Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Di Empang


__ADS_3

Kita tinggalkan saja kesemrawutan Wanda dengan segudang kesedihan dan segepok nestapa di hatinya itu.


Sore itu Seno mengajak Indah jalan. Waah kemajuan.. Indah mau? Mau. Tu nyatanya asik makan eskrim di deket empang. Hah? Apa.. Empang? enggak ada tempat romantis lain gitu? masa pacaran kok di empang? Mereka belum pacaran wahai reader yang berbudi pekerti.. hanya jalan-jalan saja. Dan lagi, enggak penting dimanapun tempatnya kalau hati udah nyaman empangpun rasa taman. Fix yang nulis enggak waras!


"Ndah.." Panggil Seno yang melihat Indah tak bersuara sama sekali hanya menikmati manisnya eskrim yang ada di tangannya.


"Hmm dalem Mas, Mas lihat deh itu ikannya timbul tenggelam gitu cari apa ya?"


Timbul tenggelam kek perasaan kamu ke aku kah Ndah?


"Cari jodoh mungkin Ndah... hmm Ndah kamu enggak mau nerusin kuliah?" Seno melihat ke arah Indah. Mata bulatnya menyipit mendengar pertanyaan Seno.


"Mau.. tapi enggak lah. Aku mau kerja aja Mas. Lagian, kalau kuliah aku harus ke kota kan? aku enggak bisa kalau jauh dari emak sama bapak. Mas Parto juga,"


Ndah kamu kok imut banget to, kamu ngomong kaya gini aja udah bikin aku ser-seran. Kamu enggak bisa jauh dari keluargamu dan aku enggak bisa jauh dari kamu Ndah.


"Jadi kamu mau kerja? udah mutusin mau kerja dimana?" Seno enggak henti-hentinya menatap wajah Indah. Baginya, Indah adalah candu. Tak akan bosan matanya melihat ke indahan yang ada di hadapannya itu.


"Sampun Mas, aku mau kerja di tempat Mas Seno kerja. Kalau diterima sih hehehe"


Meleleh aku Ndah liat senyummu.


"Mau kerja di pabrik? Enggak usah Ndah.. berat, capek, mending kerja jaga hati aku aja."


Indah tertawa mendengar gombalan Seno.


"Mas Seno lucu deh, emang ada kerja yang enggak capek? Mas ini kapan Mas To, sama Mas Beni kesini ya? Kok mereka lama.."


Aku berharap mereka enggak pernah nyampe kesini Ndah. Ganggu kita aja.


Kayaknya Seno mulai hilang akal sehatnya karena overdosis melihat senyum Indah. Apa semua orang yang jatuh cinta bertingkah kayak Seno? terlihat bodoh didepan pujaan hatinya? Plonga-plongo kek kurang sak ons aja.


Sebenarnya ngapain sih mereka ke empang? Jadi, empang itu letaknya ada di belakang rumah Seno. Cuma ngilangin kegabutan aja mereka mau mancing di sana. Bagi Seno, dia yakin gabutnya bakal ilang karena ada Indah yang ternyata mau ikut dengannya mengarungi kegajean yang hqq. Dan ternyata semesta mendukung usahanya untuk pedekate sama Indah, dengan membuat Parto dan Beni lama nyusul mereka ke sana.


"Enggak tahu juga Ndah. Mungkin macet.."


Indah makin ngakak mendengar jawaban asal Seno. Macet? kamu pikir ini cerita lokasinya dimana Sen. Kok gemes ya.


"Mas Seno.. tahu enggak, Mas Parto kemaren beli kue brownies enak banget. Pas aku tanya belinya dimana, Mas Parto bilang kasih sama bidadari yang punya anak nyi Blorong."

__ADS_1


Mendengar cerita Indah, Seno hanya tersenyum. Otaknya tidak bisa merespon dengan baik apa yang sekarang ini dibahas oleh Indah. Karena fokusnya cuma sama yang ngomong, bukan sama apa yang diomongin.


"Enak ya.. mojok berdua, enggak ada yang gangguin, udah bawa bekel kek mo kemping (camping) waah.. ndunyo lagi mok sewo ya Sen? yang lain kamu anggap makhluk tak kasat mata!"


Beni datang dengan membawa semangat provokasi membara pada dirinya. Karena ternyata ada Parto juga yang berjalan di belakangnya. Sengaja banget itu Beni ngomong kek gitu biar Parto murka. Ancen temen rasa Sengkuni ya kek gitu, sukanya main kompor. Seno manyun karena kedatangan dua dedengkot yang katanya temannya itu.


