Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Memilih Kado


__ADS_3

Shela memutar bola matanya menunjukkan kalau dia terlalu males liat Beni sekarang ini, dengan mulut komat-kamit merapalkan mantra agar mahluk bernama Beni yang sesungguhnya adalah teman deket Parto itu menjauh darinya.


"Kamu kenapa kok kek lagi jampi-jampi aku? Jangan bilang kamu naksir aku ya hahaha?!" Beni duduk tapi tetap menjaga jarak dari Shela.


"Enggak usah khawatir, aku ini temennya Parto. Aku enggak jahat, enggak punya niatan jahatin kamu juga."


Shela tak bergeming.


Setelah mendapat pesanan baksonya, Shela langsung beranjak pergi dari warung itu. Tanpa memperdulikan Beni sedikitpun.


Beni tertegun sesaat. Pakai jimat apa si Parto bisa naklukin gadis dingin, judes, ekstra jutek sama nyebelin level akut itu. Beni sampai enggak habis pikir.


 


___________________________


 


Meisya tersenyum melihat pantulan wajahnya di cermin. Menurutnya dia adalah gadis tercantik. No debat.


Dia akan ke rumah Mista, Mista hari ini ulang tahun. Sebagai teman yang katanya baik, dia akan ke sana untuk ikut merayakan ulang tahun kawannya itu.


Sebelum ke rumah Mista, Meisya akan membeli kado terlebih dahulu. Saking sibuknya Meisya sampai lupa atau enggak sempat membelikan Mista kado. Dia tadinya malah berpikir datang ke sana enggak usah bawa kado aja. Pelit sekali Meisya ini, sungguh tak patut. Mista kok bisa nemu temen model begitu tuh dari mana!?.


Sampai di toko yang menjual apa aja ada, Meisya mulai melihat beberapa barang yang dijual di sana. Mencari sesuatu yang dipikirnya pantas dan cocok untuk Mista.


Tapi, pandangan matanya terarah pada sesuatu yang lebih menarik. Dia melihat sang Pangeran hati. Mukanya langsung sumringah. Sedetik kemudian, wajah ayunya berubah butek saat dia lihat Seno tersenyum kepada gadis yang dia enggak suka sama sekali. Siapa? Indah gaess Indah!

__ADS_1


Ada orang lain yang dia kenal baru saja berjalan memasuki toko. Gadis angkuh yang dulu pernah memberinya cap lima jari. Meisya agak memundurkan langkahnya, takut? bukan takut tapi Meisya sedang malas berurusan dengan lampir satu itu. Hari ini dia sudah berdandan secantik mungkin, dia enggak mau gegara si gadis lampir itu make up sempurna yang dia poleskan ke wajahnya sedari subuh nanti awut-awutan. Bayangan tamparan itu masih nyata di mata Meisya.


"Mas Seno, lihat cewek yang itu. Dia cewek brownies itu kan ya?" Indah menyadari keberadaan Shela yang sedang menunjuk salah satu barang, meminta penjaga toko untuk mengambilkannya.


Seno hanya mengangguk, dia tahu segarang apa Shela. Makanya dia pun agak malas jika bersenggolan dengan cewek incaran temannya itu. Parto emang luar biasa, seleranya bukan cewek yang maniez-maniez, penurut, dan mudah akrab. Ternyata, tipe Parto seorang cewek yang judesnya kayak kuah seblak level jahanam.


"Dek, enggak usah ditunjuk-tunjuk gitu. Dia punya indra keenam lho dek, agak horor kalau dia tersinggung..." Seno ngarang aja.


Indah yang mendengar ucapan Seno hanya ber'ooo' aja.


Yang sebenarnya Seno enggak mau Indah sampai berurusan dengan Shela. Buntutnya bakal panjang. Nanti Shela uring-uringan, Indah juga, Shela ngamuk ke Parto, Indah juga, Parto yang prustasi larang Indah ketemu sama Seno. Dan akhirnya dia lah korban yang sesungguhnya. Okey fix, otak Seno bekerja terlalu keras sampai mikir sejauh itu.


Shela enggak sadar sedang di perhatikan tiga pasang mata, yang ketiganya berpikir sama tentangnya. Dia cewek bar-bar.


