
Adit terlihat hahahihi bersama seorang perempuan di atas motor kura-kura ninja miliknya. Sepertinya dia sudah melupakan kejadian tempo hari yang membuat gempar sekitaran sini. Ancen enggak tahu malu, mau gimana lagi..
Beni yang melihat hal itu merasa muak. Kok dia bisa tahu wujud Adit? Ya tahu, Beni termasuk pemuda yang suka bergaul dengan siapa saja. Jadi, untuk mendapatkan informasi tentang Adit, bukan hal sulit untuk dilakukan olehnya.
"To.. kamu lihat cowok yang barusan lewat pake ninja itu? itu Adit!"
"Terus gimana?" Parto memperhatikan motor yang masih bisa dia pantau pergerakannya.
"Ikuti dia.. kamu inget ya, sebisa mungkin tahan aku jangan sampai jadiin dia samsak idup! itu gunanya kamu ikut aku!" Beni menghidupkan motornya. Parto pun melakukan hal yang sama. Beni bergerak duluan, karena ternyata motor ayamnya Parto agak ngadat! Aach To.. kamu kok enggak keren blas sih! Ini kan mau dibikin adegan keren kejar-kejaran motor kek di pilem-pilem gitu, lha kok motormu enggak mau diajak kerjasama. wees angel To angeel!
Saat motor Adit berhenti di lokasi pasar malam, Beni pun melakukan hal yang sama, dia memarkir motor tepat disebelah motor Adit. Adit cuek saja karena tidak mengetahui siapa sebenarnya Beni. Saat penumpang yang Adit boncengin turun dari motor, Adit memegang tangan gadis itu. Beni yakin gadis yang dibonceng Adit bukan istri Adit. Karena dari informasi yang dia dapat istri Adit memiliki ciri-ciri tiger (tinggi gering/kurus). Lah yang sekarang sedang bersama Adit adalah tipe kemuli (kecil mungil sekali).
Siapa tahu itu adiknya Adit lho Ben,!
"Kamu Adit?" tanya Beni langsung tanpa basa-basi.
Adit melihat ke arah Beni, cowok yang memarkir motor tepat di sebelah motor miliknya itu terlihat cuek. Beni emang tipe cowok cool. Hanya duduk di atas motor tanpa melakukan apapun aja udah terlihat good looking.
"Kamu kenal aku? kamu siapa?"
__ADS_1
Beni tersenyum mengejek. Ternyata orang kayak gini yang udah bikin Wanda galau dan sedih. Ganteng sih tapi tengil banget.
"Enggak penting siapa aku, aku cuma mau kasih tahu kamu.. Istrimu sebentar lagi kesini. Aku udah suruh orang buat jemput dia! Kamu ini.. jalan-jalan kok enggak ajak istrimu tu gimana.. anakmu juga pasti kan seneng kalau diajak main di pasar malam kayak gini!"
Mendengar ucapan Beni, mata Adit melotot.. dia kaget. Yang lebih kaget adalah cewek yang sedari tadi bersama dengan Adit. Matanya sampai mau copot karena syok.
"Jangan ngarang kamu ya! Yank ayo masuk aja.. kayaknya dia ini orang gila yang baru lepas dari rumah sakit jiwa!" Adit menggandeng perempuan yang dipanggil 'peyank' itu.
"Mbak aku saranin mending jangan percaya sama dia, itu kalau kamu pintar sih.. takutnya nanti dituduh pelakor. Eh udah tahu kan kalau dia udah punya istri?" Pertanyaan Beni yang diajukan pada si 'peyank' membuat Adit naik pitam. Adit sertamerta menghampiri Beni dan mendorong Beni dari atas motornya, Beni menunjukan tatapan sinis.
"Kalau ngomong enggak usah mencla-mencle! Kamu tahu apa tentang aku? Kenal kamu aja enggak, saudara bukan, teman juga bukan tapi kok ngurus hidup orang!" Adit terpancing emosi. Itu yang Beni harapkan.
