
Duduk di kursi yang memang tersedia di depan mini market sambil menunggu hujan reda, seorang gadis meminum teh botol kemasan yang ada di depannya.
Gadis itu tadinya sibuk memainkan hpnya tetapi, pandangannya teralihkan oleh suara motor yang sangat dia kenal. Menyipitkan matanya karena yang dia lihat adalah temen kakaknya yang sedang membonceng perempuan di motornya.
Ya,, Indah melihat Seno memberi tumpangan kepada perempuan yang berseragam karyawan mini market tempatnya membeli teh botol yang dia minum sekarang. Keduanya basah kuyup, saat turun dari motor Seno, perempuan itu agak gemetar.
Mungkin kedinginan atau apa, entahlah. Indah tidak tahu. Masih tetap duduk santai, Indah hanya melihat saja saat Seno berjalan kearahnya.
Dan seseorang yang mengalihkan fokus Seno saat akan pulang tadi adalah Indah. Seno baru saja menghampiri Indah, berada di depannya belum mengucapkan salam atau menyapa, Indah langsung berkata kepada Seno..
"Pantes wa ku enggak di bales,, lagi sama ceweknya sih." Kata Indah saat Seno sudah berada di dekatnya. Seno mengernyitkan dahinya. Dia melihat Indah manyun. Tanpa meminta izin kepada Indah, Seno langsung duduk di kursi yang ada di depan Indah.
Indah masih cuek.
"Apa Ndah? Dia bukan cewekku kok, kamu wa aku? sik tak cek hp dulu.. " Seno berbalik ke arah motor karena dia meletakkan hpnya di jok motor. Enggak mungkin dia kantongi hpnya karena baju dan celananya basah semua. Setelah mengambil hp, Seno berjalan mendekati Indah. Kembali duduk di kursi yang tepat berhadapan dengan gadis itu.
Seno tersenyum. Ternyata ada satu missedcall dan dua pesan masuk yang berasal dari gadis di hadapannya.
"Maaf Ndah udah bikin kamu cemas," kata Seno setelah membaca pesan Indah.
Indah tetap diam.
"Iya Ndah, tadi abis pulang kerja aku mampir ke warung bakso. Mau bungkusin bakso buat Ibu sama bapak di rumah. Tapi, di sana aku malah lihat kamu di warung bakso itu,, bareng sama cowok.."
"Enggak tanya.. enggak usah jelasin."
Seno menghirup nafas dalam-dalam. Rasanya kok pahit banget hari ini. Tadi sore udah lihat Indah hahahihi sama cowok lain. Sekarang ketemu Indah malah di juteki.
"Ini kan aku jawab wa mu secara langsung Ndah.. kamu tadi tanya.. 'Mas Seno, ada di sini ya? di warung bakso?'"
Indah menatap Seno, terlihat wajah Seno sedikit pucat. Mungkin karena kedinginan, apalagi baju yang dia pakai basah kuyup.
"Aku langsung pergi tadi karena.."
"Karena di telepon cewekmu buat anterin ke tempat kerjanya? ya kan?"
__ADS_1
"Ngarang... aku langsung pergi tadi karena mataku enggak kuat lihat kamu bareng cowok lain tadi di sana. Kamu ketawa bahagia tapi yang buat kamu bahagia bukan aku, itu sakit banget di sini.." Kata Seno sambil menyentuh dadanya. Dada Seno sendiri maksudya gaess.
Indah tertunduk, dia enggak tahu mau jawab apa.
"Ndah.. Cewek tadi bukan pacarku, aku belum punya pacar sampai detik ini. Kecuali kalau kamu mau jadi pacarku sekarang, maka statusku yang single ini akan naik pangkat jadi double.."
Indah tersenyum..
"Mas Seno ini bisa-bisanya ngajak bercanda kayak gitu, tu muka Mas Seno aja udah pucet banget.. kedinginan kan? mendingan langsung pulang aja, mandi, ganti baju.. Abis pulang kerja pasti capek kan?"
Indah perhatian sama aku, Ya Allah seneng banget rasanya.
"Aku enggak apa-apa kok Ndah, wajar lah kalau kedinginan orang abis keujanan."
Apa aku nembak Indah sekarang aja ya? Lha tapi kalau enggak di terima bisa double kills ini. Sakitnya berlapis-lapis.
"Ndah.."
"Dalem Mas,"
Seno menatap wajah Indah, wajah gadis yang selalu bermain di pelupuk matanya. Selalu terlihat cantik meski tanpa make up sekalipun.
"Ndah.. Aku mau jujur sama kamu, ini tentang.."
Tiba-tiba hp Indah berbunyi. Parto menelfon. Indah segera mengangkat,
"Sik ya Mas Seno, ini Mas Parto telepon.."
Eleeh To.. To.. Apa enggak bisa teleponnya nanti dulu aja. Lha kamu ini kok udah mirip kayak kambingmu sih To, mengganggu momen penting orang. Enggak ada di sini aja bisa ganggu aku. Bisa tahu kalau aku mau nembak Indah. Kamu ini bener-bener kayak jin botol.
