
Indah yang kesal mencoba sekali lagi menghubungi nomer Seno. Kali ini di angkat. Tapi, Indah terkejut dengan suara perempuan yang mengangkat teleponnya.
Indah: Assalamualaikum Mas.. Kok dari tadi nomernya enggak bisa dihubungi, Udah gitu ditelepon juga enggak di angkat lagi, Mas Seno enggak apa-apa?
Nomer Seno: Waalaikumsalam, maaf ya.. hpnya Mas Seno lagi sama aku! Kamu kalau mau telepon dia besok aja. Yodah aku matiin ya, aku sibuk. Sekali lagi aku kasih tahu ya, jangan telepon-telepon dulu. Hpnya masih sama aku! Kamu kalau mau hubungi dia besok aja!
Jam segini hp Mas dibawa cewek? Mas Seno sehat?
Mungkin adeknya Seno itu Ndah.. apa Mbaknya.. Apa mamaknya, jangan negatif thinking dulu.
Mas Seno anak tunggal. Dan Mas juga udah punya rumah sendiri. Ibunya enggak mungkin sejutek itu sama aku. Orang udah kenal sama aku lama, bahkan beliau baik banget sama aku.
Berbagai pikiran enggak ngenakin ada di pikiran Indah saat ini. Enggak mau terus-menerus berasumsi enggak baik tentang pacarnya, Indah memutuskan untuk tidur. Tidur dengan membawa segudang kejengkelan dan berbagai pertanyaan di hatinya.
Keesokan paginya, Seno di buat seperti orang bodoh saat mengetahui hari ini adalah hari libur. Dia udah siap-siap berangkat bekerja malah dihadapkan dengan tanggal merah di depan mata. Uuuuh banget enggak tuh. Terus gimana nasib hpnya? Saking cerdasnya dia, kemarin dia enggak kepikiran minta nomer telepon Meisya agar bisa dia hubungi saat ada sesuatu yang enggak di inginkan seperti sekarang ini.
Apa aku ke pabrik aja? Siapa tahu tu cewek nungguin aku di sana. Hmm iya lah, lagian aku juga enggak mau bawa-bawa id card orang kemana-mana kek gini.
Seno membawa motornya menuju pabrik, tempatnya bekerja. Berharap gadis yang membawa hpnya itu juga di sana. Menunggu Seno untuk menyerahkan id card yang saat ini Seno bawa. Namun, setelah sampai depan pabrik dia dibuat kecewa dengan kenyataan gadis bernama Meisya itu tidak menampakkan batang hidungnya. Seno bersabar, dia menunggu. Masih di tempat yang sama kemarin dia mencegat Meisya.
Setelah berpikir penantiannya sia-sia, Seno memutuskan untuk ke konter saja. Dia ingin membeli hp. Dia enggak mau membuat keluarga dan teman-temannya cemas karena tidak bisa menghubungi dirinya. Terutama Indah, aach iya.. pacar imutnya itu. Dia sampai enggak sadar belum memberi kabar apapun kepada pemilik hatinya itu.
Di jalan Seno berpikir, apa dia harus ke rumah Indah dulu.. memberi tahu kepada gadisnya kalau hpnya saat ini sedang rusak dan lagi di perbaiki orang yang dia sendiri juga enggak kenal orang itu siapa.
Ah enggak, mending aku beli hp dulu.. abis itu baru hubungin Indah.
Perjalanan cukup menyita waktu karena hari libur seperti ini jalanan ramai dipenuhi kendaraan yang keluar untuk sekedar mengukur jalan. Enggak tahu keperluannya apa, sing penting elok metu rameke dalan! ( yang penting ikut keluar meramaikan jalanan!).
__ADS_1
Seno tiba di konter yang dia pilih untuk membeli hp. Enggak disangka, di konter itu ada Meisya. Gadis yang dia tunggu sejak pagi di depan pabrik.
"Lho Mas Seno, kenapa kesini? aku aja baru mau ke pabrik buat ngasih hp Mas ini. Tapi, aku mampir kesini dulu buat beli paketan hehehe"
"Bentar ya Mas.. tak ambil dulu hpmu, ada di tas tadi."
Meisya berjalan menuju motornya yang dia parkir di depan konter. Seno sejak tadi hanya diam. Enggak biasa Seno se cuek itu sama orang.
"Ini Mas.. Maaf ya, gara-gara aku hp Mas Seno jadi rusak. Tapi, ini udah bener lagi kok.. bisa di cek sendiri ya Mas. Nanti kalau masih ada kerusakan bilang aku aja." Meisya tersenyum sambil menyerahkan hp Seno.
"Ini id card kamu, maaf juga kemarin aku agak emosi." Akhirnya Seno mau mengeluarkan suara juga.
Mereka sedikit mengobrol di konter itu. Meisya mengakhiri obrolan dengan meminta nomer Seno, nomer telepon gaess bukan nomer togel. Keduanya berniat meninggalkan konter, menaiki motor, dan kembali ke rutinitas masing-masing. Tapi, tiba-tiba Meisya menjerit histeris membuat Seno dan beberapa orang yang ada di sekitar sana menghampirinya. Mencari tahu apa yang terjadi.
"Mas Seno, tasku enggak ada di sini Mas.. ya Allah padahal baru tadi aku taruh," Sambil menangis Meisya menjelaskan kalau tasnya telah raib dari tempatnya. Dia sampai memeluk Seno. Seno kaget dengan apa yang dilakukan Meisya. Orang-orang yang ada di sekitar situ hanya menonton saja. Mau gimana lagi, mereka juga enggak bisa melakukan apapun. Seno berusaha melepaskan pelukan Meisya, dia enggak mau jadi bahan tontonan warga sekitar karena ulah Meisya yang memeluknya di tempat umum.
