Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Kisah Parto dan gabutnya Seno


__ADS_3

Beni tak berhenti tertawa setelah mendengar cerita Parto. Meskipun Parto sudah memintanya untuk diam tapi, jiwa usil Beni menolak melakukannya.


Sekarang ini mereka ada di warung Mbok Yuni. Beni sengaja membelokan motornya dahulu untuk mampir kesana sebelum mengantar temennya itu pulang. Dia ingin mendengar cerita Parto lebih detailnya terlebih dahulu. Bisa-bisanya dia sampai sedekat itu dengan nini kunti. Bahkan tadi dia melihat sendiri saat nini kunti itu mencium tangan Parto. Ya Allah sweet sekali ya, seenggaknya itu yang dipikirkan Beni waktu melihat hal itu. Dia lebih penasaran bagaimana bisa Parto menaklukan makhluk se horor nini kunti yang kalau ngomong nyelekit banget didengernya.


"Jane kowe ngango pelet opo tho To, edian lho aku gumun tenan ambi kowe, (sebenernya kamu pake pelet apa lho To, gila lho aku heran beneran sama kamu,)"


"Bukan itu intinya Ben, kamu enggak tahu gimana malunya aku tadi. Pas bilang aku mau tanggung jawab.. itu ibunya Shela sampai terkejut, Shela juga melotot seakan matanya ngisyaratin gini 'Ku bunuh kau!', aach aku kok goblok banget tadi Ben.."


Beni tertawa sampai pegel perutnya. Parto enggak bisa ngelakuin apapun saat Beni terus-menerus menertawakannya.


"Lha kamu udah ngapain Shela sampai bilang mau tanggung jawab hmm? Mau tanggung jawab kek gimana? Jangan bilang kamu mau kawin ya To! Njiiir lah.. kalau kamu kawin, Seno udah sibuk sama Indah.. lha aku kepiye To? Enggak enggak.. kowe ojo kawin disik (kamu jangan kawin duluan)."


Beni membuang puntung rokok yang menyisakan busa filternya saja.


"Bahasamu ra genah! Nikah Ben nikah.. bukan kawin! Mok kiro aku kewan opo, ngomonge sangger jeplak! (kamu kira aku hewan apa, ngomongnya asal mangap!)"


Demi apapun, Beni selalu tertawa setelah mendengar apa yang Parto ucapkan.


"Aku bilang mau serius sama Shela.. Ibunya bilang 'emang seharusnya menjalani hubungan harus didasari keseriusan. Jangan cuma main-main.' Yang perlu kamu tahu Ben, sampai sekarang aja aku enggak pernah nembak dia, ngomong sayang ke dia juga enggak, apalagi bilang apapun yang berbau cinta-cintaan kayak Seno gitu. Enggak pernah. Enggak sekalipun. Tapi ibunya Shela malah nganggap aku pacar anaknya."


"Jadi ibunya yang baper? hahaha oalah To aku kok enggak bisa berhenti ngakak ini. Terus Shela gimana responnya? Menurutmu dia ada rasa enggak sama kamu..? Jangan sampai mainnya sama kamu, ibunya tahunya kamu pacar anaknya tapi nanti endingnya sama yang lain. Modyaar wae lah To hahaha"


Setelah menyeruput kopi buatan Mbok Yun, Parto melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


"Aku juga bingung sama dia Ben, piye ya.. aku mau deketin dia tapi setiap kali ketemu ada aja hal yang bikin dia jutekin aku. Marah-marah mulu kerjaannya, giliran aku bilang mau pergi.. dia nangis.. aku kudu piye jal Ben?"


"Kamu suka enggak sama dia?" Tanya Beni sambil menyalakan kembali sebatang rokok


"Suka!" Jawab Parto yakin.


"Buseet kamu jawabnya cepat amat, enggak pake mikir dulu hahaha. Ya kalau suka perjuangin. Buat dia bisa menerima kamu, tapi ya To.. aku enggak nyangka tipemu modelan Nyi Blorong gitu lho. Cantik tapi horor."


"Kampret kamu lah..!!"


Keduanya tertawa. Setelah cukup lama mereka ngobrol ngalor-ngidul, terdengar dari kejauhan suara motor Seno mendekati tempat mereka nongkrong.


"Seno tumben jam segini kelayapan.. Biasanya udah ndekem di kamar sambil ngelus-ngelus hpnya hahaha" Ucap Beni setelah melihat Seno memarkir motornya tepat di samping motor Beni.


Beni dan Parto melihat Seno yang masih diam saja.


"Tukaran mesti karo dedek imut, rebutan boneka barbie hahaha" (Berantem pasti sama dedek imut, rebutan boneka barbie hahaha) Imbuh Beni berseloroh.


"Ngopo?" Giliran Parto yang bertanya.


"Oda opo-opo.." Jawab Seno singkat.


"Ini hari apa tho.. semua orang kok pada gabut. Kalau enggak mau cerita mending jangan kesini Sen, udah nularin gabut itu karena bikin orang penasaran!"

__ADS_1


"Aku break sama Indah.." Ucap Seno pelan. Rasanya lidahnya kelu. Tak sanggup menceritakan lebih banyak lagi. Bukan karena ada Parto yang notabene adalah kakak dari pacarnya tapi, memang dia belum ingin bercerita tentang masalahnya.


Beni menyemburkan kopi yang dia minum, Parto juga langsung menoleh ke arah Seno dengan mata membulat.


"Break? Putus?" Tanya Beni seperti mewakili keingin tahuan Parto.


"Bukan putus, dia bilang break gitu kok."


"Jabang bayi Sen.. Kamu kok digantung sama bocah, break itu maksudnya piye? pacaran mode leren? (istirahat)? Lah itu kan sama aja putus secara halus. Menjauh perlahan.. aku mau ngakak enggak tega lho ini," Beni emang kayak gitu. Ngomongnya loss enggak pakai rem.


"Kok dia minta putus kenapa?" Giliran Parto yang bertanya.


"Nah nah.. Cuba jelaskan wahai kisanak. Ini kakak dari pacarmu yang bertanya." Ucap Beni.


"Bukan putus To bukan.." Seno gemas sendiri.


"Iyo Iyo brik iyoo, terus ngopo kok iso brik ngopo?" Parto juga ikutan kesal jadinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


NB: Buat para reader othor mimut ini, pembaca KTK yang budiman dan budiwati.. Dfe memberi kelian kesempatan seluas-luasnya untuk masuk ke gc Dfe. Saling berinteraksi dengan pembaca lain di sana (maaf hanya gc remahan, bukan gc sultan yang sering nebar poin ya🤣).


Syarat masuk grup apa thor? Yang penting pertahankan kewarasan kelian aja gaeess hahaha maaf bukan itu. Jadi, tulis pendapat kelian kenapa atau alasan apa yang membuat Seno dan Indah break? Tulis jawaban kelian itu untuk ijin masuk grup.

__ADS_1


Dfe tunggu kelian di pintu gerbang gaess🤣


Selamat menunaikan ibadah puasa gaess🙏


__ADS_2