Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Bonus Aach!


__ADS_3

Malam ini, akan menjadi malam panjang untuk Indah dan Seno. Untuk pertama kalinya mereka tinggal di rumah mereka sendiri. Rumah yang sudah lama Seno bangun untuk keluarga kecilnya.


Kemarin setelah acara ijab qobul, Indah dan Seno tidur di rumah orang tua Indah. karena rasa lelah yang luar biasa membuat keduanya memutuskan menunda malam unboxing mereka. Mereka enggak seperti kedua seniornya yang memilih melewati malam pertama di hari yang sama bertepatan dengan ijab qobul, bagi Seno selama bersama dengan Indah malam apapun itu akan terasa istimewa.


Indah yang baru saja selesai menyiapkan makanan di meja makan dikagetkan oleh pelukan Seno di pinggangnya. Seno memeluk Indah dari belakang. Melingkarkan tangan kekarnya pada pinggang ramping Indah.


"Kamu wangi banget dek.." Seno mengendus aroma parfum Indah dari sisi belakang leher istrinya. Indah yang merasa geli dengan perlakuan Seno langsung memutar tubuhnya menghadap suaminya itu. Dia tersenyum simpul.


"Makan dulu ya mas," Ucap Indah mengelus pipi Seno.


"Nanti aja belum laper.." Seno mendaratkan bibirnya untuk mencium bibir Indah. Tak ada penolakan, karena apapun yang mereka lakukan juga sudah halal secara hukum negara dan agama.


"Terus ini gimana, aku udah masak.." Indah membuka mata saat Seno menyudahi acara pertemuan bibir mereka sebagai bentuk penyambutan malam pertama untuk keduanya. Malam kedua lebih tepatnya!


"Pending dulu makannya ya dek," Seno kembali mencium Indah. Kali ini lebih menuntut. Indah kewalahan mengimbangi keagresifan Seno.


"Hei.. sabar mas, ini ruang makan. Mau lakuin itu di sini?" Indah bertanya dengan sisa oksigen yang sudah menipis karena kegilaan Seno. Dia tahu apa yang suaminya inginkan, dia bukan Indah yang dulu, polos dan tak tahu apa-apa. Sekarang Indah telah bertransformasi menjadi sailor moon! Maaf ini enggak penting.


"Enggak sayang." Bersamaan dengan ucapannya itu, Seno meraih tubuh Indah dalam dekapannya, membawanya ke kamar pribadi yang selama dia tempati seorang diri. Sekarang kamar itu akan terasa lebih syahdu karena adanya Indah, sang pujaan hati yang selama ini telah menjadi candu untuknya.

__ADS_1


Direbahkannya tubuh Indah di atas tempat tidur dengan sangat hati-hati. Ya iya lah di tempat tidur, kalau di ajak ke kolongnya nanti beda cerita! Pasti para reader budiman ngira Seno ngajak Indahnya nyari jangkrik!


Seno menatap Indah dengan pandangan memuja, jarak mereka yang sedekat itu membuat Seno hampir gila rasanya. Debaran jantungnya seakan ingin bernyanyi sorak-sorak bergembira! Belum pernah mereka sedekat ini sebelumnya, meski mereka sudah lama berpacaran Seno enggak pernah menjadikan Indah pemuas hasratnya saja. Ciuman yang dulu mereka lakukan saat hujan di depan rumah orang, adalah pertemuan bibir mereka terakhir setelahnya.


Karena setelah itu, Seno berjanji kepada dirinya sendiri akan menjaga Indah. Tidak akan melakukan hal di luar batas. Baginya cinta itu menjaga bukan merusak untuk menuntaskan nafsunya aja!


"Aku mulai sekarang ya dek," Seno bertanya sambil merayapkan tangannya pada leher jenjang Indah.


"Mulai apa mas?" Indah bertanya dengan senyum terukir di wajahnya.


"Mulai buka harta karun ku.. yang cuma aku aja yang boleh melihatnya.. yang hanya aku aja yang boleh merasakannya.." Tangan itu sudah berpindah ke pipi Indah. Mengusap lembut dengan sentuhannya.


