Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Meminta Ijin Dengan...


__ADS_3

Hujan turun masih sangat deras. Karena terburu-buru ingin segera sampai menemui Shela, Parto jadi lupa kalau tadi dia bawa mantel saat menuju ke rumah orang tuanya.


Alhasil sekarang dia basah kuyup mengetuk pintu saat mengetuk pintu rumah mertuanya.


"Assalamualaikum.. La.. Buk.." Pintu terbuka, Shela ada di depan pintu, melihat Parto menggigil kedinginan niatnya tadi pengen ngomel jadi hilang.


"Mantelmu kemana?" Tanya Shela. Parto diam.


"Assalamualaikum La," Ulangnya mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam," Pintu terbuka lebar menandakan Shela mengijinkan Parto untuk masuk.


"Ibu mana La?" Parto berjalan menuju kamar mandi, ingin mengganti pakaian di sana.


"Udah tidur. Udah kelewat jam 22.00 kok,"


Parto menghentikan langkahnya menuju kamar mandi,


"La.. aku ke rumah Seno dulu ya, boleh?"


Baru datang udah mau pergi lagi, Shela diem aja. Enggak menjawab atau mengiyakan.


"Ya udah kalau enggak boleh.." Parto kembali melangkah menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Ganti baju dulu sana, jangan lupa pakai mantel!" Shela masuk ke dalam kamar.


Parto mengikuti Shela, Shela diam aja di kamar. Memasang earphone pada telinganya. Memejamkan mata seolah ingin atau sedang tidur.


Bukan Parto namanya kalau luluhin Shela aja enggak bisa, masih dengan badan dan baju basah kuyup, Parto mencium bibir Shela. Si pemilik bibir hanya mengedipkan mata saat merasakan bibirnya terbentur oleh sesuatu yang kenyal seperti permen yu_pi dengan sensasi dingin itu.


"Kamu basah To.." Kata Shela mendorong Parto yang malah naik ke tempat tidur.


"Sekarang kamu juga basah La.." Kata Parto sambil memeluk istrinya, dengan suara paraunya tanpa jeda menyerang pertahanan lawan. Membuka baju dan onderdil lainnya, memperlihatkan seni lukisan bibir yang diciptakan oleh istrinya setiap melakukan aktivitas halal mereka.


Udara yang dingin di luar tidak berpengaruh untuk pasangan ini, seakan tak puas dengan apapun yang mereka lakukan. Shela yang sudah bermandi peluh, terus ber'uh ah karena ulah suaminya.


"Maaasss.." Shela tak mampu meneruskan perkataannya, Parto mengunci bibir Shela yang bagaikan candu untuknya.


"La.. aku ke rumah Seno dulu ya," Ealah.. Ternyata peperangan panas tadi untuk meminta ijin kepada istrinya agar dibolehkan menemui Seno.


"Udah larut lho mas.. mau jam 00.00 ini," Shela membiarkan Parto memeluknya dari belakang. Dia bisa merasakan tangan suaminya manangkup bukit tanpa bunga miliknya.


"Ya udah kalau enggak boleh.." Parto dengan tangan nakalnya membuat Shela yang udah kelelahan terus mengeluarkan suara-suara yang enggak usah dituliskan di sini.


"Lama-lama gempor ngadepi kamu mas.." Ucap Shela yang meski terpejam tapi bibirnya terus meracau.


"Kamu tidur aja La.." Parto menciumi bukit itu setelah membuat Shela berada di bawahnya untuk kesekian kali.

__ADS_1


"Gimana mau tidur kalau kamu masih bercocok tanam di atasku.."


Aslinya yang nulis pengen bikin banyak kata uh dan ah.. tapi, readers KTK pasti udah lebih paham kek apa suara yang dihasilkan saat dua insan adu tanding kek gitu. Bukannya bikin hareudang tapi dikira malah kepedesan abis ngunyah cabe sekilo!


Setelah aksi jungkir balik, salto, kayang, maju mundur, nungging, ngungsep yang mereka lakukan.. Akhirnya jam 04.00 Shela terbangun lebih dulu. Membangunkan suaminya yang malah disambut dengan si anu yang bangun duluan. Shela hanya tersenyum saat melihat bagian itu lebih rajin dari pada pemiliknya.


"Mas.." Shela memanggil Parto dengan berbisik tepat di telinga suaminya.


Enggak ada respon.. Shela iseng, naik ke atas tubuh suaminya dan bergerak tak karuan yang langsung membuat Parto mengerang. Perlahan Parto membuka matanya, merasakan pusakanya ditindas oleh Shela membuat dia langsung membalikan posisi. Shela ada di bawahnya sekarang.


"Bangun mas.." Shela tersenyum melihat tubuh kekar Parto yang ada di atasnya.


"Kamu mau patahin masa depanmu sendiri hmmm? Kalau mau posisi di atas enggak kayak gitu caranya.."


Shela mendorong pelan tubuh Parto.


"Ayo bangun, mandi sana, sholat subuh, abis itu ke tempat Seno..." Shela mencium pipi suaminya.


Berdiri saat ada kesempatan. Dan Parto juga langsung menyambar handuk yang Shela berikan.


"Mas.. pakai baju dulu.." Ucap Shela saat Parto akan membuka pintu kamar mereka. Parto lupa, semua tanda yang Shela berikan udah tak terhitung.. bisa syok nanti ibu mertuanya melihat banyaknya lukisan bibir yang putrinya berikan untuknya.


"Biarin.. Biar ibu lihat, kamu ganas banget! Nyiksa aku nyampe kayak gini.." Parto tersenyum saat Shela memanyunkan bibirnya. Meski berucap demikian, Parto enggak segila itu nyampe mau pamer ke ibu mertuanya tentang semua hasil karya Shela di badannya.

__ADS_1


__ADS_2