Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Ekstra Part Kisah Tentang Kita


__ADS_3

Indah kritis, memang iya. Hari itu setelah dokter menyatakan bahwa nyawa Indah sudah terlepas dari raganya, beberapa menit kemudian keajaiban terjadi. Parto yang terus meneriaki nama Indah melihat jemari tangan adiknya bergerak.


Hal itu langsung membuatnya semakin yakin, keajaiban itu ada. Indah bisa kembali bersama mereka. Meski memakan waktu lama untuk menyembuhkan serta memulihkan kondisinya seperti sedia kala tapi hal itu di sudah sangat disyukuri oleh orang-orang terdekat Indah.


Dua bulan setelah kejadian menguras bak mandi tetangga itu.. maksud othor menguras air mata itu, semua berjalan normal. Meski ada beberapa perubahan dalam hidup beberapa orang,


Indah.. Dia tidak lagi diperbolehkan bekerja. Bawa motor sendiri juga enggak boleh, lagi pula dia juga belum mampu mengendarai motor sendiri.


Seno.. Manusia satu ini makin menjadi bucinnya sama mahluk bernama Indah. Ingin secepatnya mempersunting Indah, menjadikan Indahnya benar-benar menjadi halal untuknya, menjadi ratu di hati dan di rumahnya!


Shela.. Makin hari sering ngambek sama Parto, moodnya berubah-ubah. Ada saja yang mereka ributkan setiap hari. Parto selalu bisa membuat istri kuntinya itu keep kalem dengan kesabaran yang dia miliki.


Parto.. Hmm apa yang bisa dia lakukan selain menerima apapun yang terjadi pada hidupnya? Semua yang diberikan Allah untuknya selalu dia syukuri. Hadirnya Shela, kesembuhan Indah, dan.. dia sangat bersyukur untuk hal yang satu ini,,, enam bulan lagi dia akan mematenkan panggilan bapak pada dirinya! Ya, Shela hamil! Uring-uringan setiap hari yang Shela alami itu dikarenakan hormon yang sering berubah-ubah. Kadang dia bisa sangat manja, sangat jutek, tapi enggak dengan sangat melow! Masih di dalam perut saja udah ketebak kayak apa nanti jadinya copy'n Shela nanti.


Dan.. Manusia pengisi cerita selanjutnya adalah Beni. Dia masih setia dengan kesendiriannya, sampai dia memutuskan untuk merubah semuanya. Ada satu kejadian yang membuat dia diharuskan mempertanggung jawabkan apa yang dia lakukan! Hayo loh.. Beni melakukan apa?


Sebelum membahas Beni, mari kita simak obrolan bucin di pagi hari pasutri yang belum mengetahui kehadiran malaikat kecil yang akan menambah kegembiraan di hidup mereka.


Parto pagi ini sengaja tidak membuka bengkel, rasanya capek sekali.. Tapi, belum sempat beranjak dari peraduan, dia dikagetkan dengan suara pintu yang ditutup dengan keras. Serta merta Parto yang masih menggunakan sarung langsung keluar dari kamarnya,


"Astaghfirullah, kamu kenapa La?" Parto membetulkan posisi sarungnya agar menutupi tonjolan di balik tabir agar tetap tersembunyi.


"Apa??" Bentak Shela melotot. Parto melihat sekeliling apa ada yang salah sehingga membuat ratunya murka lagi.. Lagi? Iya.. setiap hari inilah yang harus dia hadapi!


"Aku enggak tahu La, aku salah apa ini?" Parto mengambil belanjaan yang tadi Shela beli dari tukang sayur ujung jalan. Semua seperti korban perang, awut-awutan dan berserakan di lantai.


"Maaf ya, aku tadi ketiduran abis sholat subuh.. lupa ngasih makan kucing." Akhirnya Parto tahu apa yang membuat Shela murka, dia lupa memberi makan kucing yang Shela temukan di pojok bengkel mereka. Kucing liar yang masih kecil itu kemudian diadopsi oleh Shela, dibuatkan kandang layaknya istana.. istana kucing!


"Mas tahu enggak aku kesel bukan karena itu!! Aku pengen punya akuarium yang banyak ikan kecil-kecilnya! Kan aku udah bilang dari kemarin, katamu mau mok belike waktu ke tempat emak kemarin! Mana?? Manaaaaa?? Janji tok!!" Shela mengungkapkan kekesalannya.

__ADS_1


Parto menggaruk kepalanya yang tidak gatal, benar.. dia melupakan hal satu itu! Akhir-akhir ini banyak banget permintaan Shela yang bikin dia kewalahan. Bukan meminta hal mahal, mewah atau susah didapatkan, hanya saja setiap kali meminta sesuatu Parto harus mengabulkan saat itu juga! Itu yang membuat Parto kewalahan. Kadang dia menjanjikan untuk menuruti keinginan Shelanya besok aja, karena udah malam atau dia yang benar-benar capek karena kerjaan. Shela mau? Mau dia enggak sekolot itu, tapi ya dengan satu syarat.. Jika Parto bilang besok, harus diwujudkan besok! Enggak ada negosiasi ulang!


Shela akan ngamuk seharian jika apa yang dia inginkan enggak terpenuhi. Seperti sekarang ini, dia mendengus kesal. Tangannya dia lipat di depan dada! Kesel sekali rasanya.