Ini kapan mereka sampainya kok aku enggak denger bunyi motor mereka, aach ngerusak momen orang aja.


"Mas Parto, mana katanya tadi mau beli brownies lagi? mana janji manismu Mas?" Tanya Indah saat melihat Parto datang dengan tangan kosong.


"Kalau Parto yang berucap itu janji enggak jadi manis Ndah, pait kek yang umbar janji hahaha" Beni selalu saja bisa bikin orang kesal. Entah dulu Emaknya nyidam apa sampai bisa nyetak manusia kurang asupan budi luhur kek gitu.


"Kamu dipihak yang mana sih Ben sebenarnya?" Parto duduk di antara Indah dan Seno, memberi jarak buat keduanya.


Jabang bayi, ini orang enggak bisa banget apa duduknya cari tempat lain.


"To, kamu ini kayak enggak lihat ada tempat duduk lain aja lho.. nyumpel-nyumpel kayak gini!" Protes Seno.


"Kamu masih ingat kata pak kyai Sen? jika dua orang lelaki dan perempuan sedang bersama.. yang ketiga adalah se..??"


"Semvak!!!" Parto melempar Beni dengan botol air mineral yang ada disamping Indah.


Mereka tertawa karena bisa membuat Parto emosi seperti itu.


"Dapet capek! Orang Mas Seno aja enggak ngajak mancing malah kayak wartawan gitu, tanya ini ono mulu kok Mas Ben," Jelas Indah sambil memanyunkan bibirnya.


Seno yang mendengar Indah berbicara seperti itu merasa bakal jadi bulan-bulanan Beni dan Parto.


"Lho jebul (ternyata) dari tadi kamu capek to Ndah? Kok enggak bilang sama Mamas biar tak pijetin, mana mana bagian mana yang capek?" Seno menggeser duduknya mendekat ke Indah tapi langsung di dorong oleh Parto. Terjengkang lah seorang Seno karena ulah Parto. Indah dan Beni tertawa melihat ke absurdtan mereka.


"Eleh Sen.. Modusmu kebaca di raimu (mukamu) itu hahaha, goblokmu kok mendarah daging ya Sen, aku sengaja lama-lamain kesini buat ngasih waktu kamu mepet Indah malah dapetnya cuma ngowohman (di baca ngowoh men)"


"Ancen goblok kok, nek pinter udah jadi presiden dia!" Parto ikut menimpali omongan Beni.


"Negara mana yang mau dipimpin oleh hikmat eh salah... oleh orang kek Seno, yang ada rondo meteng sedoyo (janda hamil semua) kalau sampai itu terjadi hahaha" Beni oh Beni.. kalau ngomong kok enggak pake hukum sebab akibat. Asal lossdol aja!


"Emang kenapa Mas kok kalau Mas Seno jadi presiden, janda bisa pada hamil? alasannya apa? kok aku enggak ngerti..?" Indah plonga-plongo di sini. Enggak ngerti arah pembicaraan tiga lelaki absurd itu.


"Ndah.. Dek.. Sayang.. udah ya, jangan dengerin dedemit itu pada ngomong, setiap omongan yang keluar dari mulut mereka itu adalah kebohongan. Fitnah terkeji abad ini.. Mending sini aja duduk sebelah sini deket Mamas lagi, kita ngobrol tentang masa depan kita," Seno berkata tanpa rasa canggung sedikitpun.

__ADS_1


"Ora duwe isin!" Ucap Parto.


"Ora cetho!" Ucap Beni.


"Ora waras!" Ucap Indah.


Dan keempatnya tertawa kek enggak ada beban.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Udah like? Udah komen? Udah kaporitin? buruan kalo belum..


Ini tak kasih pict para pemain novel KTK buat kelian wahai reader budiman dan budiwati😆❤️



Mas Parto kesayangan Pio, siapa Pio? tanya di kolom komen cuba😏.



Indahnya Seno, ini kok kek othor jonthor bangeett ya.. hahaha😆.



Mas Seno, hmmm no komen. Aku selalu ngefans sama pisual ini.❤️



Mas Beni, yang slengean dan minus budi luhur 😆.



Cipluk.. eh maaf Wanda😆.


Siapa Wanda? apa dia bakal jadi the next Mela? atau dia jodoh yang di turunkan othor buat Mas Ben? Entahlah.. 🤣



Dan.. ini Miss C, Shela si cerewet, paling nyebelin, yang selalu bikin reader hiiiih tiap dia muncul😆

__ADS_1


........ Gaeess aku ijin mo libur nulis dulu ya ........


...Sibuk syuting akutu🤣...


__ADS_2