"Jangan percaya dia yank.. kamu tahu aku kan, aku enggak mungkin bohongin kamu!" Adit geram. Sebenarnya siapa manusia tengil di depannya ini, bisa-bisanya dia datang dan mengacaukan hari indahnya. Seperti itulah yang dipikirkan Adit saat ini.
"Kalau enggak boleh percaya sama aku, mok kon percaya kamu aja gitu? Dosanya dobel Mbak kalau sampeyan percaya sama demit satu itu!"
Adit sudah di ambang batas untuknya bisa sabar. Cieh kek orang bener aja, pake sabar segala. Dia mendekati Beni dan berniat memukul muka Beni tapi, usahanya tak membuahkan hasil.. dia hanya melayangkan kepalan tangannya ke udara. Beni endo (menyingkir) lah, wong kebaca sama Beni kok itu orang satu berniat nonjok dia.
Tak terima karena enggak berhasil memukul muka Beni, Adit malah ganti menyerang motor Beni dengan merubuhkan motor itu. Ditendang motor Beni sampai motor itu ambruk. Beni yang melihat hal itu ya pasti enggak terima.
__ADS_1
"Jane duwe otak opo ora kowe? (sebenarnya punya otak enggak kamu?) Bajing_an! Sampai motorku lecet satu mili aja, tak patahin kakimu!" Beni berucap sambil meninju muka Adit, tepat di pipi kanan cowok petakilan itu. Melihat ada perkelahian di depan matanya, si peyank teriak meminta tolong untuk memisahkan kedua orang yang sama-sama dipenuhi emosi itu.
"Bang_ke! Aku aja ogak kenal kamu tapi, kamu ikut campur urusanku banget!" Ucap Adit setelah berhasil membalas pukulan Beni. Depan pintu masuk pasar malam makin rame karena perkelahian Adit dan Beni. Akhirnya mereka dipisah oleh pedagang di area tersebut dan juga beberapa pengunjung lain.
Dari kejauhan istri Adit datang dengan di bonceng tetangganya. Adit kaget melihat istrinya ternyata beneran nyusul kemari, seperti apa yang dikatakan Beni tadi.
"Yah.. ini ono opo to Yah? Astaghfirullah.." Ucap istri Adit yang langsung menghampiri suaminya. Si peyank plonga-plongo di sini. Dan Beni, dia tersenyum sinis sambil memegang ujung bibirnya yang tadi sempat kena bogem Adit.
"Jadi bener Mas.. kamu udah punya istri? Mas Adit.. jyjyc (itu dibaca apa tho? hahaha baca jijik gitu) aku sama kamu!!"
"Kamu siapa?" Istri Adit menatap tajam ke arah si peyank.. ketahuilah yang nulis saat ini sangat menikmati setiap ketikannya saat mengetik kata 'peyank'.
"Aku.. aku tadinya pacarnya! Tapi setelah tahu kalau dia udah punya istri aku enggak sudi deket-deket dia lagi!"
Beni memiringkan kepalanya, tersenyum mengejek ke arah Adit. Dan bisa dipastikan, adu mulut antara Adit, peyank, dan juga si mbak istri enggak terelakan. Beni melihat ke sekeliling.. dia baru menyadari kalau Parto tidak ada di sini.
Wedhus siji kae sakjane minggat nok ndi, (kambing satu itu sebenarnya minggat kemana,) .
Beni yang puas dengan akhir cerita hari ini memutuskan kembali ke minimarket berharap menemukan Parto di sana. Dia enggak habis pikir, ini orang ngilang kemana. Apa malah mojok bareng Mbak kasir tadi? Beni menghidupkan motornya, masa bodoh dengan pertengkaran yang masih berlanjut antara suami istri di depan umum itu. Itulah 'rasa malu' yang sebenarnya.. pikir Beni.
__ADS_1