
Di desa tempat Parto tinggal, setiap pagi warganya banyak yang beraktivitas di sawah. Ada yang mencari pakan untuk ternak mereka, ada yang sekedar menengok hasil bercocok tanam, ada pula yang sengaja menyibukkan diri dengan pergi ke sawah setiap hari, karena memang tidak memiliki kegiatan lain. Pasalnya pekerjaan mereka rata-rata adalah petani. Yang mengharuskan mereka untuk sering berjumpa dengan hamparan rumput hijau.
Pagi itu Parto membantu bapaknya untuk mencari pakan kambing, pekerjaan yang sering ia lakukan. Enggak malu To? Enggak lah.. kenapa musti malu, yang penting dia enggak ngarit (cari rumput) rumput yang di tanam warga lain. Bisa abis di maki-maki orang kalau Parto lakuin hal itu.
Peluh membasahi kening dan juga badan Parto, karena memang pagi itu cuaca cukup terik. Matahari jam 08.00 pagi terasa seperti jam 11.00 siang. Untung saja Parto telah menyelesaikan tugas mulianya. Tinggal pulang dengan sebongkah.. maaf tinggal pulang dengan membawa sekarung rumput untuk kambing-kambing peliharaan bapaknya.
Perhatiannya teralihkan pada seorang gadis yang asyik ber selfie ria di pinggir sawah.
Ngopo kae wong poto-poto nok kono kurang gawean men. (ngapain itu orang foto-foto di sana kurang kerjaan banget.)
Parto tersenyum karena obyeknya tidak menyadari kalau dia sedang di perhatikan. Terus tersenyum dan bergaya di depan kamera hpnya. Tapi, tidak lama gadis itu menyadari ada yang memperhatikannya lewat hasil jepretan kamera. Dia melihat ke arah lelaki yang saat bertatapan dengan matanya langsung menunjukkan senyuman.
"Kamu! kamu buntuti aku ya?" Tanya Shela berjalan mendekati Parto. Shela? hooh yang lagi jeprat-jepret dari tadi itu miss c.
"Kamu punya buntut emang?" Parto balik bertanya dan langsung tertawa melihat muka Shela memerah.
"Maksudnya, kamu ngikutin aku? gitu aja enggak paham!" Shela menatap Parto lalu melihat sepeda motor milik Parto yang sudah di penuhi oleh sekarung rumput.. bukan rumput tetangga ya.
"Hmm lihat di motorku ada apa? aku aja baru selesai cari rumput.. buat apa aku ngikutin kamu?" Parto capek, dia duduk di pinggir sawah tanpa memperdulikan Shela yang mulai mencak-mencak.
"Siapa tahu kamu mau bales aku karena kemarin malem kamu kehabisan sate dan mau bikin aku celaka di sini!" Parto tersenyum mendengar penuturan Shela. Dia ini kebanyakan nonton pilem horor keknya.
__ADS_1
"Kamu merasa kalau kemarin malam itu kamu salah?" Parto menatap Shela yang masih saja berdiri tegak bagai tiang bendera di sampingnya.
"Aku? aku salah apa?" Tetap saja di mata Shela dia itu selalu benar.
"Lupain aja.." Parto berdiri dari tempatnya duduk. Berjalan menuju motornya yang dia parkir di samping Shela berdiri.
"Kamu mau nabrak aku?" Mata Shela melotot saat melihat Parto menghidupkan motornya.
"Iya, itu juga kalau kamu enggak mau minggir dari situ wahai gadis muka bidadari tapi sikapnya kayak nini kunti,"
Shela mendengus kesal. Dia merasa akhir-akhir ini sering sekali bertemu dengan Parto. Dimanapun, bahkan sekarang saat dia selesai mengantar pesanan kue ulang tahun ke desa sebelah. Bisa-bisanya dia bertemu dengan Parto di sini! Ngapain juga Shela abis nganter kue kok malah ke sawah? Karena ingin mengambil jalan pintas. Jalan yang tadi dia lalui sebelumnya di rasa sangat jauh dan memakan waktu lebih lama.
