Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Rencana Beni


__ADS_3

Dengan langkah cepat, Indah ingin segera memasuki rumah. Dia tahu kalau Seno pasti akan menyusulnya ke rumah. Dan terbukti, sekarang dia melihat Seno berdiri menyambut dirinya.


"Dek.. dengerin aku dulu.." Kata Seno sambil memegang tangan Indah.


"Mas Seno udah lama kenal sama dia?" Indah bertanya dengan muka memerah.


"Enggak. Baru dua hari, dan itu juga karena enggak sengaja. Kamu tahu sendiri hanya kamu yang ada di hati dan pikiranku dek.." Seno berusaha meyakinkan Indah.


"Baru dua hari tapi dia udah meluk-meluk kamu Mas? Baru dua hari dia udah getol deketin kamu? Baru dua hari.. dan hpmu bisa di bawa sama dia?" Indah ragu dan tidak terima dengan penjelasan Seno.


"Aku harus apa biar kamu percaya..?" Suara Seno melemah, dia menatap gamang ke arah Indah.


"Break! Kita break aja dulu, kasih waktu buat kita sama-sama saling menghargai hubungan ini.!" Indah berkata dengan mantap. Dia berkata seakan keputusan yang dia ambil adalah jalan paling benar.


"Enggak dek.. aku enggak mau, aku enggak bercanda dengan hubungan kita. Kalau kamu minta aku buat lamar kamu saat ini juga, aku malah akan kabulin hal itu. Asal jangan kata pisah, itu bukan solusi." Seno menarik Indah ke dalam dekapannya, untuk pertama kali Seno memeluk Indah. Dan itu dilakukan di depan rumah Indah.


Dengan tangan bergetar, Indah menepuk punggung Seno. Mengisyaratkan untuk melepas pelukan mereka.


"Dek.. ini cuma kesalah pahaman kecil, aku bisa jelasin ini semua." Kembali Seno berucap dengan pelan. Dia hanya ingin Indah percaya kepadanya. Enggak ada satu hari pun yang Seno lewati tanpa memikirkan gadis imutnya itu. Tapi, sekarang Indah malah meragukan dirinya. Meragukan kesetiaannya.


"Kita break atau selesai Mas? cuma itu pilihan yang aku punya buat kita.."


Mengacak rambut dengan kasar, Seno benar-benar merasa gagal. Gagal menjaga hubungan yang baru satu bulan mereka jalani. Apa-apaan ini, kesalahan apa yang Seno perbuat sampai Indah menggantungnya seperti ini.


Ndah.. apakah hanya secetek ini rasa yang kamu punya buat aku. Bahkan untuk mendengar penjelasanku aja kamu enggak mau.. Harus dengan cara apa aku yakinin kamu Ndah.. Hanya melihat ke arahku aja kamu ogah, lalu apa gunanya aku di sini?


"Aku enggak bisa Ndah.." Suara Seno hampir tak terdengar karena saking pelannya dia berucap. Bahkan lebih mirip seperti bisikan.

__ADS_1


"Mas.. ini bukan akhir," Indah menjatuhkan air matanya. Aah drama apa lagi ini, kenapa


mencintai seseorang bisa sesakit ini.


Seno menyentuh pipi Indah, menghapus air mata yang menetes di sana.


"Jangan nangis.. aku hanya ingin kamu bahagia, kalau keputusan itu bisa bikin kamu lebih baik.. bisa tersenyum kembali, aku ikhlas. Tapi, kapanpun kamu butuh aku.. aku masih di sini. Masih berdiri di sampingmu untuk menjaga hatimu. Rasa ini hanya buat kamu. Jangan nangis lagi.. Aku sayang kamu.."


Ucapan Seno membuat Indah semakin terisak. Seno mengeluarkan hp dari saku jaketnya, dia ambil sim card dan mematahkannya menjadi dua bagian di depan Indah.


"Dek.. aku pamit ya, jaga kesehatan, aku pergi bukan karena inginku.. tapi, kamu yang minta itu. Aku selalu sayang kamu.."


