Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Ending Kisah Tentang Kita


__ADS_3

Hidup memang penuh misteri gaess. Enggak selalu bisa tertawa bahagia atau meratap karena berduka, semua ada porsinya.


Kisah tentang kita, diciptakan agar kita enggak berhalu berlebihan. Bukan menyindir pihak manapun, tidak ada larangan untuk berhalu juga. Ini hanya cara pikirku yang aku sampaikan melalui cerita. Cerita yang akan membuat kelian ingat bahwa dulu ada satu akun yang pernah singgah di platform ini dan meninggalkan karya recehan untuk kelian.


Berusaha menghibur kelian dengan caraku. Jika kelian tidak suka, tidak terhibur atau malah benci dengan apa yang aku ciptakan ini, tolong dengan sangat simpan itu dalam hati saja wkwwkwk. Berkomentar lah yang bijak di kolom komentar, karena sejujurnya komentar kelian adalah penyemangat buatku!


Othor pemula seperti aku enggak mendapat penghasilan yang layak di sini gaess. Sangat miris saat melihat bayaran yang platform ini berikan untuk othor pemula macam awak di sini. Maka dari itu hanya komentar kelian yang membuat aku terus semangat menamatkan kisah tentang kita!


Β 


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Β 


Indah membuka matanya.. Yang dia lihat pertama kali adalah cahaya putih. Silau, semua terlihat sangat terang. Mata itu terus berkedip untuk memfokuskan pandangannya. Melihat ke sekeliling ruangan itu. Tidak ada seorangpun, ini di mana? Batin Indah.


Menunggu agak lama, masih dengan kebingungan.. Meski masih samar dia melihat Seno, ada kakaknya juga, hei.. semua orang berkumpul. Ada apa ini?


Menangis? Mengapa semua orang menangis? Indah mendekat ke arah Parto, kakak yang selalu memanjakannya... Saat dia ingin bicara, memanggil kakaknya, bertanya ada apa, dia tidak mampu melakukannya. Seperti ada jarak antara dirinya dan juga Parto.


Apa ini mimpi? Indah memperjelas pandangannya, ada yang aneh. Semua orang bersedih karena menangisi seseorang, bapak yang biasanya paling tegar dan humoris bisa berlinang air mata seperti itu. Siapa yang mereka tangisi?


Tiba-tiba dia merasa tersedot oleh sinar putih yang membuat Indah makin jauh dari tempatnya sekarang ini....


...----------------...


Pagi itu, minggu kedua Indah terbaring tak sadarkan diri. Semua masih optimis jika Indah bisa sembuh, mukjizat itu ada dan nyata! Mereka percaya itu.


Jumat yang sunyi karena hujan deras tadi malam masih menyisakan rintiknya pagi ini, seakan menandakan sesuatu yang akan terjadi. Seno menggantikan Parto berjaga pagi ini, semalaman kakak lelaki Indah ini tidak tidur demi menjaga adiknya yang masih setia dalam tidur panjangnya. Entah apa yang dimimpikan gadis imut itu sampai-sampai malas untuk bangun.

__ADS_1


"Assalamualaikum dek.. Kamu tahu, aku paling suka saat kamu mengedipkan mata karena cahaya di matamu bisa membuat hatiku teduh. Kamu selalu ingetin aku buat makan, sholat, selalu berdoa sebelum mengerjakan apapun, sekarang... enggak ada yang ingetin aku tentang semua itu," Seno mulai bercerita untuk Indah. Selalu mengajak Indah berkomunikasi setiap mereka bertemu. Meski hanya Seno yang bercakap tanpa ada respon dari lawan bicaranya, tidak membuatnya patah semangat untuk terus berusaha membuat Indah bangun dari tidur panjangnya.


"Aku..." Seno tidak bisa meneruskan perkataannya. Air mata itu mengalir setiap kali melihat gadisnya tetap terpejam meski dia sudah bercerita panjang lebar. Cepat-cepat dia menghapus lelehan bening itu dari matanya.


"Dek.. Bisa denger aku kan?" Seno menggenggam jemari Indah.


