis itu silahkan menikmati hidangan yang disajikan. Itu semua gratis, tanpa perlu memfitnahku segala!"
__ADS_1
Itulah kata-kata Ardiaz yang membuat Ani langsung minggat dari rumah Lulu.
"Hmmm" Singkat. Malas debat. Itu yang Lulu pikirkan. Dia masih kesal dengan ucapan Ani sebenarnya,
"Tadi kamu bilang, kamu udah buktiin kalau aku pro di ranjang? Itu mancing apa gimana dek?"
"Hmmm" Lagi-lagi Lulu malas menanggapi perkataan suaminya.
"Kamu bilang hmm sekali lagi aku bikin enggak bisa keluar kamar nyampe besok,"
Lulu diam.
"Salah satu alasanku pengen cepet-cepet nikah sama kamu karena aku enggak bisa nahan diri menyandang gelar perjaka ini lebih lama."
"Aku capek mas." Kata Lulu, artinya? Lulu emoh gaess. Enggak mau apa? Tanya mulu enggak jadi lanjut ini....
"Nolak ajakan suami itu dosa lho dek." Pepet terus pak dokter.
"Jangan mau kalah sama pasangan haram, udah berani enak-enak meski belum sah jadi suami istri. Kita yang udah halal dan pasti dapet pahala masa mau diem-dieman aja gini," Lanjutkan Ardiaz, lanjutkan.
"Beneran ini kamu enggak mau,?" Bertanya tapi dalam hati berharap banget.
"Ya udah kita-" Kalimat Ardiaz terhenti. Lulu mendorong suaminya hingga berbaring di ranjang pengantin mereka. Lulu berani mencium Ardiaz lebih dulu, meski sangat kaku.. tapi Ardiaz senang bukan kepalang.
Hal itu lah yang Ardiaz tunggu. Lampu hijau dari Lulu, penyerahan diri seutuhnya.
Malam itu, dengan menahan suara agar tidak menimbulkan kekepoan yang hqq, Ardiaz dan Lulu berhasil menanggalkan status 'per' mereka masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah part ini, kisah Ardiaz dan Lulu akan jarang muncul gaess. Fokus kembali ke trio somvlak dan pasangan mereka masing-masing.
Untuk malam pertama mereka, apa cuma kayak gitu doang? Iya.
Karena ini bukan novel warning 21++ gaess, bukan.. anda salah jalur jika beranggapan seperti itu.
__ADS_1
Aku bikin novel ini agar di nikmati sejuta umat bukan penikmat uh ah uh ah aja,
Jadi maaf jika harapan kelian enggak tersalurkan di sini.🤣🤣🤣😆😆😆