Setelah mengatakan hal itu, Seno langsung menaiki motornya. Dengan helm yang dia taruh di tangan istilah jawanya dicangking, dia melajukan motor dengan pelan. Tanpa ngegass, tanpa digeber, dia seperti enggan meninggalkan tempat itu. Tempat dimana Indah masih berdiri sendiri di sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"To, adikmu kandani kui.. ojo cemburuan, sakno kui Seno acak stres ngono (To, adikmu kasih tahu tu.. jangan cemburuan, kesian itu Seno mulai stres gitu.)"


Beni merasa kesian kepada Seno.


"Itu juga yang bikin aku enggak ijinin Seno sama Indah jadian, kalau ada masalah aku bingung mau bela siapa. Yang satu adikku, satu lagi koncoku! (sohibku). Tapi, semua udah terlanjur juga.. sekarang mikir gimana caranya Indah percaya kalau kamu enggak ada hubungan apapun sama Memet itu!"


Parto menatap Seno yang mukanya ditekuk. Enggak enak banget aura yang dipancarin Seno. Butek, semprawut.


"Heh To, namanya Meisya kamu ganti Memet itu maksudnya apa?" Beni memprotes pemanggilan nama Meisya menjadi Memet oleh Parto.


"Apalah arti sebuah nama Ben, namaku Parto aja sama Shela sering dipanggil heh heh mulu kok!"

__ADS_1


"Lha kalau itu mah emang cewekmu aja yang masih liar. Perlu usaha ekstra buat jinakin dia hahaha"


Seperti melupakan kisah mengsad Seno, Beni dan Parto malah bercanda aja. Seno yang melihat hal itu hanya diam.


Seno keluarkan hpnya, berdiri dari tempat dia duduk dan tanpa aba-aba dia banting hpnya sampai layar hp itu kembali hancur.


Beni dan Parto yang melihat Seno membanting hpnya kaget. Melihat ke arah Seno yang masih berdiri, ya salam Mas Seno.. kamu kok malah cosplay jadi Hulk gitu sih. Main banting-banting aja itu hp.. kan sayang oee.


"Wediaaan, jos Sen jos.. patut dilestarikan sifat kayak kamu.. biar konter yang jual hp laris. Marah sama siapa tapi dilampiaskan sama apa, reneo (kesini) kamu kayak dapet masalah gedenya kek apa aja, marah sampai kayak gitu!" Beni yang berucap. Karena Parto masih diam dan mengamati pergerakan Seno.


Seno kembali duduk tanpa mengambil hp yang tadi dia banting.


"Opo?" Tanya Seno singkat.


"Kelian itu cuma break.. setahuku kata break itu cuma istirahat, leren tok to? ( istirahat aja kan?) Terus ngopo kowe mencak-mencak? (terus kenapa kamu ngamuk-ngamuk?) Ini bukan akhir kisah kelian, heran aku sama kamu. Baru di uji sama hal kek gitu aja udah letoy.. gimana kalau misalnya Indah nikah sama orang lain? Apa kamu juga bakal hancurin pelaminan Indah? Bakar tempat resepsinya? Teriak-teriak di acara nikahannya? Umurmu aja yang dewasa tapi pikiranmu kayak bocah!" Beni mengecap kopinya. Habis ternyata, kembali dia memesan kopi kepada Mbok Yuni. Sepertinya dia berniat begadang malam ini.


"Aku sayang Indah Ben.. rasanya hancur banget atiku saat tahu Indah lebih percaya prasangka dia sendiri tanpa mau mendengar penjelasan ku."


"Sen.. Nanti aku cuba bantu jelasin sama Indah. Aku juga enggak mau lihat kelian ini saling menyakiti!" Parto akhirnya ikut bersuara.


"Semua masalah ada jalan keluarnya, kalau aku dengar ceritamu ya.. masalahnya ada di Maesaroh. Dia ngegass deketin kamu, cara agar dia berhenti deketin kamu itu ya bikin dia suka sama orang lain!" Beni tersenyum jahil.


"Terus?" Tanya Parto memandang ke arah Beni. Seno ikut nyimak omongan Beni,


"Ya terus.. bikin dia suka sama orang lain lah! Kelian ini kok malah nguji kesabaranku!"


"Iya tahu Ben, maksudnya bikin dia suka sama orang lain, nah orang lainnya itu lho sopo?" Tanya Parto penasaran.

__ADS_1


__ADS_2