
Sudah hampir satu bulan Seno dan Indah menjalin hubungan. Keduanya amat sangat menikmati hubungan mereka. Dimana Seno selalu menyempatkan waktunya setelah pulang kerja untuk sekedar mengajak Indah jalan.
Sifat manja Indah makin membuat Seno menyayanginya. Karena dari dulu juga Seno sudah tahu dan hafal gimana karakter Indah. Tidak ada yang Seno permasalahan dari sifat gadis delapan belas tahun itu. Begitupun dengan Indah, dia merasa sangat nyaman bersama Seno. Bukan karena Seno yang selalu memanjakannya dengan membelikan apapun yang Indah mau tanpa dia repot-repot mengatakan keinginannya. Namun, karena sifat dewasa, perhatian, dan juga waktu yang Seno beri buat Indah. Cewek manapun akan merasa spesial jika cowoknya memprioritaskan dirinya bukan?
Jangan berfikir Indah dan Seno berpacaran mode bar-bar yang selalu pegangan tangan, pelukan atau bahkan berciuman. Mereka bahkan belum pernah sekalipun berpelukan, pegangan tangan hanya beberapa kali dan bisa dihitung dengan jari. Bagi Seno, sebuah hubungan itu bukan tentang kontak fisik. Tapi, soal hati. Saat rasa nyaman dan saling membutuhkan itu ada di hati masing-masing, tanpa terjadi kontak fisik pasti akan menjaga keharmonisan di dalam hubungan itu sendiri. Sotoy lu Thor wkwkwk ya mben!
Lalu apa yang membuat Indah meminta break?
Sore itu, Seno selesai bekerja. Mengecek hp yang sedari siang di silent ternyata ada beberapa pesan yang belum sempat dia buka. Salah satunya dari Indah. Hanya ucapan 'semangat kerjanya ya Mas, jan lupa makan siang!' dari Indah membuat Seno melebarkan senyumannya. Dia segera membalas pesan dari pacar imutnya itu.
Saat itu posisi Seno masih di gedung parkiran PT tempatnya bekerja. Mengantri bersama motor lain yang ingin keluar dari area parkir, memang harusnya Seno enggak mainin hp diposisi kek gitu. Selain membuat dia kurang fokus dengan sekelilingnya, hal itu juga akan membuat orang lain emosi. Bagaimana enggak emosi kalau saat orang lain akan mengeluarkan motor malah terhalang oleh motor Seno yang ngadat jalannya karena si empunya motor sibuk memainkan hp.
"Braaakk!!" terdengar suara benturan antara motor Seno dan motor karyawan lain. Seno kaget sampai hpnya terlepas dari tangannya dan terjatuh. Belum sempat Seno tersadar dari kejadian benturan antar motor itu, dia dikejutkan dengan sebuah motor yang melintas dari samping dan melindas hpnya. Seketika layar hp Seno hancur karena kejadian yang berlangsung sangat cepat itu.
"Setan! Woiii.. matamu aring ndi? Budek yo di klakson dari tadi masih diem aja!" (Setan! Woiii.. matamu dimana?) Tukas orang yang motornya menyenggol motor Seno. Dia yang nyenggol tapi, dia juga yang marah hmmmm.
"Njiir kok kowe sing ngamuk?! Ra melek opo goro-goro motormu nubruk motorku soko mburi hpku dadi tibo?! Ajur ngene! Vangke tenan!!" (Njiiir kok kamu yang ngamuk?! Enggak liat apa gara-gara motormu nubruk motorku dari belakang hpku dadi jatuh?! Hancur gini! Vangke banget!!)
Seno emosi. Tentu. Tapi, ya mau gimana.. dia juga salah. Dia main hp enggak pada tempatnya. Bucin boleh tapi lihat sikon juga ya sayang hahaha.
"Itu bukan urusanku! Yang bikin hancur hpmu juga bukan aku, aku kesal karena kamu dari tadi diem aja, aku udah klakson berkali-kali buat kode kamu agar majuin motormu kok enggak direspon! Mas, ini parkiran umum! Semua sibuk mau cepat-cepat pulang kerja, lha kamu malah ngalangin jalan orang buat keluar dari parkiran. Kalau niatnya masih pengen main hp jangan langsung kesini, sono nepi aja sono!" Ucapan dengan nada emosi dilontarkan oleh lelaki yang mengecek bagian depan motornya yang tanpa sengaja menubruk motor. Hanya tergores sedikit bukan hal yang perlu di khawatirkan. Pikir pemuda itu.
