
Pagi itu Meisya bermake-up secantik mungkin yang dia bisa. Menyapukan bedak, mengoleskan lipstik, mengukir alis, pokoe itu muka udah kek buku gambar yang butuh banyak aplikasi warna. Semua itu Meisya lakukan demi membuat Seno terpesona nantinya. Hanya mengingat tentang Seno, membuat dirinya semangat untuk berangkat bekerja. Terakhir dia menyemprotkan parfum ke segala bagian baju dan tengkuknya. Biar haluum.
"Sya.. jangan bikin orang benci sama kamu. Kamu itu cantik pesti banyak cowok yang naksir kamu. Masa selera kamu cowok yang udah punya pacar. Bisa dicap pelakor kamu Sya!"
Ucapan Mista seperti angin lalu, dia sih masa bodoh mau dicap dengan sebutan apapun. Cinta itu butuh perjuangan kawan. Enggak ada usaha yang tidak membuahkan hasil, dia hanya berusaha ingin memenangkan hati Seno, itu aja. Dimana letak kesalahannya? Entah jangan tanya yang nulis.
"Udah Mis.. kamu diem aja, aku itu lagi berusaha. Jaman sekarang nunggu cowok yang deketin kita duluan ya kelamaan! Lihat aja.. aku pasti bisa bikin Mas Seno cinta sama aku!"
"Ya salam.. PD sekali kamu nak. Hmm serah kamu aja lah Sya, aku udah ingetin kamu lho ya.. Yang kamu deketin itu cowok yang udah punya pacar.. jangan sampai kamu dicakar pacarnya nanti!"
Mista berjalan keluar rumah hendak menyirami bunga-bunga yang ada di depan rumahnya. Capek dia ngasih nasihat sama orang yang bebal macam Meisya.
"Baru juga pacar.. kalaupun Mas Seno udah nikah, udah punya istri, tapi aku suka ya aku kejar lah! Bojomu semangatku deh hahaha!"
Sambil menaiki motor, Meisya berucap seperti tanpa dosa. Mista hanya menggelengkan kepala saat melihat Meisya mulai pergi menjauh dengan motornya untuk berangkat bekerja.
Di jalan.. Meisya mendengar suara motor Seno dari kejauhan. Apakah itu Seno? Bukan.. itu Parto, semalam abis mereka ngumpul, Beni punya ide yang lumayan emejing. Beni menyarankan Seno untuk bertukar motor, dan motor Parto yarng dipilih untuk pertukaran tersebut. Kenapa kek gitu? Agar Meisya enggak mengenali Seno waktu di jalan. Sedikit ngasih waktu untuk Seno buat berdamai dengan Indah. Wah Beni pintar ya tapi, kan setahu Meisya suara motor itu kepunyaan Seno.
Dia punya ide wow untuk mencuri perhatian Seno, pura-pura jatuh dari motor sepertinya akan menjadi alasan mudah guna menarik simpati Seno. Pikir Meisya saat itu.
Memposisikan diri layaknya orang yang baru jatuh dari motor, tak lupa motornya dia nina boboin di sebelah dia. Hmm perpek (perfect).. pikir Meisya.
Tapi ya nek (kalau) orang niatnya udah enggak bener pesti ada aja hal yang menyulitkannya. Bukan Seno yang muncul tapi, malah Parto. Kepalang basah.. dia enggak mau aktingnya sia-sia. Mau bilang kalau dia enggak apa-apa juga malu, lha wong udah glesotan di jalan gitu kok.
Udah enggak kenal sapa itu Parto, beberapa menit kemudian muncul cewek tengil yang galaknya melebihi semua emak-emak yang kesal saat antri minyak goreng yang ternyata minyak goreng yang di antriin abis. Kesel kan? Ngedumel enggak kelar-kelar? Iya, itulah gambaran yang Meisya tangkap dari seorang Shela.
__ADS_1
Makin sial.. karena sebelum pergi dia dapet jurus mematikan cap lima jari dari Shela, cewek yang sekarang bakal Meisya tandai sebagai lampir pengacau hari indahnya. Nyesel, dia sangat menyesal karena sudah punya ide nyeleneh pura-pura jatuh dari motor dan berurusan dengan cewek sarap tadi.