Anggukan Indah menjadi tanda persetujuannya. Apapun yang akan Seno lakukan padanya adalah salah satu bentuk pemberian nafkah suami untuk istrinya. Dan Indah pun tahu, kewajiban istri adalah melayani suami. Di manapun itu, termasuk sekarang ini. Saat mereka ada di tempat tidur!


Perintah Seno membuat Indah langsung melihat manik matanya, yang Seno lakukan adalah mendekatkan bibirnya, menikmati manis bibir wanita yang sekian lama dia puja. Tangan Seno bergerak menyusup ke balik kaos tipis warna putih yang Indah pakai. Mencari sesuatu yang akan menjadi favorit untuknya, gerakan tangan Seno di dada Indah, membawa gadis itu langsung memejamkan mata. Dengan mata terpejam pun dia bisa semalu ini.


Seno berhasil meloloskan pelindung atas tubuh Indah, rasa malu karena pandangan mata Seno yang tertuju langsung pada kedua bukitnya, membuat Indah refleks menutupi pemandangan itu dengan kedua tangannya. Tapi, tangan Seno lebih gesit, digenggamnya tangan itu dan di posisikan di atas kepala Indah. Makin terekspos lah bukit tak berbunga milik istrinya.


"Maaasss.." Suara serak Indah membuat Seno makin menggila. Hanya mendengar Indah meloloskan namanya bisa membakar semangat Seno untuk mengarungi malam panjang ini.

__ADS_1


Bergerak perlahan, menyentuh, mencium, mengecup serta 'me' yang lain, Seno lakukan dengan balasan desah_an lembut dari Indah.


"Aku suka saat kamu menyebut namaku dek.. Kamu makin seksi saat melakukan itu," Hanya bisa tersenyum kaku saat Seno mengeksplor dirinya.


Menjadikan Indah terus ber 'uh dan ah' karena ulahnya, meski memejamkan mata tapi bibir mungil itu tak henti menyebutkan nama suaminya. Sesekali Indah akan menggigit bibir bawahnya karena perasaan melayang yang Seno berikan untuknya.


Bukan tanda kepemilikan, cupangan, kiss_mark, atau apapun itu namanya tidak Seno tinggalkan di bukit tanpa bunga milik Indah, dia enggak mau menyakiti Indahnya.. dia ingin membuat Indah merasa nyaman saat 'operasi militer' yang dia lakukan untuk pertama kalinya.


"Lihat aku sayang.. hanya aku.." Kata Seno memegang dagu Indah karena istrinya itu berpaling saat dia melepas baju yang dipakainya. Debaran jantungnya, pemandangan dada istrinya yang naik turun karena perlakuan nakalnya, makin menambah semangat Seno untuk unboxing malam ini.


Dan malam panjang itu dimulai saat Seno makin berani menjelajah titik-titik rawan di tubuh Indah. Seno selalu memimpikan hal ini, bisa memiliki Indah seutuhnya adalah keinginan terbesarnya.


"Eeuuh.." Indah memegang sprei kuat-kuat di awal penyatuan yang akan Seno lakukan atas dirinya. Peluh terlihat di wajah serta dada Indah, tahu istrinya sangat tegang saat ini, Seno mencium bibir Indah, membawa tangan Indah untuk memegang pundaknya. Melakukan apapun yang Indah inginkan sebagai pelampiasan atas penyatuan mereka.


🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌


*Dan dan daaaaaaaan.... Aaah udah lah, aku enggak mau membuat kelian makin menghujatku karena cerita akhir kisah ini terlalu ehhek! Aku tahu kelian sudah pandai membayangkan bagaimana kelanjutan malam uh ah Indah dan Seno,


Mau dibawa kemana khayalan kelian itu, aku serahkan pada diri kelian masing-masing!

__ADS_1


Dan di sini aku bener-bener mau tutup buku untuk novelku Kisah Tentang Kita. Novel ini tamat sampai di sini. Usai dengan berbagai lika-likunya yang Alhamdulillah mendapat respon positif dari kelian semua!


Sayounara all, semoga kita bisa berjumpa di kisah lain😘*


__ADS_2