
"Mas.. Ayo cepetan to, kamu pakai baju sama celana aja lama banget!" Shela selalu bisa membuat rumah terasa ramai.
"Kan aku makein baju Indah dulu dek, ya maaf.. Indah mana tadi belum pakai kerudungnya lho?!" Celingukan mencari gadis kecil duplikat Shela.
"Udah pakai sendiri dia, tinggal nunggu kamu aja ini lho." Shela merapikan kerah baju suaminya. Parto mendekatkan kening Shela untuk diciumnya. Shela hanya tersenyum karena ulah suaminya itu.
"Bapaaak.. Ndah dak ditiyum uga?" Shela dan Parto dikagetkan oleh suara imut dari gadis kecil mereka.
Indah Gendis Saeayu nama putri mereka. Sejak kehadiran bocah lucu itu, hari-hari Parto dan Shela makin berwarna. Kebahagiaan selalu datang setiap hari. Meski hidup tidak selalu indah tapi, mereka punya Indah sendiri yang bisa menceriakan hari mereka.
Gadis imut ini lahir bertepatan dengan hari pernikahan Beni dan Virza. Jadi saat Beni dan Virza baru memulai meniti karir di bidang itu, Parto dan Shela justru sudah bisa memetik hasil kerja keras yang mereka lakukan selama ini.
"Indah mau dicium bapak juga?" Tanya Parto berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan anaknya.
Indah mengangguk. Shela ikut berjongkok, saat Parto mencium kening anaknya, Shela dengan nakal langsung mencium pipi suaminya itu. Seketika Parto kaget, tersenyum karena ulah istrinya.
"Jangan nakal.. Nanti malem aja nakalnya, aku bisa bales kamu dengan nakalin balik." Parto mengusap pipi istrinya yang dibalas dengan kedipan mata Shela.
Shela dan Parto selalu terlihat harmonis dan rukun meski kadang sifat kunti Shela tiba-tiba muncul tapi hal itu malah membuat kemesraan mereka semakin terpampang nyata. Kebahagiaan dan kehangatan keluarga itu menyalurkan aura positif kepada anaknya, dia tumbuh jadi gadis yang periang, lucu dan ramah. Meski tidak bisa dipungkiri sifat jutek tak lepas dari gadis kecil ini tentunya. Ya karena itu adalah gen alami dari sang ibu sejak dia masih dalam kandungan!
"Ayo.. Berangkat sekarang. Udah hampir siang, ini momen penting buat adik dan sahabatmu." Ucap Shela. Parto mengangguk dan menggendong putrinya karena anak perempuannya ini memang dekat dengan Parto dari pada dengan Shela, mungkin karena sifat Shela dan Indah kecil hampir mirip membuat Indah lebih nyaman dengan bapaknya yang sabar dan sangat mengerti dirinya dibanding ibunya.
Ketiganya berjalan keluar rumah, memasuki mobil yang dikendarai Parto menuju rumah orang tuanya. Hari ini adalah hari pernikahan Seno dan Indah. Setelah berbagai kisah mereka lalui akhirnya status jomblo tak lagi melekat pada diri Seno.Tidak ada lagi yang menentang mereka dengan alasan apapun itu.
Tiga puluh menit mengendarai mobil, Parto akhirnya sampai di kediaman orang tuanya. Kehadiran Parto dan keluarga kecilnya di sambut bahagia oleh emak dan bapak serta sanak saudara yang lain.
"Cucuku ayune yo.. Sini sama uti" (uti atau mbah putri, alah kepanjangan! si Indah kecil lebih suka menyingkat kata mbah putri jadi uti)
Perhatian mereka tertuju pada gadis mungil itu. Yang selalu bisa membawa kegembiraan untuk mereka.
"Ndah auna diagil Ndis aja deh," (Ndah maunya dipanggil Ndis aja deh,) Protes gadis kecil itu sambil mengerucutkan bibirnya saat orang lain memanggil nama Indah, tapi saat dia menghampiri ternyata yang dipanggil adalah tantenya. Dia bingung karena namanya sama dengan tantenya.
__ADS_1
"Iya Ndis iyaa" Kata Indah mencubit gemas pipi keponakannya.
Di usia Indah yang menginjak dua puluh satu tahun, dia memilih mengakhiri status lajangnya. Seno adalah nama lelaki yang hadir pertama dan terakhir di hatinya, belum ada nama lain di hati Indah sebelum Seno masuk dan mengobrak-abrik relung hatinya. Meninggalkan banyak kenangan manis yang akan sulit digantikan oleh siapapun.
"Enggak nyangka Sen, kamu bener-bener jadi saudara iparnya Parto. Keren lah!" Beni menepuk pundak Seno yang duduk santai di samping Indah.
"Kalau dulu kamu enggak nolak perjodohan dengan Virza bisa jadi Beni yang ngenes nyampe sekarang Sen," Parto ikut tersenyum.
"Bisa ilang nyawanya Seno kalau enggak jadi nikahin Indah, bucinnya udah nguras seluruh kewarasannya kok!" Beni mengingat semua kebucinan Seno pada Indah.
Mereka tertawa. Virza yang dulu percaya jika Seno menolak perjodohan mereka karena ingin bertanggung jawab kepada pacarnya yang telah mengandung benih yang dia semai sudah mengetahui cerita sebenarnya jauh sebelum dia menikah dengan Beni. Dia enggak masalah dengan apapun alasan Seno menolak perjodohan mereka, nyatanya tak ada sedikitpun rasa di hati Virza untuk Seno.