Parto: Ndah.. kamu kemana? Ini jam berapa, anak gadis kok main lali wayah (lupa waktu)
Indah: Orang telepon itu mok ya ucap salam dulu, abis itu terserah seterusnya mau ngapain,
Parto: Assalamualaikum, pulang sekarang!
__ADS_1
Indah: Waalaikumsalam, huum.
Parto menutup sambungan teleponnya. Indah tidak menjelaskan alasannya belum pulang karena terjebak di depan mini market. Di sana, dia berteduh dari derasnya air hujan. Nanti saja dia bilangnya setelah sampai di rumah.
Jadi, Indah tadi sore tidak meneruskan acara makan mi ayam bersama Bayu. Dia yang mendapat missedcall dari Seno malah kepikiran tentang Seno. Apalagi setelah mendengar suara knalpot motor khas punya Seno yang di geber dengan kencangnya, membuat Indah semakin tidak menikmati acara temu kangennya bersama Bayu.
Temu kangen? Memang siapa Bayu sebenarnya?
Jadi Bayu adalah kakak kelas indah sewaktu di sekolah dulu. Beda dua tahun, Bayu yang telah lulus sekolah kala itu memutuskan melanjutkan kuliahnya di kota. Bayu sering berkomunikasi dengan Indah lewat jejaring sosial. Setidaknya komunikasi tersebut sedikit mengobati kerinduan Bayu akan hadirnya Indah di sisinya. Ya, Bayu menyukai Indah.. gadis berambut hitam panjang itu telah mencuri hatinya
sejak masih bersama di bangku sekolah dulu.
Dan tadi sore adalah pertemuan pertama mereka setelah dua tahun tidak bertemu. Perasaan bahagia berubah menjadi canggung hanya karena sebuah missedcall dari Seno. Akhirnya Indah putuskan untuk pamit pulang karena dia merasa tidak nyaman dengan perasaan sendiri. Meski agak berat, Bayu tetap mengiyakan keinginan Indah untuk menyudahi pertemuan mereka. Bayu sempat menawarkan diri untuk mengantar Indah pulang sampai rumah tapi, Indah menolaknya. Akhirnya mereka mengakhiri pertemuan setelah dua tahun tidak bertemu itu dengan mengsad. Hanya ucapan salam saja seperti di awal mereka berjumpa. Dan itu semua karena sebuah missedcall dari Seno.
Di perjalanan pulang, tiba-tiba hujan turun rame-rame kek mau tawuran. Deres banget. Indah yang saat itu enggak membawa mantel memutuskan untuk menepikan motornya di mini market di samping jalan. Jenuh karena menunggu hujan yang belum juga reda, Indah memainkan hpnya. Mengirim pesan kepada Seno, sekedar menanyakan apa benar Seno tadi berada di warung bakso tempatnya makan bersama Bayu. Tetapi pesannya tidak di baca.. bahkan pesan sebelumnya hanya di read saja. Rasanya kesal sekali.
Indah makin kesal pada Seno karena dari kejauhan tempatnya duduk, dia melihat Seno datang dengan membonceng perempuan. Perempuan yang sekarang dia tahu adalah karyawan dari mini market tempatnya berteduh.
"Ndah.." Ucap Seno saat Indah memasukan hpnya ke kantung celananya. Sepertinya Indah berniat segera pulang.
"Dalem Mas.." Jawab Indah sama seperti sebelumnya.
"Aku mau ngomong sama kamu.. bentar aja, ini penting.." Seno membulatkan tekadnya. Dia ingin mengungkapkan rasa yang dia pendam selama ini ke Indah saat ini juga. Dia enggak mau sampai kalah start.
"Iya Mas Seno.. ngomong aja,"
"Ndah.." Menarik nafas perlahan sebelum meneruskan omongannya.
"Aku sayang kamu Ndah,"
Apa ini.. kemana ribuan kata yang aku rangkai selama ini untuk mengungkapkan perasaanku sama Indah. Kenapa otakku enggak bisa mikir. Hanya berhadapan dengannya seperti ini bisa membuatku bodoh seketika. Benar-benar double kills kalau gini caranya. Goblok banget sih kamu Sen. Anak TK juga bisa kalau hanya bilang 'aku sayang kamu' aaacch.. kacau.
Udah susah payah ngumpulin keberanian, yang muncul cuma tiga kata 'aku sayang kamu' saja. Seno merasa frustasi sendiri. Hatinya makin enggak karuan saat melihat ekspresi Indah yang hanya diam tanpa mengucapkan kata apapun.
Di sisi lain.. Ralina yang ternyata masih membatu di depan tempat kerjanya merasa sesak di dada, karena melihat orang yang dia kagumi telah mengungkapkan perasaan kepada gadis lain. Dan bukan dia.
__ADS_1
Mas Seno.. kita saja belum memulai, tapi sudah harus berakhir.. bahkan saat kita masih berada di garis start.