Setelah mendapat apa yang dia ingin beli, Shela meminta Mbak kasir membungkus barang tersebut agar terlihat lebih menarik dan misterius. Emang Shela beli apa? Nanti juga tahu! Jangan tanya sekarang.


Kali ini Meisya enggak bisa menahan emosinya saat Indah yang secara enggak sengaja menyenggol dirinya. Indah enggak memperlihatkan sekelilingnya karena dia sedang melihat dan memilih barisan hoodie untuk kakaknya. Indah berniat akan membelikan kakaknya itu hadiah. Apa Parto juga ulang tahun bareng sama Mista? Enggak. Indah hanya ingin membelikan kakaknya sesuatu aja, tanpa menunggu momen ulang tahun.


"Maaf mbak..." ucap Indah yang langsung berjongkok membantu mengambil dompet, hp, dan kacamata Meisya yang berserakan karena tasnya tadi terbuka. Alhasil barang yang ada di dalamnya jadi keluar semua.


Seno menyentuh pundak Indah saat tahu siapa yang Indah senggol. Meisya makin kesal dibuatnya.


"Mas Seno lihat Mas... dia tadi nabrak aku! Tasku jatuh, dia sengaja banget!" Ucap Meisya manja bin menderita. Ekspresi terjolimi yang dibuat se apik mungkin, berusaha meyakinkan Seno atau siapapun yang ada di sana kalau dia teraniaya.


"Aku enggak sengaja." Jawab Indah datar, rata kek jalan baru di aspal.


Seno mesem saat tahu reaksi Indah cool aja. Enggak merengek mencari pembenaran. Malah sekarang dia lihat Indah sedang menatap tajam ke arah Meisya. Seakan sedang melucuti nyali Meisya.

__ADS_1


"Mas Seno lihat itu adiknya enggak sopan banget... masa dia melotot kayak gitu! Dia yang salah lho ini! Kesel banget aku."


Meisya menghentakkan kakinya. Sebenarnya dia mulai gedek karena Seno tak kunjung memberi respon kepadanya. Enggak merespon apapun yang dia ucapkan sedari tadi. Kesalnya memuncak saat dia lihat Seno malah memegang jemari tangan Indah dan mengajaknya berlalu pergi meninggalkan Meisya yang melongo karena merasa dikacangi.


"Ish... kamu lagi ternyata, kamu ini... aku yang sesama cewek malu lho lihat akting kamu yang enggak banget itu," Shela tersenyum mengejek ke arah Meisya setelah mendengar suara Meisya yang membuat sedikit kegaduhan di toko itu.


"Tadinya aku mau gampar kamu lagi, tapi pas lihat kamu dicuekin sama orang di depan umum kayak gini kok rasanya enggak perlu lagi aku nampar kamu. Eman tanganku!"


"Dasar lampir!" Hanya itu kata yang Meisya ucapkan setelah Shela beranjak pergi juga meninggalkan toko itu. Tinggal lah dia sendiri bersama kejengkelan hatinya yang makin memuncak.


Aku enggak bisa diginiin, lihat aja... aku bakal bales kelian! Kelian semua bikin aku malu di sini!


Berjalan keluar toko setelah membayar barang yang dia beli. Meisya segera beranjak pergi dari lokasi itu dan menuju rumah Mista. Semoga saja moodnya membaik setelah bertemu temannya itu. Dia akan menceritakan kejadian di toko tadi dengan versi dia sendiri tentunya. Agar Mista turut prihatin dengan kisahnya.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Gaess... Dfe mengucapkan Minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin 🙏.


Saking sibuknya di RL nyampe kemarin enggak bisa up,


Selamat hari raya idul Fitri ya gaess... Jan banyak-banyak mam opornya takut kolesterol ya hahaha. Canda gaess!


Ya intinya gaess kita saling memaafkan yo,


kalau aku ada salah sama kelian ya tolong dimaafin, nek belum ada salah jom buat kesalahan dulu hahahaha. Syedeng.

__ADS_1


Yowes ya gaess.. ini udah kebanyakan sesi gajenya. Selamat menikmati kue lebaran 🙏


__ADS_2