Bukan pangeran pujaan hati yang datang menolongnya tapi, ia malah dapet lawan lampir di pagi hari. Benar-benar sial. Andai saja tadi yang datang adalah Seno, dia akan berakting jatuh terhempas terpelanting dan guling-guling setelah kena tabokan maut Shela. Tapi, nyatanya yang muncul orang lain, si Parto itu. Yang dia sendiri enggak kenal. Dia merasa sangat kesal dan murka pada gadis yang tadi melayangkan tamparan untuknya. Dapet sarapan kek gitu pagi-pagi siapa yang enggak kesel gaess?
Menurut Meisya, cewek lampir itu sangat tidak ngajeni (menghargai) sesusah apa dia berdandan merias diri dari pagi. Bulu mata palsu yang dia pasang dengan lem kertas aja sampai kiwir-kiwir, mau lepas dari tempatnya. (Abaikan si othor, Meisya ngasih lem di bulu matanya mungkin kurang banyak.. jadi kena goncangan dikit aja langsung melemah hubungan mereka. Mereka? iya hubungan antara bulu mata palsu dan matanya Meisya itu lho!). Dengan satu tamparan Shela ke pipi Meisya, pipi halus itu sekarang memerah dengan cap tangan dewa di sana. Ingin sekali membalas.. tapi, lelaki yang bersama wanita tadi sama enggak warasnya dengan gadis itu.
Masa cowok tadi malah belain cewek gila, enggak normal, kelainan macam lampir tadi! Bukannya dia?!!.
Meisya enggak mau bekerja dengan penampilan awut-awutan macam ni! Dia memutar laju motornya kembali ke rumah Mista.
Huuh ini adalah pagi yang buruk. Demi kamu to Mas Seno, aku nyampe dikaplok memedi pagi-pagi.
Melihat motor Meisya yang kembali pulang, Mista mengernyitkan kening.
"Enggak jadi kerja Sya?" Tanya Mista sambil meletakan gembor yang habis dia pakai..
"Kenapa? Lho pipimu kenapa Sya?"
"Mis.. Jangan tanya-tanya dulu bisa? aku kesel!" masih duduk di motornya. Mista mendekati Meisya, melihat dengan seksama apa yang terjadi pada wajah temannya itu.
"Waduh Sya.. kamu abis berantem? ini bekas tangan siapa? Nyampe ketara banget lho Sya!"
"Jangan bilang kamu ribut sama pacar si Seno Seno itu ya Sya.. walah Sya, belum apa-apa udah ditandai kamu! Kayak gitu kok tadi bilang bojomu semangatku,!" Mista bukan prihatin malah mengejek Meisya.
"Kamu ini temenku bukan sih Mis kok ngomongnya gitu?"
__ADS_1
"Iya kita teman tapi, nek kamu salah udah tak kasih tahu ngeyel ya aku kudu piye? (harus gimana?) Kamu lebih suka ditegur pakai kekerasan sih Sya, enggak eman sama mukamu!"
Mista kembali ke dalam rumah. Mengambil segelas air untuk Meisya.
Meisya pikir Mista akan menghiburnya, prihatin pada nasibnya pagi ini.. ternyata enggak. Mista malah ikut ngasih ceramah kepadanya agar banyak-banyak istighfar.
"Mis.. aku kok mulai ragu,"
"Ragu apa Sya? Ragu buat deketin Seno? Alhamdulillah tamparan pacar Seno buat kamu sadar ya Sya.."
"Ragu kamu ini temenku apa bukan!"
Mista memberi segelas air putih kepada Meisya. Meisya meminumnya. Tanpa ucapan terimakasih.
"Sya.. kalau aku enggak anggep kamu temenku, air yang kamu minum itu pasti udah aku campurin desinfektan biar pikiran dan otak kamu bersih terbebas dari virus dan kuman penyakit. Bersyukurlah Sya aku belum melakukannya!" Jawab Mista enteng.
Meisya menyemburkan air yang separuhnya sudah ada di lambungnya. Mista hanya tersenyum.
Meisya bergidik ngeri, ternyata temannya ini punya jiwa bar-bar juga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku udah ubeg-ubeg itu Mbah Gugel gaess tapi, lum nemu pisual yang klik buat Meisya. Jadi ya, bayangin aja sendiri ya,, Meisya ini kek apa!
Terimakasih dukungan kelian gaess, selalu tinggalkan like n koment ya!
__ADS_1
Lop yu all❤️