__ADS_1
"Kalau kamu mau minta tanggung jawab jangan sama aku! Tu sama motor yang barusan lewat!" Lelaki ini berucap sambil nyelonong pergi. Meninggalkan tempat parkir itu dengan segala kesemrawutan di dalamnya.
Seno enggan meladeni orang tadi, bukan takut.. tapi, dia juga sadar sebenarnya ada benarnya perkataan lelaki yang menyenggol motornya tadi. Semua adalah salahnya, main hp enggak liat sikon.
Tanpa menunggu dan mengulur banyak waktu berdiam diri di parkiran, Seno segera memakai helm dan mengejar orang yang tadi melindas hpnya. Hanya butuh waktu lima belas menit Seno sudah bisa mengejar orang yang tadi membuat hpnya hancur lebur.
"Astaghfirullah.. Ini ada apa main cegat orang aja! Kamu kalau mau ugal-ugalan jangan di sini! Salah tempat tahu enggak!" Perempuan yang motornya dihentikan Seno dengan cara menghentikan motornya sendiri tepat di depannya membuat dia terkejut.
"Turun Mbak!" Ucap Seno dingin.
"Eh.. Suaranya kayak kenal," perempuan yang sekarang membuka helmnya ternyata mengenal Seno. Iya, Seno di tempat kerja emang pemes (famous) gaess.
"Mas Seno ya? Ada apa Mas? Ya Allah.. mimpi apa aku sampai disamperin sama Mas Seno di jalan,"
"Hp ku mok lindes sampai hancur gini lho Mbak!"
"Lho.. kapan Mas, aku kok enggak tahu. Mas Seno salah orang mungkin.. ya Allah aku enggak tahu beneran," Suara perempuan itu memelas.
"Terus ini gimana?" Seno memicingkan mata dari balik helm yang dia pakai. Emang muka Seno kelihatan? Enggak.
"Enggak tahu Mas," perempuan itu sepertinya memang tidak mengetahui kesalahan yang dia perbuat.
__ADS_1
"Mas Seno, gini aja.. aku benerin hpnya mau?" imbuh perempuan tadi.
"Benerin? Ojo guyon Mbak..! (jangan bercanda Mbak..!)" Seno tetap saja jutek. Moodnya jelek banget sekarang ini.
"Mas Seno enggak percaya? Aku punya temen yang bisa benerin hp sampeyan ini Mas. Ini kalau enggak percaya, Mas Seno bawa id card ku aja sebagai jaminan! Kita tahu sendiri kan, tanpa id card kita enggak bisa masuk kawasan pabrik. Aku bawa hp Mas Seno, besok kita ketemu di depan pabrik. Piye Mas?"
Berpikir sejenak, akhirnya Seno menyetujui usulan perempuan tadi. Seno berniat ingin mengeluarkan sim card yang ada di dalam hpnya. Tapi, perempuan itu melarangnya.
"Lah.. enggak usah di ambil nomernya Mas. Orang paling bentar doang kan. Besok pagi-pagi udah di tangan Mas lagi hpnya."
Seno kok jadi orang hmm banget ya, main percaya-percaya aja gitu. Gemes pen nyekik deh jadinya. Setelah bergelud dengan pikirannya, Seno lantas memberikan hpnya tanpa mengambil sim card nya terlebih dahulu.
Melihat id card yang diserahkan perempuan tadi, di sana tertera nama Meisya Indira. Seno menghembuskan nafas beratnya. Dia berharap enggak ada masalah setelah ini. Hari ini dia lalui dengan beragam keruwetan, saatnya kembali pulang ke rumah. Mengistirahatkan otaknya agar bisa kembali berpikir waras.
Di tempat berbeda, di waktu yang sama Seno tidak mengetahui kalau sejak tadi ada seseorang yang menunggu balasan pesannya. Indah, mulai khawatir karena pesan terakhir dari Seno mengatakan bahwa dirinya sedang di perjalanan pulang.
Dua jam telah berlalu meskipun sedang online tapi, Seno tidak menunjukan tanda-tanda akan membalas pesannya. Indah yang tadinya khawatir berubah jadi kesal. Karena penasaran akhirnya Indah membuang jauh egonya dan menghubungi nomer pacarnya itu.
Panggilan pertama tidak dijawab, yang kedua juga sama saja, Makin kesal lah Indah saat ini.
__ADS_1
Haii gaeess.. banyak yang nunggu up kisah Mas To sama Mbak Shela lanjutan kemarin ya? Kenapa kepotong jadi ke kisah Indah dan Seno? Ya, karena semua ini saling terhubung gaess.. nanti bakal dijelasin di bab berikutnya ya!
Tu lihat tu, dedek Indah yang BT akut gegara Mas Seno☹️.