Hp Shela berbunyi, Ibunya menelpon.
Parto membunyikan klakson motornya. Memberi tahu Shela agar gadis itu minggir dari jalan yang akan dia lalui. Ini sudah siang, Parto tidak mau bapaknya khawatir karena kambing-kambing peliharaannya kekurangan makanan.
"Apa? ini jalan kan lebar.. kamu bisa lewat sini kan?" Ucap Shela menunjuk jalan sampingnya.
"Kamu jangan ngarang.. susehmu kui kalen nek aku sing tibo ra masalah, lha nek kowe sing njegur nok kono.. dak yo koyo welut kowe. Ngamuk neh, nesu neh, mulo minggiro! (sampingmu itu parit kalau aku yang jatuh enggak masalah, lha kalau kamu yang nyebur di sana.. pesti malah kayak belut kamu. Ngamuk lagi, marah lagi, makanya minggir sana!)"
Shela mau ngalah bukan Shela namanya.
__ADS_1
"Kalau sampai aku kena senggol motormu dan sampai nyebur ke parit ini, aku bakal minta kamu tanggung jawab!"
"Kamu mau aku tanggung jawab yang kayak apa? Kan aku bilang, kamu minggir dulu. Aku mau lewat.. kalau aku sendiri sama motorku yang lewat depan kamu, aku yakin tanpa kamu perlu miring atau minggir juga pasti jalannya cukup. Tapi kalau kamu kesenggol karung di belakang jok ayamku ini, kamu pesti langsung nyungsep kesitu."
Parto tahu ini bakal lama. Dia turun dari motornya, berjalan mendekati Shela. Menarik tangan Shela untuk berjalan menjauh dari tempat yang akan dia lewati. Jalan sawah yang sedari tadi di pakai Shela berdiri seperti patung.
"Lepasin! aku bisa minggir sendiri! Parto!! Lepasin, kamu ini ya.. tanganmu keringetan kayak gitu malah pegang-pegang aku! Nularin kuman tahu enggak!" Shela enggak mau Parto seenaknya memegang tangannya. Dia enggak pernah bertemu orang seperti Parto ini, yang sembarang main pegang-pegang tangan dia. Bahkan ini adalah kali kedua Parto melakukan hal itu.
"Kamu ini bisa enggak manggil orang yang lebih tua pakai 'mas' atau 'kak' depannya! Umurmu berapa kok manggil aku hanya nama aja?" Parto melepaskan tangannya setelah dia rasa Shela enggak bakal kena senggol motornya, saat dia melajukan motornya nanti.
"Kenapa tanya umur? Kenapa aku harus panggil kamu 'mas' atau apa tadi 'kak' hahaha, jangan mimpi kamu! Bahkan kamu udah sangat beruntung karena aku mau manggil mamamu!" Shela memanyunkan bibirnya.
Parto enggak peduli. Dia kembali ke motornya dan menyalakan motornya. Dia males ribut, setiap kali bertemu dengan Shela ada saja hal yang membuat mereka bertengkar.
"Dek Shela.. nanti sore! aku ke rumahmu nanti sore! tunggu aku, kita selesaikan masalah ini di rumahmu nanti!"
Mendengar ucapan Parto, Shela kaget. Dia sampai melotot dan terdiam saking terkejutnya. Belum sampai Shela menjawab perkataan Parto, Parto sudah berlalu pergi dari hadapannya. Meninggalkan dia yang kesal sampai ubun-ubun.
**Ini dek Shela yang sok yes poto-poto di pinggir sawah gaeess. Namanya cakep mah poto dimana aja juga kelihatan emejing ya gaess😌
__ADS_1
Oiya ni.. buat semua pembaca KTK aku mau ingetin untuk selalu tekan like ya, itu tu di bawah situ. Yang ada tanda jempolnya itu lho ach.. tau kan? Biar Mas Parto semangat ngejar jodohnya, biar dek Shela jarang ngomel-ngomel, biar othor jonthornya semangat nulisnya.. Beri dukungan gratis kelian itu ya. Terimakasih ❤️**