Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Kenangan Indah


__ADS_3

Penyesalan memang terjadi belakangan, kalau terjadi di awal itu namanya pendaftaran!


Dengan muka pucat karena ketakutan, ibu Seno diam dan sesekali terdengar isak tangisnya. Dia ada di ujung kursi ruang operasi di mana Indah ditangani.


Seno dan Parto sudah ada di sana setelah mendapat kabar dari ibu Seno.


"Kenapa bisa kayak gini, Indah enggak pernah ngebut kalau bawa motor To.."


"Ya Allah.. Selamatkan Indah, biar aku saja yang menggantikan posisinya.. Aku enggak sanggup lihat dia kayak gitu," Seno sangat cemas, gelisah, sedih, semua perasaan tidak enak ada di hatinya saat ini.


Parto diam. Perasaan yang sama seperti Seno menghinggapi Parto saat ini, tapi dia memilih diam.. Berdoa dalam hati semoga adiknya selamat. Satu-satunya saudara yang dia miliki. Dia tidak mau membayangkan hal buruk terjadi pada Indah. Dadanya sakit saat dia pejamkan mata ada bayangan senyum Indah di sana.


Parto menunduk, air mata tiba-tiba jatuh dari netranya. Ada apa ini? Parto merasa jantungnya seperti diremas. Sakit.


'Mas To enggak boleh punya pacar! Enggak boleh!'


'Mas To nyebelin, harusnya kan jemput aku tadi! Lihat nih bajuku basah semua!'


'Awas ya mas.. Nanti aku aduin bapak sama emak! Mas To pacaran mulu, aku enggak diperhatiin!'


Semua bayangan Indah berputar di kepalanya. Indah pasti selamat, Indah memang manja.. tapi, dia bukan gadis lemah! Ndah.. Berjuang dek! Jangan pergi... Ya Allah jangan ambil Indah kami...


Semua rintihan doa mereka bukan tanpa alasan, kondisi Indah memang kritis saat ini. Benturan di dada dan kepalanya membuat cedera serius.

__ADS_1


Seno terduduk lemas di kursi tunggu, nafasnya tercekat setiap kali menarik oksigen untuk memenuhi kebutuhan paru-parunya. Menutupi muka dengan kedua telapak tangan, memanjatkan doa dalam hati untuk memberi Indah kekuatan agar bisa melewati masa kritisnya. Semua terdiam dengan pikiran berkecamuk.


"Sen.. Kamu temenin ibumu, beliau butuh kamu.." Parto berkata tanpa melihat Seno. Seno tidak menjawab. Pikirannya terfokus pada satu nama.. Indah!


Parto sudah menghubungi Shela, bapak dan emak, mereka perlu tahu hal ini. Indah butuh doa mereka, butuh dukungan mereka.


"Sen.. Maafin ibu.." Ibu Seno mendekati putranya. Seno tetap diam. Masih menyembunyikan mukanya dengan kedua telapak tangan.


"Sen.." Panggil ibunya untuk kedua kalinya.


"Doakan Indah buk.. Indah butuh itu," Ucap Seno dengan suara bergetar. Sudah bisa dipastikan Seno menangis saat ini.


Ibu Seno tak kuat menahan air matanya kembali, hatinya pilu. Semua ini memang sudah digariskan tapi, jika dari awal beliau tidak menentang hubungan anaknya dan Indah, dia tidak akan merasa bersalah sampai titik terendah seperti ini.


"To.. Indah gimana To? Indah mana?" Emak bertanya sambil mendekati Parto. Saat sampai di rumah sakit, emak memang terlihat paling panik dan khawatir. Tidak ada orang tua yang tidak panik, cemas dan khawatir jika mendapat kabar anaknya kecelakaan!


"Ya Allah.. Indah..." Emak lunglai. Kakinya terasa lemas untuk berpijak, bapak sigap menangkap tubuh emak yang akan ambruk tadi.


"Indah pasti enggak apa-apa mak.." Ucap bapak berusaha menenangkan istrinya padahal hatinya sendiri hancur saat ini.


Shela mendekati Parto yang terus melihat ke arah pintu operasi, mengusap pelan punggung suaminya. Mencoba memberi ketenangan agar suaminya itu sabar.


Saat dokter keluar dari ruang operasi, beliau menjelaskan bahwa Indah akan di pindahkan ke ruang ICU. Memantau perkembangan pasca operasi. Tidak ada yang diperbolehkan menjenguknya untuk saat ini.

__ADS_1


Berbagai macam alat penopang hidup terpasang pada tubuh mungil Indah. Membuat siapa saja akan terenyuh saat melihatnya. Seketika emak langsung tak sadarkan diri. Emak enggak sanggup melihat putrinya dengan kondisi seperti itu.


Seno yang melihat Indah dari balik pintu kaca juga tak kuat dengan pemandangan menyesakan ini. Ini berat untuknya.


Maafin aku yang enggak pecus jagain kamu, bertahan ya dek.. jangan pergi terlalu jauh.. kalau kamu capek istirahat aja dulu, tapi tolong nanti bangun lagi, aku sayang kamu dek.. aku bener-bener sayang sama kamu..


Bukan hanya Seno yang saat ini syok dan ikut sesak karena keadaan Indah tapi, semua yang ada di sana merasakan hal yang sama.


'Mas Seno lihat enggak boneka yang gede banget tadi? Bagus ya?'


'Nurut sama ibu ya mas, jangan jadi anak durhaka.. Kalau kita emang jodoh pasti ada jalan buat bersama'


'Mas Seno mau nikah?'


'Aku juga sayang kamu mas..'


Kilasan memori tentang Indah saat mereka bersama membuat Seno memegang dadanya. Rasa sakit itu nyata. Melihat orang yang dia sayang terbaring lemah dan terus memejamkan mata dengan berbagai alat kesehatan terpasang di tubuh mungilnya, membuat dia tak sanggup membayangkan seperti apa rasa sakit yang Indahnya alami saat ini.


Dua jam setelah operasi, dokter mengatakan hanya keluarga dan orang terdekat Indah yang diperbolehkan masuk ke ruangan itu, bertemu Indah secara langsung. Memberi dukungan dan doa untuk Indah tapi, dokter membatasi jumlah orang yang ingin menjenguk Indah.


Orang pertama yang masuk ke dalam ruangan itu adalah bapak. Emak belum bisa mengontrol emosi beliau, setelah sadar dari pingsannya tadi beliau terus menangis meski sudah berkali-kali ditenangkan oleh bapak. Bapak yakin, putrinya pasti baik-baik saja!


"Nduk.. Kamu anak bapak yang baik. Dari kecil kamu enggak pernah minta macem-macem sama bapak atau emak mu karena kamu tahu kita ini keluarga pas-pasan. Tapi, sekarang bapak yang mau minta satu hal dari kamu nduk, kamu bisa nurutin permintaan bapak? Bapak minta kamu cepet sadar ya cah ayu.. kamu tahu nduk? semua orang sedih lihat kamu seperti ini." Ucap bapak dengan membelai lembut kepala putrinya. Berharap Indah bisa mendengar dan mau menuruti permintaan beliau.

__ADS_1


Tidak ada respon, hanya terdengar alat kesehatan yang berbunyi menandakan jiwa Indah masih ada di sini.


Setelah keluar dari ruangan itu, menuju musholla di rumah sakit untuk mendoakan kesembuhan dan keselamatan putrinya. Parto, Seno, dan emak silih berganti memasuki ruangan tempat Indah berbaring. Doa yang sama mereka panjatkan, semoga Indah selamat dan bisa melanjutkan kisah hidupnya di sini.


__ADS_2