Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Nasehat Mas To


__ADS_3

"Kamu ini ngagetin emak aja! Shela ikut ndak?" Emak buru-buru menyeka air mata yang hampir jatuh.


"Ikut mak, itu masih di luar ambil baju sama enggak tahu apa lagi.." Parto mengambil kopi yang ada di meja yang sebenarnya kepunyaan bapaknya.


"Kok ndak dibantuin? Kamu ini suami macam apa? Mau enaknya aja.. Cuma bantu angkat baju kok ndak mau! Itu lagi celamitan, kopi itu punya bapakmu!" Emak ngedumel.


"Assalamualaikum mak.." Shela masuk ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam, La ini apa kok bawa bingkisan banyak banget? To kamu ini ndak malu apa, istrimu nenteng tas sama plastik banyak begini kamu enak-enakan enggak bantuin!" Naik satu oktaf suaranya. Membuat bapak yang ada di kamar Indah langsung keluar karena mendengar keributan yang terjadi.


"Cuma roti kok mak, enggak repot kok." Shela duduk setelah menyalami bapak dan emak mertuanya.


"Nah.. pas ini pas.. ada roti, bapak tadi ngopi ndak ada temennya, mantu emang pengertian banget!" Bapak langsung duduk semangat, ingin menikmati kopi dan roti yang dibawakan Shela.


"Lho.. ini gelasnya bocor apa gimana? Mak.. kopi bapak kok abis?" Bapak nampak kebingungan.


"Abis orang diseruput Gerandongmu itu!" Emak menunjuk Parto. Parto hanya tersenyum aja.


"La.. Aku ke kamar Indah bentar ya," Parto ijin meninggalkan istrinya di ruang tamu, Shela hanya mengangguk. Dia tahu, suaminya itu pasti cemas dengan kondisi adiknya sekarang ini. Mereka ke sana juga niatnya ingin menghibur Indah yang sedang gundah gulana!

__ADS_1


"Nah ini pas lagi.. Tadi adikmu nangis-nangis katanya kangen kamu, wah malam ini banyak yang kebetulan bisa pas gini ya.." Bapak berujar.


Indah nangis bukan karena kangen aku pak.. tapi, abis kena guncangan hati. Yang membuat seluruh organ lain selain hati juga ikut merasakan sakitnya!


Parto asal nyelonong ke kamar Indah.


"Ndah.." Panggil Parto, Indah hanya melihat sekilas lalu kembali menatap ke arah ponselnya.


"Kamu udah makan?" Tanya Parto lagi sambil duduk di samping adiknya.


"Mas.. Kenapa hatiku sakit banget? Dia bilang aku enggak boleh nangis terus.. tapi, sakitnya bikin aku enggak bisa berhenti keluarin air mata.. Mas, apa aku egois kalau masih berharap bisa balikan sama mas Seno?" Indah langsung jujur kepada kakaknya. Tanpa melihat ke arah kakaknya karena seringnya dia menangis membuat matanya bengkak.


"Semua ada waktunya Ndah, yang penting kamu ikhlas ya.. Jangan percaya terlalu banyak, jangan mencintai terlalu banyak, jangan berharap terlalu banyak, karena terlalu banyak itu akan melukaimu begitu banyak juga pada akhirnya. Semakin kamu terlalu berharap selain kepada Allah, maka bersiap-siaplah untuk semakin kecewa. Ndah.. Aku yakin kamu bisa lewati ini semua,"


"Makan yuk, mbak mu juga di sini.. Dia bawa brownies kesukaanmu," Parto melihat adiknya yang masih sesekali terisak.


"Emoh.." (Enggak mau..)


"Kamu tahu Ndah.. Seno itu udah suka sama kamu dari dulu kamu masih sekolah, dia berusaha deketin kamu setelah kamu lulus, minta ijinku berkali-kali agar merestui langkahnya ngejar kamu.. Sempet bilang sama bapak juga kalau dia mau serius sama kamu. Sekarang kalau kamu pikir.. siapa yang lebih hancur dengan perpisahan kelian ini Ndah?"

__ADS_1


"Dia enggak pernah pacaran bukan karena enggak laku, banyak tante-tante yang ngebet pengen jadi istrinya.. tapi, dia hanya fokus sama kamu! Dia percaya suatu saat rasanya akan terbalaskan, tapi ya namanya jodoh enggak ada yang tahu Ndah.. Baru pacaran beberapa bulan malah kelian harus bubar dengan cara kayak gini," Parto berucap panjang lebar.


"Mas.. aku pengen ketemu mas Seno.." Indah menunduk lesu. Parto melirik jam dinding di kamar Indah.


"Ini jam 20.00 lho, besok aja.. Aku anterin, ya?" Bujuk Parto.


Indah diam aja. Tiba-tiba mereka dikagetkan dengan bunyi ketukan pintu yang dilakukan oleh Shela.


"Iya La.. masuk aja," Parto tersenyum saat istrinya masuk membawa nasi dan kawan-kawan nasi untuk membuat perut Indah terisi.


"Makan Ndah," Shela menyodorkan sepiring nasi kepada Indah.


"Aku enggak laper mbak," Indah merajuk, manja ya gaess? Wajar lah baru putus cinta emang kadar nyebelin, manja, dan faktor bikin orang lain emosi bisa meningkat drastis!


"Indah.. kamu mau denger cerita enggak?" Shela menatap Parto mengisyaratkan agar suaminya itu keluar dari kamar Indah, tapi Parto yang enggak mudeng dikode istrinya masih asyik aja duduk santai.


"Mas.. bisa keluar bentar enggak?" Ucap Shela akhirnya. Dia gemas dengan suaminya itu, enggak mudeng (ngerti) dikodein ternyata!


"Oowh ngomong dong La.. Kirain mau bacain dongeng juga buat aku," Parto beranjak dari duduknya. Keluar dari kamar Indah lalu menuju ruang tamu.

__ADS_1


Tak lama Parto kembali ke dalam kamar Indah.. Menarik tangan istrinya saat Shela akan memulai bercerita kepada Indah.


"Aku ke tempat Seno dulu, darurat! Beni bilang Seno pingsan sempet kejang juga!" Bisik Parto kepada istrinya. Shela agak kaget tapi, langsung bersikap biasa aja. Mengangguk tanda mengijinkan suaminya ngurusin si bucin satu itu.


__ADS_2