Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Pamit Pulang


__ADS_3

Pulang dari rumah Shela setelah menghadiri acara lamaran Parto dan Shela, Beni mampir dulu ke mini market di luar desanya. Hanya ingin jalan-jalan ngabisin bensin aja. Kaum gabut dan jomblo seperti Beni emang harus banyak asupan hiburan biar hidupnya enggak makin sutris! Apa itu sutris? sebenarnya itu kata 'stress' yang dipelesetkan aja. Kenapa? enggak terima?


"Mas.. hari ini ada promo beli dua coklat silperkuin ukuran 58 gram bisa bawa pulang pasta gigi pepident 75 gram dengan harga dua ribu rupiah aja mas!" Ucap petugas minimarket itu memberikan informasi kepada Beni.


"Kalau bawa pulang kamu aja gimana mbak?" Hedeeeh ini orang kenapa dah?!


Beni memperhatikan wajah kasir minimarket itu secara seksama, kenapa kenal Ben?


"Mas nya ini lucu ya.. jadi ini cuma beli rokok aja ya mas?" Kasir memberikan struk belanja setelah Beni membayar harga rokok tadi.


"Kenapa mas? Lihatnya kok gitu amat?" Masih dengan senyum mengembang si kasir bertanya kepada Beni.


"Mbak.. Mbak kenal Ralina enggak? Dia dulu kerja di sini, aku pernah beberapa kali ketemu sama dia. Kok sekarang dia jarang jaga di sini ya?" Beni meneguk air mineral yang dia comot dari lemari pendingin. Aah seger rek.


"Oowh mbak Ralina udah resign mas, dia kan mau nikah.." jelas si kasir berlesung pipi itu.


"Hah? nikah? masa sih.. kok dia enggak ngasih kabar aku, hmm nikah sama siapa mbak?" Beni mulai kepo. Emang kepo adalah sifat dasar manusia keknya.


"Kok kaget mas? Mas mantannya ya? Cieee krek dong itu hati ditinggal mbak Ralina nikah!"


Beni mencoba mengingat sesuatu, bukankah dulu terakhir kali dia bertemu Ralina, Ralina masih berstatus jojoba alias jomblo jomblo ngowoh aja eh. Lha sekarang kok denger kabar kalau pemilik senyum manis itu mau nikah. Wah dia kembali kalah start ini namanya!


"Dia mau nikah sama siapa mbak?" Pertanyaan itu kembali Beni ulang.


"Sama salesman telur asin mas. Ini aku ada undangannya kalau mas mau lihat,"


Kasir minimarket mengeluarkan hp dari laci sana, diperlihatkan kepada Beni. Beni melihat undangan yang dikirim lewat wa. Di sana tertulis nama Andiarga Uno akan mengikat janji suci bersama Ve Ralina. Wah namanya kayak ga asing ya gaess.

__ADS_1


Setelah berbincang cukup lama dengan kasir minimarket, Beni memutuskan untuk pergi dari minimarket yang sudah memberinya informasi tentang Ralina.


...----------------...


Masih di teras rumah Shela, Parto berjalan menuju halaman, niatnya mau langsung pulang. Tapi, Parto kembali menoleh ke belakang karena tepukan di pundaknya.


"Njih calon makmumku, mas tak pulang dulu.. ini kalau mok tahan-tahan terus bisa beneran nginep aku lho" Parto menarik bibirnya hingga membuat senyum yang lumayan manis.


"Bukan nahan kamu To, ini lho hp mu mok tinggal! Sengaja banget ya kamu, biar aku nyamperin kamu hmm?" Shela menyerahkan hp ke tangan pemiliknya.


Parto mengulurkan tangan, kode agar Shela mencium tangannya sebelum dia pulang.


"Apa?" Tanya Shela pura-pura enggak ngerti kode dari Parto.


"Salim sini, cium tangan.. apa mau cium bibir? Aku sih ayo aja, enggak nolak La." Kembali menggoda Shela, yang digoda enggak merespon apapun. Flat aja dia.


"Aku pulang ya... aku sayang kamu! Nangis aja kalau sedih, ada aku yang akan menjadi penopangmu. Kamu boleh pakai pundakku kapanpun kamu perlu, kapanpun kamu butuh aku.. aku ada untukmu! Karena kamu adalah tulang rusukku, sekalipun kamu enggak butuh aku.. tapi aku yang teramat sangat membutuhkanmu. Jadi.. bahagia lah untuk dirimu sendiri! Saat kamu bisa tersenyum bahagia apalagi senyummu kamu tunjukin ke aku.. di sini.. jutaan kali lebih bahagia daripada kamu." Sambil menunjuk dada kirinya.


"Kamu makin jago ngegombal!"


"Aku enggak jago ngegombal La.. aku cuma jago satu hal yaitu mencintaimu!" Senyum enggak, senyum enggak? Ya senyum lah masa enggak!


Saat Parto benar-benar meninggalkan rumahnya, Shela tak lantas masuk ke dalam rumah. Dia melihat punggung lelaki itu sampai benar-benar hilang dari pandangannya.


Sayup-sayup terdengar alunan lagu yang populer pada masanya. Membuat Shela tersenyum mengingat seseorang yang baru saja pergi dari kediamannya. Dan sukses mengobrak-abrik isi hati, ginjal, paru... eleh makin gaje aja yang nulis!


Aku ingin menjadi

__ADS_1


Mimpi indah dalam tidurmu


Aku ingin menjadi sesuatu


Yang mungkin bisa kau rindu


Karena langkah merapuh tanpa dirimu


Oh, karena hati telah letih


Aku ingin menjadi sesuatu


Yang selalu bisa kau sentuh


Aku ingin kau tahu


Bahwa ku selalu memujamu


Tanpamu, sepinya waktu merantai hati


Oh, bayangmu seakan-akan


Kau seperti nyanyian dalam hatiku


Yang memanggil rinduku padamu, oh


Seperti udara yang kuhela

__ADS_1


Kau selalu ada


Silahkan yang mau ikut karaoke waktu dan tempat dipersilahkan!


__ADS_2