"Sya.. jangan kayak gini, ini dilihat banyak orang Sya," Ucap Seno mulai risih dengan kelakuan Meisya. Emang Meisya salah? dia kan hanya mengekspresikan rasa sedih dan kehilangan aja.
Seno kaget, dia langsung melepas paksa pelukan Meisya. Seno langsung menghampiri Indah. Pacarnya itu terlihat sangat kesal dan marah. Seno ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, Indah langsung meninggalkan tempat itu dengan melajukan motornya dengan kecepatan cahaya. Ngilang cling! Kek gitu? Enggak.. Indah memacu motornya dengan cepat. Enggak biasanya Indah cosplay jadi Dani Pedrosa.
Seno enggak tinggal diam. Kalau cuma ngebut, jangan tanya.. hampir setiap hari Seno melakukan itu. Beda dengan Indah yang tipe santuy.. sehari-hari Indah bawa motor aja slowly banget. Jadi bisa dipastikan Seno dengan mudah menyusul kemana Indah pergi.
Berhasil menghentikan motor Indah, dengan cara yang sama yang dia lakukan saat menghentikan laju motor Meisya, Seno segera melepas helm dan menghampiri Indah.
"Dek aku bisa jelasin, jangan marah dulu. Kamu tahu kan cewek tadi abis kecopetan.. tasnya hilang. Aku juga enggak tahu tiba-tiba dia meluk aku. Aku.." Indah menghentikan perkataan Seno. Dengan mengangkat tangan kanannya, memperlihatkan telapak tangannya, dengan isyarat 'stop'.
Seno enggak mau pacarnya itu salah paham, yang sebenarnya hal itu sudah terjadi. Seno malah meraih tangan Indah, dan meletakan tangan itu di dada Seno. Indah segera menarik tangannya tapi, Seno tidak membiarkan hal itu. Tenaga Indah enggak sebanding. Akhirnya Indah biarkan saat Seno tetap meletakan tangannya di posisi dada Seno, tepat di jantungnya.
__ADS_1
"Kamu bisa rasain detakan jantungku akan secepat ini kalau dekat kamu dek? enggak ada yang lain.. hanya kamu sayang," Kembali Seno berucap meyakinkan kepada Indah kalau hanya Indah yang ada di hati.. eh maaf jantung Seno. Indah memalingkan wajahnya, enggan menatap ke arah mata Seno yang selalu bisa membuatnya luluh.
"Apa yang bikin kamu semarah ini dek? Kamu ragu sama aku? Lihat aku dek.." Seno menyentuh pipi Indah. Membuat Indah melihat ke arah Seno. Tepat di matanya.
"Lepasin tanganku Mas Seno, dari kemarin aku hubungi kamu.. aku khawatir sama kamu, tapi yang angkat teleponku cewek. Kalau aku enggak lihat sendiri betapa akrabnya kamu sama cewek yang tadi meluk kamu, aku pasti mikir kamu lagi sibuk, iya sibuk dengan yang lain. Aku dah telepon kamu, kirim beberapa pesan. Apa kamu bales? enggak.. kamu asyik ngobrol sama dia. Sampai kejadian tadi.. dia meluk kamu, dan aku yakin.. kalau aku enggak nyamperin kamu tadi kamu juga enggak akan sadar dengan hadirku! Iya karena fokusmu cuma sama dia, bodoh banget aku udah khawatir sama orang yang lagi berduaan." Indah merasa sedikit lega udah mengatakan kekesalan hatinya.
"Udah? hanya itu?"
Indah tidak menjawab pertanyaan Seno.
"Kemarin hpku jatuh terlindas motor cewek tadi setelah aku membalas pesanmu dek. Sebagai bentuk tanggung jawabnya, dia mau memperbaiki lagi hpku. Dia bilang mau ngembaliin hpku pagi ini di depan pabrik tapi, aku udah nunggu lama di sana dia enggak ada muncul. Dan tadi aku enggak sengaja ketemu dia di konter, niatku ingin membeli hp aja karena aku pikir hp yg lama paling enggak bisa diperbaiki." Mengambil jeda Seno menarik napas untuk mengisi paru-parunya.
Dia kemudian mengambil hpnya yang ada di kantong celana. Melihat ternyata benar ada beberapa missedcall dan pesan yang dikirim oleh Indah untuknya.
"Maaf soal ini, aku enggak tahu.. hpku masih mode silent dek, kamu tahu.. aku selalu prioritasin kamu. Saat aku bangun tidur sampai mau tidur lagi semua waktuku aku beri buat kamu. Saat kamu sakit aja aku enggak kerja dan lebih milih temani kamu kan?"
"Jadi Mas Seno merasa aku menyita waktu Mas?"
"Astaghfirullah.. bukan itu maksudku dek, aku ingin bilang cuma kamu yang ada di hatiku. Kok kamu malah mikir sejauh itu.." Suara Seno melemah. Dia tahu Indah paling enggak suka dengan nada suara tinggi. Terkesan membentak. Lagi cewek mana yang suka dibentak wahai Mas Seno.
Seno dan Indah dikagetkan dengan kehadiran Meisya yang entah muncul dari mana.
"Mas Seno.. aku tadi nyari Mas, Mas Seno tiba-tiba pergi.. eh ini siapa? Adiknya ya Mas?"
Indah langsung menarik tangannya yang dari tadi masih berada di dada Seno. Seno yang melihat perubahan raut muka Indah yang kembali cemberut jadi makin frustasi.
Belum bisa ngademin hati Indah, ini malah muncul Meisya. Huufft.. paringono sabar Ya Allah (berikan kesabaran Ya Allah)
__ADS_1
Sabar ya Mas Seno.. ini ujian, ujian yang dibuat othor buat kamu😭🤣