"Iya, aku ganti baju dulu ya.. Kita cari akuarium sama semua penduduk akuariumnya juga ke pasar setelah aku tuker sarung ini dulu." Parto masuk ke kamar. Ingin mengganti pakaian yang lebih layak daripada yang dia pakai saat ini.


"Enggak!! Harus sekarang!! Enggak usah ganti baju, enggak usah pakai yang rapi-rapi! Kamu ini mau godain siapa hah?? Kamu mau narik perhatian siapa hah??" Shela sewot.


"Ya Allah sayaaaaang.. Kamu lihat ini, aku cuma pakai sarung. Di dalamnya belum aku kandangin ini burung mu! Emang kamu bolehin aku keluar dengan penampilan kayak gini? Oke lah kalau boleh, ayo ayo.. Biar sekalian rasain sensasi sempriwing, seumur hidup bareng aku, enggak pernah 'dia' jalan-jalan tanpa kandang." Parto mengambil kontak motor. Lemparan bantal di kursi membuat Parto menghentikan langkahnya, kaget sudah pasti.


"Pakai celana yang bener!" Hardik Shela. Dia juga enggak rela suaminya jadi gila kayak gitu karena menuruti inginnya. Parto tersenyum, dia tahu segalak-galaknya Shela tapi dalam lubuk hati istrinya yang jauh di sana menyimpan rasa cinta tak terbendung untuk Parto seorang.


Sampai di pasar.. Shela terlihat girang melihat banyak ikan hias berwarna-warni. Matanya berbinar indah. Layaknya anak kecil yang telah terpenuhi kekarepannya (keinginannya).


"Mas.. ini bagus ya? Yang ini ya mas..!" Shela menunjuk akuarium berukuran sedang, banyak batu warna-warni di dasar akuarium itu. Serta di dalamnya sudah terdapat ikan hias kecil-kecil.


"Iya.." Parto mengiyakan tanpa melihat apa yang Shela tunjuk. Membuat senyum Shela hilang seketika.


"Lho piye to dek? Mana mana yang mana?" Parto merasa kepalanya migren jika terus seperti ini.


"Ayo pulang aja!!"


Parto mendekati Shela dirangkulnya istrinya itu, dari samping dia bisikan sesuatu..


"Kamu mau tak cium di sini apa? Marah-marah mulu, boleh marah.. boleh ngamuk.. tapi di rumah ya sayaaang. Biar aku bisa hukum kamu dengan caraku!" Membuat Shela manyun tapi dengan segaris senyum karena Parto selalu bisa membuat dirinya merasa aaah.


"Abisnya tadi enggak merhatiin aku kok, aku kan kesel..!!" Masih merajuk.


"Aku lihat kura-kura kecil ini lho, kok kasihan dipisah-pisah gitu naruhnya." Parto menunjuk kura-kura hijau imut yang masih kecil.

__ADS_1


"Ayo beli kura-kura juga, sepasang ya mas biar enggak kesepian.. ada temennya dia!" Parto tersenyum menyetujui.


Di rumah mereka saat ini ada beberapa hewan yang mereka pelihara. Ada sepasang burung merpati, sepasang kura-kura hijau kecil, kucing yang jomblo karena enggak punya teman, beberapa anak bebek di samping rumah, akuarium berisi ikan kecil-kecil yang baru saja mereka beli, serta marmut putih lucu yang ada di pojok rumah.


"Mas.. kepalaku pusing.." Shela memejamkan matanya, merasakan sesuatu yang membuat dirinya ingin mengeluarkan apa yang ada di dalam perutnya.


Parto yang khawatir segera mengambil kayu putih.


"Kenapa La, kamu akhir-akhir ini kok sering pusing, muntah-muntah terus..." Parto membantu memijit ringan kepala Shela.


Shela enggak menjawab, rasanya sangat nyaman jika Parto ada di dekatnya. Pusing dan mual yang dia rasakan hilang. Tapi, jika Parto pergi, meski hanya selangkah dari tempatnya dia akan merasakan hal yang sama lagi.


"Enggak tahu. Kamu enggak usah kerja ya mas.." Shela bergelayut manja.


"Iya enggak.. Tapi, aku ambilin nasi dulu ya.. kamu belum makan, bisa makin mual nanti. Aku takut kamu kenapa-napa." Parto ingin berdiri tapi, langsung dicegah Shela.


"Di sini aja.." Ucap Shela memejamkan mata.


Parto hanya bisa menuruti keinginan istrinya.


"La.. Kita ke dokter aja yuk, udah dua minggu lho kamu kayak gini.. Mau ya dek?" Ajak Parto sedikit memaksa. Shela yang awalnya menolak jadi luluh karena dia tahu Parto sangat cemas dengan keadaannya yang sering mual, pusing dan sangat lelah akhir-akhir ini.


Seperti mendapatkan kebahagiaan yang berlipat, Parto dan Shela sangat senang saat mengetahui jika mereka akan mendapat pelengkap dalam keluarga mereka. Dokter mengatakan Shela hamil, hal itu membuat mereka mengucap syukur berkali-kali.


"Mas.. nanti kalau anak kita perempuan, aku kasih nama Indah ya?!" Shela girang banget.


"Kalau laki mau kasih nama Seno?" Tanya Parto ngakak!


"Enggak! Kalau cowok aku kasih nama Aden! Bagus kan?!" Shela berbinar.

__ADS_1


"Kirain mau namain anak kita Parshel," Keduanya tertawa bahagia.


Nantikan launching Shela junior gaess..!💕


__ADS_2