Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Pertemuan di Cafe


__ADS_3

Cuaca panas akibat teriknya matahari, hati yang dongkol karena ulah orang-orang yang menurutnya butuh siraman rohani, membuat Meisya berjalan cepat menuju cafe kecil yang sering dijadikan tempat ngumpul anak muda di daerah sana.


Sebelumnya Mista memberitahu kalau acara ulang tahunnya pindah lokasi, bukan di rumah tapi di cafe yang sering mereka jadikan tempat nongkrong hampir tiap akhir pekan.


"Mis... hepi besde ya." Ucap Meisya ala kadarnya. Dia terlalu malas membuat kalimat ucapan berbait-bait. Yang ujungnya juga sama aja, ngucapin selamat ulang tahun.


"Makasih Sya, Sya kamu mau pesen minum apa?" Mista memperhatikan Meisya yang kelihatan BT langsung saja menawarkan minum. Emang teman yang baik Mista ini. Perhatian sekali dia ya!.


"Apa aja lah Mis, yang dingin... kepalaku mau pecah rasanya hari ini."


"Ada apa to Sya?"


Meisya akhirnya menceritakan kejadian di toko tempatnya membeli kado ulang tahun untuk Mista. Mista awalnya mengangguk-angguk tanda mengerti dengan cerita yang Meisya uraikan tapi lama-lama dia makin bingung karena penjelasan Meisya ini berbelit-belit.


"Jadi, kamu didorong sampai jatuh sama orang yang ngaku ceweknya Seno tapi kamu diam aja? Seno enggak nolongin kamu apa?"


Meisya mengangguk.


"Kok tumben kamu mau ngalah sama orang Sya? tapi, ya udah Sya... seenggaknya kamu tahu Seno itu cowok yang enggak pantes kamu perjuangin. Masa kamu dibikin malu sama ceweknya aja dia enggak respon sama sekali."


"Mis.. aku ke sini buat rayain ulang tahun kamu, bukan pengen denger khotbah kamu! Mis, aku tuh sayang sama Mas Seno, kamu ngerti itu enggak sih? Dia kek gitu pesti sungkan sama ceweknya yang tengil itu. Aslinya dia tuh baik Mis, kamu tahu... dulu dia pernah ngasih jaket dia ke aku waktu kami sama-sama nunggu hujan reda di area parkir. Dia mau kok ngobrol sama aku. Sekarang dia berubah itu pesti karena ceweknya itu."


Mista menekan keningnya dengan ibu jari saking bingung mau jelasin apa lagi ke Meisya agar dia sadar apa yang dia lakukan hanya sia-sia. Berjuang tanpa tujuan itu menyakitkan. Mista takut temannya jadi makin enggak waras nanti kalau pada akhirnya rasanya enggak terbalaskan. Sia-sia dia lakuin semua untuk Seno. Tapi, hati Seno hanya untuk satu orang. Indah.


"Oiya Mis.. mana yang lain, kok cuma kita?" Meisya enggan membahas tentang Seno lagi. Ujungnya udah ketebak, Mista pesti ngeluarin semua dalilnya agar dia gentar dan mengurungkan niatnya untuk terus deketin Seno.

__ADS_1


"Nanti juga dateng, Sya.. kamu tahu enggak..."


"Enggak!"


"Meisya dengerin dulu, kamu tahu enggak... aku pesen kue ulang tahun itu ke Shela cake. Yang kemarin kamu bilang enak banget itu, aku sampai order tiga kali Sya."


"Wah masa? Iya kah Mis? hmmm enggak sabar pengen makan kue itu lagi, lha tapi mana kuenya? Kok belum ada?"


Meisya sangat girang sampai bertepuk tangan. Tanpa dia tahu sebenarnya Shela cake itu adalah merk dagang kepunyaan lampir yang tadi dia temui di toko kado. Serta cewek yang sama yang menamparnya beberapa hari yang lalu.


"Bentar lagi datang Sya," Mista mengeluarkan hpnya. Membalas beberapa pesan yang masuk.


Meisya melakukan hal yang sama, mengeluarkan hp tapi langsung menuju galeri. Melihat foto orang yang sangat berpengaruh di hatinya saat ini. Seulas senyum terbentuk saat Meisya membayangkan senyum orang yang ada di foto itu ditujukan untuknya. Siapa lagi yang Meisya lihat kalau bukan foto Seno. Begitu sukanya Meisya pada sosok Seno ini, hmmm.


Beberapa menit kemudian Shela datang membawa kue ulang tahun Mista,


"Mbak maaf ya... aku bilangnya tadi di rumah. Malah repotin Mbak harus antar ke sini, maaf ya Mbak." Mista merasa enggak enak hati saat melihat peluh menghiasi wajah ayu Shela.


Shela hanya tersenyum. Dia memang tipe orang yang enggak suka basa-basi.


"Mbak duduk dulu sini, pasti capek banget... Sekali lagi aku minta maaf ya Mbak,"


"Maturnuwun tapi aku mau langsung balik aja. Hmmm Selamat ulang tahun ya,"


Shela sedikit tersenyum kepada Mista.

__ADS_1


Saat akan melangkah pergi, Shela dikagetkan oleh suara cewek yang meneriakinya.


"Heh.. ngapain kamu ke sini?" Suara Meisya terdengar nyaring. Memenuhi isi cafe kecil itu.


Mista menatap bingung ke arah Meisya. Shela juga tapi, sedetik kemudian Shela sadar siapa orang yang meneriakinya tadi.


Mau ribut di sini?


Pikir Shela tersenyum mengejek.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Gaess maaf untuk beberapa hari ini mungkin up nya enggak sepanjang kek bab biasanya. Tapi, aku tetap berusaha untuk up tiap hari.


Maaf kalau kelian kecewa ya gaess...


Jaga kesehatan kelian ya!



Ada yang kangen Mas To?


Tunggu bab selanjutnya, ada kejutan buat kelian gaess.

__ADS_1


__ADS_2