Mereka juga terlihat akrab dengan pasangan masing-masing. Seno yang selalu menggenggam tangan Indah seperti tak ingin jauh dari gadis pujaannya ini. Indah selalu menyukai apapun yang Seno lakukan untuknya. Dia merasa seperti seorang putri yang selalu dimanjakan oleh pasangannya itu. Lho mereka udah nikah? Udah halal? Udah. Othor lagi males nulis adegan sah-sahan, nikmati aja momen diantara mereka yang udah resmi jadi pasangan halal.
"Ndis mana dek?" Tanya Parto kepada Shela yang baru saja bergabung dengan mereka di depan rumah.
"Sama kung dan utinya, kan kesempatan dia mas kalau ke sini semua yang dilarang di rumah bisa dia dapetin di sini." (kung panggilan untuk mbah kakung dan uti tadi di bagian atas udah di jelaskan ya, uti singkatan dari mbah putri)
"Anakmu lucu banget To, gemes aku..! Nyetak yang kayak gitu gimana caranya To?" Beni mulai dengan kegesrekannya.
"Ingat umur lah mas, gila mu itu mok ya dikurangi." Shela memijit kepalanya yang enggak sakit. Semua orang tertawa.
"Sen butuh tutorial malam pertama yang ga bisa dilupain enggak? Aku bisa kasih bocoran sama kamu!" Giliran Beni yang menjadi korban mata dewa istrinya. Virza melotot sambil mencubit pinggang Beni.
"Makasih deh. Aku tahu harus apa kok," Seno tersenyum geli melihat Beni yang meminta ampun karena cubitan maut Virza.
"Enggak nyangka ya.. kita udah di fase ini, kita.. selalu ada untuk satu sama lain. Kelian semua adalah bagian dari cerita di hidupku. Aku selalu bersyukur mempunyai kelian. Dari masih suka nongkrong ngutang kopi di warung mbok Yuni, nyampe sekarang bisa bikin warung nongkrong sendiri.. Kelian selalu support aku!" Suasana jadi melow.
"Enggak usah sok drama melow gini lah To, enggak pantes. Kita nikmati aja kebersamaan ini, jarang-jarang kita bisa ngumpul bareng gini kan?! Udah makin banyak tanggung jawab kita, yang mengharuskan kita fokus pada kehidupan masing-masing. Dan pas kita bisa ngumpul gini gunain waktu buat senang-senang aja," Beni menyomot pisang di depannya.
"Huum bener kamu Ben!" Seno cuma ngikut.
"Sen.. kamu kenapa enggak adain resepsi besar-besaran? Enggak punya modal hmm? Jan bikin malu lah, masa kalah sama Parto yang ngadain pesta tiga hari tiga malam full bass! Hahaha" Beni asal njeplak.
__ADS_1
"Mok kiro dugem tiga hari tiga malam full bass?! Indah yang nolak resepsi gede-gedean kok. Cukup undang keluarga dan tetangga dekat rumah aja." Seno sebenarnya ingin membagi kebahagiaan dengan menggelar resepsi wah, wow, dan emejing, tapi Indah menolak. Dia ingin pernikahan yang sederhana dan biasa aja.
"Tapi Indah pinter lho, enggak minta resepsi specta tapi langsung dapet mobil baru! Nyonya Seno emang keren hahahaha" Beni mengacungkan jempolnya untuk Indah. Yang hanya dibalas dengan senyuman khas Indah.
Seno membelikan mobil untuk Indah bukan tanpa alasan, Seno udah trauma karena kecelakaan yang menimpa Indah beberapa tahun yang lalu. Membuat mereka semua hampir kehilangan Indah. Kemanapun Indah ingin pergi, Seno akan mengawalnya no debat untuk yang satu ini.
Dan semua orang gembira hari ini, dan semoga kegembiraan para pemain kisah tentang kita tersalur kepada kelian semua wahai reader budiman.
Di sini aku up lagi visual para artis yang memeriahkan novel anuku! Cekidot gaess...
Sabhah Shanum Roshela atau Shela manusia paling emosian di sini, dia enggak suka basa-basi, meski begitu dia masih ada sosok malaikat dalam diri kuntinya. Enggak semua keminusan ada pada dirinya, nyatanya Parto amat sangat menyanjungnya!
Parto. Hanya satu kata. Namanya singkat, padat, enggak ada panjang-panjangnya sama sekali. Kalau mau dipanjangin lagi juga monggo, Kelian kreasikan sendiri! Bisa jadi Partooooooooooooooooooooo... wah panjang ya🤣
Bagus Senopati Maharaya seseorang yang dari awal munculnya hanya fokus sama satu gadis yang berhasil dia halalin setelah drama panjang bak sinetron ikan tenggiri yang membuat reader murka dan ingin mencaci othornya!
Ajeng Indah Andini, satu-satunya saudara Parto yang manja, cengeng, tingkat kedewasaannya masih jauh dibandingkan dengan Shela dan Virza tapi, hal itulah yang menjadi daya tarik seorang Indah.
Si slengean Arbei Nizam Maulana atau Beni, player yang mengakhiri kisah cinta panjang penuh anu kepada seorang gadis bernama Virza. Selalu membawa aura positif meski kadang sifat me_sumnya nyaris tak terkontrol! Tapi, dia selalu bisa menjadi pencair suasana.
Dan terakhir... Virza Nadira. Nyonya Beben yang muncul perdana dengan meminta pertanggungjawaban kepada Beni karena mengira Beni adalah Bambang, mantan kekasih yang meninggalkannya di hari pernikahan mereka.
__ADS_1
Nah itu tadi para pemain KtK gaess! Saya pribadi, penulis gaje Ktk mengucapkan sayounara dan terimakasih atas semua kontribusi kelian di sana. Ada satu bab bonus lagi untuk kelian, aku harap kelian bisa sabar nunggu up nya!