"Bangun dek, kamu udah tidur terlalu lama. Ibu.. Ibu udah ngasih restu buat kita dek.. kita bisa nikah, apa kamu enggak mau nikah sama aku?"


Dengan mata terpejam, air mata mengalir dari celah netra Indah yang tertutup. Bersamaan dengan itu, alat monitoring berbunyi dengan satu garis lurus terpampang di sana.


Dokter dan beberapa suster datang setelah Seno menekan tombol guna memberitahu mereka jika Indah butuh pertolongan saat ini.


Pintu ruang ICU di tutup, Seno di suruh menunggu di luar. Semua cemas, semua panik. Tidak ingin terjadi hal yang buruk kepada Indah mereka.


Tapi, saat dokter keluar dari ruang ICU.. suster terlihat ingin melepas ventilator dari tubuh Indah. Dokter menjelaskan jika Indah telah berpulang. Seakan tidak percaya, emak menangis sejadi-jadinya. Parto merangsek masuk ke dalam ruangan itu. Meneriaki nama Indah berulang kali.


Shela tak kuasa menahan tangis, ini terlalu menyedihkan. Apa yang bisa Seno lakukan, dia berjalan mengikuti Parto. Masuk ke dalam ruangan itu, langkahnya gontai. Pandangan kosong. Seno enggak tahu ini mimpi atau nyata. Di tinggal Indah dengan cara seperti ini tidak pernah dia bayangkan sedikitpun.


"Enggak.... Adikku belum meninggal.. Suster enggak boleh lepasin alat-alat ini!!! Minggir kalian, Indah bisa sesak nafas kalau enggak pakai ventilatornya!!!" Suster mundur saat Parto marah. Parto tidak mengijinkan siapapun mendekati adiknya. Suasana makin pilu, Beni berusaha menenangkan Parto. Mengajak Parto keluar dari ruangan itu tapi Parto dengan keras mendorong Beni.


Beni tidak marah meski tubuhnya terpelanting jatuh ke lantai. Dia lebih kasihan dengan sahabatnya, apalagi Seno. Tatapannya kosong, terus memegang tangan Indah, sesekali bibirnya seperti berucap tanpa ada suara yang keluar.


Kamu boleh pergi dek... kamu boleh pergi.. Tunggu aku di sana ya, enggak ada yang bisa gantiin kamu dari hidupku. Enggak seorangpun yang bisa menggeser tempatmu di singgasana. Aku.. Ikhlas...


Seno ambruk. Dia pingsan tak sadarkan diri. Beni segera membopong tubuh temennya itu keluar ruang ICU.


...----------------...


"Mas.. pulang yuk udah sore." Shela menepuk pundak suaminya. Parto mengangguk.

__ADS_1


"Indah.. ayo pulang, besok ke sini lagi ya dek," Ajak Shela kepada gadis mungil yang sekarang berlari dengan langkah kaki kecilnya.


Shela menggendong gadis mungil itu dan mendekapnya dalam pelukan. Diciumnya pipi gembul gadis kecil yang sekarang tersenyum dengan lesung pipi menambah kecantikannya.


"ibuu... esok ke cini agi yaa, Ndah asih angen ante..." (ibu.. besok ke sini lagi ya, Ndah masih kangen tante...) Celoteh gadis berumur dua tahun itu.


Parto berpamitan, mengajak istri dan anaknya pulang ke rumah. Meninggalkan seseorang yang tersenyum melihat keharmonisan keluarga mereka.


...****************...


Kisah tentang kita selesai sampai di sini gaess..


Pasti banyak yang bertanya kenapa akhirnya ngambang tanpa kli_maks yang bisa membuat puas reader?


Semua akan terjawab di ektra part! Sebelumnya aku mau ucapin terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada seluruh reader KtK yang menyempatkan waktu untuk berpartisipasi di sini.


Membantu promosi ke gc-gc, membantu dengan komen, like, rate, bahkan ada yang cuma bantu doa pun aku ucapin terimakasih.


Terimakasih untuk dukungan kelian.






__ADS_1



Terimakasih untuk semua yang udah dukung aku, terutama tim Mengsad dan semua makhluk di gubuk kecilku. I love you all😘. Sayounara.


__ADS_2